
Dua minggu berlalu,hari ini tepat di hari yang di nanti nantikan oleh mereka tepat nya orang tua mereka karna davvien dan vera sama sekali tidak tertarik,mereka hanya mengikuti skenario yang telah di buat oleh orang tua mereka
Di rumah keluarga WILMAR,tampak semua nya sudah siap Davvien masih di dalam kamar Fero membantu Davvien bersiap siap,tepat nya cuma melihat Davvien bersiap siap
Sesaat kemudian,terlihat dua orang pemuda yang tampan juga ikut masuk ke dalam kamar Davvien
"Hai... selamat bro"ucap Aldi yang datang langsung merangkul Davvien
Davvien hanya diam dengan tatapan nya mengarah kepada Fero
"Iya,aku yang mengundang mereka"Fero yang mengerti tatapan Davvien langsung angkat bicara
Aldi melepaskan Davvien kini giliran Riki"selamat broe,nggak nyangka gw loe sudah mau married"ucap Riki juga sambil merangkul Davvien
"Kok loe tidak kenalin sama kita calon bini loe Vien,gw fikir loe masih belum bisa move on dari yang dulu"lanjut Riki lagi menggoda Davvien
Davvien masih diam,tanpa menjawab perkataan sahabat nya itu
"Untuk apa kalian kemari"tanya Davvien mengalih kan pembicaraan
"Ya untuk melihat loe nikah lah,memang untuk apa lagi jadi pelayan catering?"jawab Aldi kesal dengan pertanyaan Davvien.
"Heummm ku rasa itu pekerjaan yang cocok buat kalian"Davvien langsung keluar meninggalkan 3 sahabat nya yang sedang kesal dengan jawaban Davvien
Mereka pun segera menyusul
"Untung hari ini adalah spesial mu jadi aku tidak akan menghajar mu"ucap Aldi yang masih kesal dengan perkataan Davvien
Davvien menghentikan langkah nya dan berbalik melihat ketiga sahabat nya juga ikut berhenti
"Apa kau bilang,ingin menghajar ku"tanya Davvien yang melangkah ke arah mereka
Aura ganas Davvien keluar,dengan tatapan membunuh melihat ketiga sahabat nya itu
"E e mau ngapain,kamu kan akan menikah jadi jangan buang buang waktu,ayo kita berangkat"cegah Riki yang sudah tau kalau Davvien sudah kesal
"Iya Vien, Mommy sudah menunggu di depan"tambah Fero
Davvien menatap tajam ke arah mereka dan pergi meninggalkan sahabat nya yang masih berdiri tegang
Setelah sampai di depan,semua orang sudah siap mereka berangkat
Davvien dan ketiga sahabat nya satu mobil,sedangkan Mommy, Daddy dan Kakek Davvien juga satu mobil beserta supir
Mobil pun melaju membelah jalan raya untuk bisa sampai di tempat tujuan
...----------------...
Sedangkan di kediaman Prasetio terlihat Vera sedang duduk di meja rias dengan balutan baju pengantin yang berwarna putih,di tambah beberapa mutiara di bagian leher nya menambah kemewahan baju itu,rambut nya di sanggul dan di pasangkan mahkota kecil di atas nya menambah kesan cantik dan betapa anggun nya Vera
Setelah Vera di rias oleh MUA yang di temenin oleh para sahabat nya, Vera meminta waktu untuk sendiri
__ADS_1
Vera duduk diam,dia terus memikirkan apa kah ini keputusan yang benar,, Vera terus berfikir dengan apa yang sedang terjadi,dia benar benar bingung
Sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri,status nya berubah kehidupan nya juga berubah,ntah itu bahagia atau kah sebalik nya
Tidak pernah terbayangkan oleh Vera bahwa pernikahan nya akan seperti ini,dulu dia selalu berkhayal bahwa dia akan di pinang oleh Riko kekasih nya yang sudah sangat lama menjalin hubungan asmara,dia selalu membayangkan Vera akan bahagia membentuk keluarga kecil bersama Riko tapi nyata nya semua di luar pemikiran Vera
Dia menjalani hubungan dengan orang lain,dan menikah dengan orang yang bahkan belum dia kenal,ini kah takdir yang harus di terima
Meski beberapa hari yang lalu Vera terlihat tegar,tapi untuk hari ini Vera benar benar sedih,dia juga takut bagaimana bisa dia menjalani rumah tangga dengan seseorang yang bahkan belum pernah bersitatap dengan nya
Vera tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Riko setelah tau saat dirinya sudah menjadi istri orang lain,meski Vera kecewa dengan Riko tapi menurut nya dia lebih jahat daripada Riko
Ingin rasa nya menangis untuk meluapkan rasa sakit yang terus tergores di hati nya,tetapi Vera menahan nya karna dia tidak ingin Diwan merasa bersalah,bagaimana pun Vera juga menghargai keputusan Daddy nya meski sangat sulit untuk dia terima
...----------------...
