Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Masa lalu 1


__ADS_3

...Rasa senang, sedih, bahagia, sakit selalu datang silih berganti, seperti hal nya kita berjalan tidak mungkin selalu lurus pasti akan ada bengkok....


...Rasa sakit dan bahagia itu lah yang melengkapi kehidupan, jika dalam kehidupan tidak ada penderitaan maka rasa bahagia pun hanya terasa sekedar saja, karna kebahagiaan yang sesungguhnya ialah setelah kita melalui segala kepahitan hidup....


...----------------...


Vera sedang menangis meluapkan rasa bercampur aduk yang sedang mengelabui hatinya.


"Boleh aku duduk di samping mu?"


Fero berdiri di belakang Vera, dia bisa melihat badan Vera yang bergetar menandakan kalau dia sedang menangis, dia pun hendak menghibur Vera, dan Vera mengangguk memberi izin Fero duduk di samping nya.


Fero duduk di dekat Vera, terlihat Vera menghapus air mata nya, sikap nya yang tidak ingin berlarut dalam kesedihan dan juga tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain.


''Menangis lah, aku tau apa yang kamu rasakan"


Fero yang mengerti pun menyuruh Vera untuk meluapkan rasa sakit di hatinya namun Vera menggeleng sambil mencoba tersenyum, Fero tau kalau Vera sedang berpura-pura.


"Aku tau, kamu pasti sangat kecewa dengan sikap Davvien"


"Aku hanya ingin menjelaskan pada nya kalau apa yang dia lihat itu tidak seperti yang dia pikirkan"

__ADS_1


"Iya aku tau, Davvien juga mendengar semua yang kamu bicarakan dengan tuan Riko"


Mendengar ucapan Fero, Vera langsung mengalihkan pandangannya menatap Fero.


"Maksud kakak apa?"


"Iya, Davvien sudah mendengar kalau kamu memilih nya dan bukan nya kekasih mu itu"


Jelas Fero yang membuat Vera semakin bingung, kenapa Davvien juga masih marah kalau sudah tau kalau Vera lebih memilih nya. pikir Vera.


"Tapi kenapa dia masih juga marah pada ku kak"


Vera menatap Fero penuh harab karna dia ingin tau kenapa Davvien bersikap seperti itu.


Fero mencoba menjelaskan pada Vera, supaya mereka bisa saling sama sama mengerti, dia tidak akan tega melihat Davvien kembali terpuruk.


"Maksud kakak dia...."


"Iya kamu benar, dia sudah mencintai kamu, dia sudah membuka hati nya untuk mu, kau sudah menumbuhkan kembali rasa cinta di hatinya, kau datang menggetarkan hati yang sudah lama mati, maka dari itu kakak pernah bilang kamu jangan sakiti Davvein, kakak tidak ingin melihat nya kembali terpuruk seperti dulu"


Fero menatap ke depan sambil berujar menjelaskan semua pada Vera, sedangkan Vera terus memperhatikan orang yang sedang mengeluarkan suara nya.

__ADS_1


"Masa lalu apa maksud kakak, trauma karena apa?"


Tanya Vera yang kembali penasaran, Fero menatap lurus kedepan, seolah terlihat di matanya masa lalu yang sangat perih di lalui sahabat nya.


Dulu Davvien adalah seorang yang hangat, dia juga tipekal orang yang penyayang, tapi dia juga seorang yang tidak mudah akrab dan tegas, keras kepala, egois juga kadang-kadang, karna Davvien selalu mendapat kan apa yang di inginkan nya, prinsip nya dari dulu tetap sama yaitu tidak ingin orang lain melirik apa lagi mengambil apa yang sudah menjadi miliknya, dan satu lagi Davvien sangat membenci pengkhianat dari siapapun ataupun apapun alasan nya.


Dia berteman bersama Fero, Aldi dan juga Riki, tapi di antara mereka Fero lah orang yang kurang mampu, tapi karna sikap baik ramah dan juga kepintaran yang dimilik Fero sehingga dia menjadi teman dari ketiga anak yang berpengaruh di dunia bisnin itu.


Davvien menjalani kisah asmara nya dengan seorang perempuan yang cantik nan lugu, bernama Elsa dia juga terlihat polos, ntah kenapa hanya gadis ini yang bisa menggetarkan hati Davvien, Davvien sangat mencintai Elsa mereka menjalani hubungan sejak menduduki bangku SMA, Davvien sangat mempercayai Elsa, tidak ada niat dalam hati Davvien untuk mempermainkan Elsa, sejak pertama mengungkapkan perasaan nya Davvien sudah memantapkan hati nya untuk hidup selamanya bersama Elsa orang yang begitu dia cintai.


Sampai akhirnya Davvien menyelesaikan sekolah nya, karna Elsa adalah adik kelas Davvien setahun kini dia duduk di kelas 3, dan Davvien melanjutkan pendidikan nya tinggal bersama sang kakek di luar negri karna perintah dari sang kakek dan juga Daddy nya.


Davvien awalnya menolak karna dia tidak ingin meninggalkan Elsa, tapi Elsa meyakinkan Davvien bahwa dia akan setia menunggu kepulangan Davvien.


Elsa berfikir jika Davvien kuliah luar negri mungkin tidak lama lagi perusahaan Davvien akan menjadi kan Davvien sebagai penerus mereka, dan Davvien akan melamar Elsa.


Mendengar perkataan Elsa yang berjanji akan menunggu nya, Davvien pun bersedia untuk pergi kuliah di laur negri, tapi Davvien juga mengajak Fero ikut bersamanya, dia sudah menganggap Fero saudaranya sendiri


~Bersambung


Udah di sini dulu, rencana mau bikin dua bab tapi mata udah tidak mau di ajak kopromi.

__ADS_1


Maaf bila cerita nya rada datar, maaf juga jika tidak sesuai dengan keinginan kalian.


Biar pun cerita nya agak hancur tapi jika kalian mau tolong di like, komen dan Vote.


__ADS_2