
Tepat pukul tujuh malam Vera terbangun, dia langsung duduk karna sadar kalau sekarang dia sedang berada di rumah nya sendiri.
"Ya ampun, ini sudah malam aku tertidur lama sekali" dia bergegas bangun lalu masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan solat, Vera keluar dari kamar sudah ada pelayan yang memang berniat memanggil nya untuk makan malam.
"Eh nak Vera sudah keluar, ayo tuan sudah menunggu buat makan malam"
"Iya bi ayok"
"Apa kamu tidak pulang nak" tanya Tn.Diwan saat Vera sampai di meja makan.
"Tidak Dad, aku masih kangen sama Daddy dan juga keadaan di rumah"
"Tapi suami mu"
"Aku sudah bilang padanya Dad" dusta Vera.
Vera akan menenangkan hati nya sejenak di rumah sang Daddy, setelah insiden tadi pagi Vera juga merasa malas kalau harus berhadapan dengan Davvien, toh ada dengan nggak nya Vera di rumah tidak ada bedanya bagi Davvien, lelaki itu tidak membutuhkan nya pikir Vera.
...----------------...
Sementara Vera santai menikmati makanan bersama sang Daddy namun tidak dengan Davvien.
Jam tujuh lewat Davvien sudah berada di rumah, saat dia pulang terasa agak bingung karna tidak melihat Vera.
Saat masuk ke dalam kamar dia melihat kalau Vera juga belum menyiapkan air untuk nya mandi.
Setelah selesai mandi dan sudah lengkap dengan pakaian nya Davvien turun menuju meja makan
Lagi lagi Davvien tersentak melihat meja makan yang kosong, biasa nya saat dia pulang meja makan sudah penuh dengan berbagai jenis makanan meski jarang dia cicipi
Davvien menerka nerka apa Vera marah karna dia sempat mendengar saat Vera mengatakan dia robot yang tak punya hati karna tidak menghargai masakan nya
Tapi Davvien coba untuk tidak mengambil pusing, dia tidak boleh merasa menyesal atau sebagai nya, Davvien pun akhirnya memesan makanan.
Sekarang Davvien sudah di meja makan tengah menikmati makan malam nya seorang diri saat makanan yang dia pesan telah sampai.
Makan sendiri dalam keadaan hening sungguh tidak mengenakan, saat makan dia teringat pada Vera lagi karna sampai sekarang istrinya itu belum juga terlihat sama sekali, Davvien berfikir apa Vera sudah makan, tapi sesaat dia kembali mengontrol pikiran nya supaya tidak terlalu memikirkan gadis itu.
Selesai sudah makan malam, sekarang Davvien sedang duduk santai di sofa, dalam hatinya berharap akan melihat Vera jika dia keluar
Tapi setelah lama Davvien duduk Vera tetap tidak terlihat batang hidungnya, dia mulai gelisah
"Apa aku lihat saja dia, setelah tadi pagi aku takut dia bunuh diri" gumam Davvien sendiri
"Ya aku harus melihat nya, bukan berarti aku peduli padanya cuma aku hanya tidak ingin di salahkan bila terjadi sesuatu pada perempuan itu, ya aku hanya ingin melindungi diriku saja" lanjut nya lagi yang tidak rela bila dia dia anggap perduli pada Vera.
Tapi siapa yang menganggap nya kan di rumah hanya ada dia ntah lah hanya Davvien yang tau, author pun kurang paham dengan jalan pikiran nya Davvien😅😅
Davvien berdiri tepat didepan kamar Vera, keraguan muncul lagi di benak nya
"Ehsssst bagaimana ini, kalau nanti dia pikir aku mencemaskan nya bisa bisa gadis gila jadi besar kepala" Davvien yang mondar mandir di depan kamar Vera
"Tapi kalau benar terjadi apa apa... ahhhhhhh lebih baik aku pastikan, kalau terjadi apa apa nanti Mommy akan memecatku jadi anak nya"
Davvien pun membuka perlahan daun pintu kamar Vera, saat dilihat nya sedikit kedalam kamar itu, namun tidak terlihat yang di carinya, ahirnya Davvien membuka lebar pintu tersebut dan Davvien terkejut saat mendapati kamar Vera kosong, dia pun masuk melihat ke setiap sudut kamar itu namun tetap tidak menemukan apapun, Davvien melangkah pada kamar mandi menempel kan telinga nya di pintu kamar mandi, senyap tidak ada suara apa apa, dia pun mendorong pintu itu dan dia pun juga mendapati kamar mandi nya kosong
Davvien mulai berfikir, kemana gadis gila itu pergi.
