Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Rencana pernikahan Fero.


__ADS_3

...***Malam yang begitu indah menemani kehangatan dan kebahagiaan yang kini sedang aku rasakan......


...Dengan cahaya bulan yang begitu terang, seakan mengerti dan menyempurnakan rasa bahagia yang telah dia berikan kepada ku***....


...----------------...


Kedua pasutri yang kocak dan unik ini sedang menyantap makan malam mereka, dengan suasana begitu romantis, keduanya makan sambil tatap-tatapan.


Selesai mengisi perut, keduanya kini bangkit, mereka sudah kembali lengket, Davvien bahkan tidak ingin menjauhi sang istri walaupun hanya beberapa senti saja.


Davvien memeluk Vera dari belakang, melihat sang istri yang tertawa begitu lepas saat melihat keindahan tempat yang mereka kunjungi saat ini, bagi Davvien senyuman Vera bahkan lebih indah dari pemandangan yang sedang mereka lihat.


"Kamu suka...?" tanya Davvien sambil mencium leher sang istri.


"Suka banget, tempat nya sangat indah" jawab Vera dengan tangan nya memegang kepala belakang sang suami.


Keduanya kembali menikmati malam yang di terangi oleh sinar rembulan, mereka juga tidak lupa untuk mengabadikan momen dengan cara mengambil gambar di tempat tersebut.


Puas dengan jalan-jalan, Davvien mengajak sang istri untuk pulang, dan Vera pun menuruti nya.


Di dalam mobil, Davvien melihat jika sang istri sudah terlelap di sebelah nya, tangan nya pun langsung mengelus perut sang istri. Mungkin dia merasa lelah, sebab seharian menghabiskan waktu hanya untuk mendatangi tempat-tempat terindah di kota yang mereka kunjungi, pkir Davvien.


Sampai di hotel tempat mereka menginap, Davvien turun, diapun mengangkat sang istri dan menggendong nya ala bridal style dengan begitu hati-hati agar Vera tidak terbangun.


Davvien membaringkan tubuh wanita yang sedang hamil itu juga dengan sangat pelan saat sudah sampai dalam kamar mereka tempati, suami yang kita kenal bucin ini memperlakukan Vera bagaikan kaca yang sangat di jaga agar tidak pecah.


Cup....


"Tidurlah istriku... aku sayang sama kamu" setelah mencium kening sang istri, Davvien pun mencium perut Vera.


Cup....


"Tidurlah anak-anak Papa! Papa juga sangat menyayangi kalian!" setelah itupun, Davvien mendekati lemari pakaian, dia ingin mengganti pakaian untuk Vera, supaya sang istri tidur dengan nyaman, meski Vera tidak mandi.


Biarkan saja orang menganggap dia takut istri, yang jelas apapun akan dia lakukan untuk pujaan hatinya.


Setelah selesai mengurus sang istri, Davvien masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Hanya 20 menit, Davvien keluar dengan hanya menggunakan handuk. Setelah menggunakan pakaian dia pun membaringkan tubuhnya di dekat sang istri, tanpa ragu! Davvien langsung membawa Vera ke dalam dekapan nya, karna hanya itu hal yang membuat nya merasa begitu nyaman.


...----------------...


Kita tinggalkan dulu pasutri sedang hanymoon itu, biarkan mereka menghabiskan waktu mereka berdua.


Pagi hari di kediaman utama keluarga WILMAR, terlihat Tn.Andre, Ny.Andin, kakek Farhan juga masih berada di sana, dan tambah satu lagi, Fero, Ny.Andin menyuruh Fero untuk datang me mansion mereka pagi ini.


Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu, setelah sarapan pagi, sebelum berangkat ke kantor, keempat orang tersebut lebih dulu membicarakan hal yang serius menyangkut Fero yang sudah mereka anggap seperti anak merek sendiri.


"Jadi Fero, kapan kami akan bertemu dengan keluarga Intan untuk membahas tanggal pernikahan kalian?" tanya Tn.Andre yang membuat Fero terkejut.

__ADS_1


"Maksud Daddy?" bukan nya menjawab, Fero malah balik bertanya.


"Apa kamu tidak berniat menikahi Intan, apa selamanya kamu akan menjalin hubungan dengan status tunangan?" tanya Tn.Andre lagi.


