Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Dia anak ku.


__ADS_3

Setelah mendapat kan kabar dari orang yang dia suruh mencari tau tentang Lisa, Riko langsung melangkahi kakinya kembali ke ruangan Lisa.


Dengan dada bergemuruh, Riko mengayunkan langkah kakinya dengan begitu cepat, rasa marah, penyesalan, bersalah, bersatu menjadi beban yang menyesakkan bagi dirinya.


Riko merasa di permainkan dan di bohongi oleh Lisa, dia semakin penasaran setelah orang suruhan nya mengatakan jika Lisa belum menikah, bahkan anak yang ada dalam kandungan nya itu tidak memiliki ayah.


Meski Riko takut dengan kenyataan yang akan dia hadapi, bukan berarti dia tidak mau bertanggung jawab, dia tidak mau menjadi lelaki pengecut yang akan lepas dari tanggung jawab setelah melakukan sesuatu terhadap orang lain.


Dengan tergesa-gesa, Riko akhirnya sampai di depan ruangan yang baru dia tinggal kan.


Brakkkkkkk...


Riko membuka pintu ruangan tersebut dengan begitu kuat, hingga membuat Lisa yang sedang meringkuk tersentak dan mendongak kan kepala nya melihat orang yang membuat nya terkejut.


"Ke-kenapa anda kembali Tuan?" tanya Lisa dengan begitu gugup.


"Cepat beritahu aku Lisa, siapa ayah dari anak yang kamu kandung ini!" ucap Riko langsung pada intinya.


"Kenapa anda bertanya seperti itu, sudah saya katakan jika saya sudah menikah!" jawab Lisa mencoba mengelak dari pertanyaan Riko.


"Jangan membohongi ku lagi Lisa, aku tau kalau kamu belum menikah, cepat katakan apa ini anak..." Riko tidak mampu meneruskan ucapannya, terlalu berat rasanya untuk menerima kenyataan ini.


Lisa yang merasa terintimidasi akhirnya pun tanpa sadar mengatakan semuanya yang membuat Riko semakin terkejut.


"Iya, ini adalah anak anda Tuan, saya memang tidak pernah menikah, tapi saya sudah hampir punya anak..." teriak Lisa yang memekik indra pendengaran Riko.


"Lalu kenapa kamu kabur dan bersembunyi, dan kenapa kamu membohongi saya, kenapa kamu tidak jujur sama saya waktu di restoran jika itu adalah anak ku, kenapa Lisa kenapa!" Riko pun ikut berteriak, dia tidak habis fikir, Lisa sudah membohongi dirinya.

__ADS_1


"Lalu saya harus apa Tuan, apa saya harus mengatakan yang sebenarnya kepada Tuan jika saya mengandung anak Tuan, apa anda akan menerima nya dan mengakui nya, jika anda menerima nya, apa anda akan menerima saya, sedangkan tidak ada cinta sedikit pun untuk saya dalam hati anda Tuan, saya hanya ingin anda mendapat kan wanita yang lebih baik dari pada saya, jadi saya mohon, biarkan saya yang mengurus anak saya seorang diri, saya akan berusaha menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untuk anak saya!" Lisa kembali mengatupkan kedua tangan nya, sambil memohon dengan lirih kepada Riko.


Riko mematung, kata kata Lisa sungguh membuat nya sakit sekaligus marah, bagaimana bisa Lisa berpikiran seperti itu, sungguh mantan sekretaris nya itu telah menganggap dirinya lelaki bejat yang tidak tau tanggung jawab setelah mengambil kesucian nya.


"Apa kamu fikir aku lelaki brengs*ek yang tidak akan mau bertanggung jawab setelah apa yang saya lakukan sama kamu?" kini Riko pun berbicara dengan nada lirih.


Lisa menatap Riko yang juga menatap dirinya dengan tatapan sendu.


"Tolong, jangan buat saya sebagai laki-laki tidak bertanggung jawab, izin kan saya mengurus anak yang kamu kandung!" lanjut Riko.


"Saya tidak akan menyerahkan anak saya kepada Tuan, saya ibu nya!" Lisa langsung menolak permintaan Riko, Lisa berfikir jika ketakutan nya selama ini akan benar-benar terjadi.


"Saya tidak akan memisahkan dia dari kamu Lisa, saya hanya ingin bersama anak saya, dan saya akan mencoba untuk menerima kamu dalam hidup saya, bagaimana pun saya telah mengambil kesucian kamu!" ucap Riko yang langsung membuat Lisa kaget.


"Ma-maksud Tuan?" tanya Lisa dengan terbata-bata.


"Tidak Tuan, saya tidak pantas untuk anda!" bagaimana pun Lisa tetap tidak ingin jika Riko merasa terpaksa menikahi dirinya.


"Tuan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik daripada saya!" lanjut Lisa lagi.


"Untuk apa wanita lebih baik dari kamu, sedang kan saya sendiri buka lelaki yang baik, saya juga sudah melakukan kesalahan karna sudah merenggut kesucian mu" ucap Riko.


Lisa mematung mendengar perkataan Riko, Lisa seolah bingung, tidak tau harus menjawab apa lagi.


"Jadi jangan jadikan itu sebagai alasan nya Sa, apapun yang kamu katakan, saya tetap akan menikahi kamu" timpal Riko lagi, dia bahkan tidak memberi jeda untuk Lisa berbicara.


"Ta-tapi Tuan!" Lisa ingin protes, Tapi Riko lebih dulu menyuruh Lisa diam.

__ADS_1


"Jangan katakan apapun lagi, sekarang kamu tidur, kata dokter kamu harus beristirahat dengan cukup" Riko langsung merebahkan Lisa, dan dia pun duduk kembali di kursi di samping ranjang Lisa.


Lisa pasrah saat Riko membaringkan tubuhnya lalu menyelimuti dirinya.


Setelah menunggu beberapa saat, setelah dia yakin bahwa Lisa sudah tertidur, Riko bangkit dari kursi dekat ranjang Lisa, lalu dia memilih duduk di sofa yang berada di dalam ruangan Lisa di rawat.


"Apa memang seperti ini jalan takdirku, sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, apa kah aku bisa menerima Lisa dalam hidup ku" batin Riko dengan tatapan nya mengarah ke depan.


Lisa yang ternyata belum tidur, membuka matanya kembali, dia bisa melihat dari wajah Riko, bahwa lelaki itu merasa tertekan dan terbebani.


"Aku tau jika anda merasa terbebani dan terpaksa, aku tau kamu hanya ingin menjadi orang yang bertanggung jawab, jadi aku akan meminta mu untuk membatalkan niatmu menikah ku"


.


.


.


.


.~Bersambung.


Maaf ya baru up, author lagi kurang sehat, jadi jika telat up mohon maklumi, kesehatan lagi drop.


Jangan lupa like, komen, vote dan h


juga gif nya yang kakak!.

__ADS_1


__ADS_2