
Sore pun tiba,semua tamu undangan sudah pulang sejak siang tadi setelah memberi ucapan selamat untuk Vera dan Davvien,meski acara nya tidak di gelar secara besar besaran namun tamu undangan cukup lumayan
Vera dan Davvien duduk di sofa menunggu makan malam sedang di siap kan,mereka masih sama sama menggunakan pakaian pengantin nya,karna Nyonya Andin tidak mengizinkan mengganti pakaian mereka
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka,terkadang Vera heran melihat Davvien yang sedari tadi tidak pernah bicara,tapi Vera hanya bermasa bodoh tidak mau mempermasalahkan,toh dirinya juga tidak tau harus berbicara apa
Terlihat para sahabat dari Davvien dan juga Vera menghampiri mereka
"Ra,kami pulang dulu ya"ucap Intan yang di ikuti Tania dan Rani,mereka memang belum pulang menunggu Vera selesai bersalaman dengan para tamu
"Loh kok pulang,makan malam dulu baru nanti pulang"cegah Vera pada teman teman nya
"Ehhh nggak Ra,kami nggak enak"ucap Intan lagi
"Iya Ra,kami pulang saja ini kan acara makan malam keluarga"sambung Tania di angguki oleh Rani
"Sudah sudah apa nggak berani,kayak baru ini saja kalian makan di rumah ku,padahal dulu dulu nya emang sering di sini"ucap Vera menahan tawa nya
"Eehhhhhh enak aja,setidak nya jangan loe buka aib kita di depan suami loe"ucap Intan merasa malu, Tania dan Rani ikut melotot ke arah Vera
"Pkok nya kalian tidak boleh pulang dulu"ucap Vera tegas tidak mau di bantah
Davvien masih diam,tidak memperhatikan obrolan para gadis di samping nya
"Vien kami cabut duluan ya"ucap Aldi menghampiri Davvien
Davvien hanya mengangguk,tanpa berniat menjawab
"Ehh kalian nggak makan malam dulu"tanya Vera
"kapan kapan saja,kami pamit dulu"jawab Aldi dan Riki
Mereka juga meminta izin pada keluarga Davvien dan juga Vera
"Kami pulang dulu gadis kecil"ucap Aldi tersenyum pada Tania
"Oh ya,silahkan"ucap Tania dengan memaksa kan sebuah senyuman
Mereka pun melangkah pergi
Makan malam pun siap,mereka semua sudah berkumpul di meja makan,termasuk turut hadir Intan Tania Rani dan juga Fero
Vera dan Davvien duduk berdekatan,tentu saja atas arahan Nyonya Andin,makan malam pun di mulai
Intan heran melihat Fero,karna kedua teman teman Davvien sudah pulang
"*Ke*napa manusia sombong ini masih di sini,apa hubungan nya dengan suami Vera"Intan membatin sambil melamun
"Intan,kamu kenapa belum makan?"tanya Vera yang melihat Intan hanya melamun
__ADS_1
"E eh tidak tidak"ucap Intan gugup karna jadi pusat perhatian,ya tentu saja yang membuat nya gugup karna Fero juga melihat ke arah nya
Intan pun segera mengambil makanan dan memakan nya dengan kepala menunduk
Fero tersenyum kecil melihat tingkah Intan,yang di yakini intan gerogi karna nya
Dihhhh PD bener loe Ro,tapi emang iya sih😁😁
Makan malam pun berlanjut"Bagaimana soal bulan madu mereka, Dre apa kamu sudah siapkan hadiah berupa tiket bulan madu untuk mereka"tiba tiba sang Kakek langsung menanyakan mereka
"Uhuk uhuk"Vera yang kaget pun langsung tersedak makanan
Nyonya Andin mengambil minum untuk menantu nya,sedangkan Davvien hanya cuek bahkan sama sekali tidak melihat ke arah vera6
"Sayang hati hati dong"tegur Nyonya Andin
"I iya"ucap Vera melepaskan gelas yang diminum nya tadi
"*Y*ang benar saja aku bulan madu sama lelaki mematikan ini"batin Vera
