
Setelah beristirahat sebentar dan mengerjakan kewajiban nya untuk solat,Vera keluar dari kamar,bersamaan dengan Davvien yang juga sudah keluar dari kamar nya,Vera berniat menghampiri Davvien
Davvien yang melihat Vera keluar dari kamar pun hanya bersikap cuek,dia pun hendak melangkah
"Tuan"Vera melangkah kan kaki nya cepat menuju pada Davvien yang sudah mengehentikan langkah nya,dan berbalik melihat ke arah nya
"Tuan mau kemana,kapan anda pulang,makanan kesukaan anda pa tuan,nanti malam saya akan memasak nya buat anda"Tanya Vera beruntun
Sedangkan Davvien yang di tanya merasa aneh dengan sifat Vera yang menjadi perhatian kepada nya,namaun Davvien tetap Davvien dia adalah orang yang tidak suka berbasabasi,apa lagi membicarakan yang tidak penting,ya bagi Davvien yang Vera katakan sangat tidak penting,Davvien pun melangkah tanpa menjawab pertanyaan Vera
Vera menjadi kesal karna selalu di abai kan,dia menghentakkan kakinya di lantai,lalu berjalan menuruni tangga
Saat Vera sampai di bawah mobil Davvien pun baru pergi meninggalkan halaman rumah
Vera hanya bisa menghela nafas menghadapi dua manusia kulkas di rumah itu
Karna hari masih menunjukkan pukul 3:00 siang,Vera kembali duduk di halaman belakang rumah,yang rncana awal nya membeli bunga gagal karna bertemu dengan Riko
Vera duduk di bangku halaman belakang,Dia kembali mengingat bagai mana bodoh nya dia tidak mencari tau sebelum mengambil keputusan,sekarang apa,dia tau Riko tidak bersalah setelah dia sudah di nikah kan dengan orang lain
Keegoisan memang selalu membuat kita terluka pada akhir nya,sama hal nya yang di rasakan Vera,meski Riko berulangkali mencarinya tapi karna rasa sakit dan egois nya dia malah mengabaikan Riko dan sekarang Vera hanya bisa menyesali semua nya
"Bagaimana aku akan beritahu Riko"Gumam Vera sendiri sambil air mata nya terus menyeruak keluar membasahi pipinya
...----------------...
Sedangkan di tempat lain..
"Informasi apa yang kamu dapatkan"Tanya seseorang yang sedang duduk di kursi kebesaran nya dengan sikap sombong nya
"Menurut informasi yang saya dapatkan,setelah kejadian beberapa hari lalu,nona Kia telah di nikah kan"Jelas seseorang berdiri di depan tuan nya
"Apa,di nikahkan"
"Iya tuan"
"Apa kau tau dengan siapa dia menikahkan anak nya itu"
"Nona Kia menikah dengan seorang pebisnis nomor satu di negara nya,dari yang saya dapatkan,suami nya juga ketua mafia yang sangat di takuti oleh semua orang,belum ada satu pun kelompok Mafia yang berhasil mengalahkan mereka"
Sang tuan tampak berfikir,dan akhir nya"Hahahaah"Dia bangkit lalu tertawa,suara itu menggema begitu menyeramkan di dalam ruangan nya
"Rupanya dia telah membuat pagar yang sangat kuat untuk melindungi anak nya,tapi tidak masalah,yang aku butuhkan dia bukan putri nya,aku membutuhkan Kia hanya untuk mengancam nya,dan sekrang kita lihat saja cepat atau lambat aku akan mendapatkan apa yang aku mau,tunggu saja tanggal mainnya.HAHAHAH"Pria itu terus tertawa dengan matanya menatap ke depan dengan tatapan penuh kebencian dan dendam,dia mengepalkan tangan nya
"Kau boleh pergi,cari tau terus pergerakan nya"
"Baik tuan"
...----------------...
Kembali pada Vera..
