Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Meminta izin untuk pindah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh tapi terjebak dengan kemacetan yang padat,mobil yang membawa Vera dan nyonya Andin memasuki pekarangan rumah Keluarga WILMAR


Nyonya Andin dan Vera turun,mereka pun langsung masuk ke dalam rumah,saat masuk mereka melihat kakek Farhan dan Davvien lagi duduk di ruangan tamu


Vera melihat perubahan sikap Davvien saat bersama dengan sang kakek,terlihat Davvien sangat banyak bicara dengan kakek Farhan,Vera melihat Davvien tersenyum ke arah kakek Farhan,Vera yang pertama kali melihat suaminya tersenyum sempat terpukau


Bagaimana tidak,saat Davvien tersenyum terlihat lah gigi taring sebelah kanan yang membuat senyuman nya begitu manis


Davvien melihat ke arah Vera dan mommy nya langsung mengubah ekspresi menjadi datar


Vera yang melihat perubahan wajah Davvien hanya menanggapi nya biasa saja,karna bagi Vera sikap Davvien yang diam dan mengabaikan nya sudah terbiasa


Vera berjalan menyalami kakek Farhan,lalu dia pamit untuk ke kamar karna Vera merasa sangat lelah,dia melewati Davvien tanpa mengatakan apapun,dia hanya berpamitan pada kakek Farhan


Sedangkan Davvien,dia hanya bermasa bodoh,baginya lebih baik jika Vera tidak bicara dengan nya,mereka pun melanjutkan pembicaraan antara cucu dan sang kakek,sedangkan nyonya Andin juga berpamitan untuk ke kamar


...----------------...


Setelah masuk ke dalam kamar,Vera langsung merebahkan dirinya pada sofa panjang di dalam kamar,karna terlalu lelah dalam waktu sekejap Vera sudah pergi ke alam mimpi dengan penampilan nya masih seperti tadi waktu pergi ke mall tanpa mengganti nya terlebih dahulu


Setelah berbincang bincang dengan kakek,Davvien pergi menuju ke kamar nya


Saat masuk mata nya mengelilingi seluruh ruang kamar nya,dan dia pun melihat sosok yang sedang tidur dengan pulas nya pada sofa itu


Davvien hanya mengabaikan nya,dia pun berjalan masuk ke dalam kamar mandi


Di dalam kamar mandi,Davvien berfikir dia sekarang sudah menjadi seorang suami,Davvien terkadang sadar bahwa tidak seharusnya wanita itu berada di sampingnya karna dia tidak akan memberi cinta kepada seorang perempuan


Tapi sekejap dia berfikir,bahwa pernikahan ini bukan keinginan nya,malahan dari pihak wanita lah yang meminta nya menikahi wanita itu,maka dari itu dia akan berencana membuat Vera tidak akan senang hidup dengan nya,karna menurut Davvien gara gara pihak perempuan lah dia terjerat dengan pernikahan ini,dan wanita itu juga salah karna telah menerima pernikahan ini


Tidak terlalu lama,Davvien pun keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian nya


Saat dia melihat ke arah Vera Davvien langsung kaget,bagaimana tidak Vera yang semula di lihat nya tidur dengan bagus di atas sofa,dan apa yang di lihat nya sekarang Vera sudah tidur di lantai dengan keadaan terlungkup, mungkin ini alasan Vera pada saat malam tidak mau tidur di sofa karna dia tidak bisa tidur di tempat yang kecil


Davvien hanya melihat nya acuh,tanpa merasa kasian kalau misal nya Vera susah bernafas

__ADS_1


Sesaat pun terdengar suara ketukan pintu,Davvien berjalan membuka pintu


"Tuan,makan malam nya sudah siap,nyonya menunggu anda dan nona Vera"ucap bi inem memanggil Davvien Dan Vera untuk makan malam.


"Heummm"jawabnya singkat,lalu kembali menutup pintu


Kini pandangan nya kembali melihat ke arah Vera yang masih tertidur terlungkup,Davvien berkacak pinggang menatap Vera,dia bingung cara membangunkan Vera,kalau tidak mengajak nya makan Mommy nya pasti akan pidato lagi pada nya


Setelah berfikir,Davvien mempunyai ide


Davvien berjalan mengambil ponsel nya,lalu menyetel alarm dalam waktu satu menit lagi alarm tersebut sudah berbunyi,Davvien sengaja mengeraskan suara alarm itu dan menaruhnya tepat di dekat telinga Vera sesaat pun


Dringggggggg.....


