
Davvien mengepalkan tangannya, menarik selimut yang menutupi kedua manusia yang tertidur begitu pulas, Davvien melihat pakaian bawah kekasih nya masih utuh, hanya baju nya yang terbuka, sedangkan lelaki di sebelahnya sudah bertelanjang dada.
Merasa ada yang mengusik tidur mereka, Elsa dan pria di samping nya pun langsung terbangun.
Elsa langsung terbelalak, matanya membulat sempurna saat melihat orang di depannya sudah sangat marah, dia turun dari tempat tidur ingin memeluk Davvien, tapi dengan kasar Davvien menghempaskan tubuh kekasihnya itu
Davvien benar-benar kecewa, dia sudah menjaga dirinya di sana, dia juga percaya pada wanita di hadapan nya, tapi apa yang dia lihat hari ini, kejutan yang seharusnya untuk Elsa malah dirinya yang mendapat kan kejutan.
Davvien berjalan ke arah lelaki yang sudah tidur bersama kekasih nya, dia memukul pria itu tanpa ampun, hampir pria itu merenggang nyawa.
Elsa langsung menghentikan Davvien membuat Davvien semakin marah.
__ADS_1
"Kamu wanita ******, wanita sialan jangan pernah kamu temui aku lagi"
"Nggak Vien, aku cinta sama kamu aku tidak sampai melakukan nya dengan dia"
Davvien melihat Elsa, mata nya langsung tertuju pada leher Elsa yang penuh tanda dari lelaki di hadapannya.
"Vien aku mohon kamu jangan salah paham, aku masih bisa menjaga kehormatan ku, aku sangat mencintaimu"
"Maaf kan aku Vien, aku khilaf aku butuh belaian aku kedinginan di saat aku membutuhkan nya kamu malah tidak ada di sini bersama ku, apa salah aku mencari sedikit pelampiasan pada lelaki lain, lagian kamu di sana juga pasti sering bersama wanita, apa lagi di sana banyak wanita lebih cantik dan juga negara yang bebas"
Jelas Elsa, dia berharap dengan begitu Davvien bisa memaklumi dan memaafkan nya, karna memang Elsa tidak sampai menyerahkan mahkota pada lelaki di samping nya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Elsa membuat Davvien semakin tersulut emosi, bagaimana bisa gadis lugu yang dia kenal bisa berbicara dengan kata-kata yang lebih pantas di pakai oleh seorang pria.
"Heuh, dulu kamu yang menyuruh ku untuk pergi ke luar negri, tapi sekarang kamu malah bilang kalau aku tidak ada di saat kamu butuh kan, kamu tidak tau aku bahkan tidak pernah melirik satu wanita pun di sana, mulai sekarang jangan pernah lagi kamu menemui ku"
Davvien langsung meninggalkan dua manusia dengan perasaan berbeda, yang perempuan menangis histeris karna Davvien melempar kan kotak cincin yang telah di siap kan untuk melamarnya, sedangkan yang lelaki meski wajahnya sudah lembam tapi tersirag senyuman di bibirnya, akhirnya Elsa dan Davvien pisah juga, lelaki itu memang sudah sangat lama menyukai Elsa.
Davvien meninggalkan Apartemen dengan perasaan yang sangat kacau, tanpa di sengaja dia menetes air mata di pipinya, rasanya benar-benar sangat sakit, mengingat dia sangat setia dan mempercayai kekasih nya itu, tapi wanita itu malah main panas di belakang nya.
Davvien terpuruk, sebulan Davvien hanya berdiam diri di dalam kamar, Fero dan Mommy Andin hampir kehabisan akal untuk menghibur Davvien, tapi Davvien sama sekali tidak perduli, sampai akhir nya dia memilih untuk tinggal lagi bersama sang kakek, mulai saat itu Davvien menjadi orang yang pendiam juga sangat dingin.
~Bersambung
__ADS_1