"*Ma*na mungkin aku bulan madu sama gadis gila ini,tapi kenapa sekarang dia seperti perempuan biasa,apa dia sudah sembuh dari sakit jiwa nya,ahhh tapi tetap saja dia mantan orang gila,bisa juga kapan kapan penyakit gila nya kambuh lagi kan,daddy sama Mommy pasti tidak tau kalau perempuan ini gila"Davvien juga membatin
"Heummmm saat ini belum pa,nanti biar aku pikirkan kemana kira kira yang tepat supaya kita bisa secepat nya mendapat kan cucu''ucap Tuan Andre tersenyum ke arah Davvien dan Vera
"Wah benar benar,aku juga sudah tidak sabar untuk menggendong cucu"jawab Diwan antusias
"*A*pa,mereka bahkan sudah memikirkan cucu,ya Allah tabah kan lah hamba"batin Vera
"What, segampang itu mereka bilang mau punya cucu,bagaimana mungkin,aku tidak akan pernah mau anak ku di kandung oleh wanita gila ini"Davvien pun ikut membatin
Sedangkan yang lain,hanya diam sambil terus makan,sekali kali Intan melirik ke arah Fero,sedangkan Fero hanya fokus pada makanan saja
"Ini teman teman nya Vera ya?"tanya Nyonya Andin pada mereka bertiga karna dari tadi belum sempat untuk berbicara pada tiga gadis itu
"I iya Tante,saya Intan"Intan langsung memperkenalkan diri pada Andin
"Saya Tania Tante"sahut Tania
"Dannnn"Andin beralih melihat Rani
"Saya Rani Tan"Rani yang merasa di tanyai pun langsung menjawab
"Owh kalian satu kampus dengan Vera"tanya Nyonya Andin lagi
"Iya Tante,aku sama Vera ambil jurusan yang sama"jawab Intan lagi
"*G*adis ini kenapa selalu menjawab tanpa di tanya,benar benar gadis aneh"Fero membatin mendengar Intan terus menjawab meskipun tidak melirik ke arah Intan
"Wah,bagus itu semoga nanti jadi desainer terkenal"ucap Nyonya Andin sambil tersenyum yang tau kalau menantu nya mengambil jurusan desainer
__ADS_1
"Aamin,makasih Tante"jawab Intan
Makan malam pun selesai, Intan Tania dan Rani meminta izin untuk pulang
Setelah nya Kakek Farhan Nyonya Andin dan Tuan Andre juga pamit untuk pulang
Vera menangis di pelukan Diwan
"Vera mau tetap di sini sama Daddy"ucap Vera sambil menangis
"Kamu bisa datang ke sini kapan saja sayang"ucap Diwan mengelus punggung putri nya itu
Diwan sebenarnya juga sedih cuma di tahan nya agar tidak membuat Vera tambah sedih
"Apa Daddy tidak sayang lagi sama Vera"tanya Vera yang masih menangis
"Hey,kenapa tanya begitu mana mungkin Daddy tidak sayang pada putri satu satu nya Daddy,cuma setelah menikah kamu harus mengikuti suamimu", Diwan memberi pengertian pada putri nya itu
Nyonya Andin melangkah dan memegang lengan Vera
"Sayang,kamu bisa datang kesini kapan saja,kan rumah kita juga tidak terlalu jauh"Nyonya Andin berusaha membujuk Vera
Davvien hanya diam,dia merasa bosan melihat drama yang menurutnya sangat berlebihan
"*C*ih,dia masih sama suka menangis,dasar perempuan cengeng"batin Davvien
Vera pun melepaskan pelukan Diwan,dan melangkah masuk ke dalam mobil,di bantu oleh sang mertua
"Kami permisi dulu ya"ucap Tuan Andre sambil merangkul Diwan
"Baik,hati hati"ucap Diwan
Davvien juga ikut masuk ke dalam mobil,tanpa mengucap sepatah kata pun pada Diwan
"Tuan saya pamit dulu"ucap Fero berpamitan pada Diwan
"Iya nak,hati hati"Fero pun melangkah masuk ke dalam mobil Davvien
Davvien, Fero dan Vera mereka satu mobil
Sedangkan Kakek Farhan,Tuan Andre dan Nyonya Andin mereka pun satu mobil
Mobil pun melaju meninggal kan Diwan di sana
~Bersambung
Komen like vote jika kalian suka cerita ini
Dukung terus,supaya author terus semangat
__ADS_1