Setelah di rasa cukup seperti biasa seberat apapun masalah Vera di tetap tidak akan mudah menyerah,cukup sekali meluapkan rasa sakit nya dia pun bangkit,Vera masuk ke dalam kamar untuk mengerjakan kewajiban solat ashar
Setelah selesai,dia keluar kembali menuruni tangga,Vera terus melangkah tujuan nya sekarang adalah dapur
Vera berinisiatif untuk memasak yang di sukai Davvien,tapi karna Vera tidak tau makanan kesukaan Davvien dia pun akan memasak yang banyak hari ini,ntah sebagai bentuk minta maaf pada Davvien atau untuk membujuknya
Vera mulai mengeluarkan bahan bahan makanan dan memotong semua nya,tidak lupa sebelum nya dia memakai celemek supaya noda dari masakan nya tidak menempel di baju nya
Sudah satu jam lebih Vera bermain di dapur,dan sekarang pun dia sedang mengaduk masakan terahir,saat dia mengaduk masakan nya yang masih di atas kompor,tiba tiba tangan Vera tanpa sengaja mengenai panci panas yang sedang dia gunakan untuk memasak
"Awwww,duhh panas perih lagi"pekik Vera memegang tangan nya yang sudah memerah seperti goresan,mungkin karna terlalu lama Vera di dapur sehingga jadi kurang berkonsentrasi
Vera meniup niup tangan nya yang terasa panas,Vera mematikan kompor nya,karna masakan nya sudah matang,Vera tidak memperdulikan rasa sakit itu lagi,dia menuangkan makanan ke dalam tempat,lalu membawa satu persatu menu masakan yang dia buat,Vera mengatur makanan itu dengan sempurna di atas meja makan
Setelah semuanya selesai,terlihat begitu banyak nya makanan yang Vera siapkan padahal yang memakan hanya lah tiga orang
Vera tersenyum melihat hasil nya memasak sangat memuaskan
"Huff semoga saja laki laki mematikan suka"Ucap Vera sambil tersenyum kecil dan dia pun melangkah menuju ke kamar nya
"Lebih baik aku mandi dulu,sudah hampir magrib juga"Masuk ke dalam kamar mandi
Tidak lama dia pun keluar dan langsung melaksanakan solat magrib
Setelah semuanya selesai,Vera berjalan pada meja rias,dia hanya memakai baju santai saja,Vera juga memakai jepit rambut yang di belikan mertua nya,terlihat Vera sangat imut
__ADS_1
Vera keluar dia kembali menuruni tangga dan langsung melangkah ke ruang tamu,Vera duduk di sofa dia menghidupkan TV sambil menunggu Davvien pulang
Ntah apa sekarang yang di fikirkan Vera sehingga mau menunggu kepulangan Davvien
Vera terus melihat ke arah pintu,di lihat nya jam sudah menunjukkan pukul 9:07 malam
"Kok lama ya,mereka pulang gak ya"Gumam Vera sendiri terus melihat ke arah pintu
"Kruk...kruk.."
"Sepertinya cacing cacing ku sudah habis kesabaran untuk menagih jatah makan mereka,tapi aku mau makan bersama kak Fero dan pria itu,tidak enak rasanya makan sendiri"Vera masih menahan rasa lapar nya,ntah kenapa Vera memang bersikeras ingin menunggu suaminya pulang
"Hooammmm"Vera pun merasa mengantuk,ahirnya Vera merebahkan tubuhnya di sofa panjang,tak berselang lama dia pun tertidur
...----------------...
Sedangkan di tempat Davvien
"Oke pak Davvien saya permisi dulu,senang bisa bekerja sama dengan anda"
"Heummmm"
Mereka yang melakukan transaksi dengan Davvien dan Fero pun ahirnya undur diri setelah menyerahkan senjata ilegal dan di tukar dengan uang yang Davvien berikan kepada mereka
Tinggallah Davvien,Fero,dan Irfan dalam ruangan tersebut
"Aku heran,kenapa mereka mau menjual dengan harga yang murah"Tanya Davvien
"Ntah lah, mungkin mereka belum tau harga dari senjata yang mereka jual pada kita"Jawab Fero
"Heummm Irfan,kamu cari orang yang akan membeli senjata ini dengan harga yang fantastis"perintah Davvien
"Baik tuan"
"Sekarang kita pulang apa menginap?"Tanya Fero
Davvien melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 lewat
"Pulang"Sambil bangkit dari duduk nya lalu berjalan keluar
Tak tinggal diam Fero pun langsung mengikuti Davvien, sedangkan Irfan memang di tugaskan di markas
Davvien sampai di rumah,karna tidak terlalu macet mereka sampai di rumah hanya satu jam
Davvien melangkah masuk ke dalam rumah, begitupun dengan Fero
Davvien terus berjalan tanpa memperhatikan sekitar nya,lainnya dengan Fero,saat dia melewati ruang tamu,dia melihat Vera sudah terlungkup di atas karpet di bawah sofa
Fero kaget melihat Vera tidur secara terlungkup,dia pun memanggil Davvien"Vien,kenapa nona bisa terlungkup di lantai seperti itu"
Davvien pun melihat ke arah Vera"Memang begitu cara tidur nya"Jawab nya singkat
"Kau bangun kan dia, kasian aku yang terasa sesak melihat nya tidur seperti itu"
"Aku tidak perduli"berlalu begitu saja
"Ishhh dia selalu saja seperti itu,Nona Vera kan istrinya"
Karena tak tega Fero pun melangkah pada Vera,Vero berjongkok di samping Vera"Nona"panggil Fero dia tidak berani untuk menyentuh istri sahabat nya itu
"Nona,nona Vera"belum ada tanda tanda Vera bangun
"NONA VERA"karna melihat Vera msih tidak bergeming ahirnya Fero berteriak
"Ahhhhhhh"Vera kaget mendengar teriakan Fero dia pun bangun terduduk dengan gelisah
"Apa apa yang terjadi"Tanya Vera panik
"Tidak ada nona,anda sudah bangun,lebih baik anda tidur di dalam kamar"ucap Fero dia merasa Vera sangat lucu
"Oeh kalian sudah pulang,kemana dia,kenapa pulang jam segini,apa kalian tidak lapar apa kalian sudah makan duluan"Tanya Vera terus menerus sampai membuat Fero menganga mencerna satu persatu pertanyaan Vera
Melihat Fero yang diam Vera kembali bicara"Hey kak kenapa bengong,aku bertanya apa kalian sudah makan,terus dia kemana"Vera melihat kesan kemari mencari keberadaan Davvien
"Oh ya kami sudah makan tadi nona,dan Davvien sudah pergi ke kamar"
"Ya padahal aku sudah masak banyak malam ini,berarti sia sia dong aku nunggu kalian pulang,aku menahan lapar ku tadi supaya bisa makan bareng kalian"Vera menundukkan kepala nya,ada rasa sedih dalam hati Vera ntah karna baru bangun tidur atau karna perjuangan nya memasak jadi sia sia
Fero mendengar itu semua jadi tidak tega"Oeh tidak apa apa nona,kami makan tadi sore sekarang aku pun merasa sangat lapar"Fero berusaha menghibur Vera
__ADS_1
"Oeh oke kak,aku akan siapkan sekarang, kakak ganti baju dulu,setelah itu kakak turun ajak dia juga ya kak"Vera bangun langsung berlari ke arah meja makan
"Dasar"Fero hanya menggeleng kepala melihat tingkah Vera dan langsung melangkah menuju kamar nya
...----------------...
