Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Tidak akan melepaskan istriku


__ADS_3

...Cinta yang lama belum hilang, akan kah cinta yang lain bisa hadir di dalam hati kita, apa kita harus keluar dari lembah masa lalu melangkah ke masa depan yang lebih baik, atau kah kita terus dalam keterpurukan cinta lama yang selalu datang menyiksa....


...Melupakan sesuatu yang telah kita lalui sekian lama tidak akan mudah dengan sebab ke hadiran orang di masa kini, namun sedikit usaha dan mencoba untuk tidak mengingat nya akan membuat kita lebih membaik....


...Masa lalu boleh di kenang, bahkan sesekali kita memang harus melihat ke belakang, supaya di masa akan datang kita bisa menjadi lebih baik, tapi jangan sampai terpuruk apa lagi berlarut dengan nya "masa lalu"....


...Kita bisa, meski sering jatuh, tapi perlahan kita pasti mampu keluar dari masa lalu dan hidup bahagia di masa yang akan datang....


...----------------...


"Apa kau mencintai Vera, istri anda?"


Tanya Riko pada Davvien, sedangkan Davvien yang mendengar pertanyaan dari Riko hati nya langsung tidak tenang, kenapa Riko malah bertanya seperti itu, dari mana dia kenal Vera,apa hubungan dirinya dengan Vera.


Pikiran itu terus berputar di dalam benak Davvien.


"Tuan Davvien, kenapa anda tidak menjawab?"


Tanya Riko lagi, Davvien masih terus memperhatikan Riko, sedang kan Riko dia bangun lalu berjalan lebih dekat pada Davvien.


"Anda pasti bingung kenapa saya bertanya seperti itu, dan anda psti penasaran dari mana saya kenal sama Vera, anda harus tau tuan Verania yang anda nikahin itu adalah KEKASIH SAYA"


Duarrrrr...


Riko menekan kalimat nya di akhir kata, Davvien yang mendengar kalau istri yang sudah membuat nya jatuh cinta memiliki kekasih, ada rasa sakit di sudut hatinya, Davvien mulai emosi tapi dia menahan nya dan masih bersikap santai, Riko melanjutkan ucapan nya.

__ADS_1


"Anda tau, kami saling mencintai Vera adalah cinta pertama saya dan begitu juga sebaliknya, saya adalah orang yang pertama mengenalkan cinta padanya, tapi karna paksaan Daddy dan ke salah pahaman di antara kami akhir nya dia mau menikah dengan mu, dan itu terjadi saat setelah pertama kita melakukan kerja sama, Vera terpaksa menikah dengan anda karna dia tidak ingin mengecewakan Daddy nya dan, saya yakin sampai saat ini Vera masih sangat mencintai saya, dan saya juga tau kalau anda juga terpaksa menikahi nya, jadi pak Davvien kalau anda tidak mencintai nya bisakah anda ceraikan Vera untuk saya, akan ku buat Vera bahagia, dia tidak akan bahagia dengan orang yang tidak di cintai nya dan juga tidak mencintainya".


Mendengar semua ungkapan Riko membuat Davvien menjadi semakin emosi, apa lagi saat Riko mengatakan kalau Vera hanya mencintai Riko, Vera menikahi nya karna terpaksa, Davvien benar benar marah hati nya terasa nyeri mendengar semuanya, rasanya tidak rela kalau cinta pertama Vera bukan dirinya.


Kesabaran Davvien sudah habis, apalagi Riko dengan berani nya meminta Davvien untuk menceraikan istrinya, yang benar saja dulu dia memang berniat menceraikan Vera tapi itu dulu saat belum ada kata cinta di hati Davvien, tapi sekarang istrinya itu sudah membuat Davvien merasakan cinta yang kedua kalinya, dia tidak akan melepaskan Vera apa lagi menyerahkan Vera pada lelaki lain, Davvien berdiri merapikan jas nya berusaha tetap santai.


"Aku turut prihatin dengan kisah mu tuan Riko, tapi aku rasa kau tidak perlu repot repot menceritakan semuanya karna menurutku itu sangat tidak penting, dia hanya kekasih mu, tepatnya mantan, dan bagi ku dia istriku, jadi bisa anda pikirkan siapa yang lebih berhak atas nya suami atau mantan pacar?"


"Anda juga tidak perlu meminta saya untuk mencerai kan nya, karna saya tidak akan melepaskan ISTRI SAYA"


Davvien pun menekan kalimat nya, Riko mendengar itu semua menjadi panas, emosinya memuncak.


"Vera masih kekasih ku, dia belum memutuskan hubungan kami, anda tidak boleh egois, Vera tidak bahagia bersama anda, karna dia hanya mencintai saya, kebhagiaan kami di rebut karna anda".


