
Sampai di rumah, ketiga nya langsung masuk. Davvien dan Vera langsung menuju ke kamar mereka, sebenarnya mereka sudah sangat ingin melihat si kembar, tapi berhubung mereka baru pulang, keduanya memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
begitu pun Fero, dia juga langsung mengejar kamarnya, rasanya sudah sangat rindu akan istri tercinta yang sedang mengandung anak pertama nya itu.
Vera menyuruh Davvien untuk mandi terlebih dahulu, diapun menyiapkan pakaian untuk sang suami.
Setelah beberapa menit, Davvien keluar. Diapun langsung memakai baju yang di siapkan sang istri. Kini giliran Vera yang mandi, dia ingin cepat-cepat selesai dan menemui dua belahan jiwanya yaitu, Syakir dan juga, Syakira.
Selesai dengan ritual mandi nya, Vera keluar, tapi dia sudah tidak melihat sang suami di dalam kamar mereka, mungkin Davvien sudah berada di dalam kamar si kembar, Pikir Vera.
Diapun langsung mengenakan pakaian nya. Sebelum keluar, ibu dua anak ini menyisir rambut dan memoleskan sedikit wajahnya dengan bedak padat dan tak lupa polesan lipstik pada bibir mungilnya.
Setelah selesai, Vera langsung keluar. Dia menarik daun pintu kamar lalu menutup nya kembali, tujuan nya saat ini adalah dua buah cintanya.
Sampai di kamar si kembar, Vera langsung membuka daun pintu bercorak putih itu. Dan benar saja, suami bucin nya itu berada di sana sedang menggendong Syakira yang tampak rewel.
"Sayang, sudah mandinya?" tanya Davvien saat melihat sang istri masuk ke dalam kamar.
"Sudah sayang! kenapa dengan Syakira?" Vera balik bertanya, diapun mengambil alih anak perempuan dan menggendong nya, lalu memberikan Asi untuk bayi gembul nya itu.
"Tidak tau sayang, kata bi Aini dia rewel sejak tadi!" jawab ayah dari bayi kembar itu.
"Hemm... kenapa sayang, kangen ya sama Papa dan Mama!" gumam Vera pada anak bungsunya itu.
Cup...
__ADS_1
Vera mendarat kan kecupan di pipi gembul Syakira hingga membuat anak nya langsung tertawa.
"Benar sayang, mungkin dia memang merindukan kedua orang tuanya!" tukas Davvien, Vera pun mengangguk lalu kembali menatap pada bayi gembul dalam gendongan nya.
"Maafkan Mama dan Papa nak, beberapa hari ini jarang memperhatikan kalian!" celetuk Vera, dia menyadari selama Davvien di rawat, perhatian nya hanya untuk sang suami, meski anak nya selalu di bawa ke rumah sakit dan juga di berikan asi, tapi tetap saja. Dia merasa tidak tega.
"Ooeekkk... Oeek...!" Syakir yang berada dalam box nya pun ikut menangis.
"Cup, cup, cup... anak lelaki Papa juga sudah bangun, jangan nangis dong, masak anak lelaki cengeng!" ujar Davvien seraya mengangkat Syakir dari dalam box tidur nya.
"Oekkk... Oek... Oek...!" bukan nya diam, Syakir malah semakin menangis.
"Duh sayang... kenapa kamu tidak pernah berdamai dengan Papa!" keluh Davvien seakan protes karena anak lelakinya selalu menangis saat berada dalam gendongan nya.
"Cup... Cup... kenapa menangis sayang, kasian Papa mau gendong Syakir, tapi Syakir selalu nangis jika sama Papa!" tukas Vera, Syakir langsung diam dia menatap wajah sang Mama, seperti nya dia mendengar kan apa yang di ucapkan oleh Vera.
Davvien hanya melihat interaksi antara anak dan ibu itu. Memang benar, stri bisa segalanya. Yang tidak sanggup di lakukan oleh suami, maka istri sanggup melakukan nya.
Syakir masih menyusu pada Vera, tangan nya terangkat memegang wajah Vera, hingga akhirnya bayi gembul itupun ikut terlelap dalam pangkuan sang mama.
Setelah melepaskan ASI dari dalam mulut Syakir, Vera kembali meletakkan bayi laki-laki nya dalam box tidur nya.
"Sayang, kesini dulu!" panggil Davvien sambil menepuk ranjang di sebelah nya.
Vera mendekat, kemudian dia pun ikut merebahkan tubuhnya di dekat suami tercintanya.
__ADS_1
"Sayang!" panggil Davvien dengan begitu manja.
"Iya, katakan lah!" jawab Vera, sebenarnya dia sudah tau maksud dari suami mesumnya itu.
"Aku kangen!" bisik Davvien tepat di telinga Vera.
"Sabar lah sebentar lagi!" sergah Vera, lalu mendaratkan ciuman di bibir Davvien.
Sebenarnya dia juga kasihan kepada suaminya itu, tapi apa boleh buat, dia masih harus menahan sampai batasan nya selesai.
Davvien mengangguk dan tersenyum, lelaki berbulu mata lebat itupunĀ mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri, meski susah untuk menahan, tapi dia akan tetap bersabar. Dan tidak ada niat sedikit pun dalam benak ayah dua bayi ini untuk menuntaskan pada wanita lain, kesetiaan nya hanya untuk satu wanita yaitu, Verania istri nya sendiri..
.
.
.
.
~Bersambung.
Sampai di sini dulu ya, author nya belum sembuh total.
Jangan lupa ya Like, komen, dan Vote.
__ADS_1