
Nggak ada kata kata, Lanjut aja lah... 😁😁
Davvien dan Fero sudah berada di negri orang tinggal bersama sang kakek untuk melanjutkan pendidikan nya.
Davvien berjanji pada Elsa kalau dia akan berusaha menyelesaikan kuliah nya dalam waktu tiga tahun, lalu dia akan pulang dan melamar melamar Elsa dan di setuju oleh gadis itu.
Meski tinggal di luar negri yang terbilang bebas namun Davvien sangat menjaga dirinya, dia tidak sekali pun melirik wanita lain di sana, meski banyak wanita yang menawarkan diri mereka pada Davvien, tapi ditolak mentah-mentah, Davvien hanya setia pada Elsa dan tidak ingin menyakiti gadis nya itu.
Sudah tiga tahun Davvien tinggal di sana, dan akhir bulan ini dia akan wisuda, tapi bukan berarti dia tidak bertemu sama sekali bersama Elsa, setiap ada waktu luang dia selalu menyempatkan waktu untuk pulang menemui Riko kekasih yang sangat di cintai nya, meski lelah harus bolak balik demi membuat Elsa nyaman.
Pada saat kakek Farhan, Davvien dan Fero makan malam, kakek meminta Davvien untuk belajar mengurus perusahaan di sana terlebih dahulu supaya saat pulang ke Indonesia dia langsung bisa menjadi pemimpin perusahaan yang akan di jadikan pusat.
Kakek ingin setelah belajar Davvien langsung praktek, dengan di dampingi sendiri oleh nya, sebenarnya Davvien tidak mau tapi melihat kakek nya meminta dengan penuh harap, dia pun setuju.
__ADS_1
Davvien sudah mulai menjalani Perusahaan WILMAR yang di luar negri setelah dia menyelesaikan pendidikan nya, dia juga sudah pulang untuk meminta izin pada Elsa kalau dia akan menjalan kan perusahaan kakek nya, dan gadis itu juga menyetujuinya, Davvien merasa benar-benar beruntung bisa mendapatkan gadis sebaik Elsa.
Fero juta ikut tinggal di sana, dan langsung di angkat sebagai asisten pribadi Davvien.
Meski hanya bisa bertemu hampir setahun sekali, namun Davvien dan Elsa tidak pernah los kontak, mereka selalu berkomunikasi melalui benda yang di sebut handphone, Davvien sedikit pun tidak menaruh rasa curiga pada pacarnya itu karna Elsa selalu memberi nya kabar dan selalu mengangkat panggilan dari Davvien kapan pun dan di manapun.
Tepat setahun Davvien telah berhasil menjalan kan tugas nya dengan bekerja di perusahaan kakek yang sangat dia sayangi, hari ini Davvien akan pulang.
Davvien menelpon Elsa untuk memberi kabar kalau dirinya akan pulang, tapi tidak di angkat oleh wanitanya, dia berfikir kalau Elsa sudah tidur karna perbedaan waktu.
Tepat pukul 06:00 pagi, Davvien dan Fero sudah berada di bandara tanah air tercinta, dengan senyuman yang selalu merekah di bibir nya, Davvien merogoh saku celana nya, di keluarkan nya kotak berbentuk hati warna merah, dengan benda bulat di hiasi beberapa berlian di atas nya, ya Davvien akan memberi kejutan pada Elsa, dia akan melamar wanita pujaan hatinya.
"Fero, kamu pulang lah bilang sama Mommy aku akan ke Apartemen Elsa"
__ADS_1
"Tapi tuan"
"Jangan membantah ku Fero"
"Heummmmm"
Davvien yang lebih memilih menemui kekasihnya terlebih dahulu daripada sang Mommy pun pergi, Davvien dan Fero berpisah di bandara.
Tiga puluh menit Davvien telah memarkirkan mobil nya di basement, dia turun dari mobil dnegan senyuman yang masih terus mengembang di mulut nya, dia membayangkan wajah wanita nya pasti sangat senang dengan kejutan yang dia berikan.
Sekarang Davvien sudah berdiri di depan pintu apartemen Elsa, dia memasukkan kode untuk bisa membuka pintu Apartemen kekasih nya, senyuman kembali merekah di bibirnya manisnya saat pintu terbuka, berarti wanita nya masih menggunakan kode tanggal mereka jadian.
Davvien masuk, karna masih terlalu pagi Davvien langsung melangkah ke dalam kamar Elsa, karna dia tau kalau pacarnya itu pasti belum bangun, perlahan dia masuk karna pintu kamar memang tidak di kunci.
__ADS_1
Davvien tersenyum melihat wanita yang sangat di rindui nya sedang tertidur dengan begitu nyenyak, tapi semakin dia masuk ke dalam kamar itu senyuman Davvien semakin memudar, dan seketika wajah Davvien langsung merah padam, melihat orang yang sangat dia rindukan dengan nyaman nya tidur bersama pria lain.
~Bersambung