Sedangkan diluar..
Mobil pengantin pria sudah sampai,mereka di persilahkan masuk,langsung saja Davvien dan keluarga nya masuk ke dalam rumah Diwan yang sebentar lagi akan menjadi mertua Davvien
Terlihat sudah ada tamu di dalam rumah Vera,meski tidak terlalu banyak yang namun hampir memenuhi ruangan yang sangat luas yang memang sudah di siap kan untuk tempat ijab qobul
Davvien berjalan dengan wajah datar tanpa ekspresi,tatapan nya hanya mengarah ke depan,di apit oleh ke tiga sahabat nya
Mereka terus melangkah menuju tempat yang telah di sediakan,tampak semua mata melihat ke arah 4 pemuda yang sangat tampan ini dari yang muda sampai yang tua tampak terpesona dengan karisma ke empat pria ini
Tubuh atletis,berjalan tegak wajah tampan rahang yang keras sungguh para tamu sangat menikmati pemandangan yang sedang melewati mereka,terutama Davvien terlihat sangat tampan dengan balutan jas pengantin nya
Davvien langsung duduk di depan meja ijab qobul sudah ada Diwan di sana dan juga penghulu, Davvien masih diam tatapan nya masih datar ntah apa yang dipikirkan oleh Davvien
Sedangkan keluarga Davvien duduk di belakang Davvien dan di samping, karena tempat ijab qobul di himpit oleh para tamu,sebab berada di tengah tengah ruangan
Tania, Intan,dan Rani mereka di suruh memanggil Vera,mereka pun langsung melangkah memasuki kamar Vera,ke tiga sahabat nya memang tidak beranjak jauh dari kamar Vera,mereka hanya menunggu di luar kamar Vera saat Vera meminta waktu untuk sendiri mereka takut terjadi apa apa dengan sahabat nya ini
"Ra,ayok turun calon suami mu sudah datang"saat sudah masuk Intan mengajak Vera untuk turun
Deg,,,,,,
Jantung Vera semakin tidak karuan,ada perasaan sedih,takut dan gugup menjadi satu
"B**agaimana ini,aku benar benar akan menikah,dan dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal,ya Allah semoga ini yang terbaik" Vera pun mengangguk dan melangkah
Vera di bantu oleh Intan Rani dan Tania, Intan dan Rani memegang tangan Vera sedangkan tania berjalan di sebelah Rani
Vera menggenggam erat tangan sahabat sahabat nya itu, Rani dan Intan tau kalau sahabat nya ini sedang sangat gugup
Mereka terus melangkah, Vera tidak melihat tamu tamu di sana dia juga tidak melihat orang yang akan menjadi suami nya,tatapan Vera kosong dia terus menatap tidak tau arah nya ntah kemana
Saat mereka sudah sampai semua mata melihat ke arah Vera, semua nampak kagum melihat kecantikan Vera,mereka berbisik bisik semua merasa Davvien dan Vera sangat serasi
Terkecuali Davvien dia tidak tertarik untuk melihat calon istri nya itu,dan terus menatap kedepan
__ADS_1
Fero dan dua sahabat nya juga melihat ke arah Vera,saat tatapan mereka tepat di wajah Vera, Fero sangat kaget melihat pemandangan yang sedang ada di hadapan nya,dia langsung membelalakkan matanya, Fero mengecek kembali penglihatan nya,dan setelah di pastikan lagi itu beneran gadis yang beberapa hari lalau dia dan Davvien temui, Fero benar benar bingung,dia juga kaget melihat perubahan Vera yang menjadi sangat cantik
