Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
penyesalan


__ADS_3

Hari yang cerah terasa mendung,suasana begitu menyesakkan dada,begitu banyak air mata yang sudah keluar,terus menyalurkan rasa sakit di dalam hati


Begitu lah yang di rasakan Vera saat ini,dia bungkam tidak tau harus menjawab apa saat Riko menjelaskan semua nya pada Vera


Vera terduduk di atas rerumputan taman yang hijau berdekatan dengan bangku yang di duduki Riko


Riko menjelaskan semua nya,tatapan nya mengarah ke depan,sesaat pun Riko bangun lalu dia memegangi kedua bahu Vera,membantu Vera untuk duduk lagi di bangku di dekat nya


Vera masih menangis,sungguh saat ini dia tidak mengingat apapun,dia juga lupa kalau dia sekarang sudah jadi istri orang lain


Riko kembali membawa Vera ke dalam pelukan nya


"Kau jujur pada ku,ada hubungan apa kamu dengan wanita yang ada di dalam kamar hotel malam itu,dan wanita yang masuk ke dalam restoran bersamamu"Tanya Vera lagi,saat dia menghentikan tangis nya dan melihat ke arah Riko


"Kan sudah aku katakan,aku ke luar kota cuma bersama sekertaris ku,malam itu Lisa yang mengangkat kamu telpon,kebetulan dia membawa berkas untuk meeting,dan pada saat itu aku lagi mandi,pada saat aku keluar Lisa bilang kaloe kamu menelpon ku,tapi saat aku menelpon mu kembali,nomor kamu sudah tidak aktif,dan hari itu di restoran aku bertemu kliyen untuk membahas kerja sama"Riko kembali menjelaskan,Riko merasa ada yang ganjal


"Karna aku merasa kesal aku membanting ponsel ku"Jawab Vera menundukkan kepala nya


"Itu lah kamu tidak bertanya terlebih dahulu,kamu mengambil kesimpulan sebelah pihak tanpa mau melihat kenyataan nya yang sebenar nya"


"Tapi bagaimana aku bisa mempercayai mu,bisa saja yang kau ucap kan itu semua nya bohong"ucap Vera masih menunduk kan kepala nya


"Vera,tatap aku"Riko mengangkat dagu Vera


"Tatap aku Ra,apa kamu melihat kebohongan di mata ku?"Vera menatap mata Riko mencari kebohongan di sana,namun yang dia dapat hanya kejujuran dari tatapan Riko


Air mata Vera kembali menetes,saat ini bukan karna terluka karna Riko,tapi karna penyesalan yang dia rasakan saat ini melebihi rasa sakit yang beberapa hari dia lewati


Dia menyesali kebodohan nya,tidak mau mendengarkan penjelasan Riko, mengambil keputusan yang tergesa,menyimpulkan sesuatu yang salah,sungguh dia sangat egois


Vera memeluk erat Riko,dia menangis sejadi jadi nya,Riko tampak heran karena Vera semakin menangis setelah dia mengatakan semua nya,tapi Riko beranggapan Vera cuma terharu karna sudah lama mereka tidak bertemu


Sedangkan Vera terus menangis di pelukan Riko,sungguh dia sangat bersalah pada Riko⁷


Sekarang bagaimana cara nya menjelaskan pada Riko tentang dirinya yang sudah menikah,saat teringan dia telah menikah Vera melepaskan pelukan Riko


Vera menghentikan tangisnya dia menghapus air mata nya,ini salah tidak seharusnya dia memeluk lelaki lain saat dia sudah mempunyai suami,bagaimana pun sikap suami nya itu,tapi Vera juga belum siap untuk menceritakan semua nya pada Riko


Vera bangkit dari duduk nya"Aku mau pulang"ujar nya


"Ya sudah ayok, tapi bagaimana kalau kita makan dulu,ini juga sudah siang"

__ADS_1


Vera tidak menjawab dia hanya mengangguk,Riko memegang tangan Vera dan mereka pun berjalan bersama


...----------------...