Setelah selesai Fero keluar,dia pun mendekati kamar Davvien lalu mengetuk pintu kamar Tuan nya itu
"Ceklek"Davvien membuka daun pintu yang baru saja di ketuk
"Apa kau tidak ada kerjaan hingga mengganggu ku"Davvien langsung menatap tajam ke arah Fero
"Tenang Vien,aku cuma mau mengajak mu turun,istrimu sudah memasak untuk kita"
"Aku tidak lapar"Davvien hendak menutup pintu lagi tapi Fero menahan nya
"Ayo lah Vien,kamu tidak kasian dengan nya dia bahkan belum makan,dari tadi menahan laparnya untuk menunggu mu pulang"
"Aku tidak perduli"langsung menutup pintu
Fero menghela nafas,dia pun turun dan menuju pada meja makan
Vera yang melihat Fero datang langsung mengajak orang yang sudah di anggap nya kakak
"Ayo kak"
"Makanan nya sangat banyak"
"Iya kak aku sengaja memasak banyak karna. aku tidak tau kesukaan dia dan kak Fero,oh ya manusia mematikan itu kemana kak"Saat tidak melihat Davvien turun bersama Fero
Fero langsung duduk di kursi"Katanya dia tidak lapar"
"Oeh begitu ya kak"Ucap Vera sedih,dia pun ikutan duduk
"Tidak apa apa ayo kita makan"Ajak Fero dia merasa kasian terhadap Vera
Mereka pun mulai menyantap makanan nya meski agak sedikit dingin,karna tidak mungkin Vera memanaskan semuanya
...----------------...
Sedangkan di dalam kamar Davvien mulai memikirkan ucapan Fero
"Apa dia bilang kalau dia memasak untuk ku dan menunggu ku,cih bahkan aku tidak tertarik dengan masakan nya"Davvien langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur nya
...----------------...
Fero dan Vera sudah menyelesaikan makan nya,saat Vera mengangkat piring kotor Fero melihat tangan Vera yang seperti luka bakar
"Nona,kenapa dengan tangan anda"Tanya Fero
"Owh ini,tadi terkena panci panas saat memasak"
Fero semakin merasa kasian dengan Vera,usahanya begitu besar,tapi suaminya sama sekali tidak mau perduli
"Lain kali hati hati nona"
"Heummm iya kak"Vera membawa piring kotor pada wastafel
setelah mencuci nya Vera melangkah menaiki tangga,sedangkan makanan masih tertata di meja makan,karna terlalu mengantuk Vera berniat besok akan membersihkan nya,karna makanan itu sudah tidak layak untuk di simpan,dia pun langsung masuk ke dalam kamar tanpa berlama lama Vera langsung tertidur
...----------------...
Davvien yang belum tertidur dia duduk kembali di atas ranjang nya,Davvien berencana untuk minum tapi dilihat nya gelas nya kosong
"Begini kalau tidak ada pembantu,bahkan gelas air ku saja tidak terisi,besok aku akan menyuruh gadis gila"Davvien pun keluar dan turun ingin kedapur untuk mengambil minum
Saat sampai di meja makan,Davvien tertegun melihat begitu banyak makanan yang sebagian bahkan belum di sentuh
"Apa ini semua gadis gila itu yang memasak"Davvien bergumam sendiri
"Ahhh bodoh,mau dia yang memasak atau apa itu bukan urusan ku"Davvien kembali pada niat nya yang pertama yaitu mengambil air,tanpa rasa menyesal sedikitpun
Davvien kemabli ke dalam kamar nya,dia pun langsung merebahkan dirinya lagi dan mencoba memejamkan matanya,tak berapa lama Davvien pun langsung tertidur
~Bersambung
Komen dong dimana yang kurang biar author perbaiki
Like juga
__ADS_1