
Karna terlalu berisik, akhirnya Vera mengambil ponsel yang baru dia letakkan tadi, dia menjawab telpon dari nomor tidak di kenal.
"Halo" sapa nya lembut.
Deggg.....
Sedangkan di seberang Davvien langsung diam mendengar suara yang barusan membuat nya tidak merasa tenang, tidak tau harus berbicara apa suara nya seakan tercekat di tenggorokan.
"Halo maaf ini dengan siapa, Daddy saya sudah istirahat bisa kah besok saja anda menghubungi nya" lanjut Vera lagi saat tidak mendapati jawaban.
Tanpa menjawab apapun Davvien langsung memutuskan sambungan nya secara sepihak.
"Dasar orang aneh" Vera meletakkan ponsel milik Daddy dan kembali menyimak sinetron yang menjadi tontonan nya sedari tadi.
...----------------...
"Hufff, bagus lah kalau memang wanita gila itu ada di sana, tapi kenapa dia pulang kesana apa dia beneran marah" Davvien yang sudah mendengar suara Vera punsudah merasa tenang.
"Sudah lah dari pada mikirin dia lebih baik aku tidur " langsung merebahkan tubuh nya di kasur empuk milik nya.
Beda hal nya dengan Vera, saat ini dia sedang berbaring di dalam kamar nya, saat tadi sudah merasa ngantuk Vera langsung pergi ke dalam kamar.
Vera menatap langit-langit kamar, dia memikirkan sesuatu.
"Apa dia sudah makan, aku kan tidak memasak buat nya makan malam "
"Ada apa dengan ku, biasa nya aku selalu masak banyak untuk nya, tapi bahkan dia jarang mencicipi masakan ku" Vera pun ahirnya memilih untuk tidur.
...----------------...
Sedangkan di sebuah apartemen,,,
Tania sudah membaringkan tubuh nya berencana untuk tidur, baru sebentar Tania memejamkan mata, tiba tiba suara pesan masuk di ponsel nya membuat Tania kembali membuka mata dan memeriksa pesan yang masuk.
Saat Tani melihat ponsel nya, dia mengerutkan dahinya, melihat nama pengirim pesan, Tania lagi lagi mengecek nama pengirim itu, tapi lagi lagi Tania merasa bingung, pasalnya dia tidak pernah menyimpan nomor kontak nya dengan nama "Calon suamiku".
Dengan ragu Tania membuka pesan tersebut .
✉️
Calon suamiku:" Selamat tidur calon istriku❤️"
Tania lagi lagi menyatukan kedua alisnya melihat isi pesan yang di terima nya, tapi kemudian dia meletakkan kembali ponselnya tanpa berniat membalas pesan tersebut.
Tania terus berfikir keras, seingat nya kemaren Aldi yang menyimpan nomor di ponsel milik Tania.
"Ini pasti cowok aneh itu" gumam Tania yang di yakin itu adalah Aldi, tanpa mau memikirkan orang aneh lagi Tania langsung terpejam menelusuri alam mimpi.
...----------------...
Di pagi hari saat sinar matahari menyeruak masuk ke dalam sebuah ruangan yang masih berpenghuni, cahaya tersebut menyentuh dengan perlahan mata yang masih terpejam, seakan mengisyarat untuk membangunkan sang pemilik mata supaya melanjutkan aktivitas seperti hari hari sebelumnya.
Dengan perlahan Davvien membuka mata nya, rasa aneh pun kembali hinggap di hati nya, biasanya selalu ada yang membangun kan nya, selama seminggu lebih tiap pagi di selalu mendengar ocehan tidak jelas dari gadis yang selalu di sebutnya gila.
Tapi pagi ini, terasa sunyi, sesaat pun dia tersadar.
"Ada apa dengan ku, kenapa sekarang aku seakan bergantung pada gadis gila itu"
Tidak mau memikirkan nya lagi dia pun mengalihkan pandangannya pada jam dinding di kamar, dia pun sangat terkejut ketika melihat jam sudah pukul 07:15
Davvien bangun, dan seperti biasa dia masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya, Davvien keluar, dan lagi dia mengambil pakaian nya sendiri biasa nya sudah ada di atas tempat tidur yang sudah rapi.
"Kenapa jadi begini, dulu apapun aku lakukan sendiri hanya karna dia melayaniku selama seminggu lebih aku jadi manja seperti ini" gumam nya sendiri sambil mengenakan pakaian.
"Tapi apa dia tidak akan pulang lagi kesini, ahh nanti saja kalau gadis itu tidak pulang baru aku menyuruh Fero menjemput nya, bukan karna aku ingin melihat nya cuma aku membutuhkan nya untuk melayani ku, ya hanya karna itu" lanjut nya lagi memantapkan pendirian nya.
Davvien keluar dengan setelah jas sudah melekat pas di tubuh atletis nya, sudah ada Fero di bawah yang menunggu nya.
__ADS_1
"Bagaimana apa nona ada di rumah Tn.Diwan?" tanya Fero.
"Heummm" melangkah melewati Fero, lalu masuk ke dalam mobil.
Fero pun ikut masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobil nya membelah jalan raya.
...----------------...
Di kampus.....
Vera sudah berada di dalam kelas, sedang mendengarkan dosen yang tengah menjelaskan pada murid muridnya mengenai mata pelajaran mereka.
Dari rumah Tn. Diwan Vera langsung menuju kampus tanpa berniat mampir ke rumah suaminya, nanti pulang kuliah dia akan pulang ke sana fikir Vera.