Apa kah dia panik merasa atau apa yang jelas Davvien tidak tenang.
"Kemana gadis gila itu, tidak biasanya dia menghilang"
Davvien kembali ke dalam kamarnya berharap ada secarik kertas yang ditinggal kan Vera, tapi hasilnya nihil dia tidak menemukan apapun
"Gawat. kemana dia, apa dia pergi.. tapi kemana" Davvien terus berfikir dia sempat mencoba untuk tidak perduli tapi kali ini gagal dia benar benar belum bisa tenang kalau belum tau gadis gila nya dimana.
"Fero, aku harus menghubungi Fero" Dia pun mengambil ponsel langsung menghubungi Fero
Telepon pun tersambung
"Halo" Ucap orang di seberang
Davvien terdiam, dia tidak tau harus bagaimana mengatakan pada Fero
"Vien, ada apa?" Tanya seberang lagi saat tidak mendapati jawaban dari tuan nya
"Eh, itu eee" Davvien terbata bata
__ADS_1
"Apa eh ee apa, aku tidak mengerti dengan ucapan mu"
"Ituuuu gadis gila tidak ada di rumah"
"Apa?" ucap Fero sedikit berteriak karena kaget.
"Kenapa kau berteriak Fero aku tidak tuli" kesal Davvien.
"Eh maaf maaf, habis nya aku kaget dan merasa khawatir karna nggak biasa nya nona tidak ada dirumah " jelas Fero, tapi siapa sangka jawaban Fero tidak suka di dengar Davvien.
"Kenapa kamu khawatir kan dia bukan istri kamu" Davvien mengintimidasi.
"Ada apa dengan mu Vien, ya wajar aku khawatir kalau dia kenapa napa, dia kan sudah aku anggap adik aku sendiri"
"Terserah lah, aku bingung kemana perginya gadis gila itu"
"Apa kamu sudah menghubungi Mommy?" tanya Fero.
"Mana berani aku tanya sama Mommy, kalau dia tidak di sana bisa di keluarin aku dari kartu keluarga"
"Terus bagaimana"
" Mana aku tau"
"Memang ada masalah apa sehingga dia hilang seperti itu?"
"Tadi pagi dia marah pada ku, aku pun tak tau sebabnya ntah karna aku membiarkan dia tidur di sofa semalaman atau karna aku tidak memakan masakan yang dia siap kan" jelas Davvien tanpa dosa.
"Apa, kamu biarkan dia tidur di sofa semalaman, kamu benar benar Vien" Fero geram dengan kelakuan Davvien.
"Udah itu tidak penting yang penting saat ini temukan dia "
"Kenapa, kamu khawatir sama dia?" tanya Fero mulai menggoda Davvien.
"Jangan sembarangan kamu, aku hanya tidak ingin Mommy marah pada ku" alasan Davvien.
"Atau jangan-jangan dia ke rumah orang tuanya" ucap Fero.
"Bagaimana kamu tau"
"Biasanya tu kalau istri lagi marah pasti pulang ke rumah orang tua nya"
"Aissh aku dengar dengar sama orang"
"Terus apa yang akan kita lakukan?" tanya Davvien.
"Kamu kesana saja"
"Apa, tidak tidak nanti kalau dia tidak ada di sana akan susah mencari alasan"
"Hubungi orang rumah nya saja kalau begitu"
"Ya sudah telpon Ayah nya" perintah Davvien.
"Yang benar saja masak aku" tolak Fero.
"Terus siapa"
"Ya kamu lah, kan kamu menantu nya"
"Oehh gitu ya" ucap Davvien mengangguk kepalanya.
"Tapi kalau dia tidak ada di sana bagaimana?" tanya nya lagi.
"Udah sih coba aja dulu"
"Ya sudah" Davvien pun mematikan sambungan dengan Fero.
Davvien Tampak berfikir alasannya pada mertuanya nanti kalau Vera tidak ada di sana
Saat sudah mendapatkan ide, Davvien kembali menatap benda pipih yang masih di tangan nya, dia membuka kontak mencari nomor mertuanya
Sesaat Davvien terdiam "Aku kan tidak punya nomor telepon nya" memukul kening nya.
