Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Bulan madu di dalam hutan.


__ADS_3

...Kejahatan bukan berarti harus di balas dengan kejahatan, jika kita balas dengan kejahatan maka tidak akan ada lagi orang baik di dunia ini....


...Memaafkan dan memberi kesempatan untuk seseorang yang telah berbuat jahat untuk kita, bukan kah Allah selalu memaafkan setiap hamba nya yang ingin bertaubat, kenapa kita sesama hamba tidak bisa memaafkan seseorang....


...Seseorang bisa sadar bukan karna rasa sakit fisik yang kita berikan, tapi rasa tamparan dalam hati karna kita memaafkan nya, itulah yang akan menyadari nya, jika dirinya telah salah, akhirnya mau mengakui kesalahannya dan bertaubat....


...🌷HAPPY READING🌷...


...----------------...


Suasana di ruangan tempat penyekapan Elsa terasa mencengkeram, tentunya bagi Elsa, karna ini lah akhir dari penantian nya.


Setelah sekian lama merasakan siksaan tanpa henti, akhirnya hari ini akan jadi hari penutupan bagi Elsa, dia pasrah jika Vera akan membunuhnya karna dia sudah tidak sanggup merasakan siksaan yang sangat kuat biasa di alaminya selama ini.


Vera duduk di atas pangkuan Davvien, meski sempat menolak namun Davvien yang keras kepala tidak akan ingin mendapat penolakan dari sang istri.


Vera masih menatap seseorang yang sudah sangat berbeda, pertama bertemu Elsa adalah seorang wanita cantik, modis, bertubuh sek-si, kulit mulus, tapi sekarang badan nya kurus, kulit kusam, Vera menurunkan pandangan nya pada tangan Elsa, dia melihat jika jemarinya sudah bengkak, kukunya sudah terlepas.


Tentu Vera merasa kasian melihat nya, bagaimana pun Vera bukan wanita yang berhati iblis.


"Sayang, kamu mau apakah dia?" Tanya Davvien.


"Ntah lah, aku juga bingung... melihat keadaan nya aku menjadi ngeri, pasti sangat sakit tangan nya itu" Vera bergidik melihat tangan Elsa.


"Aku serahkan semuanya sama kamu sayang"


Vera bangun dari pangkuan sang suami, dia pun berjalan mendekati Elsa.


"Apa kabar Nona Elsa, apa kamu menikmati hukuman mu... apa kakak-kakak di sini terlalu kejam memperlakukan mu?" tanya Vera yang berjongkok di hadapan Elsa.


Dengan tangan gemetaran Elsa mengangkat tangan nya mengatupkan di depan dadanya.


"Ma-maafkan aku Vera" ucap Elsa dengan suara parau, dia masih mengharap kan maaf dari Vera.


"Maaf... bahkan aku sudah memaafkan mu dulu, tapi kamu menyia-nyiakan maaf itu, andai aku tidak melarang suami ku, sudah dari dulu kamu habis di tangan anak buahnya" Ucap Vera dengan sedikit meninggikan nada.


Vera merasa marah, karna bagaimanapun wanita di hadapan nya sudah ingin melenyapkan dirinya, terlebih yang membuat Vera merasa sakit karna gara-gara Elsa dia hampir kehilangan bayi nya.


"Ka-kasihani aku Vera" mohon Elsa lagi dengan begitu lirih.


"Apa kamu mengasihani ku waktu itu, apa kamu pernah berfikir jika kamu mencelakakan dua nyawa sekaligus, bukan dua tapi tiga... gara-gara ke egoisan kamu, aku hampir kehilangan dua bayiku, apa kamu punya rasa kasian saat menyuruh orang untuk mencelakakan diriku, apa sebegitu licik nya cara mu untuk mendapatkan apa yang kamu mau hah?" Bentak Vera.


"Kamu pikir dengan menyingkirkan ku kamu bisa menempati hati suamiku lagi hah... bahkan dia telah melupakan mu jauh sebelum aku mengenal dirinya, itu bukan kah sudah aku katakan dari dulu" Vera terus mengeluarkan unek-unek nya.


Davvien hanya diam menatap sang istri, dia hanya berjaga-jaga jika Elsa tidak berbuat hal yang konyol.


"Tapi kamu malah lebih memilih obsesi mu... dan ini, lihat lah hasil kerjamu selama ini... andai kamu tidak menuruti obsesi mu untuk mendapatkan suami ku kembali mungkin kamu sekarang masih menjadi wanita yang sempurna" Lanjut Vera.


Elsa hanya menangis, apa yang di katakan Vera memang benar adanya, karna keinginan yang terlalu tinggi hingga membuat nya menghalalkan segala cara.


"Jika seperti itu, bun*h saja aku" Pinta Elsa dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Membunuh mu..." Vera tampak menarik senyumnya sinis nya, dia pun bangkit dan mengambil sebuah pistol di atas meja.


Vera mengelus pistol tersebut dengan jari-jari lembut nya, lalu dengan sigap mengarahkan pistol tersebut kepada Elsa.


Melihat itu Elsa semakin panik, meski dirinya ingin mati tapi saat melihat pistol di todong kan ke hadapannya tetap membuat nya bergetar.


