Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Ungkapan hati.


__ADS_3

Davvien terdiam kaku, suara nya tercekat di tenggorokan, dadanya kembali bergemuruh, dan lebih parah nya tuan J yang sudah bangkit langsung mendadak pingsan lagi saat Vera menyebut wanita penyebab kehancuran Davvien, bukan karna dia tidak bisa menjawab Davvien cuma bingung Vera bisa tau masa lalu nya.


"Kenapa diam, oeh jangan jangan jika wanita masa lalu mu datang kamu akan meninggalkan ku"


Vera menatap kecewa pada Davvien, dia sudah rela melepaskan Riko dan memilih Davvien walau pun belum ada rasa cinta untuk suami nya, tapi Davvien mungkin akan mencampakkan dirinya saat wanita itu kembali.


"Heuh, lucu ya bahkan aku sudah melepas kan orang di masa lalu ku dan memilih mu, tapi kalau kamu aku jadi ragu kamu akan mencampakkan diriku jika suatu saat masa lalu mu kembali"


Lanjut Vera, sedang kan Davvien menatap Vera, menunggu nya selesai berbicara.


"Sudah?"


Vera hanya diam, dia menunduk kan kepalanya.


"Dari mana kau tau tentang masa lalu ku?"


Bukan nya menjawab Davvien malah balik bertanya, Vera gelagapan apa di jujur saja kalau Fero yang sudah menceritakan tentang Davvien pada dirinya.


"Sayang, dari mana kau mengetahui nya heum"


Davvien memegang dagu Vera mengangkat wajah istrinya supaya kembali menatap nya.


"E a aku"


"Kenapa kau gugup, katakan saja"


Davvien mencium tangan Vera, dia tau Vera takut dirinya akan marah, mana mungkin dia marah, suatu saat dia pasti juga akan menceritakan pada Vera karna tidak ingin menyembunyikan sesuatu pun, dia hanya penasaran siapa yang telah mendahului nya bercerita pada istrinya.


"Kak Fero yang bilang, tapi jangan marah sama dia"


Davvien tersenyum, dia mengelus pipi lembut Vera.

__ADS_1


"Kapan dia mengatakan nya?"


"Waktu kau marah karna salah paham"


Davvien mengangguk-angguk kepalanya, Vera memegang tangan Davvien yang di pipinya lalu menggenggam telapak tangan itu.


"Jangan marah sama kok Fero, atau kau memang berniat menyembunyikan nya dari ku?"


Davvien kembali tersenyum, tidak ada raut gundah dari sikap Davvien, dia sangat gemes melihat tingkah Vera.


Cup


Cup


Cup


Ciuman bertubi-tubi dia darat kan di wajah Vera.


"Itu karna kau sangat cerewet istri ku"


"Ya itu karna kamu tidak menjawab pertanyaan ku"


"Heumm baiklah, dengar baik baik mungkin kamu sudah tau masa lalu ku yang menyakit kan, tapi itu hanya masa lalu, dan kau masa sekarang, nanti dan selamanya, hadir atau tidak nya masa lalu ku itu tidak berpengaruh pada cinta ku pada mu, kau tetap istri ku satu satunya, dulu memang aku mencintai nya tapi sekarang cinta ku hanya untuk seorang, tidak ada lagi yang lain nya, cinta ini tidak akan terbagi, hati ini cuman milik mu seorang, kisah itu sidah silam, tidak ada yang harus di ingat dia hanya akan menyakitkan, aku paling benci di khianati, maka pada hari itu tekad ku sudah bulat untuk melupakan wanita itu, bahkan jika aku belum mengenal mu dan dia datang aku tidak akan kembali padanya, apa lagi sekarang aku sudah mempunyai istri yang begitu sempurna, kau lah segalanya kau lah hidup ku sekaran"


Davvien menghentikan sejenak ucapan nya.


"Jadi jangan berfikir macam macam lagi ya"


Davvien mencium kepala Vera, Sedangkan Vera yang mendengar itu semua penuh haru, rasanya dia ingin menangis karna perasaan yang senang atau ntah apa lah.


Vera langsung berhamburan ke dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


"Maaf kan aku, aku cuman tidak ingin suatu hari ada orang yang merebut mu, karna kamu suami ku, bagaimana pun istri mana yang mau jika suaminya bersama wanita lain"


Ucap Vera dalam pelukan Davvien, sedang kan Davvien tersenyum sambil mengelus kepala sampai punggung Vera.


"Ada kok wanita yang tidak masalah jika sumi nya bersama wanita lain"


"Ya itu kalau istrinya tidak sayang sama suaminya"


Ucap Vera dengan kesal masih dalam pelukan Davvien, seolah sadar dengan ucapan nya, Vera langsung menjauh dari pelukan Davvien.


"Apa sayang, berarti dirimu sudah mencintai ku, apa kau sudah membuka hari untuk ku"


Davvien tersenyum jahil pada Vera, sedang kan Vera yang terpojok langsung bungkam, seolah terjerat ucapan nya sendiri.


"Aku tidak tau apa sudah mencintai mu atau belum, tapi rasanya hati ku tidak rela jika kamu meninggalkan aku"


"Jangan pernah berfikir seperti itu istriku, aku tidak akan meninggalkan mu"


Cup


...----------------...


Sementara di lain negara....


"Akhir nya sebentar lagi aku akan pulang ke negera asal ku, aku sudah tidak sabar berada di sana, di tempat dimana banyak nya tersimpan kenangan manis, aku sangat merindukan masa masa itu, aku juga sangat merindukan mu, aku tidak pernah melihat dunia maya mengekspos mu dengan seorang wanita, melain kan berita tentang kesuksesan mu, aku yakin dengan ketampanan mu dan karirmu yang sudah memuncak tidak sedikit wanita yang mengejar mu, tapi dirimu tidak pernah di beritakan dekat perempuan mana pun, karna itu aku yakin kamu masih mencintai ku, kamu tidak akan bisa melupakan ku, di hatimu hanya ada aku sebagaimana hanya ada kamu di dalam hati ku, aku benar-benar tidak bisa melupakan mu, maafkan aku yang pernah salah"


Ujar seorang wanita dengan panjang lebar, dia memandangi ponsel nya yang menampilkan gambar dirinya dengan sang kekasih dengan senyuman merekah di bibir keduanya.


"Tunggu aku pulang sayang, kita lanjut kembali kisah yang sempat berhenti, dengan perubahan ku yang luar biasa aku yakin cintamu akan bertambah lagi padaku, aku sudah membuat tubuh ini se-xi bak gitar biola, aku yakin sayang kau akan semakin tergoda dan memaafkan ku dan akan kembali lagi kepada ku".


Wanita itu tersenyum penuh ambisi, dia yakin kekasih nya yang dulu sangat mencintai nya tidak akan mungkin bisa melupakan dirinya.

__ADS_1


~Bersambung.


__ADS_2