Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Aksi Vera dan Davvien 3


__ADS_3

Vera dengan begitu cepat bangun "Dasar manusia licik!" umpat Vera, saat Roy menarik pelatuk nya, Vera langsung menendang tangan Roy, hingga pistol itu terjatuh kelantai.


"Kurang ajar!!!"


Plak.....


Roy melayangkan kembali tamparan kepada keponakan nya itu, Vera yang tidak siap langsung berputar, dan menabrak dada bidang seseorang.


Brukkkk..


Vera terjatuh dalam dada hangat yang menjadi tempat ternyaman nya, meski merasakan pusing, Vera tersenyum saat menatap wajah di hadapan nya adalah wajah yang sangat dia cintai.


Vera mengangkat tangan nya dan menyentuh luka di dahi sang suami.


"Sa-sayang, kamu datang juga!" ucap Vera dengan suara tertahan.


Sedangkan Davvien yang melihat keadaan Vera, hatinya langsung ikut teriris, suami mana yang sanggup melihat keadaan sang istri dengan keadaan sangat menyedih kan, wajah lembam, sudut bibir mengeluarkan darah, sungguh pemandangan yang mencekik untuk dirinya.


Davvien mengusap darah dari bibir Vera " Maaf kan aku sayang, aku terlambat!" ucap Davvien, dia merasa menyesal.


Vera hanya menggeleng "Selamat kan Mama dan Daddy!" jawab Vera.


Davvien langsung menatap Roy dengan tatapan membunuh, Roy yang melihat itupun seakan sudah mati berdiri, semuanya begitu terkejut saat melihat Davvien beserta pasukannya datang dan mengepung mereka.


Roy tidak mengerti, kemana anak buah nya yang berjaga di luar, terlebih kelompok Mafia yang dia sewakan untuk menghabisi Davvien.


Dor...!


Dor....!


Irfan langsung menembak dua anak buah Roy yang sedang mengarah kan senjata kepada orang tua Vera.


Karna kedatangan Davvien dan anggota nya begitu tiba-tiba hingga membuat mereka semua gagal fokus.


Davvien melepaskan Vera, diapun terus berjalan mendekati Roy yang berjalan mundur.


Roy merasa hawa dingin menyeruak kepadanya, melihat tatapan tajam Davvien, yang seolah telah memenggal kepalanya.


Semua anak buah mereka sudah mulai menembak dan saling memukul, Davvien terus berjalan mendekati Roy.


Roy meraba senjata nya, saat menemukan nya pun dia langsung mengarahkan pada Davvien, tangan nya begitu gemetar.


"Jangan mendekat, kalau tidak saya akan menembak!" ancam Roy dengan suara yang juga sudah bergetar.

__ADS_1


Dia melihat Rina dan Diwan sudah di bawa keluar oleh Vera dan juga Fero dari ruangan tersebut.


Dengan sikap dingin, macan asia ini terus melangkah, bahkan dia tidak getir sama sekali saat senjata tepat di hadapannya.


Dor....!


Satu peluru tepat mengenai dada Davvien, tapi di masih terus berjalan, jangan lupa Davvien menggunakan baju anti peluru yang di pakaikan oleh sang istri.


Roy semakin gemetar, dia semakin ketakutan melihat singa yang tampak kelaparan di hadapannya ini.


Dor....!"


Satu tembakan lagi meleset, tapi malah mengenai lengan berotot Davvien, suami dari Vera melihat pada lengan nya yang terluka.


Namun, lelaki di kenal kejam ini hanya tersenyum, rasa sakit di lengan nya tidak seberapa saat melihat keadaan sang istri yang sangat memprihatikan.


Davvien tepat berada di depan Roy, ayah dari bayi kembar ini langsung mencekik leher Roy, membuat senjata di tangan Roy terjatuh.


"Berani nya kamu melukai istriku!" ujar Davvien dengan nada dingin menahan amarah.


Tanpa pikir suami dari Vera ini langsung memukul Roy.


Bhukkk...


"Ini untuk penculikan ke dua mertua ku!" ucap Davvien memberi tinjuan untuk Roy.


"Ini karna kau telah menyakiti mereka!" lagi-lagi Davvien memberikan bogem mentah untuk Roy.


Bhuuukkkkk...


"Ini karna telah membuat istri ku khawatir dan menangis!" Davvien seperti nya sudah tidak merasa kelelahan lagi, dia terus menghajar Roy sampai terkulai lemah di lantai.


Bhuk...


Bhuk....


Bhuk....


"Ini karna kamu telah menyakiti istriku!" Davvien mengangkat wajah Roy yang sudah tidak berbentuk lagi.


"Berani sekali kamu mengganggu keluarga ku, apa kamu belum pernah mendengar cara ku menghukum orang yang mencari masalah dengan ku?" tanya Davvien dengan memegang kerah baju Roy.


Sedangkan Roy sudah tidak bisa berkata apapun lagi, rasanya pukulan Davvien lebih sakit daripada peluru yang menembus kulitnya.

__ADS_1


Davvien terus membabi buta memukul Roy, dan pada saat lelaki paruh baya itu ingin melawan, dengan segera Davvien memegang tangan Roy dan mematahkan nya.


"Ahhhkkkkkk...!" pekik Roy saat merasakan tangan nya begitu sakit karna di patahkan oleh Davvien.


Fero dan Irfan sudah berhasil melumpuhkan semua anak buah Roy, setelah mengeluarkan Rina dan Tn.Diwan dia kembali masuk ke dalam untuk memusnahkan semua anak buah Roy.


Salah satu kepercayaan Roy yang melihat tuan nya sedang di pukuli dengan cara membabi buta langsung mengarahkan pistol di kepala Davvein yang sedang duduk di atas Roy dan memukul manusia iblis itu.


Dor.....!!!


Pistol di tangan anak buah Roy terjatuh bersamaan dengan nya yang juga ikut terkulai.


Fero dan Irfan langsung melihat orang yang menembak anak buah Roy yang berada dari pintu masuk.


"Vera!" panggil Fero, Davvien yang mendengar nama istri nya di panggil langsung membalikkan badannya.


"Cepat bawa dia, aku tidak ingin di anggap pembunuh!" teriak Vera dengan begitu lantang.


Beruntung Vera hanya menembak tepat di bahu anak buah Roy, jadi kemungkinan besar masih bisa di selamat kan.


Davvien melepaskan Roy yang sudah tidak di kenal lagi bentuk wajah nya, Vera langsung berhamburan masuk ke dalam pelukan sang suami, dan dengan senang hati Davvien menerima nya.


Vera menangis sesenggukan dalam dekapan sang suami, sungguh saat Roy mengatakan jika sang suami sedang melawan maut membuat nya sangat ketakutan.


"Maaf kan aku sayang, aku terlambat hingga si brengsek ini melukai dirimu!" lirih Davvien memegang bibir sang istri.


Vera menggeleng "Kamu adalah pahlawan ku, jadi jangan pernah menyalahkan dirimu lagi!" ucap Vera, matanya terbuka lebar saat tidak sengaja melihat luka tembak di lengan Davvien yang sudah sangat banyak mengeluarkan darah.


"Sayang, lengan mu berdarah!" ucap Vera.


Davvien hanya tersenyum kepada sang, dan setelah itupun dia tumbang dalam dekapan Vera.


"Sayang, kamu kenapa! Kak Fero, Irfan!" teriak Vera langsung histeris saat melihat Davvien terkulai lemah dengan mata terpejam.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung


Aku up banyak loh hari ini, jangan lupa Like, Komen dan juga Vote ya temen-temen.


__ADS_2