Davvien bangun saat melihat sang istri menarik pelatuk pistol nya.


Irfan dan para anak buah yang menyaksikan nya pun terlihat panik, karna mereka tidak tau jika Vera pandai dalam memainkan senjata.


Vera menatap tajam ke arah Elsa, sedangkan yang di tatap hanya bisa memejamkan matanya, dia tinggal menunggu detik maka nyawanya akan melayang.


Dor..!!!


Peluru keluar dari pistol di tangan Vera, Davvien mendekati Vera, mencium puncak kepala sang istri.


Cup...


"Kamu memang istri ku yang paling baik sayang"


Elsa yang sedang memejamkan matanya menanti maut menjemput nya, merasa heran karna tidak merasakan sakit di tubuh nya.


Dengan perlahan dia membuka matanya, dia pun melihat seluruh badan nya masih utuh, dan tidak merasakan sakit.


Dia pun mengalihkan kepalanya pada rantai di kakinya yang sudah terputus, para anak buah Irfan juga merasa terkejut dan takjub, tembakan Vera tepat mengenai rantai yang mengikat kaki Elsa.


Vera menjatuhkan senjatanya, lalu berjalan mendekati Elsa yang menatap tak percaya pada Vera.


"Aku bukan seperti mu, yang tidak menghargai nyawa orang lain, sebagai sesama wanita aku masih punya ini" Vera menunjuk tepat di hati Elsa.


"Jadi Nona Elsa, kali ini aku melepaskan mu tapi jika nanti kau berusaha bermain-main dengan ku lagi, kau tau sendiri kekejaman suami ku, dia tidak akan melepaskan orang yang telah berani mencelakai istri dan anak nya" Vera kembali berjalan duduk di pangkuan sang suami.


"Te-terimakasih Vera"


"Carilah kehidupan mu sendiri, jangan pernah bertindak di luar batas, apa lagi mencelakai orang hanya karna sebuah ambisi" Ucap Vera dengan begitu tegas.


"Baik"


Vera bersandar di dada bidang Davvien.


"Irfan, bawa wanita itu ke rumah sakit luar negri, jaga dia di sana hingga dia sembuh, dan pulang kan dia setelah itu ke rumah orang tua nya, tapi sebelum itu, suruh dia bicara pada Ayah nya, supaya Ayahnya tidak khawatir... dan kau" Ucap Davvien menunjuk pada Elsa.


"Ingat, jika kamu berani macam-macam lagi dengan kami, maka ini lah penjara mu"


Elsa hanya mengangguk, para anak buah Irfan pun langsung mengangkat tubuh lemah Elsa.


Sepeninggal nya Elsa, Davvien mengangkat tubuh Vera ke dalam kamar pribadi nya.


"Sayang, ini kamar mu?"


"Iya sayang..."

__ADS_1


"Apa kita bisa kembali besok saja, aku ingin menginap di sini malam ini, udaranya sangat sejuk, aku menyukainya" Pinta Vera pada Davvien.


"Bukan nya kamu tadi sangat ketakutan heum..." Tanya Davvien sambil mengelus kepala Vera.


"Hehe, aku kira kamu mau membawa ku kemana" Vera cengengesan pada Davvien.


"Boleh ya"


"Baiklah sayang, itung-itung bulan madu" Davvien tersenyum pada Vera.


"Unik, bulan madu dalam hutan" imbun Vera.


Davvien merebahkan tubuhnya di samping Vera, membawa Vera kedalam pelukannya.


"Sayang, kapan kamu wisuda?"


"Ntah lah, mungkin sebentar lagi"


"Aku sudah menyiapkan kejutan untuk mu setelah kamu selesai wisuda"


Mendengar itu Vera langsung membalikkan badannya dan naik di atas dada Davvien.


"Kejutan apa?"


"Ya nanti lah, jika aku katakan sekarang bukan kejutan lagi dong" Davvien yang gemes pun menarik hidung Vera.


"Aku penasaran nih"


"Tunggu saja jika saat nya telah tiba"


Vera langsung duduk di atas Davvien, dia pun langsung menggelitik Davvien.


"Bilang nggak, bilang" Vera terus menggelitik tubuh Davvien dengan jemarinya.


"Ha ha ha ha ha" Davvien tertawa begitu besar, sampai-sampai anak buah yang lalu lalang di sana saling pandang saat mendengar suara tertawa dari kamar mantan bos dan nona mereka.


Davvien lupa jika kamar di sana tidak di pasangkan kedap suara.


"Sayang, sudah cukup aku sudah tidak tahan lagi..." mohon Davvien, namun Vera tidak menggubrisnya, sampai akhirnya Davvien membalikkan tubuh mereka, menjadi dirinya yang berada di atas.


Davvien langsung membalas menyerang Vera, tapi balasan nya berbeda, Davvien membalas dengan ciuman dan stempel di tubuh sang istri.


Berakhir lah mereka pada acara inti, yaitu bulan madu di dalam hutan.


.


.


.


.

__ADS_1


.~Bersambung.


Jangan lupa ya semuanya like, komen, dan juga vote, tambah kopi bunga juga boleh🤭🤭.


__ADS_2