
Malam penyatuan yang menghangat kan bukan di rasakan oleh Davvien dan Vera saja.
Di bar,,,,,,,
Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, tapi Riko masih setia dengan minuman nya, tanpa henti, dia menikmati rasa sakit bersama dengan minuman nya.
"Pak, ini sudah malam, bapak pulanglah tempat ini akan segera tutup"
"Heh..... kenapa kalian mengganggu kesenangan ku, aku akan membayar nya"
"Tuan anda sudah sangat banyak minum, lebih baik anda pulang atau anda pesan kamar di sini saja"
"Diam, jangan banyak bicara"
Setelah berujar demikian Riko langsung ambruk di atas meja, pemilik bar bingung harus di apakan orang di hadapan nya, jika memasukan ke dalam kamar di sana takut dia tidak mau.
Dia pun mencari sesuatu, pemilik bar menemukan nya. yap dia mencari benda pipih milik Riko, setelah mendapatkan nya dengan sedikit lancang dia membuka handphone Riko yang tidak terkunci.
Dia pun mencari kontak yang terakhir di hubungi, pemilik bar itu langsung menghubungi Lisa karna nama itu yang terkahir Riko telpon mungkin dia meminta berkas atau sesuatu lain nya pada Lisa, pemilik bar itu mengira jika Lisa itu istri Riko ataupun pacarnya.
Sedangkan Lisa sudah terlelap dalam tidurnya tiba tiba terbangun saat mendengar suara dering ponsel nya.
Dia pun meraba raba ponsel tanpa membuka mata, dengan mengintip sedikit dia memencet tombol hijau untuk menjawab.
"Ya halo"
Dengan suara serak Lisa berbicara pada penelpon, matanya juga terpejam.
"Apa anda ini kenal dengan pemilik ponsel ini?"
Tanya pemilik bar, sedangkan Lisa yang mendengar pun langsung melihat nama si penelpon, seketika matanya langsung terbuka lebar melihat nama orang yang menelpon nya.
"Pak Riko, maaf saya tidak menyahuti anda, saya ketiduran ada apa bapak menelpon saya"
"Maaf mbak, tuan ini sekarang sudah tertidur di bar saya, bisa tolong anda jemput, atau saya masukkan ke dalam kamar disini?"
"Maksud nya apa"
Lisa kembali mengecek nama penelpon, dia bingung namun pemilik bar kembali menjelaskan dia akhirnya pun mengerti.
"Tunggu saya pak, sebenar lagi saya akan sampai di sana"
__ADS_1
Lisa langsung panik, dia bangun bersiap siap untuk pergi takut terjadi apa apa pada bosa nya itu.
Setelah mendapat kan lokasi dalam waktu 30 menit Lisa sampai di bar tersebut, dia masuk langsung mencari sosok orang yang telah merebut hatinya.
Setelah matanya menelisik setiap sudut ruangan dia pun melihat seseorang yang berdiri di samping orang yang tidur di sofa dengan kepala di atas meja.
Buru buru Lisa melangkah ke arah yang di yakini adalah bosnya.
"Tuan, kenapa dengan bos saya ini"
"Oh tidak mbak, dia hanya terlalu banyak minum"
"Apa di tidur kan di sini saja mbak?"
Lanjut pemilik bar menawarkan untuk pada Lisa kalau Riko tidur di sana saja.
"Nggak usah pak, bos saya tidak akan suka dia pasti akan marah saat tau dia dimana"
Lisa seakan tau banyak tentang Riko, dia pun meminta pada penjaga di sana untuk membawa bos yang di sukai nya ke dalam mobil.
Sedangkan Riko, dia terus meracau tidak jelas.
"Vera kau kah itu sayang, akhirnya kamu kembali, jangan tinggalkan aku lagi"
Lisa sebenarnya wanita yang baik, tapi saat itu dia lebih terobsesi pada cinta nya kepada Riko, tapi setelah melihat Riko hanya menganggap nya sebatas asisten nya saja, apa lagi Riko sering cerita pada nya mengenai Vera yang sudah menikah, terlihat jelas kalau perasaan Riko hanya untuk Vera, dia pun mencoba membuang rasa cinta nya kepada bos nya itu, tapi nyatanya sampai saat ini di masih sangat mencintai Riko.
...----------------...
Sedangkan pasutri yang sedang menikmati surga dunia, mereka terus beraktivitas tanpa henti, setiap kali mereka ingin berhenti tetapi gairah itu kembali hadir, sebenarnya mereka sudah sangat lelah, Davvien sudah merasa kasihan pada Vera, tapi dia tidak bisa mengontrol gairah nya sendiri saat bangkit, di tambah Vera juga menginginkan nya.
Sudah puluhan ronde mereka melakukan nya, mereka tida tau kenapa bisa selalu menginginkan nya.
