Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Antara bahagia dan sedih.


__ADS_3

Tepat pukul 04:00 pagi, kedua pasutri yang berada di dalam kamar hotel baru menyelesaikan pertarungan nya, Intan lemas terkulai, Fero menegang kan urat betis nya yang terasa sudah sangat keram.


Fero menatap wajah sang istri yang sudah terlelap, terlihat peluh membasahi wajah cantik Intan, menandakan wanita yang baru dua hari menjadi istri nya sangat kelelahan.


Dia kembali mengingat bagaimana keduanya begitu bergairah, bahkan mereka tidak sempat menghabiskan makan malam karna gelora mereka yang sudah menggebu.


Sebelum terlelap, Fero sempat memikirkan yang membuat mereka tidak bisa mengontrol hasrat mereka, Fero baru sadar, semuanya di mulai setelah mereka meminum jamu yang di berikan Davvien, Fero paham, ternyata itu bukan jamu untuk menjaga tubuh mereka akan tetapi itu jamu untuk membuat mereka memanas.


"Sial, bisa-bisa nya aku masuk ke dalam jebakan Davvien dan Vera! apa mereka mau balas dendam, karna dulu aku membuat Vera tidak bisa berjalan, apa my wife ku besok juga tidak bisa berjalan!" batin Fero kini dengan tangan nya mengelus wajah Intan.


Kalut dengan pikirannya, Fero akhirnya juha ikut terlelap dengan tangan nya memeluk erat sang istri yang sudah sangat lemah.


...----------------...


Beberapa hari berlalu, kehamilan Vera sudah memasuki bulan ke delapan, itu artinya tidak lama lagi dia akan menjalankan persalinan.


Namun, Vera merasa bersyukur karna dia tidak mengalami morning sickness atau emesis gravidarum di trimester awalnya di pagi hari, dia juga tidak mengalami ngidam yang berlebihan.

__ADS_1


Cukupnya perhatian suami dan keluarga membuat nya semakin mudah dalam menjalani hari-hari nya sebagai ibu hamil.


Acara syukuran tujuh bulanan juga sudah di langsungkan, tak tanggung-tanggung, kedua keluarga ini menggelar acara dengan begitu besar, banyak tamu yang di undang, bahkan acara mereka juga di liputi beberapa stasiun televisi.


Davvien dan Vera juga sudah melakukan sesi foto shoot yang akan menjadi kenangan untuk kehamilan pertamanya.


...----------------...


Namun, keadaan Vera berbanding terbalik dengan yang di alami Lisa, wanita berusia 22 tahun ini dari semenjak dia hamil, dia mengalami begitu banyak cobaan, dari kehamilan nya yang selalu membuat nya mual di pagi hari, perut yang sering keram, bahkan tidak mendapatkan perhatian suami atau orang terdekat.


Lisa berjuang mempertahankan hidupnya yang begitu keras, bahkan sampai saat ini dia juga masih sering mengalami mual, meski kandungan nya juga hampir memasuki delapan bulan.


Lisa sudah siap dengan gaun pengantin nya, dengan perut membuncit, Lisa di rias sangat cantik.


Sebelum Riko menjemput dirinya ke  kantor KUA, karna mereka akan melangsungkan akad nikah di sana. Lisa saat ini sedang duduk di dekat jendela kamarnya.


Dia menerawang jauh ke atas awan yang berlalu seiring nya angin berhembus.

__ADS_1


Lisa memegang perut nya dengan kedua tangan nya.


"Nak!! hari ini ayah akan menikahi ibu, dan kelak memberi nama nya di belakang namanya, kamu tidak perlu takut lagi saat kamu lahir di sebut anak yang tidak punya ayah, sebentar lagi dia akan sering mengusap mu, Ibu yakin! kamu pasti akan menendang tangan ayah mu saat dia mengusap perut ibu, karna ibu tau, itu yang selama ini kamu ingin kan, meski masih di dalam perut, kamu pasti tetap membutuhkan perhatian seorang ayah!" ucap Lisa berbicara kepada janin dalam perut nya.


"Ibu tidak tau Nak, apa Ayah akan menerima kehadiran ibu, karna Ibu tau, cinta dan hati Ayah mu hanya untuk Vera, kekasih yang sangat di cintai nya!" Lisa berujar sambil sesekali menyeka air mata yang mengalir di pipinya.


"Tapi Ibu yakin, dia pasti akan menyayangi kamu, ibu rela jika tidak akan ada cinta ibu sampai kapan pun, asalkan dia menyayangi mau menyayangi dirimu nak!" Tanpa Lisa sadar di balik pintu kamarnya, seseorang mendengar semua pembicaraan nya dengan anak yang masih berada dalam perut nya.


Orang tersebut memegang dada yang terasa begitu sesak Mendengar semua ucapan Lisa.


Ceklek...


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2