Skip..
Jam masuk pun selesai, mereka langsung keluar.
"Eh Tania sama Rani mana ya" tanya Vera.
.
"Mereka sudah nunggu di kantin, ayok" jawab Intan.
Mereka berjalan ke arah kantin, saat sudah sampai mereka langsung duduk di samping Tania dan Rani.
"Seperti biasa kan" ucap Intan.
Mereka hanya mengangguk, Intan pun langsung memesan makanan.
Tidak terlalu banyak pembahasan yang menemani mereka, karna Rani sibuk dengan ponsel nya, Intan dan Vera melihat pada Rani yang senyum senyum sendiri sambil terus menatap layar ponsel nya.
Lain dengan tania, dia malah terlihat sebal saat melihat pesan yang terus masuk pada benda persegi empat milik nya itu.
Intan dan Vera terus memperhatikan kedua sahabat nya yang terlihat aneh, mereka berdua saling tatap sambil terus mengisyarah mengunakan alis nya, bertanya satu sama lain tentang kedua sahabat mereka.
"Na, Nia kalian kenapa sih yang satu senyam senyum dan yang satu malah cemberut" Tanya Vera.
✉️
Calon suamiku: "**Selamat tidur calon istriku ❤️".
✉️
Calon suamiku: "Selamat pagi calon istriku, jangan lupa sarapan ya😁❤️.
.
✉️
Calon suamiku: "Siang calon istriku, jangan lupakan makan siang mu❤️".
✉️
Calon suamiku: " Nanti waktu pulang hati hati ya❤️**"
"Siapa ini Nia, sejak kapan loe punya calon suami, kenapa tidak ngenalin sama kita" tanya Vera.
"Iya, kok kita nggak tau apa apa"
Rani yang mendengar nya pun melihat sebentar lalu kembali fokus pada gawai miliknya.
"Itu tuh bukan gw yang ngasih nama kontak begituan".
"Terus siapa" tanya Intan
"Ya cowok itu sendiri" jawab Tania .
"Emang loe kenal?" tanya Vera lagi.
__ADS_1
"Hufffff dia itu teman suami loe Ra, loe ingat kan sama dua orang yang duduk sama gw dan Rani di acara pernikahan loe, dan kemaren gw ketemu lagi sama dia, terus dia ngambil handphone gw di masukin deh kontak nya, dan dia jiga tu yang nulis nama nya sendiri" jelas Tania dengan muka tambah cemberut.
"Emang dia udah nembak elo" tanya Vera.
"Ketemu aja baru dua kali, ya nggak mungkin lah" jawab Tania ketus.
"Lahhh kok bisa orang seberani itu ya" ujar Intan
"Mungkin dia beneran suka kali sama loe" jawab Vera
"Dan loe Ran, kenapa loe senyam-senyum sendiri lihat tu hp"
"Gw, gw ah nggak kok yok makan" Rani langsung mengelak saat pesanan mereka sampai.
"Apa loe menyembunyikan sesuatu dari kita Ran" selidik Intan.
"Ya nggak lah, apaan sih udah gw mau makan udah lapar bangat nih" elak Rani lagin.
"Eh Ra, loe tadi kesini naik apaan?" tanya Intan setelah menghabiskan makanan mereka menuju parkiran.
"Gw tadi di antar supir gw, tuh mereka" .
.
"Tumben di anterin supir lo lagi".
"Iya gw semalam nginap di rumah Daddy".
"Oee ya sudah, gw duluan ya"
"oke"
"Eh Ra kita juga balik ya, hati hati loe"
"Iya iya
Mereka pun berpisah, Vera langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di tunggu oleh supir pribadi nya.
Tak berapa lama Vera sampai, dia langsung menyuruh supirnya untuk pulang, Vera hanya tidak ingin Daddy nya tau tentang kehidupan rumah tangga nya, kalau membiarkan supir nya tetap di sana pasti dia akan melaporkan pada Tn. Diwan, dan Vera tidak ingin itu terjadi, meskipun itu pilihan sang Daddy, tapi Vera juga tidak ingin membuat Daddy nya merasa bersalah atau sedih.
...----------------...
Sedangkan di tempat lain...
Intan membawa mobil nya dengan santai, dia berhenti saat lampu merah sudah menyala.
Intan menurunkan sedikit kaca mobilnya, tanpa di sadar di sebelah mobil nya ada seseorang yang terus melihat ke arah nya, orang itu terus memperhatikan untuk memastikan kalau itu beneran Intan.
Lampu hijau pun menyala, Intan langsung tancap gas lagi meski dia tetap berjalan santai.
"Itu beneran Itan. aku harus mengejarnya" dia pun mengikuti mobil Intan.
Saat di lihat ada kesempatan, orang itu langsung menghadang mobil Intan dengan menghentikan mobilnya tepat di depan mobil Intan.
Dengan cepat Intan langsung menginjakkan rem untuk menghentikan mobilnya, untung saja mobil nya tidak terlalu kencang, jadi masih bisa terkontrol.
"Siapa sih, mau cari mati apa?" umpat Intan, dia pun men klakson mobil didepan.
Tint.....tint....
Tiba tiba orang yang di dalam mobil tersebut keluar lalu berjalan ke arah nya.
Dia mengetuk kaca mobil Intan, saat Intan membuka kaca mobil nya, dia sedikit terkejut.
"Elo"
Like
komen
__ADS_1
voet
~Bersambung