Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Kejutan.


__ADS_3

Langsung lanjut ya.....


Kini pasangan pengantin yang sudah tidak baru lagi tapi baru buka segel sedang duduk di bangku taman yang sengaja di siapkan, sambil memandang danau yang terlihat indah karna pantulan bulan purnama. Davvien membawa Vera ke dalam pelukan nya menyandar kan kepala istri nya pada dada bidang nya.


Vera pasrah, dia hanya menikmati belaian di kepalanya yang Davvien berikan, dengan sesekali mendapat ciuman di puncak kepala nya.


"Aku tidak menyangka" Ucap Davvien, Vera mengangkat kepalanya melihat Davvien.


"Tidak menyangka apa"


"Aku akan begitu mencintai mu, sampai aku tidak bisa bila jauh dari mu, kau lah sekarang nafas ku dan kau lah hidup ku, kau kembali membawa cinta dalam diri ini, jadi jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi, aku akan rapuh bila kau jauh, jiwa ku akan mati bila kau meninggalkan ku, karna segenap jiwaku sudah menjadi milik mu" Ucap Davvien dengan sungguh-sungguh, kata kata nya begitu puitis, dia menatap Vera, dan Vera pun menatap wajah Davvien yang seakan memohon padanya, dia tidak menyangka bahwa es balok di depan nya akan jadi sebucin ini.


"Aku juga tidak menyangka"


"Tidak menyangka apa sayang, kalau kau juga sudah mencintai ku? Davvien dengan serius bertanya pada Vera.


"Aku tidak menyangka bahwa lelaki yang selalu mengatai ku sekarang berubah menjadi pria puitis dan romantis"


Jedeng,,,,,


Davvien dengan begitu serius mendengar, tapi Vera malah mengingat kan nya betapa jahat nya dia terhadap Vera dulu.


"Aku tidak percaya bahwa kau yang menyiapkan ini semua, karna sikap mu dulu sangat lah kejam"


Vera mengatakan nya dengan begitu jujur, sedangkan Davvien sudah gusar, dia merasa bersalah.


"Kenapa di situasi begini malah membahas kesalahan ku sih, udah capek capek ngerangkai kata supaya romantis eh malah jadi begini" Batin Davvien, dia kembali membawakan Vera ke dalam pelukan nya.


"Maaf kan kesalahan ku dulu, tolong kau jangan mengungkit nya lagi"


"Heumm maaf"


Cup


"Aku yang seharusnya minta maaf" Ujar Davvien setelah mencium bibir Vera beberapa saat, Vera mengangguk, lalu keduanya kembali menikmati pemandangan di depan mereka.


"Apa aku boleh bertanya?"


"Heummmm"


"Apa kau masih mencintai mantan mu yang jelek itu"


Jedarrrrrrrr


Vera terdiam, kenapa suaminya itu malah membahas masa lalu Vera membuat hati nya kembali berdenyut sakit, padahal dia ingin melupakan sejenak masa lalu nya tapi Davvien malah mengungkitnya.


Tapi Vera sadar Davvien pasti ingin tau, bila mereka bertukar posisi pun Vera juga akan menanyakan itu.


"Heummmm, kenapa diam, apa kau masih mencintai nya, apa tidak ada aku sedikitpun di hatimu"

__ADS_1


Vera menarik nafas, lalu membuang nya.


"Aku tidak tau dengan perasaan ku, jika pun aku belum sepenuhnya melupakan nya aku harab kamu masih bisa menerima, karna itu di luar kemampuan ku, kami menjalin hubungan sudah sangat lama, jadi aku tidak bisa dengan mudah melupakan semuanya, tapi aku sudah memutuskan bertahan dengan mu dan memilih mu, jadi aku harab kamu bisa menunggu saat itu tiba"


Davvien yang mendengar pun terasa begitu sakit, tapi dia juga mengerti memang sangat susah membuang perasaan kepada seseorang yang sngat kita cintai, dulu dia pun sangat sulit untuk membuang rasa cintanya pada Elsa, tapi beriring nya waktu Davvien bisa melupakan masa lalunya, dia berharap Vera juga akan melupakan masa lalu nya suatu saat nanti.


"Kita pulang aja yok"


"Heummm iya"


Mereka pun bangun lalu melangkah menuju mobil nya, Vera agak kesusahan berjalan, karna saat pertarungan mereka Davvien tidak memberi ampun pada Vera, melihat itupun Davvien menggendong Vera menuju mobil nya.


"Eh, kenapa kau menggendong ku aku bisa jalan sendiri"


"Sudah diam lah, aku tidak tega melihat mu susah berjalan dan itu karna aku"


Vera hanya bisa pasrah, percuma saja berdebat dengan orang yang tidak akan mendengar kan nya.


...----------------...


Sedangkan di tempat lain, di saat Davvien dan Vera menikmati keromantisan mereka ada seseorang yang sedang menikmati kekecewaan yang begitu dalam.


