
Siang itu di kediaman keluarga WILMAR terlihat empat orang itu sedang makan siang bersama.
Setelah Vera selesai memasak, sesuai yang telah di ucapkan nya, hari ini semua orang akan makan masakan yang di buat oleh dirinya, tanpa bantuan nyonya Andin dan pelayan.
Tampak nyonya Andin dan kakek Farhan sangat menikmati masakan yang di masak oleh menantu mereka.
"Bagaimana vien, masakan Vera enak kan?" tanya nyonya Andin pada Davvien
Davvien hanya diam, tapi dia mengakui dalam hati kecilnya bahwa masakan gadis yang sering dia sebut gila memang pas di lidah nya, tapi itulah Davvien dia tidak akan memuji masakan Vera.
"Rasanya sangat asing di lidah ku, sangat tidak enak" ucap Davvien lalu bangkit dan meninggalkan meja makan.
Vera yang mendengar itu merasa kesal. "Dia bilang tidak enak, tapi dia tadi memakan banyak sekali, dasar lelaki aneh" gerutu Vera dalam hati.
"Nak kamu jangan dengerin omongan nya Davvien, dia memang begitu meski pun dia menyukainya tapi dia tidak akan mengakui nya" nyonya Andin memberi penjelasan pada menantunya agar tidak marasa sedih.
"Iya nak, kakek hafal betul bagaimana Davvien, dia cuma tidak suka memuji orang lain!" kakek Farhan ikut bantu untuk menghibur Vera.
"Hehe Mommy, Kakek, Vera tidak apa apa kok! ayo di lanjutin makan nya lagi, Kakek apa mau nambah?" tanya Vera antusias dia menyembunyikan rasa sedih nya di depan mertua dan kakek Farhan.
Meskipun Vera menyembunyikan rasa sedih nya, tapi kakek Farhan dan nyonya Andin bisa melihat kalau Vera merasa sedih dengan perkataan Davvien.
"Sayang, setelah ini kamu mau tidak temenin mommy keluar sebentar?" tanya nyonya Andin mencari cara menghibur menantunya itu
"Kemana mommy?"
"Udah kamu ikut saja ya"
"Heummm baik lah"
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka.
Setelah selesai, Vera sedang membersihkan meja makan.
"Sayang kamu siap siap ya, kita akan berangkat sebentar lagi" ucap Ny.Andin menghampiri Vera.
"Iya Mommy, Vera ke kamar dulu! "jawab Vera, lalu diapun melangkah pergi ke kamarnya.
Saat sampai di dalam kamar, dia melihat Davvien sedang berdiri di balkon kamarnya. Vera tidak berniat menyapa Davvien karna takut kalau suami garang nya itu akan memarahi dirinya lagi.
Vera mengambil baju lalu berjalan menuju kamar mandi, wanita berumur 21 tahun ini merasa dia harus mandi, karna sedari tadi dia berkutat di dapur.
Davvien yang menyadari kehadiran Vera sama sekali tidak melihat ke arah istrinya itu, dia masih tetap menatap ke depan.
Tidak lama, Vera selesai dengan acara mandi nya, karna sudah siang, dia pun mengambil mukena nya untuk menunaikan solat zuhur.
Setelah memakai mukena nya, langsung saja wanita cantik ini menunaikan kewajiban nya sebagai seorang muslim, dengan lembutnya Vera mengucapkan ayat-ayat dan bacaan di dalam solat nya.
Davvien yang sudah puas berdiri di balkon pun melangkah masuk, pria berwajah dingin itu tertegun melihat seseorang memakai mukena yang sedang solat.
Kali ini Davvien memperhatikan nya, terlihat Vera sangat lembut melakukan gerak gerik nya saat di dalam solat.
Semakin lama memperhatikan Vera, solat dia merasakan kedamaian di dalam hatinya, jiwa nya tentram melihat wajah cantik di balik mukena tersebut.
