Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Aku bukan anak kecil.


__ADS_3

...Hati yang sempat merasakan sakit, terluka, dan juga terbeban karna berbagai masalah sekarang perlahan memudar, dia (hatiku) mulai merasakan sedikit demi sedikit keringanan, beban pun seakan berkurang....


...Saat dulu aku di kaitkan ke dalam sebuah pernikahan dengan seorang yang bahkan tidak aku kenali, jangan kan wajah, nama nya saja ketahui saat dia telah menghalalkan ku....


...Aneh memang, pernikahan yang sangat unik dan dari sana mulai lah beberapa kisah, sedih tidak ada kisah bahagia nya, aku berfikir akan di kemenakan pernikahan yang terasa hanya bercanda saja....


...Dia...... lelaki yang menikahi ku, bahkan tidak melirik ku, dia selalu saja meyakiti ku, cacian dan makian terus saja aku dengar keluar dari mulut nya....


...Namun aku berusaha sabar dan tegar, saat itu pernikahan ini sudah ku serahkan pada suami kejam ku, mau dia mengakhiri maka aku akan pasrah menerima nya....


...Akan tetapi, semakin hari setelah banyak kisah yang kami lalui, perlahan sikap nya berubah menjadi manis, aku bingung karena seolah diri ini langsung terbuai dengan sikap baik yang dia tunjukkan, rasa nya sudah tidak sanggup untuk mengakhiri rumah tangga kami....


...Dan hari ini, siang ini dengan cinta atau tanpa cinta aku telah menyerahkan sepenuhnya dirin ini untuk suami kejam ku dulu....


...Aku tidak menyangka, seolah ini hanya mimpi tidak pernah membayang kan, kalau aku akan begitu pasrah pada dirinya, tapi wajar karna aku memang wajib melayani nya....


...Teruntuk Riko,,,, maaf kan aku, bukan niat ku menyakiti mu, namun takdir dan ke egoisan yang membuat kita berpisah, rela kan aku kamu pasti akan mendapatkan orang yang lebih baik dari diri ku....


...(Verania)...


...----------------...


Vera mengerjap kan matanya, perlahan mengembalikan kesadaran nya.


Mata Vera turun pada perutnya yang terasa berat, saat dia mengintip perutnya yang di bawah selimut Vera langsung kaget mendapati tubuh nya yang polos, di tambah tangan kekar dengan erat memeluk pinggang nya.


Refleks Vera langsung mendongak kepala nya ke atas, melihat orang di samping nya sedang terlelap.


Vera merasa malu, saat mengingat kejadian beberapa jam lalu, di pandang nya wajah Davvien, dia pun sedikit memegang wajah Davvien.


"Aku tidak tau telah mencintai mu apa belum, yang jelas aku nyaman berada di dalam pelukan tangan kekar ini"


Batin Vera, dia masih memegang wajah suaminya itu.


Mata nya tiba tiba tanpa sengaja melihat jam yang sudah menunjukkan pukul lima sore, Vera langsung kaget.


"Astaghfirullah aku belum solat, zuhur pun lupa tadi"

__ADS_1


Vera langsung duduk, dia hendak turun tapi dia malah meringis kesakitan.


"Aw,,,,,,, tukan sakit"


Davvien yang merasa terganggu karna pergerakan di atas tempat tidur pun ikutan bangun, apa lagi saat mendengar istrinya meringis.


"Sayang kamu kenapa"


Tanya Davvien yang juga ikutan duduk.


"Eh nggak papa, maaf sudah membangunkan tuan, ehh Mas Davvien"


Vera langsung mengganti panggilan nya saat Davvien melototi dirinya.


"Kamu mau kemana sayang?"


"Mau ke kamar mandi"


Vera bangun, membungkus tubuhnya dengan selimut, dia mencoba menahan rasa sakit nya karna tidak ingin Davvien tau, sedang kan Davvien melihat Vera kesakitan langsung bangun, tanpa malu karna dia dalam keadaan polos Davvien langsung menggendong Vera.


Vera yang merasa sangat malu berada dalam posisi seperti ini, dia tidak berani melihat tubuh polos suaminya.


"Diam lah, aku tau kamu kesakitan dan itu gara gara aku"


"Dari mana tuan tau kalau saya kesakitan"


"Aku bukan anak kecil lagi yang tidak mengerti hal seperti itu"


"Oh ya, apa tuan sering melakukan nya?"


Vera bertanya dengan wajah polos nya, meski ada rasa ragu juga di hatinya, ya pasti dia tidak akan senang bila tau suaminya sudah tidak perjaka lagi, Davvien menghentikan langkah nya.


Cup,,


Tanpa menjawab Davvien menurunkan Vera ke dalam bathtub, dia pun mengisi air ke dalam bathtub, Vera merasa malu karna Davvien membuka selimut yang menutupi tubuh polos nya.


"Hey,,, kenapa"

__ADS_1


Tanya Davvien yang melihat Vera menunduk, dnegan wajah yang sudah sangat merah.


"Aku malu"


Ucap Pelan Vera, Davvien tersenyum melihat gemes tingkah istrinya.


"Kenapa malu, aku sudah melihat semua lekuk tubuh mu, bahkan aku sudah memberi stempel kepemilikan di tubuh mu"


Mendengar itu Vera tambah malu, Davvien seakan memang sengaja membuat Vera tersipu.


"Anda belum menjawab pertanyaan"


Vera kembali bertanya karna Davvien tidak memberikan jawaban nya.


"Mandi, dan bersiap lah, nanti malam aku akan mengajak mu keluar, nanti aku akan menjawab pertanyaan mu"


Davvien menggantungkan jawaban nya membuat Vera penasaran, sama seperti author yang kadang tidak sengaja menggantung cerita ini hingga membuat para pembaca mengeluh๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜.


"Memang mau kemana"


Vera memang tidak bisa menahan pertanyaan nya.


"Kamu akan tau nanti, aku akan mengatakan segalanya dan aku mohon apapun itu jangan pernah berfikir untuk meninggalkan aku"


Ucap Davvien serius dengan menatap Vera, sedangkan Vera hanya mengangguk pasrah, Vera sudah membuat tekad akan menerima masa lalu Davvien, meski ada sedikit rasa kecewa, karna Davvien pertama melakukan bukan dengan nya, berbeda dengan nya yang baru di buka segel oleh Davvien.


Davvien kembali mendekatkan wajah mereka, mencium bibir Vera, Vera belum membalas ciuman Davvien, Davvien menghentikan ciumannya.


"Kenapa kamu tidak pernah membalas ciuman ku"


"Aku, aku"


"Ikuti saja permainan ku"


"Tap,,,"


Davvien langsung melahap bibir yang ingin protes itu, dengan Vera yang sudah sedikit membalasnya.

__ADS_1


Penyatuan kembali terjadi di dalam kamar mandi, Ntah berapa lama mereka bersatu, memberi kehangatan antara satu sama lain.


~Bersambung


__ADS_2