Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Minta maaf


__ADS_3

"Semenjak dia bersamamu aku kembali melihat nya tersenyum, jadi aku mohon kamu harus menegerti Davvien, aku tidak ingin dia kembali terpuruk seperti dulu"


Fero berusaha menjelaskan pada Vera, dia tidak ingin kisah percintaan sahabat nya kembali harus berakhir dengan kekecewaan, mendengar itu Vera menjadi iba, dia merasa bersalah, sekarang dia tau kenapa Davvien bersikap seperti itu, ternyata suaminya itu punya kisah kelam yang sangat dalam di masa lalu.


"Kak, aku ke kamar dulu ya"


Vera berencana menemui Davvien, dia akan minta maaf, mungkin ini juga salah nya pikir Vera karna dia malah bertemu dengan lelaki lain di belakang Davvien dan tidak meminta izin pada Davvien, Fero mengangguk setuju.


Vera berjalan menaiki tangga, sesaat pun dia sampai di depan kamar Davvien, ada rasa takut di hatinya, tapi Vera memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Davvien.


Tok,,,tok,,,tok,,


Sudah beberapa kali Vera mencoba mengetuk tapi tidak ada jawaban, Vera akhirnya membuka daun pintu kamar Davvien, setelah nya dia memasukkan sedikit kepalanya untuk mencari pemilik kamar, mata Vera langsung terbuka lebar saat melihat kamar yang selalu rapi sekarang sudah hancur bagaikan kapal pecah, semua berserakan di lantai, barang-barang yang tidak berdosa pecah tak berbentuk, mungkin Davvien meluapkan kekesalannya pada benda-benda itu.


Vera melangkah masuk, mata nya menangkap seseorang yang berdiri di dekat dinding tembus pandang ke luar, Davvien menatap langit yang sudah hampir tenggelam.


"Tuan maaf kan aku"

__ADS_1


Vera yang sudah tepat di belakang Davvien pun membuka suaranya.


"Aku tau aku salah, tapi semua yang kau pikirkan itu juga salah, aku menemuinya karna memang karna ingin menyelesaikan semuanya, tidak bermaksud sedikit pun untuk membohongi tuan"


Vera menundukkan kepala nya sambil terus berbicara mencoba menjelaskan sekali lagi, meski dia sudah tau kalau Davvien mendengar semuanya.


Sedangkan Davvien hanya diam, masih menatap keluar, meski sudah tau kebenaran nya tapi ntah kenapa hatinya tidak bisa terima kalau Vera bisa dengan mesra nya berpelukan dengan lelaki lain.


"Dulu aku memang menikah karna permintaan Daddy tapi sekarang aku mencoba untuk bisa bertahan bersamamu, jadi tolong maaf kan aku dan bicara lah pada ku"


Davvien masih bungkam, Vera berjalan lebih mendekat pada Davvien lalu memeluk suaminya dari belakang, ntah keberanian dari mana, Vera sampai menempel kan wajah nya si punggung kekar Davvien.


Vera benar-benar sangat tulus meminta maaf, dia semakin mengencang kan pelukan nya di pinggang Davvien, sedangkan yang di peluk hanya diam merasakan hangat nya pelukan yang di berikan Vera, hati Davvien terasa lebih tenang saat mendapat pelukan dari Vera, tapi kejadian Vera berpelukan dengan kekasih nya kembali melintas di kepalanya, membuat emosi Davvien kembali memuncak, Davvien melepaskan pelukan Vera lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Vera hanya menghela nafas melihat sikap Davvien, dia pun memilih untuk menyiapkan pakaian Davvien, karna dia tau Davvien akan mandi. setelah itu Vera membereskan kamar yang sudah sangat berantakan tanpa memanggil pelayan.


Sebenarnya Vera bisa saja dia membiarkan Davvien marah pada nya dan memilih berpisah supaya dia kembali pada Riko, tapi Vera tidak bisa ntah kenapa Vera tidak ingin menyakiti Davvien dia juga ikut merasakan sakit yang di rasakan Davvien, Vera tidak ingin dia yang jadi penguak luka lama Davvien.

__ADS_1


Setelah selesai membereskan kamar, terlihat kini sudah seperti semula benda-benda pecah sudah tidak ada secuil pun yang terletak di lantai, Vera tinggal mengatur kembali barang-barang di meja rias yang juga ikut berantakan.


Ceklek....


Davvien keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya yang sixpack, dengan rambut acak-acakan juga terlihat masih basah, dadanya yang bidang perut nya yang berpetak-petak terlihat sangat mempesona, untuk sekejap Vera terkesiap dengan pemandangan di depan nya saat ini, Davvien hanya melihat sekali lirik pada Vera, sepersekian detik, Vera yang sadar pun langsung mengambil pakaian Davvien yang telah di siapkan nya.


"Ini tuan, pakailah pakaian mu"


Davvien tidak merespon, dia malah menatap wanita yang berstatus istrinya itu, Vera gugup karna Davvien menatapnya begitu lekat dia melihat Davvien berjalan mendekati nya.


Davvien terus mendekati Vera dengan wajah datar tanpa mengucapkan sepatah katapun, sedangkan Vera terus saja berusaha mundur, mereka sudah semakin dekat, sebab Vera sudah tidak bisa lagi berjalan karna kakinya sudah menabrak tempat tidur.


Davvien mendekatkan wajah nya pada wajah yang sudah merah bak tomat matang, terus dekat hingga kini mereka berjarak hanya beberapa senti, hidung mereka sudah menempel, Vera bisa mencium wangi mint dari nafas Davvien yang begitu segar di indra penciuman nya.


Vera menjadi semakin gugup, dengan Davvien bertelanjang dada saja sudah sangat membuatnya malu, apa lagi sekarang mereka dekat sudah tidak ada jarak.


"Tuan mau ap....."

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2