Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Mantan bos mafia yang takluk


__ADS_3

...Bahagia ku saat bersamamu, tidak harus hidup dengan kemegahan, tidak perlu tempat yang mewah, cukup kamu yang selalu ada di dekatku, akan membuat ku merasa bahagia....


...Intan Puspita....


...----------------...


Setelah beberapa hari menghabiskan masa hanymoon mereka, Intan dan Fero memutuskan untuk pulang ke negara asal.


Karna mereka sudah lumayan lama di sana, rencana awal hanya lima hari jadi bertambah tujuh hari, karna gara-gara jamu yang di berikan Davvien berkhasiat, hingga membuat Intan tidak bisa berjalan, karna itulah Fero memberitahu Davvien untuk menambah dua hari lagi hanymoon mereka, hitung-hitung ganti hari yang  hanya di habiskan di dalam kamar akibat ulah Davvien.


Ke duanya sudah siap untuk terbang, mereka juga sudah memberitahu kepada seluruh anggota keluarga jika mereka akan pulang hari ini.


...----------------...


Di mansion Davvien, saat ini keduanya sedang bersiap-siap, Vera memang sudah beberapa hari pulang dari rumah sakit.


Berhubung hari ini adalah hari libur, Vera meminta untuk di hantarkan ke rumah orang tuanya.


"Sayang, apa sudah siap?" tanya Davvien pada sang istri.


Calon ibu dari bayi kembar itupun mengangguk, keduanya pun melangkah,  keluar dari dalam rumah, menuju mobil.


"Sayang, nanti aku tinggal kamu sebentar di rumah Mama, nggak papa kan?" tanya Davvien, tangan kirinya tidak pernah lepas dari tangan Vera.


"Iya nggak apa-apa, tapi kamu mau kemana?" Vera yang penasaran pun ikut bertanya.


"Ada urusan sedikit yang harus aku selesaikan!" jawab Davvien santai.


"Heum baiklah, tapi kamu harus hati-hati!" ujar Vera langsung membuat Davvien menarik sudut bibirnya.


Sebenarnya Vera merasa penasaran, tapi dia juga tidak ingin di bilang istri yang cerewet, mungkin Davvien memang ada pekerjaan yang tidak bisa dia hindarkan, mengingat jika suaminya itu kini kembali bekerja seorang diri.

__ADS_1


Setelah kejadian di kantor Al, Davvien sudah tidak membiarkan Vera untuk ikut dengan dirinya, hanya saat makan siang, Vera akan mengantar kan makanan untuk dirinya ke kantor.


"Tenang sayang, apa kamu lupa siapa aku dulu?" tukas Davvien dengan nada sombong.


"Iya, iya! Kamu mantan bos mafia yang karatan dan juga dingin, yang sekarang sudah takluk dan bucin dengan perempuan gila ini!" hardik Vera dengan nada mengejek.


Davvien langsung tertawa mendengar ucapan Vera, dia masih ingat betul, bagaimana dirinya selalu bersikap jahat dan mengatai jika Vera wanita gila.


"Makasih sayang, sudah mau bersabar menghadapi sikap ku dulu!" tukas Davvien dengan begitu tulus.


"Kan, mulai bucin nya!" ledek Vera lagi.


"Biarkan saja semua orang mengatakan jika aku bucin, yang jelas sikap dan cinta ku ini hanya aku tunjukkan untuk dirimu seorang!" ucap Davvien, kontan membuat Vera menoleh.


"Wah wah, dia sudah pandai menggombal dan merayu sekarang, dari mana dia belajar!" batin Vera  merasa aneh dengan kata-kata Davvien.


Keasikan berbicara, tak terasa keduanya sudah sampai di halaman rumah Prasetyo.


Tok...tok...tok...


"Assalamualaikum!" ucap Vera sedikit keras.


"Wa'alaikum salam!" terdengar suara dari dalam rumah.


Ceklek...


"Vera!" mama Rina yang membuka pintu, matan nya langsung berbinar melihat kedatangan anak dan menantunya.


"Mama!" Vera menyalami tangan mama Rina, dan di ikuti oleh Davvien.


"Ayo masuk Nak!" ajak mama Rina juga kepada Davvien.

__ADS_1


"Davvien tidak bisa mampir sekarang Ma, ada sedikit urusan yang harus Davvien kerjakan!" jelas Davvien agar tidak membuat sang mertua merasa sedih.


"Oh ya sudah! kamu hati-hati ya Nak!" Davvien mengangguk.


Vera mencium punggung tangan Davvien sebelum akhirnya mereka berbalik arah.


Vera masuk ke dalam rumah, sedangkan Davvien masuk ke dalam mobil sport miliknya, kemudian diapun meninggalkan pekarangan rumah sang mertua.


Davvien mengambil ponselnya dan menghubungkan pada bluetooth yang terpasang di telinga nya, kemudian pria berwajah tampan tersebut, memanggil nomor seseorang.


"Lakukan sekarang!" Perintah Davvien yang kini  sudah berada dalam sikap dan wajah dingin nya.


"Baik Tuan!" jawab orang di seberang.


"Sudah cukup beberapa hari ini kamu main-main dan bersenang-senang, sekarang saat nya kamu taubat dari semua dosa-dosa mu!" gumam Davvien dengan tangan meremas setir mobil dengan begitu kuat.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Jangan lupa like, komen, dan vocher vote nya ya temen-temen.


komen nya di paragraf boleh juga.

__ADS_1


__ADS_2