"Iya Fero, Kakek masih disini hanya karna mu, Kakek juga ingin menyaksikan cucu Kakek satu lagi menikah!" ujar Kakek Farhan yang membuat Fero terharu.


"Tapi kenapa kita tidak menunggu Davvien pulang dulu?" tanya Fero lagi.


"Dia sudah menyetujui nya Nak, ini bahkan usulan dari Davvien, agar saat mereka pulang, pernikahan mu sudah harus siap sekitar 50%, dan 50% lagi dia yang akan mengurus nya" jawab Ny.Andin, lagi-lagi membuat Fero merasa terharu.


"Tapi apakah tidak akan merepotkan Mommy, Daddy, Kakek dan Davvien? aku pikir aku sendiri yang akan menemui Mama nya Intan" jelas Fero karna merasa tidak enak, baginya keluarga Davvien sudah sangat benyak membantu dirinya.


"Apa kamu tidak menganggap kami orang tua mu, seperti kami menganggap mu anak kami?" tanya Ny.Andin dengan lirih.


Mendengar itu, hari Fero terasa sakit... tidak mungkin dia tidak menganggap Ny.Andin sebagai orang tuanya, bahkan dia menyayangi Mommy dari sahabat nya itu melebihi dirinya sendiri.


Fero langsung bersimpuh di hadapan Ny.Andin, memegang tangan sang Mommy dan mencium nya.


"Jangan pernah katakan itu Mom, Fero sangat menyayangi kalian, kalian bukan seperti lagi, tapi kalian memang orang tua bagi Fero, maafkan aku Mom, Dad, aku hanya tidak ingin merepotkan kalian!" Fero meletakkan kepalanya di atas lutut Ny.Andin.


"Bagaimana aku tidak menganggap mu ibuku, Mommy bahkan memperlakukan aku sama seperti Davvien, padahal aku hanya seorang anak dari bawahan Daddy" tanpa terasa cairan bening keluar dari sudut mata Fero.


"Hey boy! aku sudah berjanji pada orang tua mu akan menjagamu dan menganggap mu seperti anak ku sendiri, jadi sudah jangan mewek, kamu kan laki-laki!!" celetuk Ny.Andre berniat menghibur.


"Tapi Mommy sama Daddy terlalu baik, kedua orang tua ku pasti sangat bahagia di sana karna aku di titipkan pada orang yang sangat baik seperti kalian" lanjut Fero lagi yang masih meletakkan kepalanya di pangkuan sang Mommy, Ny.Andin mengelus lembut kepala Fero.


"Sudah Nak, orang tua mu juga sangat baik... mereka juga sangat berjasa untuk kami" ucap Ny.Andin sambil terus mengelus kepala anaknya itu.


Saat Fero berumur 7 tahun, ayah Fero mengalami kecelakaan saat menjemput Tn.Andre ke rumah untuk berangkat ke kantor. yang membuat nya merenggut nyawa, karna kejadian begitu mendadak, hingga membuat ibu Fero yang mengetahui sang suami sudah meninggal dunia tidak sanggup menahan rasa sesak di dadanya, sehingga membuatnya syok dan terkena serangan jantung.


Satu minggu ibu Fero di rawat di rumah sakit, tapi keadaan nya bukan membaik, semakin hari keadaan nya semakin drop, hingga di hari ke sembilan ibu Fero menghembuskan nafas terakhir.


Sebelum meninggal, dia menitipkan Fero kepada Ny.Andin dan Tn.Andre, dengan senang hati keduanya merima Fero, karna mereka juga sangat menyukai Fero kecil, karna Fero seorang anak yang baik dan penurut, lebih lagi Fero sangat menyayangi Davvien, dia selalu melindungi Davvien jika ada yang berusaha menyakiti Davvien kecil atau mengerjainya, dengan selisih umur satu tahun Davvien lebih muda dari Fero, sejak kecil mereka memang sudah menjadi adik kakak yang saling menyayangi.


Meski saat sudah dewasa keduanya hanya menjadi sahabat, dan Davvien selalu semena-mena pada Fero, namun Fero tidak sedikit pun merasa dendam atau marah, karna dia tau kalau Davvien sangat menyayangi dirinya.