Di sebuah bar kota, tampak lah seorang yang baru patah hati, dia coba mengikhlaskan tapi semakin dia mencoba semakin sakit yang dia rasakan, karna rasa sakit di hatinya dan tidak rela bila kekasih tercinta kini sudah jadi milik orang lain, apa lagi dia sudah memilih hidup dengan suaminya, membuat nya sangat frustasi, akhirnya dia meluapkan kesedihan nya dengan cara mengunjungi tempat terkutuk itu.


Riko sekarang duduk di sofa bar dengan keadaan mabuk, dia telah menghabiskan beberapa botol minuman, mulut nya selalu berkicau tidak jelas menyebut nama yang telah menggoreskan luka di hatinya.


"Kau itu milik ku Vera, kau milikku"


...----------------...


Davvien dan Vera sudah sampai di rumah, Davvien turun, dia pun berputar mengelilingi mobil nya, lalu dia kembali menggendong istrinya.


"Sudah, aku malu nantinya"


"Shhhhiiiit, menurut lah sayang"


Davvien tersenyum lalu mengecup kepala Vera, mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah.


Davvien menurun kan Vera tepat di depan kamarnya, membiarkan Vera berjalan sendiri ke dalam kamar.


"Selamat datang istriku tercinta"


Ucap Davvien sambil membuka kan pintu kamar, Vera lagi lagi di buat takjub dengan pemandangan yang ada di hadapan nya saat ini.


Davvien menuntun Vera masuk, Vera melihat semua isi kamar yang sudah berubah dari semula.


Saat dia masuk bau harum dari lilin aroma terapi langsung menembus masuk pada indra penciuman Vera, tempat tidur yang telah di hiasi dengan kelopak bunga mawar merah di tengah nya berbentuk hati, di dinding atas tempat tidur terpajang foto pernikahan mereka yang begitu besar, terlihat mereka sama sama tersenyum di dalam foto tersebut, walaupun padahal mereka sama sama terpaksa.


"Apa kau yang melakukan semua ini, tapi kapan kau menyiapkan nya" Davvien mendekati Vera, memeluk istrinya dari belakang.

__ADS_1


"Aku menyuruh para pelayan menyiapkan nya, maaf bila aku tidak sempat menyiapkan nya sendiri, tapi ini semua adalah ide dari ku"


"Hey, kenapa minta maaf, aku sangat tersanjung atas semua ini"


Davvien tersenyum, dia pun membalikkan tubuh Vera menghadap pada nya.


Cup


Davvien kembali mencium bibir Vera, dan Vera hanya bisa pasrah.


Cukup lama Davvien memainkan bibir Vera, saat di rasa sudah membutuhkan oksigen baru lah Davvien melepaskan ciuman nya.


"Terima kasih atas semuanya"


"Apa kau senang"


Vera mengangguk senang dengan senyuman merekah di bibirnya, Davvien juga ikutan senang melihat istrinya tersenyum.


"Masih ada satu lagi"


Ucap Davvien langsung membalikkan tubuh Vera menghadap meja sofa yang sudah penuh di atasnya.


"Apa itu mas" Tanya Vera heran, belum jelas melihat benda itu .


"Lihat lah"


Vera pun mendekati barang barang tersebut, saat lebih dekat Vera bisa melihat dengan jelas, mata Vera kembali terbuka lebar, ternyata itu barang barang branded limited edition, Vera tau barang barang yang harganya sangat mahal, walaupun dia tidak mengkoleksi barang barang mahal, bukan tidak mampu membeli tapi dia hanya tidak suka membuang buang duit nya hanya untuk membeli barang barang branded yang harganya sangat sangat fantastis.


Vera terus melihat satu persatu barang di sana, beberapa tas limited edition, sepatu yang bermacam jenis perhiasan berlian juga di tata dengan rapi di atas meja.


Davvien merasa senang karna telah membuat Vera tersenyum, tapi sesaat di lihat nya wajah Vera yang murung.


"Hey sayang, kenapa kau jadi murung, apa kau tidak suka barang barang nya, aku memesan nya tidak tau kesukaan mu apa, jika kau tidak menyukai nya kita bisa pesankan yang lain"


Tidak ada jawaban dari Vera, dia malah berjalan mendekati dinding kaca besar kamar itu, Davvien kembali bingung karna istrinya itu tidak menjawab, dia pun berjalan mendekati Vera, di peluknya Vera dari belakang.


"Ada apa heum, apa kau tidak senang?"


Vera hanya menggeleng, wajah nya masih cemberut.


"Apa aku terlihat seperti wanita matre sehingga kau membelikan semuanya untuk membujukku?"


Duarrrrrrrrrrrrr


Bersambung.


Maaf telat up, tapi aku up panjang loh.


Maaf juga jika tidak sesuai dengan keinginan kalian.

__ADS_1


Mana nih pendukung cerita amburadul saya, like komen dan Vote dong.


Salam sayang ku untuk kalian semua 😘😘.


__ADS_2