Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Gadis gila ini akan membunuh ku


__ADS_3

Kini Vera hanya duduk diam dengan perasaan was was, Vera terus memikirkan apa yang akan terjadi selanjut nya dengan dirinya, Vera memalingkan wajah ke arah luar dia tidak berani menatap Davvien yang masih sangat emosi,terlihat jelas muka Davvien yang masih memerah,dan rahang nya masih mengeras


Sesaat mobil pun sampai di depan rumah, Fero turun lalu membuka kan pintu untuk Davvien


Davvien pun keluar dan menutup pintu mobil dengan sangat kasar lalu melangkah masuk meninggalkan Vera yang masih di dalam mobil


Vera yang masih didalam pun sangat kaget,Vera mengelus dada nya"*H*uhhhh baru beberapa jam aku berada bersama nya sudah beberapa kali jantung ku di buat meledak,bisa bisa aku mati tanpa harus menunggu nya membunuh ku"gerutu Vera dalam hati,dia pun keluar


Vera berdiri di dekat mobil memperhatikan rumah yang sangat besar,bentuk rumah nya sangat elegan di halaman rumah di penuhi rumput hijau yang sangat bersih


Nyonya Andin,Tuan Andre dan Kakek Farhan yang melihat Davvien meniggalkan Vera pun hanya menggeleng kan kepala nya,Nyonya Andin keluar dan dan menghampiri Verania


"Ayo masuk sayang"ajak Nyonya Andin memegang lengan Vera


Vera mengangguk,dan tersenyum kepada mertuanya,mereka pun melangkah masuk


Saat di dalam rumah,Vera tercengang dengan seisi rumah yang sangat mewah,Andin terus membawa Vera


Sedangkan kakek farhan dan Tuqn Andre mereka langsung melangkah ke dalam kamar nya masing masing


Sudah ada beberapa pelayan di sana menunggu kedatangan majikan nya,mereka membungkuk saat Andin dan Vera menghampiri mereka


"Bi,ini Vera istri Davvien"ucap Nyonya Andin memperkenalkan Vera


"Selamat datang nona"ucap satu pelayang dengan ramah


"Iya,panggil Vera saja Bi"ucap Vera juga tersenyum ramah pada mereka


"Hehehe tidak apa apa nona"jawab Bi Inem merasa tidak enak


"Tidak Bi, Vera lebih suka di panggil nama"


"Udah Bi,turuti saja apa yang Vera mau"ucap Andin dia merasa menantu nya ini benar benar gadis yang baik,tidak angkuh dan sombong


Para pelayan pun mengangguk


Andin pun kembali membawa Vera ke lantai atas,menuju kamar Davvien Nyonya Andin sengaja tidak menyuruh bi inem mengantarkan Vera karna dia tau Davvien pasti tidak akan membiarkan Vera masuk


Saat sampai di depan kamar Davvien, Andin mengetuk pintu,davvien yang mendengar nya pun membuka kan pintu


Ceklek,,


"Ada apa Mom"tanya Davvien saat membuka pintu aura wajah nya langsung berubah datar saat melihat Vera


"Ya mau anterin Vera lah,memang apa lagi kamu main jalan sendiri tidak mengajak istrimu masuk"ucap Nyonya Andin memarahi Davvien

__ADS_1


"Hah? kesini Mom kenapa tidak di kamar yang lain saja"tanya Davvien yang tidak setuju satu kamar dengan Vera


"Kamu itu gimana sih Vien,yang nama nya suami istri tu memang harus tinggal satu kamar"Andin semakin kesal dengan tingkah Davvien


"Sudah tidak apa apa Mommy, Vera tinggal di kamar lain saja"Vera juga tidak suka tinggal sekamar dengan Davvien,setidak nya kalau pisah kamar dia masih bisa melihat mentari esok hari


"Tidak sayang,kamu memang harus tinggal se kamar dengan Davvien,dan kamu minggir biar kan istrimu masuk"Ucap Nyonya Andin tegas menyuruh Davvien bergeser


Davvien menatap Vera dengan tatapan membunuh,Vera benar benar sangat ketakutan,Andin yang melihat itupun langsung angkat bicara


"Jangan tatap menantuku seperti itu",Suara Andin Langtang menusuk telinga Davvien "Dan ingat kalau terjadi apa apa dengan menantu ku, Mommy akan menendang mu dari keluarga WILMAR"lanjut Nyonya an5din menekan setiap kata


Davvien ahirnya pasrah dia membalik kan badan nya dan melangkahkan kaki nya ke arah sofa lalu duduk di sana,pikiran nya benar benar sangat kacau


"*B*agaimana aku bisa tidur satu kamar dengan wanita gila itu,kalau nanti dia mendadak jadi gila lagi dan membunuh ku bagaimana"Davvien terus membatin sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan


Vera masuk setelah Andin menyuruh nya, Vera menutup pintu dan melihat Davvien yang duduk di sofa dengan wajah tidak bisa di tebak oleh Vera


Davvien hanya diam menatap ke depan tanpa menoleh pada Vera


Vera beralih melihat seisi kamar nya, Vera tertegun melihat tempat tidur yang sudah di hiasi dengan kelopak bunga mawar merah membentuk hati


Awal nya Davvien juga kaget melihat kamarnya sudah di hias sebagaimana layak nya kamar pengantin baru, Davvien sudah yakin ini pasti kerjaan Mommy nya


Vera mengambil piyama tidur,tidak terlalu seksi lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi,saat ingin membuka kan gaun pengantin nya Vera kesusahan karna tangan nya tidak sampai untuk membuka resleting,sudah berapa kali Vera mencoba hingga tangan nya terasa pegal,Vera terus berfikir untuk bisa membuka gaun yang melekat di tubuh nya


"Duhhh kenapa susah banget sih,tidak mungkin kan aku tidur dengan pakaian ini,mana badan ku lengket lagi seharian belum mandi"gumam Vera terus dia beralih melihat seisi kamar mandi berharap ada yang dapat dia gunakan,tapi Vera tidak mendapat kan apapun


...----------------...