Davvien masih belum mengalihkan pandangannya dari Vera, ntah apa yang ada di pikiran nya hingga tidak dia sadari kalau Vera sudah selesai solat.
Setelah selesai solat dan berdoa, Vera merapikan mukena nya itu, tidak sengaja dia melihat ke arah Davvien yang duduk di tempat tidur juga sedang melihat ke arahnya. Diapun merasa gugup di tatap oleh suami yang tidak menganggap dirinya sebagai istri itu.
"E e Mommy mengajak ku keluar sebentar" Ucap Vera dengan perasaan gugup nya
__ADS_1
Seketika Davvien tersadar bahwa Vera sudah selsai dan sekarang sedang menatap ke arahnya.
"Aku akan keluar dengan Mommy" ulang Vera lagi karna tidak mendapat jawaban.
Davvien berdiri, lalu duduk di atas ranjang dan bersandar pada sandaran ranjangnya tiga kata terucap sambil dia melangkah"Bukan urusan ku" ucap davvien langsung naik ke ranjangnya dan memainkan ponsel nya.
Vera sudah tidak menyikapi lagi kata kata Davvien, dia seakan sudah terbiasa dengan sikap dan kata kata Davvien yang menyakitkan.
Wanita yang baru selesai solat pun melangkah ke arah meja rias, seperti biasa Vera memoleskan sedikit bedak dan memakai lipstik tipis agar tidak terlihat pucat.
Vera kembali memakai jepit rambut panjang berwarna putih di sebelah kepalanya, dan rambut nya di biarkan terurai indah.
Siap dengan riasan nya, diapun mengambil tasnya dan keluar dari dalam kamar, sebelum menutup pintu, dia membalikkan badan nya lalu melihat ke arah Davvien
"Aku pergi dulu" ucap Vera lagi sambil tersenyum dengan begitu manis ke arah Davvien, lalu buru buru dia menutup pintu
dan melangkah pergi.
Sedangkan Davvien kembali senam jantung, dia merasakan jantung nya selalu berdetak dua kali lipat. "Kenapa ini, mengapa setiap gadis gila itu tersenyum pada ku jantung ku jadi aneh seperti ini" Davvien bingung dia kembali memegang jantung nya yang masih saja dag dig dug itu.
...----------------...
Sedangkan di ruang tamu, terlihat nyonya Andin sudah siap, nyonya Andin duduk di sofa sambil menunggu menantunya.
Saat terdengar suara langkah seseorang, ibu dari Davvien ini melihat pada arah suara.
"Kamu sudah siap sayang" tanya nyonya Andin langsung tersenyum melihat menantunya yang menurut nya sangat menggemaskan.
"Iya Mommy, maaf Vera membuat Mommy menunggu" ucap Vera pada mertuanya itu ,merasa tidak enak karna mertuanya yang harus menunggu
"Tidak apa apa sayang, kamu terlihat sangat imut dan menggemaskan sayang" ucap nyonya Andin merasa gemes sama menantunya itu.
"Ayo kita pergi sayang" ajak nyonya Andin memegang tangan Vera.
Mereka pun melangkah keluar lalu masuk ke dalam mobil.
Tidak terlalu lama mereka sampai di sebuah MALL nyonya Andin mengajak Vera turun
"Mommy mau belanja? tanya Vera melihat tempat dia datangi.
"Iya sayang,kamu mau kan temenin mommy"
"Iya mommy"
Mereka pun melangkah masuk ke dalam Mall. Yang pertama sasaran nyonya Andin adalah pakaian,nyonya Andin memilih baju dan mengukur pada tubuh Vera.
"Nak,kamu cobain baju baju ini ya" nyonya Andin menyerahkan beberapa baju pilihan nya.
"Tapi mommy kenapa Vera yang mencoba nya" Vera merasa heran,tadi mertuanya bilang nemenin dirinya belanja,kenapa malah Vera yang malah mencoba baju nya.