Bibir Vera sudah bengkak, tanda di leher dan dadanya sudah penuh, tidak ada tempat lagi untuk membuat stempel yang baru.
Leher Davvien juga memiliki stempel, ntah keberanian dari mana, Vera juga ikut membuat stempel di leher suaminya.
...----------------...
Mobil sampai di Apartemen Lisa, dia tidak tau harus membawa Riko kemana karna keadaan malam yang sudah sangat larut.
Dengan susah payah Lisa memapah Riko, karna sudah terlalu malam Lisa tidak bisa meminta bantuan kepada siapapun, untungnya Riko bisa berjalan dan mengikuti langkah Lisa, meski keadaan sempoyong.
__ADS_1
Di dalam lift Riko kembali memberi ciuman pada Lisa dengan menyebut nama Vera.
Lisa merasa risih, pintu lift pun terbuka dia terus memapah Riko hingga ke dalam Apartemen nya, Lisa meletakkan Riko ke dalam kamarnya, karna Apartemen nya hanya ada satu kamar, maka dia akan tidur di sofa pikir Lisa.
"Vera kau masih mencintai ku kan sayang, kau akan menikah dengan ku kan?"
Lisa tidak perduli, dia sedang membuka sepatu Riko, setelah itupun dia ingin menyelimuti Riko.
"Sayang kenapa kau hanya diam, apa kau marah karna aku mabuk, baik lah maaf kan aku, mulai sekarang aku tidak akan mabuk lagi, bicaralah pada ku" Riko langsung menarik tangan Lisa hingga terjatuh di atas dada Riko, dia mencoba bangkit tapi Riko menahan nya, di tatap lah wajah Riko, terlihat jelas Riko sedang menginginkan dirinya, mungkin pengaruh dari alkohol yang terlalu banyak dia minum.
"Tuan, maaf jangan seperti ini saya bukan nona Vera, tapi saya ini asisten bos Lisa"
"Kamu masih marah karna Lisa mengangkat telpon kamu dulu heum, jangan marah lagi aku sudah memarahi Lisa, jika kau mau aku akan memecat Lisa"
Degggggggggg
Bak tersambar petir, hati Lisa tergores mendengar perkataan Riko, hatinya benar benar sakit, tapi mau di bilang apa, semuanya memang karna kesalahan nya, dia ingat perkataan Riko akan memecat dirinya waktu tau kalau dirinya yang sengaja mengatakan yang tidak tidak pada Vera.
Lisa hendak bangkit lagi, tapi Riko langsung membalikkan badan Lisa dan menindih nya, sehingga sekarang Lisa berada dalam kungkungan Riko.
Riko memandang dengan penuh gairah pada Lisa yang di matanya itu Vera, dia mulai mencium seluruh wajah Lisa, ciuman nya begitu lembut, Lisa mecoba melawan tapi Riko telah mengunci pergerakan nya.
"Tuan tolong jangan seperti ini, saya mohon saya bukan nona Vera, hiks....hiks.."
Lisa sudah menangis memohon pada Riko untuk melepaskan nya, karna dia tidak ingin jika Riko menyentuh nya dalam keadaan mabuk, apalagi Lisa juga orang yang mempertahan kan mahkota nya.
Tapi itu tentu tidak di hiraukan oleh Riko, dia yang sedang dalam pengaruh alkohol begitu rakus mencium bibir Lisa
Lisa terus melawan dengan sisa kekuatan nya, tapi Riko malah mengangkat tangan Lisa ke atas kepala, sehingga dengan lebih mudah menjalan kan aksi nya di leher Lisa.
Kaki Lisa menendang nendang, dia benar benar takut saat Riko sudah melepas kan pakaian nya.
Dalam sekejap mereka sdah sama sama polos, Lisa menangis dia masih memohon berharap Riko melepaskan nya, sedangkan Riko mendengar permohonan Lisa bagaikan mendengar suara des**an Lisa.
Tanpa berfikir panjang Riko melakukan nya dengan begitu kasar tanpa sabar, terlebih hati Lisa yang juga merasakan sakit karna kesucian nya harus berakhir dengan cara seperti ini, memang dia cinta tapi bukan berarti dia menyerah kan segala nya pada orang yang tidak mencintai nya.
Riko melakukan nya beberapa ronde, hingga dia ambruk di tubuh Lisa, Riko mencium kening Lisa yang sudah penuh dengan keringat, karna merasa lelah merekapun tertidur.
...----------------...
Jam telah menunjukkan pukul 04:00 subuh, suasana kamar yang berantakan, lilin juga sudah mati, Davvien tumbang di atas tubuh Vera, sedangkan Vera sudah sedari tadi tertidur, karna merasakan lelah.
__ADS_1
Davvien mencium puncak kepala Vera, dia pun merebahkan dirinya di samping Vera lalu menarik istrinya kedalam pelukan nya.
~Bersambung.