Suara alarm tepat di telinga Vera langsung mengagetkan Vera,dia pun langsung terduduk di lantai


Vera masih mengembalikan kesadaran nya,dia hanya diam menatap kedepan,Alarm pun kembali berbunyi barulah Vera sadar,dia melihat ke sekitar nya


Dia melihat Davvien yang akan keluar"Jika kau tidak mau makan malam,maka aku akan kasih tau mommy"Ucap davvien tanpa menoleh pada Vera dia pun keluar meninggalkan Vera yang masih diam


"Benar-benar lelaki pembunuh,bagaimana kalau aku kaget,dan arwahku tersesat di alam mimpi,aku pasti tidak akan sadar lagi"gerutu Vera di dalam hati


Vera melihat jam di dinding,dia pun terbelalak kaget melihat sudah pukul 7 lewat,berarti dia tertidur sangat lama,dia melihat penampilan nya yang masih seperti tadi,dan lagi lagi dia melihat dirinya sendiri yang terduduk di atas lantai


Vera menepuk jidat nya sendiri.


Plak...


"Aku pasti terjatuh dari sofa,kenapa aku tidak pernah sadar kalau terjatuh saat tidur,tunggu apa lelaki itu melihat nya.haahhhhh sudah lah memang nya apa urusan dengan nya aku tidur seperti ini"Ucap Vera lalu dia bangkit dan berjalan ke kamar mandi


Karna tidak ingin membuat semua orang menunggunya untuk makan malam,Vera hanya mencuci muka nya saja


Setelah selesai,dia keluar dan menuruni anak tangga untuk sampai pada meja makan


Terlihat semua orang sudah ada di sana

__ADS_1


"Sayang,ayo duduk"Ucap nyonya Andin menyuruh Vera duduk di sebelah Davvien,dia pun langsung duduk


Makan malam pun di mulai,tampak semuanya diam menikmati sarapan mereka masing masing


"Heum, Mommy besok Davvien akan pindah ke rumah Davvien sendiri"Davvien memulai percakapan meminta izin untuk nya pindah ke rumah nya sendiri


"Loh kok pindah,kalian baru satu hari di sini kenapa pindah, Mommy masih mau di temenin sama menantu Mommy"Nyonya Andin tampak keberatan dengan permintaan Davvien


"No mommy,we will move tomorrow,kan Mommy sendiri yang bilang kalau Davvien harus lebih kenal dengan istri Davvien,maka dari itu Davvien hanya ingin tinggal berdua dengan nya"ucap davvien memberikan alsan


"Apa-apaan aku ini,kenapa aku berkata seperti itu,,,,pasti wanita gila ini sudah besar kepala,ahh sudah untuk saat ini biarkan lah dulu,yang penting mommy membiarkan ku pergi dari sini"lanjut Davvien dalam hati


Sedangkan Vera yang mendengar itu wajah nya tampak bingung,dia mengerutkan dahi nya"Ada apa dengan lelaki mematikan ini, kenapa tiba tiba ingin pindah"Vera bertanya tanya di dalam benak nya sesaat pun


"Oh atau jangan-jangan,tidak-tidak. Jangan-jangan lelaki mematikan ini akan membunuh ku saat kami pindah nanti,bagaimana ini"Vera terlihat pucat membayang kan apa yang terjadi pada nya nanti


"Baik lah kalau begitu Mommy izinin,jaga Vera,padahal Mommy masih ingin menghabiskan waktu bersama menantu Mommy"Ucap nyonya Andin sedih


"Mommy kan bisa berkunjung ke rumah Davvien"


"Iya,sayang kamu siap mengikuti Davvien"tanya nyonya Andin pada Vera


Meski merasa takut,Vera hanya menjawab iya


Makan malam pun selesai,mereka melangkah ke kamar masing masing


Saat sampai di dalam kamar,Davvien langsung merebahkan diri di atas tempat tidurnya yang begitu empuk,dia mulai memejamkan mata, beda dengan Vera, karna dia telah tidur sangat lama tadi sore, jadi Vera akan mempersiapkan barang barangnya besok


Dia mencoba semua pemberian mertua nya. Setelah puas, Vera berjalan mengambil bak covers dan melintangkan seperti yang di lakukan semalam, lalu kaki nya melangkah ke tempat tidur untuk mengambil bantal


Di lihat nya Davvien sudah memejamkan mata, Vera berfikir kalau Davvien sudah tidur


"Huh dasar lelaki aneh,bagi ku kau sangat menyebalkan"ucap Vera lalu mengambil bantal dia pun langsung berbaring pada lantai yang hanya beralaskan bak cover


Davvien yang belum tidur mendengar apa yang Vera katakan"Gadis gila ini benar benar kurang ajar,awas kau" ucap batin Davvien,tia pun memilih untuk tidur

__ADS_1


,~Bersambung


__ADS_2