Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Mengulang malam pengantin.


__ADS_3

...Mungkin kesalahan yang ku lakukan pada nya sangat lah banyak, dulu aku hanya seorang yang hidup tapi tak bernyawa, tidak ada kata senyuman dalam diriku....


...Aku hanya seorang yang selalu menyakitinya, selalu menghina, merendahkan, bahkan aku juga selalu menyakiti nya, aku benar benar tidak bisa menerima saat orang tua ku menikahkan aku dengan seorang yang belum pernah ku temui, aku sangat membenci pernikahan ini, karan aku paling benci yang namanya wanita, selain ibuku sendiri....


...Tapi dia,,,,,...


...Yang selalu ku hina, ku caci tak pernah membalas atau pun membantah hanya, hanya senyuman yang selalu ku lihat dari bibirnya, meski aku tau hatinya sangat sakit saat mendengar penghinaan yang ku lontarkan untuk dirinya, dia yang selalu sabar dengan sikap dan kekejaman ku, hingga akhirnya dari rasa benci berubah menjadi rasa simpati, ntah kapan rasa itu menjadi sayang, dan tanpa aku sadari cinta untuk nya telah tumbuh di dalam lubuk hatiku....


...Dia, istriku,,,,,,...


...Kau telah merubah kehidupan ku, kau telah memberi warna di hidup ku, kau telah menghidupkan kembali jiwa ku yang sudah lama lama mati, kau telah menaklukkan hati ku yang berkarat ini, kau sudah membuat ku bisa merasakan jantung ku yang kembali berdetak, kau lah cinta ku kau lah hidup ku....


...Verania istriku,,,,,...


...Aku tau kesalahan ku padamu terlalu banyak, aku tau kau tidak akan mudah memaafkan aku, tapi berilah sedikit kesempatan supaya diri ini bisa membuat mu bahagia, tak akan ku biarkan lagi kau menangis, hanya tangis bahagia. tidak akan ada lagi duka di hatimu....


...Istriku,,,,,...


...Izinkan aku berada di sisimu, bukan maksudku untuk menyakiti mu, aku hanya ingin memulai semuanya dari awal, menggantikan momen yang pernah terlewat kan, aku hanya ingin melengkapi kisah yang selama ini terabaikan....


...Aku benar-benar bahagia, bahkan aku berterima kasih kepada orang tua ku, karna mereka telah memberikan wanita penyabar di hidupku, dan teruntuk mu aku bukan hanya berterima kasih tapi aku meminta maaf karna masih belum jadi orang yang pantas berada di samping mu, tapi mulai sekarang aku akan selalu berusaha menjadi seorang yang pantas menjadi suamimu....


...(Davvien Wilmar)...


...----------------...


...🌷HAPPY READING🌷...


Vera masih menatap keluar sedangkan Davvien memeluknya dari belakang.


"Katakan apa kau beranggapan kalau aku ini perempuan matre hingga kau membujuk ku dengan menggunakan barang barang mahal?''


Duarrrrr


Kenapa Vera berfikir begitu, padahal dirinya hanya ingin memberi apa yang belum pernah dia berikan.


Sedangkan Vera merasa tidak enak, dia juga tidak suka Davvien memperlakukan nya begitu, apalagi Davvien sedang membujuk nya, itu sama juga dengan menyogoknya dengan barang barang mewah itu.


"Bukan begitu, jangan bicara seperti itu sayang kau adalah orang yang paling berharga bagiku, tidak pernah bagi ku berpikir menyamakan mu dengan wanita manapun apa lagi yang seperti kamu sebutkan itu, jangan pernah bilang seperti itu lagi, aku sakit mendengar nya"

__ADS_1


Davvien mengucapkan setiap kalimat nya dari lubuk hatinya, dia tidak ingin istrinya kecewa dengan dirinya, Davvien berjongkok sambil memegang tangan Vera, dia menggerak-gerakkan tangan Vera ke kiri dan ke kanan, kalau di lihat saat ini dia bukan lah Davvien pengusaha terkaya dan kejam, melainkan seorang anak kecil yang meminta sesuatu pada ibunya.


Vera tidak tega melihat Davvien sampai berlutut, dia buru buru mengangkat tubuh Davvien, tapi di tahan oleh Davvien.


"Bangun lah jangan seperti ini"


Davvien menggeleng kepalanya, masih memegang tangan Vera.


"Aku tidak mau bangun sebelum kau menerima semuanya, karna aku tulus memberikan nya kepada istriku, dan maafkan aku jika aku menyakiti perasaan mu"


Vera akhirnya pun ikutan duduk dengan bersimpuh dengan lutut nya.


"Aku akan menerima nya, maaf kan aku juga bila aku salah memahami maksud mu, ya habis nya kamu sih pakek acara beliin aku barang begituan kan aku ngerasa kamu nyogok aku dengan barang barang begituan, lebih baik uang nya di simpan"


"Aku tidak perlu menyimpan, kau belum tau kekayaan ku, aku bahkan bisa membeli semua toko pakaian, sepatu dan tas branded itu"


Yang tadi nya sedih dalam seketika jiwa kesombongan nya langsung bangkit.


