Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Pertengkaran


__ADS_3

Davvien menghentikan langkah nya mendengar perkataan Vera.


"Maaf tuan aku..."


Prangggggggggg


Ucapan Vera langsung terhenti saat Davvien memecahkan vas yang berada dekat dengan nya.


Davvien benar benar marah, rasanya ungkapan Vera yang lebih memilih nya tidak bisa meluluh kan hati nya saat ini, dia tersulut emosi antara cinta Vera masih untuk Riko, pelukan Vera dan Riko, dan semua perkataan Riko selalu berputarnya di kepalanya, memang benar dia hanya bisa memiliki Vera tapi tidak dengan hati Vera.


"Kenap hah, kenapa...kenapa kamu menemui dia diam-diam tanpa memberi tahu ku, kenapa kau mau saat dia memeluk mu, kenapa di saat aku yang menyentuh mu kau selalu ketakutan, apa aku tidak bisa memuaskan mu apa aku kurang baik dalam membelaiku, katakan kenapa"


Davvien berteriak pada Vera, sedangkan Vera sudah menguncup karna ketakutan, kali ini dia benar benar melihat kemarahan Davvien yang sangat mengerikan.


Fero juga berada di sana, dia hanya bisa melihat tanpa bisa membantu atau pun sebagai nya, dia yakin cukup Fero mengatakan satu huruf saja maka dia yang akan jadi sasaran Davvien, selama Davvien tidak menyakiti Vera maka Fero tidak akan bertindak, dia cukup tau Davvien tidak akan menyakiti orang yang di cintai nya.


"Tuan, maaf kan aku itu tidak seperti yang tuan pikirkan, aku menemui nya hanya untuk menjelaskan kalau di antara kami sudah tidak ada apa-apa lagi, dan..."


"Dan kamu mengatakan kalau kamu masih mencintai nya, dan kalian berpelukan untuk melepaskan rindu"

__ADS_1


Davvien tidak berfikir dengan baik lagi, dia sedang tersulut emosi, padahal dia mendengar kalau Riko cuman ingin memeluk Vera untuk yang terakhir kali, tapi itu tidak wajar bagi Davvien yang posesif nya tingkat tinggi, tidak harus berpisah dengan pelukan, apa lagi Vera begitu pasrah dan terlihat nyaman dalam pelukan pria lain.


"Tidak tuan, maaf kan aku"


Vera terus berusaha menjelaskan, dia sudah menunduk di dekat dinding, sungguh Vera bingung mau menjelaskan bagaimana pada Davvien, dia berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis lagi.


"Ahhhhhhkkkkkkkkk"


Davvien berteriak dan meninju dengan keras tembok tepat di sambil Vera.


Vera sudah merasa ketakutan, sekuat kuatnya wanita jika di hadapkan dengan situasi ini pasti akan merasa takut.


"Tuan jangan begini, dengar kan secara rinci penjelasan aku dulu"


Mendengar kata kata itu air mata Vera langsung tumpah, kenapa jadi begini dia sudah memilih Davvien, tapi suaminya malah menuduh nya ingin berpisah, Vera menggeleng kan kepala nya dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipi nya.


"Tidak tuan, aku tidak bermaksud untuk kembali dengan nya, aku sudah memilih mu, aku akan berusaha mencintai mu"


"Heuh, ternyata semua perempuan sama tidak ada yang setia"

__ADS_1


Plak...


Vera yang sudah tidak tahan mendengar ucapan Davvien tanpa rasa takut langsung menampar Davvien, sungguh kata kata Davvien sangat pedas di telinga Vera, karna dia paling tidak suka di banding-bandingkan.


"Jaga bicara tuan, aku memang belum mencintai anda, tapi saya sudah memutuskan kalau saya tidak akan kembali padanya saya akan mempertahan pernikahan saya, itu artinya saya memilih anda, dan aku akan belajar untuk mencintai tuan"


Davvien memegang pipinya yang terasa nyeri, padahal kalau tamparan seperti ini tidak ada apa-apanya bagi sang bos mafia, tapi mendapatkan tamparan dari Vera seluruh tubuhnya terasa sakit terutama hati nya, dia pun pergi meninggalkan Vera.


Bukan tanpa alasan Davvien marah, tapi semua perkataan Riko, terutama trauma nya di masa lalu seolah datang menghantui nya kembali, dia seperti kembali di masa kelam nya dulu.


Sedangkan Vera berlari ke arah taman belakang, dengan isak tangis Vera mendudukkan tubuhnya di bangku taman, Vera menangis meluapkan rasa bercampur di hatinya.


"Boleh aku duduk di sini..?"


~Bersambung


Kira-kira siapa yang akan mengalah diantara Vera dan Davvien, atau kah mereka memilih untuk tidak bersama lagi karna ego masing-masing, ikutin terus ya para Reading terkasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Maaf ya para Reading, hari ini cuma bisa up dua bab, itupun agak kependekan, aku curi-curi waktu untuk bisa up karna keadaan sedikit sibuk, jika kalian mau membantu cukup dengan like, komen dan Vote.

__ADS_1


Maaf bila alurnya tidak sesuai dengan keinginan kalian.


Dukungan kalian sangat berpengaruh dalam menyemangati ku๐Ÿ˜.


__ADS_2