"Udah kamu coba saja ya"
"Iya mommy, tunggu sebentar ya" Vera langsung masuk ke dalam ruang ganti, beberapa kali bolak balik untuk mengganti baju yang di pilih oleh mertua nya.
"Semuanya pas dan cantik,saya ambil semuanya ya mbak" ucap nyonya andin pada karyawan yang bekerja di sana.
"Baik nyona" wanita itu pun pergi membungkus pakaian yang akan di belikan nyonya Andinm
"Mommy pakaian tadi buat Vera? tanya Vera masih bingungm
__ADS_1
"Iya sayang,kamu suka".
"suka,tapi kenapa banyak sekali"
"Sudah jangan banyak protes,ayo kita kesana" menarik tangan Vera, mereka masuk ke dalam toko menjual pernak pernik aksesoris.
"Sayang kamu pilih lah beberapa jepit rambut ya"nyonya Andin juga melihat lihat jepit rambut untuk Vera, Nyonya Andin sangat suka melihat Vera berpenampilan seperti itu.
Vera merasa sedikit tidak enak, tapi karna mertuanya tidak bisa di bantah, diia pun mencoba memilih jepit rambut nya, mata Vera tertuju pada dua pasang jepit rambut warna putih yang sangat imut, pasti menggemaskan kalau dia memakai jepit rambut itu.
"Mbak tolong ambil kan yang itu sebentar"Vera meminta untuk di ambilkan jepit rambut yang menarik perhatian nya.
"Ini mbak" ucap mbak yang mengambil jepit rambut dan menyerahkan nya pada Vera.
"Sayang kamu suka?"
"Iya Mommy, Vera suka yang ini"Jawab nya lalu mencoba jepit rambut itu.
"Mbak, tolong bungkus semua jenis jepit rambut ya"perintah nyonya Andin,lalu di angguki oleh para penjual nya.
Vera kaget mendengar mertuanya ingin membeli semua jenis jepit rambut untuk nya.
"Mommy kenapa banyak sekali" Tanya Vera merasa tidak enak.
"Mommy suka melihat kamu pakai jepit rambut, inginnya mommy yang selalu memakaikan nya untuk mu, tapi kamu bukan lagi anak SD yang butuh mommy dandanin" Jelas nyonya Andin panjang lebar.
Vera hanya bisa pasrah,setelah membayar mereka keluar,nyonya Andin menarik tangan Vera ke dalam toko boneka
"Sayang kamu pilih boneka yang kamu suka ya"ucap nyonya Andin lagi,dia benar benar memperlakukan menantunya itu seperti anak 5 tahun
Vera tau dia tidak akan bisa menolak bila mertuanya sudah memerintah
Mata Vera melihat sebuah boneka panda warna mocca dengan bulu bulu tebal dan lembut,tidak terlalu besar,cukup nyaman untuk di peluk,Vera mengambil nya
"Kamu suka yang itu nak?"tanya nyonya Andin
"iya mommy, Vera suka"Jawab nya tersenyum ke arah mertua nya
"kenapa tidak pilih yang lebih besar?"
"Vera suka yang ini"
"Ya sudah,mbak tolong bungkus yang itu ya"setelah membayar mereka pun keluar
"Sayang kamu mau membeli apa lagi?"tanya nyonya Andin
"Tidak ada lagi mommy,kan tadi mommy yang berencana belanja kenapa jadi Vera yang belanja"
"Mommy memang mau belanja buat kamu,ya sudah kalau tidak ada lagi kita pulang sekarang"ajak nyonya Andin,dan di angguki oleh Vera
Mereka pun masuk ke dalam mobil,dan meninggalkan parkiran mall tersebut untuk menuju keluarga WILMAR
~Bersambung
Maaf ya,kalau ceritanya agak datar....tunggu episdoa selanjutnya
Like
Komen
__ADS_1
Vote