Davvien diam diam memperhatikan gerak gerik Vera,saat Vera masuk ke dalam kamar mandi Davvien bangun dan berjalan pada ranjang nya,dia menghempaskan semua bunga bunga yang berbentuk hati itu


Semua nya sudah bersih,kelopak bunga itu sudah berserakan di atas lantai, Davvien merapikan bantal dan berniat akan tidur


Ceklek


Vera yang belum bisa membuka gaun nya membuka pintu kamar mandi,lalu mengeluarkan kan kepala nya berniat mencari sesuatu


Mata nya melihat kesana kemari,saat mata nya menangkap sosok yang juga sedang melihat ke arah nya Vera buru buru melihat ke arah lain"*A*pa ini,tidak mungkin aku meminta bantuan pada pria ini"batin Vera


Tiba tiba mata nya melihat gunting di atas nakas yang di sebelah ranjang,Vera keluar dari kamar mandi dan berjalan untuk mengambil gunting itu


Davvien masih duduk di atas ranjang,rencana nya untuk tidur di urungkan melihat apa yang di lakukan Vera, Davvien tidak tenang karna selalu berfikir bahwa Vera gadis gila yang mungkin kapan saja bisa mencelakakan dirinya


Saat Vera memegang gunting,dan berjalan lagi ke arah kamar mandi, Davvien melebarkan mata nya

__ADS_1


"*K*enapa gadis itu menatap ku sambil membawa gunting,apa yang akan di lakukan oleh gadis gila ini,pistol dimana pistol ku"Davvien yang panik pun melihat kesana kemari mencari pistol nya


Vera terus berjalan, Davvien semakin panik yang merasa bahwa Vera menatap dirinya"*B*agaimana ini gadis gila ini semakin mendekat,ahh dapat aku akan menembak gadis gila ini bila dia terus mendekat"Davvien berhasil mendapatkan pistol nya yang padahal memang tersimpan di nakas di samping nya, karna terlalu fokus pada Vera jadi nya bingung sendiri


Davvien sudah bersiap siap menembak Vera,saat Vera sudah dekat dengan nya Vera malah acuh dan masuk ke dalam kamar mandi


"What,dia bukan ingin membunuh ku"Davvien tercengang sendiri melihat Vera berlalu begitu saja


"Huffffffff kenapa aku jadi begini,ini semua gara gara gadis gila itu"gumam Davvien


Ya padahal itu memang halusinasi Davvien yang beranggapan Vera berjalan pada nya dan terus menatap nya karna Davvien terlalu memikirkan Vera akan berbuat ulah,sehingga apa yang di lakukan Vera terlihat aneh di mata Davvien


Sesaat pun Davvien tersadar"Lalu apa yang akan di lakukan wanita gila itu di dalam kamar mandi dengan membawa gunting,jangan jangan dia mau bunuh diri,tidak tidak kalau sampai itu terjadi aku juga yang repot Mommy pasti akan menyalah kan ku"Davvien kembali menduga duga


"Shhhhtttt gadis itu benar benar merepot kan ku"lanjut Davvien lalu turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah kamar mandi


Saat sampai di depan kamar mandi, Davvien bingung harus bagaimana ketuk apa langsung masuk


Davvien terus berjalan kesana kemari di depan kamar mandi,dia ragu untuk mengetuk


"Tidak ada suara apa apa,jangan jangan dia sudah mati"


Karna tidak bisa berfikir positif lagi Davvien langsung menendang pintu kamar mandi


Brakkk


"Aaaaaaaaaaaaaa"


"Aaaaaaaaaaaaaaaa"


Vera berteriak karna kaget pintu kamar mandi terbuka dengan tiba tiba,dan melihat davvien berdiri di ambang pintu sedangkan gaun nya sudah berhasil dia buka dan sudah di turunkan setengah sehingga memperlihat B** yang menutupi gunung Kem*** Vera


Davvien yang mendengar Vera berteriak pun juga ikutan kaget dan berteriak


Vera memegang pakaian nya dan melangkah berniat menutup pintunya kembali,tapi naas karna baju nya sudah merosot ke bawah membuat Vera kesandung dengan kaki satu nya lagi dia langsung jatuh dan menabrak dada bidang Davvien,baju yang di pegang oleh Vera pun lepas dan jatuh ke lantai hingga terlihat dengan sempurna dada Kem*** Vera yang putih dan begitu menggoda,untung nya Vera memakai shot,tapi tetap memperlihatkan semua bentuk tubuh Vera dan


"Aaaaaaaaaaa"Vera yang tersadar bahwa badan nya hanya terbalut dengan B* dan shot pun lagi lagi berteriak dia melepaskan diri dari dada Davvien dan langsung menutup kembali pintu


Braaakkk


Davvien masih terdiam kaku di depan pintu kamar mandi setelah melihat pemandangan indah beberapa saat


Gleeekkkk


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2