"Bukan kah dia.."Fero bergumam sendiri menggantungkan ucapannya memperhatikan Vera
Sedang dua sahabat nya melihat orang yang di sebelah kanan dan kiri Vera,sungguh jelalatan
Vera terus berjalan tanpa memperhatikan apapun,dia juga tidak tau Fero yang hampir pingsan melihat nya yang akan menikah dengan sahabat sekaligus atasan nya
setelah sampai,ketiga sahabat nya membantu Vera untuk duduk dan mereka pun duduk di kursi tamu
Acara pun di mulai,pembukaan dan pembaca Alquran, seterus nya arahan untuk pasangan yang akan menjalani bahtera rumah tangga,dan sesaat pembukaan pun sudah selesai langsung memasuki dalam acara inti yaitu ijab qobul
"Bisa kita mulai"ucap Diwan mengangkat tangan, Davvien mengagguk dan langsung menjabat tangan Diwan
Davvien masih dengan wajah datar,tidak ada senyum sedikit pun yang menghiasi bibir nya,ijab qobul pun di mulai
Vera pun masih dengan pikirannya yang masih ntah dimana,di sini dia juga sedih mengingat ibu nya tidak ada di samping Vera saat hari pernikahan nya,saat ini fikiran Vera benar benar terus berjalan,tatapan nya juga terus menatap kedepan,tanpa berniat melihat seseorang yang sedang menghalalkan dirinya,seperti nya Vera juga tidak memperhatikan ijab qobul yang di ucap kan oleh papa dan suami nya hingga
"Sah,,,,,,,"kata kata itu menusuk di telinga vera dan membuyarkan Vera dari lamunan nya,sesaat air mata Vera menetes sekarang dia sudah menjadi seorang istri,dia akan menjalani hari hari ntah bahagia atau menderita bersama orang yang berstatus suami nya
Vera beralih saat Davvien memasangkan cincin di jari nya, Vera hanya menundukkan wajah nya,dan gantian dia yang memasangkan cincin di jari manis suami nya
Vera langsung menyalami Davvien yang sudah berstatus sebagai suami nya,saat Vera mengangkat kepala nya dan tatapan nya bertemu dengan tatapan Davvien
Deg,,,,deg,,,deg,,,
Deg,,deg,,deg,,
Mereka sama sama membelalakkan mata,kedua nya sama sama kaget saat melihat satu sama lain
Vera menelan kasar saliva nya"I ini kan orang yang waktu itu hampir membunuh ku"batin Vera
"A apa Daddy ingin aku segera pergi dari dunia ini menikahkan aku dengan manusi mematikan ini"lanjut Vera membatin
"I ini kan wanita gila yang aku temui beberapa hari yang lalu,kenapa dia malah duduk di samping ku,apakah dia gadis yang sudah aku nikahi,ahhhhhhhh sial nya kenapa aku tidak melihat nya lebih dulu"Davvien pun ikut membatin
"Oehhh Daddy Mommy kalian benar benar luar biasa bisa bisa nya kalian menikah kan aku dengan perempuan gila ini"Davvien terus menggerutu di dalam hati,tatapan nya beralih pada Fero.
Fero yang sedari tadi menunggu ekspresi Davvien langsung mengangguk, menjelaskan dengan tatapan nya kalau dia juga sama kaget nya dengan Davvien
~Bersambung
Maaf bila tidak sesuai dengan keinginan kalian
bantu dukung dong
Komen
Like
Vote
__ADS_1
Babay😘😘😊😊