Vera memutar bola matanya, jengah mendengar kata-kata Davvien yang selalu memuji dirinya sendiri, bagi pria ini yang tampan dan kaya hanyalah dirinya seorang sedangkan yang lain semuanya jelek, ya walaupun Vera juga mengakui ketampanan milik suaminya itu.


Vera berdiri hendak pergi, tapi Davvien menahan Vera dan memegang pergelangan tangan nya, dia pun bangkit lalu diraihnya kedua tangan Vera.


Davvien mencium kedua tangan Vera dengan begitu lembut, sedangkan pemilik tangan hanya menatap pria yang sedang berkata manis padanya, jantung nya kembali berdetak cepat.


"Kau wanita hebat, yang selalu sabar atas semua sikap ku, maaf kan semua kesalahanku, kau tau aku sangat membenci wanita selain Mommy, aku juga membenci cinta karna dia hanya akan menyakiti, tapi kau hadir menghapus rasa benci menggantikan nya dengan rasa cinta dan sayang, kau lah wanita ku kau segalanya"


Davvien kembali mencium tangan Vera, sedangkan Vera membisu saat melihat Davvien mengungkapkan isi hatinya, hatinya menghangat begitupun badan nya saat Davvien menekan kata 'wanita ku'.


"Mau kah kau memulainya dari awal, maksud ku dari sekarang"


Vera mengangguk sambil tersenyum, mungkin seandainya dia orang yang mudah menangis sudah dari tadi air matanya keluar, tapi ya itulah Vera dia akan menangis jika sesuatu yang memang tidak bisa dia tahan.


Davvien membawa Vera dalam pelukan nya, dia merasa sangat senang, di peluknya tubuh mungil Vera dengan begitu erat, sampai Vera hampir sesak.


"Mm-mas aku masih ingin hidup, tolong jangan bunuh aku dengan pelukan mu ini"


Ucap Vera terbata dan suara nya tertahan karna tubuh nya terasa remuk di peluk oleh Davvien, sedangkan Davvein yang mendengar nya pun langsung melepaskan pelukan nya.


"Ya ampun maaf kan aku sayang, apa kamu sakit, mana tunjukkan padaku"

__ADS_1


Davvien begitu heboh, Vera di buat bingung oleh tingkah Davvien.


"Eh tidak, aku tidak apa apa"


"Huhhh syukur lah, mari"


Davvien kembali menarik tangan Vera.


"Kemana"


"Udah ikut saja"


Davvien membuka pintu kamar mandi, terlihat lah di sana juga di hias dengan sedemikian rupa, kelopak mawar di taburkan ke dalam bathtub bertuliskan I ❤️ U, di samping nya terdapat lilin putih yang mungil beraroma terapi,


Vera menatap takjub apa yang di perlihatkan Davvien, satu satu namun selalu mengesankan.


"Ini sangat indah, dari mana kau dapat kan ide seperti ini" Davvien memalingkan wajah nya pada Vera yang selalu saja melontarkan kata yang seolah meragukan Davvien.


"Hey, kau tidak tau suamimu ini sangat romantis, aku ingin mengulang kisah kita yang sudah sedari dulu, aku ingin malam ini terasa seperti malam pertama pengantin, "


"Oh ya, kau memang sangat romantis, hingga istrimu sendiri kau sebut wanita gila" Sindir Vera, Davvien yang di sindir pun merasa terpancing, dia pun menggelitik Vera.


"Apa kau bilang hah, ni rasakan ini" Vera bereaksi seperti ulat, dia tertawa lepas menahan geli di seluruh tubuh nya.


"Maaf maaf, sudah cukup aku tidak kuat lagi" Davvien pun menghentikan menggelitik Vera, dia kembali memeluk tubuh istrinya.


Di hirupnya wangi lilin beraroma terapi itu yang menenangkan, tapi saat semakin dihirup perasaan tenang berubah menjadi gelisah, badan mereka terasa memanas seperti menginginkan sesuatu, mereka pun keluar dari dalam kamar mandi, tapi rasa itu tidak hilang tetapi seolah semakin bertambah.


Mereka lupa kalau di dalam kamar juga ada lilin yang sama, kedua nya sama sama di landa kabut gairah, namun Vera mencoba menahan nya, tapi tidak dengan Davvien dia sudah tidak tahan lagi, langsung saja memeluk Vera dan ******* bibir mungil istrinya, Vera pun tidak menolak karna tubuhnya juga terasa memanas.


Dalam sekejap pakaian mereka telah berserakan di lantai, dan terjadi lah penyatuan kembali di malam yang di buat ala-ala malam pengantin.


~Bersambung.


Yang berkenan silahkan kasih dukungan like, komen juga vote.


Aku rasa dukungan kalian menurun, apa cerita nya tidak menarik lagi ya, maaf bila alurnya tidak sesuai keinginan kalian🙏.


Untuk yang masih setia ku ucap kan terima kasih.😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2