Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Pergi.


__ADS_3

Hari sudah cerah, Vera sudah siap dengan barang bawaan nya, yap Vera akan pergi dari rumah Davvien, tapi jangan salah dia bukan lari dari masalah, tapi dia hanya ingin memberi waktu pada Davvien karna mengingat kalau Davvien merasa terganggu dengan kehadiran nya di sana.


Vera akan pergi ke kota dimana terdapat banyak kenangan bersama sang mama dan juga kakak nya, untuk beberapa hari dia akan tinggal di sana, tapi setelah Davvien sudah memaafkan nya Vera akan kembali lagi ke rumah Davvien.


Vera sengaja tidak memberi tau pada Daddy nya, karna Daddy nya pasti tidak akan mengizinkan Vera untuk pulang ke kota yang penuh seka cita bagi keluarga mereka, Vera juga butuh ketenangan, dia sangat merindukan mama nya di saat keadaan nya seperti ini.


Vera keluar pagi-pagi sekali, tanpa orang rumah tau termasuk penjaga dan pak Toni, Vera sudah memesan taksi online, dia tidak akan pergi di antar pak Toni.


Vera sampai di bandara, dia langsung membeli tiket pesawat menuju kota yang di maksud.


Bersamaan dengan Davvien yang sudah sampai di rumah, Davvien sengaja pulang awal dia sudah tidak sabar bertemu dengan Vera.


Davvien turun dan melangkah masuk langsung menuju ke dalam kamarnya.


Di lihat nya kamar itu sudah rapi, Davvien mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar tapi tidak di temukan istrinya itu, Davvien melangkah ke dalam kamar mandi, tapi juga kosong hanya bathtub yang sudah penuh dengan air, mungkin sengaja Vera siapkan untuk suaminya.


Davvien mulai merasa panik, dia pun keluar menuju dapur berharap Vera di sana.


"Bi dimana Vera"


"Maaf tuan, nona Vera sejak tadi tidak terlihat"


"Apa dia pulang semalam?"

__ADS_1


"Iya tuan, nona Vera bahkan menunggu tuan di sofa sampai tertidur"


Rasa penyesalan juga kahawatir hinggap di dada Davvien, dia melangkah kembali berlari dengan cepat ke dalam kamar, biasa istrinya tidak akan pergi tanpa meninggalkan sepucuk surat.


Dan benar saja, saat Davvien masuk dia melihat secarik kertas di meja rias, Davvien mengambil kertas itu lalu duduk di kursi meja rias.


..."Untuk tuan Davvien......


...Kali ini aku tidak akan menulis panjang lebar, aku hanya ingin memberitahu mu kalau aku akan pergi untuk beberapa hari, aku hanya tidak ingin kau penasaran karna aku tidak ada di rumah....


...Tuan, aku ingin memberikan mu waktu, memberi ruang pada hati mu supaya lebih tenang tanpa ada pengganggu seperti ku....


...Aku minta maaf, mungkin kesalahan ku terlalu banyak, aku tidak ingin membela diri, hanya satu tolong pahami diriku untuk sekali saja, aku juga manusia, aku sudah berusaha mencintai mu, dan aku tidak bermaksud untuk kembali kepada pria lain (Riko)....


...Heheh kepanjangan juga isi surat nya ya, jaga dirimu tuan😁😁....


...----------------...


Vera sudah berada di dalam pesawat, dia menatap keluar jendela, meratapi nasib yang kurang berpihak pada dirinya.


Semenjak di kabarkan akan menikah dengan Davvien hidup nya mulai susah, sedikit demi sedikit masalah hadir di kehidupan nya, dari yang kecil hingga pada cobaan yang hampir membuat nya menyerah.


Vera membayangkan betapa bahagianya dia saat masih berada bersama Daddy nya, meski hanya seorang diri mengurus Vera tapi Vera tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang.

__ADS_1


"Kenapa kau masukan aku ke dalam keadaan ini, kenapa kau jadikan aku orang yang menyedihkan, kebhagiaan yang di harapkan tak kunjung hinggap pada diriku, hanya kekecewaan dan luka yang datang silih berganti, apa ini yang kau sebut jalan yang terbaik, apa ini yang kau maksud pilihan yang tepat, sungguh aku bingung memikirkan nya Daddy, aku tidak akan menyalah kan mu karna sudah sepantasnya aku menuruti kemauan mu, aku juga sedang belajar membuka hatiku untuk nya, mungkin dengan itu baru ku dapat kan kebahagiaan, tapi aku juga merasa bingung apa Tuan Davvien mencintai ku"


Vera terus membatin menatap keluar jendela.


Pesawat yang di tumpangi Vera sudah mendarat, dia turun dengan memegang koper di tangannya.


Vera menghirup udara segar di kota yang penuh kenangan bersama keluarga nya, tangis tawa semua nya di lalui bersama di kota ini.


Vera menarik kopernya keluar bandara, tapi langkah nya terhenti, dia ragu dengan apa yang di lihat nya.


Vera mencoba menggeleng-geleng kan kepalanya berharap apa yang di lihat nya akan hilang, tapi setelah di pastikan itu adalah orang yang di kenal nya, orang yang sengaja dia hindari supaya memberi waktu untuk orang tersebut berfikir.


Vera menatap orang yang berdiri dengan penuh pesona, orang itu terlihat sangat santai, dia melangkah mendekati Vera yang masih kebingungan.


"Tu-tuan ngapain di sini, Aaaaaaaaaaa"


~Bersambung


Dua bab dulu ya, mata udah nggak sanggup melek lagi, maaf ya bila alurnya nggak unik, nggak seru bosenin saat di baca, maaf juga jika tidak sesuai keinginan kalian.


Jika kalian bersedia mohon dukungan nya, bisa berupa Like, Komen, dan juga Vote.


Maaf kalau belum bisa up tiap hari, aku harap kalian tidak bosan menunggu dan membaca karya gadungan saya ini😁😁

__ADS_1


Salam kasih ku untuk kalian semuanya 😘😘😘😘


__ADS_2