Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Dia dalang nya.


__ADS_3

Kini Davvien sudah duduk di kursi kebesaran nya, meskipun kini Irfan yang memimpin, namun jika Davvien yang turun tangan sendiri mereka tetap hormat penuh pada Davvien.


Dia duduk dengan begitu tenang siap mendengarkan keterangan yang di berikan oleh anak buah nya, mata Davvien tak lepas dari salah satu orang di sana, ingin dia meledakkan tubuh orang itu sekarang juga, Irfan dan Fero juga duduk di tempat mereka masing, Irfan pun mulai menceritakan semuanya.


🌷Flashback on


Semua anak buah yang di perintahkan Davvien untuk menjaga Vera mengikuti kemanapun Nona mereka pergi.


Saat Vera bersama temannya duduk di cafe mereka berjaga di luar sana, namun salah satu dari mereka yang baru masuk bekerja menjadi anak buah Irfan terlihat gusar, dia seperti menunggu sesuatu, namun para anak buah lain nya tidak ingin ambil pikiran, mereka mengira jika itu hanya perasaan mereka saja.


Sampai saat Vera selesai dan keluar, seorang anak buah itu mengeluarkan ponsel miliknya, dia pun seperti mengetik pesan, namun meraka masih tidak menaruh curiga pada orang tersebut.


Mereka juga ingin masuk ke dalam mobil karna Vera mendekati mobil, namun mereka mengurungkan niatnya karna melihat Vera masih berdiri di dekat mobil dan sedikit berdebat dengan pak Toni.


Mereka yang berdiri tidak jauh dari Vera tentu bisa mendengar, mereka juga ingin menawarkan diri untuk membeli batagor yang di inginkan Vera, namun karna melihat betapa keras kepalanya Vera menolak di belikan pak Toni mereka tidak jadi mendekat, mereka berfikir jika Vera sedang hamil, mungkin itu bawaan bayi.


Tapi anak buah yang tadi kembali mengeluarkan ponsel, dia menjauh dari mereka dengan alasan mengangkat telpon.


Tak lama berselang setelah itu, Vera pun tertabrak oleh mobil yang datang tiba-tiba, mereka langsung merasa panik, mereka ingin berlari pada Vera namun salah satu yang menyadari jika anak buah yang menelpon sudah tidak ada lagi di sana, mereka pun berpencar, sebagian mengejar mobil yang menabrak pak Toni, sebagian mendekati Vera dan sebagian mendekati anak buah yang melarikan diri.


Anak buah yang mengejar mobil pelaku sempat kehilangan jejak, namun setelah Fero memerintahkan Irfan untuk mengerahkan semua anak buah, akhirnya mereka menemukan mobil itu, bersamaan dengan anak buah yang melarikan diri dengan mengecek CCTV jalanan, dan juga melacak ponsel yang lupa di matikan.


Irfan bersama anak buahnya langsung membawa ke tiga orang tersebut pada markas mereka.


Irfan mengintrogasi ke tiga orang yang wajahnya sudah sangat memprihatikan karna anak buah Irfan langsung memberi hadiah pertama untuk mereka sebelum Davvien turun tangan.


Irfan bertanya motivasi mereka mencelakai Vera, namun mereka hanya terdiam, melihat tingkah mereka Irfan paham jika memang ada yang sengaja menyuruh mereka.


Irfan bertanya, namun mereka masih bungkam... namun Irfan punya cara sendiri untuk menemukan pelaku.


Irfan mengambil ponsel yang di yakini itu adalah bos dari mereka, dia membuka ponsel tersebut, namun ponsel tersebut memilki password, Irfan menyuruh nya membuka namun orang itu menolak, akhirnya Irfan melepaskan peluru kesayangan tepat di paha orang tersebut, dan menekan paha yang terkena tembakan itu hingga orang tersebut menjerit histeris.


Karna tidak tahan dengan rasa sakit yang di berikan Irfan, akhirnya orang itu membuka password nya, Irfan langsung menghubungi kontak yang di tulis kan bos.

__ADS_1


Namun nomor itu sudah tidak aktif, Irfan merasa begitu geram, dia pun menyuruh anak buahnya yang memang seorang hacker, dia menyuruh mencari tau siapa pemilik nomor itu sebelumnya.


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya mereka mendapatkan jawaban, tanpa menunggu lama mereka langsung bergegas menangkap otak dari ke tiga pria tersebut.


Irfan orang yang pandai, dia tidak akan mencari orang tersebut ke rumah nya, karna mendapati Nomor nya yang sudah tidak aktif, Irfan tau jika orang tersebut sudah mengetahui jika anak buahnya sudah tertangkap.


