Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Jamu


__ADS_3

...Tidak ada kebahagiaan selain bisa bersama dengan orang yang kita cintai dalam ikatan yang sah, maka jaga dia, cintai dia, jangan pernah buat dia terluka, karna dia akan lebih berharga saat dirinya memilih untuk pergi....


...----------------...


Setelah menempuh perjalanan yang berjarak cukup jauh, Intan dan Fero tiba di negara yang beberapa waktu lalu di kunjungi Davvien dan Vera.


Mereka kini sudah masuk ke dalam kamar, para pelayan di hotel tersebut langsung menyambut kedatangan mereka, mereka sudah di beritahu oleh Davvien saat memesan kan kamar untuk asisten nya itu.


Keduanya langsung di arahkan untuk ke kamar, sampai di sana, pelayan itu langsung membuka pintu, kemudian Intan dan Fero pun melangkah masuk.


Namun, kamar itu masih begitu gelap yang lampunya memang sengaja di matikan , pelayan itu pun langsung  melangkah dan menghidupkan lampu dalam kamar tersebut.


Mereka nampak takjub, terutama Intan, saat melihat kamar di hiasi dengan begitu indah, persis saat di negara asalnya pada malam pengantin.


Pelayan wanita tersebut pamit undur diri, Fero menutup pintu kamar, sedangkan Intan masih takjub dengan desain kamar yang begitu menarik perhatian nya.


"Apa kamar pengantin di sini juga sama dengan kita?" tanya Intan kepada sang suami.


Namun, belum sempat Fero menjawab, ponsel Intan membunyikan notifikasi, pertanda pesan masuk.


Intan mengambil ponselnya, lalu membuka pesan tersebut yang ternyata dari sahabat nya, Vera.


Vera✉️: "Bagaimana dengan kamarnya, apa kamu menyukainya? Aku harap kamu suka, bersenang-senang lah, ajak Kak Fero untuk membawa mu jalan-jalan!"


Ternyata semua itu adalah rencana Vera, usulan dari Vera kepada sang suami, Davvien pun melakukan apapun yang di katakan Vera.


Dengan kekuasaan nya dia bisa melakukan apapun, termasuk menyuruh orang untuk menghiasi


Intan tersenyum membaca pesan dari Vera, tapi belum juga sempat membalas, Vera sudah mengirimkan nya pesan lagi.


Vera✉️: "Dan jangan lupa minum jamu yang di berikan mas Davvien untuk kalian, minum sekarang juga tidak apa-apa!"


Fero juga melihat isi pesan dari wanita yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu.


"Kenapa dia juga mengajari Intan sampai se perinci itu, dia pikir aku tidak paham untuk membawa my wife ku jalan-jalan! dasar, suami sama istri satu nomor, sama-sama menyebalkan!" batin Fero yang merasa jika Vera tidak jauh beda dengan Davvien.


Intan ingin membalas pesan Vera ingin mengucapkan terima kasih, namun Fero langsung merebut gawai di tangan istrinya itu.

__ADS_1


"Mandilah, setelah itu kita istirahat, untuk malam ini aku akan memberimu waktu untuk tidur nyenyak, tapi persiapkan dirimu untuk 10 ronde untuk malam besok!" bisik Fero di telinga Intan, yang membuat wanita itu merinding.


Intan masih bergeming, dia masih terpaku dengan ucapan sang suami yang menurutnya adalah ancaman.


"Kenapa kamu masih di sini sayang, apa kamu ingin aku melakukan nya sekarang? aku bisa saja berubah pikiran!" lanjut Fero.


Intan tersadar, dia pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, Fero tertawa melihat ekspresi wajah Intan yang ketakutan.


Tiga puluh menit, keduanya sudah selesai mandi dan memakai baju tidur, Intan sungguh tidak nyaman dengan baju yang di pakainya saat ini, bagaimana tidak, semua baju tidur yang ada di sana semua nya hanya lingerie aja.


Intan menyesal karna mendengar kan ucapan Fero untuk tidak membawa pakaian, karna suaminya mengatakan jika semua pakaian mereka sudah di siapkan di sana.


"Sayang! lebih baik kita minum jamu ini dulu, aku juga tidak ingin kamu kenapa-napa!" ujar Fero sambil memegang dua botol jamu di tangan nya.


"Pahit nggak sih, aku nggak suka jika rasanya pahit!" Intan mendengus-dengus aroma dari jamu tersebut.


"Aku juga tidak tau, aku juga belum pernah minum sayang!" jawab Fero, saat ini keduanya duduk di sofa dalam kamar tersebut.


"Ya sudah, kamu duluan yang minum!" saran Intan, Fero mengangguk.


Sebenarnya dia juga ragu meminum jamu tersebut, karna mengingat pesan Davvien dan Vera, dia pun meneguk semua jamu yang ada dalam botol ukuran kecil.


"Tidak terlalu buruk!" jawab Fero yang membuat Intan mengelus dadanya.


Dia pun ikut meneguk dari botol yang ada di tangan nya.


"Heum, benar ya! ini tidak pahit!" gumam Intan yang tersenyum kepada Fero.


"Sebelum kita tidur, kita pesan kan makanan dulu!" celetuk Fero, Intan pun mengangguk, karna dia juga sudah sangat lapar.


...----------------...


Sementara di lain negara...


Pasutri yang selalu romantis saat ini masih berada di kantor.


"Apa mereka sudah meminumnya atau belum ya!" gumam Vera yang merasa penasaran.

__ADS_1


"Seharusnya sudah, karna di sana saat ini sudah malam!" jawab Davvien yang mengelus puncak kepala Vera.


"Jadi penasaran dengan apa yang mereka lakukan!"


"Kamu ingin tau heum?" tanya Davvien yang mulai nakal menjelajahi leher sang istri.


Tanpa aba-aba Davvien langsung membawa sang istri ke dalam kamar pribadi nya, Davvien ingin memberi tau apa yang akan di lakukan Intan dan Fero dengan langsung mempraktekkan nya.


...----------------...


Kembali kepada pengantin baru.


Keduanya saat ini sedang menyantap makanan yang sudah terhidang di dalam kamar mereka.


Namun, baru beberapa sendok memasukkan makanan ke dalam mulut, perasaan kedua nya menjadi aneh, hawa panas menjalar di seluruh tubuh Intan dan Fero.


Intan berkali-kali meminum air di hadapan nya, namun rasa dahaga belum juga terasa hilang.


Begitu pun dengan Fero, sudah beberapa kali memegang tengkuk belakang leher nya, ingin menetralkan yang ada dalam dirinya.


Intan dan Fero saling menatap, namun tatapan keduanya berubah menjadi kabut gairah.


"Sayang..!"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung


jangan lupa ya, like, komen dan Vote nya para Reader tersayang.


__ADS_2