Sekitaran 30 menit mereka sampai di restoran,Riko turun membukakan pintu mobil untuk Vera


Vera kembali menahan sakit dengan perlakuan Riko,andai dia belum menikah pasti Vera akan sangat bahagia,sungguh sikap lembut Riko yang selalu meluluh kan Vera


Vera turun,Riko kembali menarik lembut tangan Vera untuk masuk ke dalam restoran


Riko menarik kursi mempersilahkan Vera untuk duduk,Riko tersenyum manis kepada Vera,Vera pun membalas senyuman Riko


Sesaat pelayan pun datang,Riko memesan makanan yang biasa mereka pesan


Vera hanya duduk diam saat Riko memesan makanan untuk nya


Dari pintu masuk,terlihat dua orang masuk dengan karisma yang selalu jadi pusat perhatian,mereka terus berjalan hingga mata tajam Fero tidak sengaja melihat ke arah meja Vera,mereka adalah Davvien dan Fero


"Vien,bukan kah itu nona Vera"tanya Fero pada Davvien


"Aku sudah tau"Jawab Davvien ketus,dia terus melangkah tanpa melihat ke arah Vera


Pada saat mereka masuk,Davvien sudah melihat Vera namun dia tidak menghiraukan nya


"Apa kita temui nona Vera"Tanya Fero


"Boleh juga,kau temui dia setelah itu pulang bersama nya,dan jangan harab bisa bekerja lagi dengan ku"Ancam Davvien sambil menatap tajam pada Fero


"Eheheheeh,ayo kita masuk kliyen kita sudah menunggu di dalam"Fero langsung mengajak Davvien masuk ke dalam ruang VIP tempat mereka bertemu dengan kliyen mendengar ancaman Davvien


"Dia benar benar marah,nona kau selalu memancing kemarahan nya"batin Fero


Flashback on


Di dalam ruangan Davvien Fero menghampiri Davvien"Tuan hari ini ada pertemuan dengan kliyen dari kota B,perusahaan CT grup mengajukan kerja sama di restoran Xx"


"Baik ayo kota berangkat sekarang"Jawab Davvien


Mereka berjalan keluar,mereka masuk ke dalam mobil,Fero langsung menancap gas pada mobil dan berlalu meninggalkan perusahaan Wilmar group


Saat sampai di sana Davvien tidak mengira akan melihat Vera bersama lelaki lain di sini

__ADS_1


Sedangkan Vera tidak melihat ke arah Davvien karna dia bersampingan dengan pintu masuk


Flashback off


Tidak banyak yang Vera dan Riko bicarakan,meski mereka telah lama tidak bertemu tapi Vera terasa canggung,tidak mau terlalu berbasa basi,dia hanya menjawab pertanyaan Riko seadanya


"Ra kamu tadi kenapa bisa jalan kaki di depan rumah itu,dan tumben kamu naik taksi"Tanya Riko


Vera gelagapan menjawab pertanyaan Riko


"Ee aku tadi aku bersama pengawal ku,terus mobil nya rusak akhir nya aku mesen taksi"


"Oehh tadi kamu ke toko bungan mau beli bunga?"Tanya Riko lagi


"Iya untuk apa lagi"


"Setau aku bunga rumah kamu sudah banyak untuk apa lagi"


"Ya a aku mau cari yang belum ada saja"Vera semakin terbata bata menjawab pertanyaan Riko


"Oehhh,,ayo aku anterin kamu pulang,setelah ini aku harus kembali ke kantor"


"Ehh nggak usah Rik,kamu duluan saja,aku nunggu pengawal sudah mau kesini,kan kamu tau Daddy bisa marah besar kalau tau aku tidak pulang bersama pengawal"Alasan Vera,dia tidak mau Riko sampai tau rumah Vera sekarang


"Kan nggak apa apa karna sama aku"


"Kan kamu mau balik ke kantor,nanti lama lagi sudah nungguin pengawal ku terus anterin aku lagi,kamu balik saja dulu"


Riko tampak berfikir,dia menatap Vera aneh tidak biasa nya Vera begitu,tapi Riko hanya berfikir kaloe Vera cuma ingin sendiri saat ini,dia pun menyetujui nya,yang terpenting dia telah bertemu dengan kekasih yang sangat di rindukan nya selama ini"Heumm ya sudah,aku duluan ya,habis ini kamu langsung pulang ya"


"Iya"Vera mencoba tersenyum pada Riko


"Aku pergi ya"Riko mengelus puncak kepala Vera


"Iya kamu hati hati ya"


Setelah membayar Riko pun pergi meninggalkan Vera


Saat dilihat nya Riko benar benar pergi,Vera pun keluar"Huffffff ahirnya"Vera menghela nafas nya di depan restoran


"Nona"ucap seseorang kembali mengagetkan Vera

__ADS_1


Vera membelalakkan mata nya"Ka kamu"


~Bersambung


__ADS_2