
Fero yang merasa kesal karna terus di ganggu dengan dering ponsel pun melangkah dengan cepat dan mengambil ponsel tersebut.
Fero tambah merasa kesal karna saat melihat nama yang tertera di layar ponsel itu adalah orang yang sama.
Bukan nya menjawab, Fero malah mematikan panggilan telepon nya dan menonaktifkan ponsel nya.
Fero meraup wajah nya kasar dengan kedua tangan nya, merasa frustasi dengan bos sinting nya itu.
Dia pun mendudukkan bokongnya di tepi ranjang, hilang sudah gairah nya yang sudah memuncak, Intan yang sudah berbaring, melihat sang suami duduk dengan keadaan frustasi pun bangkit, dia membenarkan handuk yang sudah sedikit terbuka.
Intan mengusap lengan Fero lalu meletakkan pipinya di punggung Fero, membuat sang suami yang sedang menahan kesal kembali tenang.
"Apa kau ingin menggoda ku sayang?" tanya Fero yang sudah membalikkan badannya.
Intan sontak melepaskan tangan nya mendengar ucapan sang suami, rencana nya ingin menenangkan Fero malah dia yang di goda oleh Fero.
"Apa, aku cuman ingin menenangkan mu!" jawab Intan dengan pipi yang sudah bersumbu merah.
Persetan dengan bos sinting nya itu, tanpa ragu Fero langsung mencoba memanasi mesin nya kembali, mulai dari mencium seluruh wajah Intan, turun, turun hingga ke intinya.
Kini mereka sudah berhasil merangkai kasih dan menyatukan raga mereka, memadu kasih di malam yang panjang dan juga panas.
Sedangkan Davvien merasa sangat kesal karna Fero tidak menjawab panggilan dari nya, saat di hubungi kembali, asisten nya malah menonaktifkan ponsel nya.
"Sial... kutu kupret berani mematikan ponselnya!" ucap Davvien begitu marah.
__ADS_1
"Apa dia sudah mengerti dengan apa yang harus dia lakukan, tapi dia malah tidak menghiraukan panggilan dari ku!" lanjut Davvien menggerutu.
Vera menggeleng kepala, lalu mendekati Davvien.
"Sayang... apa kamu tidak merindukan anak-anak mu?" bisik Vera di telinga suami, tidak lupa menjilat sedikit telinga Davvien membuat sang suami panas dingin.
Setelah mendapat koneksi dari Vera, Davvien melupakan rencananya mengajari Fero.
Dia langsung mengangkat Vera ala bridal style membawa sang istri ke tempat tidur, Vera tersenyum menang, dia sudah tau singa nya itu akan luluh dengan cara seperti itu.
"Sudah aku duga!" batin Vera tersenyum dalam hati.
Kedua insan ini pun tidak mau kalah dari pasangan pengantin, mereka memang tidak pernah libur, hanya jika Vera kelelahan Davvien tidak akan menuntut hak pada Vera.
Pagi tiba, matahari sudah terbit menyilaukan wajah kedua insan yang masih setia memejamkan mata.
Saat membuka matanya, yang pertama dia lihat adalah wajah tampan sang suami.
Dia yang ternyata Intan pun tersenyum lalu memegang rahang Fero yang begitu keras.
Intan marasa malu karna membayangkan apa yang telah mereka lalui malam yang panjang, hanya dinding dan alat dalam kamar yang menjadi saksi atas pergulatan mereka tadi malam.
"Aku merasa ini seperti mimpi, mendapatimu sebagai imam ku, sungguh aku sama bahagia!" gumam Intan kecil yang tidak ingin membuat Fero terbangun.
"Dulu aku kira, aku hanya bisa membayang kan mu, tanpa bisa memiliki mu, tapi... kini kamu adalah suami ku, pangeran ku, aku sangat mencintaimu!" lanjut Intan terus bergumam.
__ADS_1
"Aku tau kamu sangat mencintai ku... dan kamu pasti sangat beruntung mendapatkan suami setampan dan sebaik aku!" ucap Fero dengan mata terpejam nya, membuat Intan langsung menarik tangan nya dari wajah Fero.
Fero membuka matanya, dia melihat jika sang istri sedang bersumbu malu, Fero pun mendekap Intan lebih erat ke dalam pelukan nya.
"Aku juga sangat mencintai mu, dan sebisa ku akan selalu membuat mu bahagia!" ujar Fero.
Intan merasa senang menjawabnya yang di berikan Fero, dia pun membenamkan wajahnya di dalam dada polos sang suami.
Tapi saat Intan menggeser badannya, kedua gundukan yang masih belum menggunakan apapun tanpa sengaja tergesek di dada bidang sang suami, hingga membuat Fero kembali tegang karena mendapat gesekan dari gunung kembar milik Intan.
Karna sudah tidak tahan, tanpa aba-aba Fero langsung membalikkan tubuh mereka dan dia pun kembali mengungkung Intan lalu mengulangi kisah semalam yang di rasanya belum cukup.
Intan ingin protes pun tidak sempat, karna Fero langsung mengulum bibir nya tanpa memberi jeda untuk Intan berbicara.
Akhirnya dia pun pasrah, saat sang suami kembali menyatukan cinta mereka yang terasa begitu manis.
.
.
.
. Bersambung
Maaf ya para Reader, malam ini cuman sanggup up satu bab, insya Allah besok dobel up.
__ADS_1
jangan lupa Like, komen dan juha vocher vote nya.