Ya seperti sekarang ini, bahkan Davvien sudah memikirkan tentang pernikahan nya, dan Davvien sendiri yang akan menyiapkan setengah dari acara pernikahan Fero dengan Intan.


"Jadi bagaimana, apa jadi kami ke rumah Intan, atau tahun depan?" tanya Tn.Andre yang memecah suasana haru.


"Jangan Dad, sekarang saja kita pergi!" Fero langsung antusias, sebuah pukulanpun mendarat di pundak nya.


"Mana bisa sekarang, kasih tau mereka dulu. Bilang sama Intan kalau nanti malam kami akan ke sana!" tegur Ny.Andin, Fero hanya tersenyum kaku.


"Baik Mom! akan aku beritahu. Dan Dad, Kakek, aku ke kantor dulu ya!" Fero bangkit mencium tangan ketiga orang yang geleng-geleng kepala melihat tingkah nya.


"Hati-hati Nak!" teriak Ny.Andin karna Fero sudah keluar.


"Baik Mommy, aku sayang sama Mommy" setelah mengucapkan kata itu, dengan sangat bahagia dia masuk ke dalam mobil nya, dia pun menyalakan mesin mobil dan menancap gas meninggalkan rumah utama keluarga WILMAR.

__ADS_1


"Ahhh sayang, tunggu aku... aku akan segera menghalalkan mu!" batin Fero dengan tangan nya terus memegang setir mobil dan bibir yang selalu tersenyum.


"Dan kau bos, aku sangat berterima kasih pada mu! aku mencintaimu bos... jika kau ada di sini aku akan mencium mu" ntah sadar atau tidak, Fero terus membatin, meluapkan rasa bahagia di dalam hatinya.


Kini tujuan utama nya adalah ke rumah sang kekasih, hanya butuh waktu 40 menit, mobil Fero sudah terparkir di depan rumah Intan.


Dengan tidak sabaran Fero mengetuk pintu rumah Intan, tak berapa lama, pintu rumah pun terbuka, dan keluar lah wanita nya yang sudah rapi, karna dia akan menemani Fero lagi ke kantor.


"Kenapa baru da.. ahhhhkkk" Intan langsung berteriak saat merasakan dirinya melayang ke udara, teriakan Intan membuat kedua orang tuanya langsung keluar.


Fero langsung mendarat kan tangan nya di pinggang sang kekasih, diapun mengangkat Intan dengan memutar-mutar tubuh nya dan juga Intan, Intan sudah memukul-mukul pundak Fero agar sang kekasih menurunkan dirinya. Hingga suara seseorang mengagetkan mereka.


"Hei... kenapa Intan di angkat seperti itu?" tanya mama Intan merasa khawatir.


Fero langsung berhenti dan menurunkan Intan, dia pun tercengir melihat calon mertua nya sudah berada di hadapannya.


"Eh Tante, saya hanya bahagia!" ungkap Fero, jika dilihat saat ini seperti bukan Fero si lemari es, karna sekarang, Fero terlihat seperti seorang yang hangat.


"Bahagia kenapa nak?" tanya mama Intan.


"Mommy dan Daddy akan ke sini nanti malam, mereka akan membicarakan pernikahan kami!" jujur Fero yang membuat kedua calon mertuanya termasuk Intan terkejut.


"Kenapa secepat itu?" tanya Intan.


"Tidak apa nak, kami setuju! memang tidak baik menjalin hubungan tanpa pernikahan terlalu lama" Intan lebih lagi merasa terkejut karna sang mama langsung menyetujui nya.


"Pa, nanti Papa temenin Mama belanja ya, Mama mau masak yang banyak untuk menyambut calon besan!" lanjut Mama Intan lagi.


"Tapi Papa kerja!" tolak Papa Intan.


" Sudah untuk hari ini jangan ke kantor!"


Mama Intan langsung menarik sang suami untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan Fero menarik sang kekasih masuk ke dalam mobil, Intan duduk dengan pikiran nya yang masih bingung, Intan masih terasa seperti mimpi, karna semua nya secara tiba-tiba.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa ya Reader, like, komen dan vocher nya biar author semangat ngetik lagi.


...Sambil nunggu author up lagi, mampir yuk di karya kakak ku....

__ADS_1



__ADS_2