"Terserah dia kekasih mu atau bukan yang jelas sekarang aku adalah suaminya, dan anda pasti tau kan tugas suami sebagai apa, ah untuk apa di jelaskan anda pasti sudah tau yang saya maksud, terserah dia mencintai saya atau tidak tetapi aku lah yang sudah menjadi suaminya, dan anda pasti tidak ingin kan menjadi bapak dari anak saya, jadi lupakan niat mu untuk menjadi kan Vera sebagai istri mu, cari yang masih tersegel jangan yang sudah utuh menjadi istri orang"


Davvien sengaja mengatakan kalau dia sudah melakukan kewajiban nya sebagai suami, karna dia juga sangat marah saat mendengar kalau Vera tidak bahagia dengan nya karna masih mencintai Riko, dia pun ingin supaya Riko tidak berniat merebut apa yang sudah menjadi milik nya, terkecuali jika memang Vera yang menginginkan mereka berpisah.


"Kenapa anda diam tuan Riko... anda kaget, hais sebenarnya aku malu mengatakan nya tapi mau bagaimana lagi, kalau begitu saya pamit taun Riko"


Davvien menepuk pundak Riko, dia pun melangkah keluar, tapi kakinya terhenti saat Riko kembali bersuara.


"Anda mungkin bisa memiliki tubuh nya tapi anda tidak akan bisa memiliki hati nya, kalau anda kurang yakin anda bisa memastikan nya sendiri, nanti setelah makan siang aku akan ke taman tempat dulu sering kami kunjungi, kau lihat lah kalau Vera datang berarti dia masih mencintai ku, tapi kalau dia tidak datang dia menjadi milik mu"


Tangan Davvien terkepal kuat, dia mengira bila Riko dan Vera masih sering bertemu, buktinya mereka sudah janjian bertemu di taman.

__ADS_1


"Dia datang ataupun tidak, dia tetap akan jadi milikku, satu hal Tuan Riko, aku tidak suka orang lain melirik apa yang sudah menjadi milikku apa lagi merebut nya"


Dia melanjutkan langkah nya setelah mengatakan itu pada Riko, wajah Davvien memerah rahang nya mengeras manahan emosi, ingin rasanya dia menembak kepala Riko, tapi dia tahan karna dia juga ingin tau perasaan Vera terhadapnya.


Davvien kembali ke dalam ruangan nya di susul Fero yang melihat tuan nya telah kembali dari ruangan rapat, Fero berencana menanyakan apa yang di katakan Riko, tapi dia mengurungkan niat nya melihat ekspresi Davvien, sangat jelas dia melihat raut kemarahan di wajah Davvien.


Davvien duduk di kursi kebesaran nya, menghadapkan pandangan nya ke atas, dia terus berfikir apa benar yang di katakan Riko, tapi mengingat Vera yang selalu bersikap baik padanya dia merasa Vera telah mencintai nya, tapi setelah mendengar perkataan Riko dia menjadi ragu, dia menjadi takut kalau Vera lebih memilih Riko di banding kan dirinya.


Tapi Davvien menepis semua nya, dia tidak ingin terkecoh oleh kata kata Riko, siapa tahu itu adalah akal akalan Riko untuk memisahkan dirinya dengan Vera.


"Tuan, apa yang terjadi apa yang di katakan tuan Riko"


Fero yang penasaran pun membuka suaranya menanyakan pada Davvein, melihat Davvien seperti sedang resah berkali kali dia melihat Davvien menghembuskan nafas nya dengan kasar.


Davvien mendengar sahabat nya berbicara mengalihkan pandangannya pada Fero, dia kembali membuang nafas secara kasar.


"Aku tidak tau Fero, apa aku harus percaya atau tidak, kenapa selalu rumit saat aku sudah mulai membuka hati ku, Riko mengaku kalau dia kekasih Vera, dan mereka belum putus, mereka akan bertemu nanti siang, aku tidak ingin dia kembali pada Riko yang ketinggalan sangat jauh dari ku dan meninggalkan aku"


Fero melihat yang Davvien frustasi merasa khawatir, dia tidak ingin Davvien terpuruk seperti dulu lagi.


"Anda harus tenang tidak boleh mudah percaya dengan omongan orang lain, bisa jadi itu hanya sebuah rencana untuk merebut Vera kembali"


"Kita tunggu sampai nanti siang, apa mereka benar benar akan bertemu"


Fero hanya mengangguk, dia merasa kasihan pada Davvien kalau sampai dia merasakan sakit yang kedua kalinya.

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2