Dia pun kembali menelpon Fero
"Ada apa lagi" Fero sudah menebak nya.
"Aku tidak punya nomor telepon ayah nya wanita gila"
__ADS_1
"Itu yang mau aku tanyakan tadi tapi keburu kamu tutup" kesal Fero.
"Ya sudah, kamu cari nomor telepon nya"
"Dimana aku dapatkan"
"Aku tidak mau tau"
"Ini lah yang susah kalau dia tidak memakai ponsel, lagian kenapa kamu sangat pelit tidak membelikan ponsel untuk nya" ketus Fero.
"Mana ku tau akan jadi seperti ini"
"Haaaah ya sudah coba aku minta sama Daddy" Fero pun memutuskan sambungan dengan Davvien.
"Kurang ajar, dia berani mematikan nya duluan" Davvien pun duduk di sofa kamar nya bersandar dengan mengadahkan pandangan ke atas.
...----------------...
Sedangkan di rumah Tn.Diwan....
Terlihat sepasang ayah dan anak sedang menghabiskan waktu bersama, karna sudah lama tidak merasakan momen seperti ini, mereka berdua tidak ingin menyia-nyiakan nya, mereka melepaskan rindu satu sama lain.
Seakan akan mereka berpisah sangat lama, padahal baru seminggu lebih, tapi karna Vera memang tidak pernah jauh dari sisi sang Daddy membuat waktu seminggu terasa sebulan bagi mereka berdua
Sesekali mereka tertawa saat bercerita, sang Daddy menanyakan tentang keadaan rumah tangga putrinya selama ini, Vera hanya menjawab baik baik saja karna tidak ingin membuat Daddy nya merasa bersalah.
Tanpa Vera tau kalau lelaki mematikan nya sedang frustasi memikirkan kemana dia pergi.
...----------------...
Kembali pada Davvien...
Davvien masih menunggu ponsel nya berdering, dia terus menatap benda pipih itu.
Kenapa bukan Davvien sendiri yang meminta nomor telpon Tn.Diwan, karna kalau dia yang meminta akan banyak pertanyaan dari kedua orangtuanya.
Saat di pandang nya gawai itupun menyala dan berdering tertera nama Fero, bahkan baru sekali berdering Davvien sudah menjawab telpon dari Fero.
"Bagaimana, dapat tidak?" tanya Davvien.
"Iya aku kirim kan sekarang" jawab Fero di seberang.
"Kenapa kau malah menghubungi ku kenapa tidak langsung mengirim kan nomor nya"
"Iya iya aku kirim kan"
"Tapi bagaimana cara kamu meminta pada Daddy" tanya Davvien lagi.
"Aku bilang ada keperluan sama om Diwan"
Tanpa mengatakan apapun lagi setelah mendengar jawaban Fero Davvien langsung memutuskan sambungan nya.
Tiba tiba timbul keraguan lagi di hati Davvien, masak iya dia menelepon mertuanya dan menanyakan istrinya baik baik saja, kelihatan kalau dia sangat perduli pada hadis gila itu pikir Davvien.
Tapi tidak ada cara lain, biar dia tidak merasa hal aneh lagi di hatinya dia pun menghubungi nomor yang dikirim kan Fero.
...----------------...
Setelah bercerita panjang lebar, Daddy nya berpamitan mau istirahat duluan, sedang kan Vera memilih menonton TV karna dia sudah tidur sangat lama tadi sore.
Vera fokus memperhatikan sinetron yang di pilihnya, suara dering ponsel sang Daddy yang tertinggal di atas meja mengalih kan pandangan Vera, dia melihat nomor tidak di kenal Vera ragu menjawab nya, mau memberikan pada sang Daddy takut Daddy nya sudah tidur.
Vera tidak menjawab, dia meletakkan kembali gawai milik Tn.Diwan.
Sesaat ponsel kembali berdering, Vera pun akhirnya menjawab.
"Halo" ucap Vera lembut.
Deggggg
Davvien yang mendengar itu terdiam, suara nya seakan tersangkut di tenggorokan, apa yang akan dia katakan.
~Bersambung
Mohon maaf bila terlalu banyak kesalahan.
Jangan lupa like, komen dan juga Vote ya biar author lebih semangat.
babay😁😘
__ADS_1