Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Tendangan maut


__ADS_3

Tidak ada kata kata nih para Reading, udah habis stok kata kata nya belum cair🤭🤭.


Lanjut aja ya,,,,


Tapi jangan lupa dukungan ya, baik itu berupa komentar, like, vote, atau hadiah.


Terima kasih para Reading yang sudah mendukung karya penyok ini, semangat buat kalian 😁.


...🌷HAPPY READING 🌷...


...----------------...


Malam pukul 8, pasutri yang masih sama sama di mabuk cinta kini sedang bersama di dalam kamar, setelah makan malam Davvien langsung mengajak Vera ke dalam kamarnya.


Ya di sini, Davvien dan Vera berada di balkon kamarnya, Vera duduk di kursi panjang dengan Davvien berbaring yang kepalanya di letakkan di paha Vera.


Davvien berulang kali mencium perut Vera membuat sang empunya merasa geli, bagaimana tidak merasa geli, Davvien bukan mencium dari luar melain kan masuk ke dalam baju Vera mencium perut Vera yang terasa hangat secara langsung.


"Suamiku sudah, aku merasa geli"


Davvien berhenti, dia membawa tangan Vera untuk mengelus kepalanya, Vera mengikuti memasukkan jari jarinya kedalam rambut Davvien.


"Sayang, coba kau lihat begitu banyak bintang di sana"


"Iya, itu terlihat begitu indah"


Davvien menatap wajah istrinya.


"Tapi bagiku kau yang lebih indah sayang"


Davvien mencium tangan Vera.


"Idih baru sekarang tau dan muji muji dulu aja tiap hari di katain wanita gila"


Ucap Vera mengejek Davvien.


"Ya itukan dulu sayang, kamu juga mengataiku lelaki mematikan"


"Memang iya, kamu sangat mematikan menyeramkan lagi"


"Iya iya maaf kan aku"


Vera mengalihkan pandangannya pada Davvien.


"Tidak usah minta maaf, kita sama sama salah, karna keadaan dulu yang membuat kita bersikap seperti itu"


Ucap Vera setelah mencium kening Davvien.


"Di sini dong"


Rengek Davvien sambil menunjuk pada bibir nya, Vera tersenyum.


Ciuman itu langsung di sambut oleh Davvien, mereka memadu kasih di bawah sinar bintang dan rembulan.


Vera mengangkat kepalanya mengakhiri ciuman mereka, dia kembali menyisir rambut Davvien dengan jarinya.

__ADS_1


"Pernikahan kita unik ya, kita bahkan belum kenal satu sama lain"


Ucap Vera sambil tersenyum mengingat hari pernikahan mereka.


"Iya, tapi kita pernah bertemu sebelum itu"


"Tapikan kita nggak saling kenal, hampir saja waktu itu kau membunuh ku"


"Apa kamu sempat menolak perjodohan ini waktu itu?"


Tanya Davvien dengan tatapan nya tak pernah di alihkan dari pacar halal nya itu.


"Pernah, aku kaget karna tiba tiba Daddy mengatakan akan menikah kan aku, bahkan orang nya belum pernah aku lihat"


"Apa kamu menolak ku karna Riko"


"Heumm bisa di bilang begitu, tapi lebih belum siap nya sih karna aku masih kuliah"


Ucap Vera sambil menatap bintang bintang yang terlihat sangat indah


"Jadi apa kamu sekarang menyesal telah menikah dengan ku?"


Tanya Davvien serius, Vera kembali menatap Davvien saat mendengar pertanyaan Davvien.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, aku tidak pernah menyesali sesuatu pun yang telah aku jalani, dulu saja waktu kamu masih sering ngehina aku nggak pernah merasa menyesal apalagi sekarang aku sudah mencintai suami ku ini"


Vera mencubit pipi Davvien secara gemesh.


"Makasih sayang, kamu telah memberikan kesempatan untuk ku memperbaiki segalanya"


Davvien memasukkan Kapala nya lagi ke dalam baju Vera mencium perut Vera.


"Benih papa cepat lah berkembang dalam perut mama mu ini ya"


"Is geli tau"


Davvien tidak menghiraukan nya, dia terus mencium dengan sesekali menggigit.


Vera yang merasa geli karna ulah Davvien pun tanpa sengaja mendorong rubuh Davvien dari pangkuan nya.


"Brukkk"


"Aw, pinggang ku"


"Sayang, maaf kan aku suami ku, aku tidak sengaja"


Vera membantu Davvien untuk berdiri, dia benar-benar merasa tidak enak.


"Mana yang sakit suamiku"


"Du duh pinggang ku"


Vera mengelus pinggang Davvien.


"Maaf aku benar benar tidak senagaja".

__ADS_1


"Iya, ini tidak apa apa kok"


"Beneran?"


"Iya, coba liat tidak apa apa kan, kita masuk yok"


Davvien berdiri berlaga tidak merasakan apa apa dengan gaya yang di buat se-cool mungkin, dia tidak mau terlihat lemah di depan istrinya, bak orang yang baru menjalin asmara tentu nya dia ingin terlihat sempurna di mata sang pujaan hati.


"Heum baik lah"


Vera melangkah, seolah tidak puas Davvien ingin mengerjai istri nya, Davvien membiarkan Vera jalan di depan, dia pun menggelitik Vera.


"Rasakan sayang, kau sudah membuat pinggang ku hampir encok"


"Ahahahahahhh sudah aku tidak tahan ahahaah"


Vera tertawa terbahak bahak, dia sudah tidak tahan, tapi Davvien tidak menghiraukan nya dia terus menggelitik istrinya itu.


"Suamiku sudah aku tidak tahan. hahahah"


"Suruh siapa kau menjatuh kan suami mu ini eum"


Karna sudah tidak tahan Davvien yang tidak berhenti akhirnya satu tendangan mendarat pas di perut sixpack Davvien.


"Dugg"


"Pok Brakkkk"


Vera menendang Davvien begitu keras hingga Davvien mencium tembok dengan kepala nya.


Vera kembali terkejut apa yang dia lakukan, melihat suaminya sudah terbaring di lantai Vera langsung panik.


"Sa-sayang, bangun kamu tidak apa apa kan maafkan aku lagi"


Vera menggoyang kan tubuh Davvien yang sudah memejam kan mata.


"Bangun suami ku jangan tinggalkan aku, aku tidak mau jadi janda.hiks,,,,hiks,,,"


Vera menangis, dia begitu panik melihat suaminya tak sadarkan diri karna ulah nya.


Vera mendengar kan detak jantung Davvien.


"Masih berdetak, huf dia masih hidup"


Ujar Vera lega.


"Sayang ayo bangun maaf kan aku"


Vera sudah menggoyang goyangkan tubuh Davvien tapi Davvien masih menutup matanya.


"Bagaimana ini, aku harus menghubungi Dokter Hendri dan kak Fero"


~Bersambung


Tunggu up selanjut nya, komen yang ini dulu like juga vote ya.

__ADS_1


__ADS_2