Irfan beserta anak buah nya menyamar, merek pergi ke salah satu bandara, dan benar saja mereka melihat seseorang yang menyamar dengan menggunakan rambut palsu dan kaca mata sedangkan check-in, meski orang itu sudah menyamar namun Irfan dapat mengenali nya dari bentuk tubuh yang dia lihat pada gambar ketika anak buahnya melacak nomor nya.


Irfan memainkan siasat nya, dia mendekati orang tersebut, Irfan mendekati orang tersebut, berdiri di samping nya lalu tanpa ada yang mengetahui dia mengeluarkan jarum suntik, langsung Irfan mengarahkan pada orang tersebut.


Irfan langsung menjauh setelah memberi suntikan pada tubuh orang tersebut.


Orang itu yang ternyata adalah seorang wanita langsung terbelalak merasakan sakit yang menusuk kulit nya, ingin berteriak namun suara nya tercekat.


Dan sepersekian detik dia langsung tumbang, semua orang merasa panik melihat sesuatu yang tiba-tiba pingsan, namun Irfan dengan cepat mengangkat tubuh wanita itu dan mengatakan jika itu adalah teman nya.


Irfan langsung membawa tubuh wanita pingsan itu ke dalam markas nya.


🌷 Flashback off


Namun, Davvien seperti sudah kerasukan dia tidak mendengar jeritan kesakitan dari wanita tersebut, dia tidak perduli mau itu wanita atau lelaki, jika berani mengusik ketenangan nya maka tidak ada ampun bagi orang tersebut.


"Dasar wanita kurang aj*r, berani-beraninya kamu mencelakakan istri ku, rupanya wanita seperti mu tidak bisa di kasih ampun"


"Maafkan aku Vien... aku khilaf, aku melakukan ini semua karna aku sangat mencintaimu hiks,,,hiks,,,"


"Apa mencintai"


Davvien memegang dagu wanita tersebut dengan begitu kuat.


"Itu bukan cinta tapi itu adalah obsesi mu yang selalu kau buktikan jika kamu bisa mendapatkan segala nya"


Davvien menghempaskan wajah wanita yang sudah mengeluarkan darah di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Aku minta maaf Vien, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi"


"Minta maaf, bahkan aku sudah memaafkan mu, kamu tau dulu aku sudah pernah menyuruh anak buah ku untuk menghabisi mu, tapi istri ku yang baik hati melarang ku, dan menyuruh ku berjanji untuk tidak akan membunuh mu, tapi kau malah menyerahkan dirimu kembali pada ku, maka tidak akan ada ampunan lagi untuk wanita ular seperti mu"


Davvien mengucapkan dengan begitu tegas, dia tidak menyangka jika wanita polos dan juga lembut bisa berbuat hal sekeji itu, bukan karna kasihan tapi Davvien merasa menyesal karna telah mencintai wanita seperti itu.


Wanita yang bernama Elsa itu benar-benar ketakutan sekarang saat melihat mata Davvien tidak ada cinta atau kasihan pada dirinya, hanya amarah dan kebencian yang dia dapatkan dalam diri Davvien.


"Apa tidak ada cinta untuk ku lagi Vien, apa sebegitu pentingnya dia dalam hidupmu, aku yang sangat tulus mencintai mu, aku yang pertama dalam hidupmu bukan dia?"


Elsa yang masih berharap Davvien akan luluh masih menggunakan triknya dengan melembutkan suara dan berpura-pura polos.


Davvien langsung memalingkan wajahnya pada Elsa, dia tersenyum sinis berjalan mendekati Elsa.


"Kau ingin tau jawabannya?"


Tanya Davvien dan di angguki oleh Elsa, Davvien membuka sebelah tangan Elsa yang terikat.


"Ulurkan tangan mu"


Pinta Davvien lembut, tanpa menunggu Elsa langsung menyerahkan tangan nya pada Davvien, dia merasa jika triknya sudah berhasil karna Davvien sudah membukakan pengikat tangan nya.


Davvien menerima tangan Elsa, dia membawa mendekati bibirnya, Elsa semakin kegirangan, rasanya saki karna tamparan yang Davvien berikan hilang seketika.


Elsa masih dengan senyuman di bibirnya, namun sesaat kemudian bibir yang tersenyum berubah menjadi teriakan histeris.


"Aaaakhhhhhhhhhhh"


Jerit Elsa saat Davvien mematahkan tiga jari Elsa, Davvien bangkit.


"Kau sudah tau jawabannya"


"Lenyapkan ketiga orang itu, dan wanita ini biarkan dia hidup sampai istriku tersadar, dan selama itu kalian harus menyiksanya, cabut setiap kuku nya, patahkan jari-jari nya, kurasa itu siksaan yang paling ringan"

__ADS_1


Davvien langsung melangkah keluar tanpa merasa iba pada wanita yang sedang meringis kesakitan.


~Bersambung


__ADS_2