Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Kecemburuan Vera.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu berjam-jam, kini Davvien dan Vera sudah sampai, saat ini mereka sedang mengistirahatkan badan mereka tepat si sebuah hotel.


London, kota sejarah yang terkenal dua milenium ini, dengan keindahan kota nya menjadi pilihan mereka untuk mengukir kisah dan momen indah yang akan di kenang seumur hidup mereka, bahkan mereka ingin membuat sejarah untuk di cerita kan kepada anak-anak nya di hari tua mereka nanti.


Malam hari, selesai menunaikan ibadah solat magrib, Vera langsung menuju balkon kamar hotel yang mereka tempati, Vera menatap takjub akan keindahan tempat yang menjadi ibu kota Inggris tersebut.



Davvien menyusul sang istri, diapun langsung memeluk wanita yang perutnya sudah sangat besar dan menjatuhkan dagunya tepat di pundak sang istri.


"Apa kamu menyukai nya sayang?" tanya Davvien berbisik di telinga Vera.


"Heum, aku sangat menyukainya!" jawab Vera dengan senyuman merekah di bibirnya.


"Kamu tau, aku belum pernah pergi keluar negri... jangan kan keluar negri, Daddy bahkan tidak membiarkan ku pergi ke luar kota!" ujar Vera sambil menatap pemandangan indah di depan matanya.


"London memang lah tempat yang sangat ingin aku kunjungi, saat melihat di film-film betapa indahnya kota ini, aku benar-benar ingin melangkahi kaki ku ke sini... tapi apa boleh buat, aku juga tidak ingin membantah Daddy, karna aku tau Daddy hanya mengkhawatirkan ku. Tapi kini... aku sudah berada di negri khayalan ku, kamu sudah mewujudkan nya, aku benar-benar sangat bahagia dan bersyukur memiliki suami yang sangat sempurna dan pengertian seperti dirimu" lanjut Vera, dia langsung membalikkan badannya menghadap sang suami yang sangat di cintai nya.


"Thank you very much my husband, you always make me happy" ucap Vera dengan menatap manik kebiruan dari mata sang suami.


"You are my wife, i deserve to make you happy" imbun Davvien langsung membingkai wajah Vera dengan kedua tangan nya.


"Dan selama nya aku akan berusaha membuat mu bahagia" lanjut Davvien, Vera memejamkan matanya sambil menciumi telapak tangan sang suami.


"Hanya cukup aku berada di samping mu, itu sudah cukup membuat ku bahagia" ungkap Vera yang membuat hati Davvien menghangat.


Perlahan wajah mereka mendekat, ntah siapa yang mulai duluan, namun pasangan yang sudah halah ini sudah menyatu kan kedua benda kenyal milik mereka, Vera sudah mengalungkan tangannya di leher sang suami.


Cukup lama mereka bertukar saliva, namun suara yang tidak mengenakkan pun terdengar memecahkan suasana romantis menjadi momen yang memalukan.


Kruk...kruk....


Perut Vera berbunyi... mendengar itu, kedua nya langsung diam dengan bibir masih menempel, manik kedua nya bertemu, sepersekian detik. Mereka pun tertawa.


"Kenapa menatap ku seperti itu, aku belum makan dari tadi sore, wajar kan aku kelaparan" celetuk Vera saat melihat tatapan sang suami seperti mengejek.


"Iya sayang, maafkan aku! aku lupa memesan kan makanan untuk kita, kalian pasti lapar ya nak, maafkan Papa ya" ucap Davvien sambil mengelus perut Vera.


Dia pun melangkah masuk dan mengambil gawai miliknya yang berada di atas nakas, Davvien langsung memesan makanan melalui benda pipih tersebut.

__ADS_1


"Sayang, masuk dulu... sebentar lagi makanan nya akan datang" ajak Davvien pada sang istri, Vera pun menurut.


Persis seperti Davvien katakan, tidak berapa lama pintu kamar mereka diketuk. Davvien langsung membuka pintu kamarnya dan menyuruh pelayan yang membara room service yang berisi beberapa jenis makanan untuk masuk.


Tapi ada yang mengganjal bagi Vera, bagaimana tidak. Pelayan yang mengantarkan makanan tersebut adalah wanita, dengan menggunakan baju pelayan yang begitu mencekik, hingga membentuk seluruh lekuk tubuh nya.


Terlebih yang membuat Vera risih adalah pandangan nya terhadap sang suami, melihat dari cara wanita itu menatap pada Davvien, Vera dapat menebak jika pelayan wanita itu menginginkan suaminya itu.


Vera sadar, siapa yang tidak tertarik dengan ketampanan yang dimiliki sang suami, dan itu semakin membuat Vera marah.


"Tuan, silahkan menikmati makan malam nya" ucap wanita itu dengan membuat suara manja, itu jelas membuat Vera semakin panas, dia langsung menatap tajam pada wanita yang berdiri tepat di hadapan nya.


Davvien hanya cuek, dia cuma mengangguk! lalu tanpa sengaja dia melihat sang istri yang sedang menatap wanita di hadapan nya dengan begitu tajam.


Davvien paham, jika sang istri tidak suka dengan sikap pelayan tersebut. Dia tau Vera sedang cemburu kepada wanita tersebut.


"Keluar lah" jawab Davvien dengan begitu dingin.


Wanita pengantar makanan yang memiliki tubuh montok sengaja mengitari room service yang dia bawa tadi karna Davvien berdiri di sebelah nya. Tepat di depan Davvien, wanita itu langsung berpura-pura terjatuh.


"Aw..." pekik wanita tersebut karna merasakan sakit di bagian bokong nya.


Wanita itu berharap jika dia berpura-pura terjatuh tepat di dada bidang Davvien, namun semua di luar ekspektasi wanita tersebut, karna istri dari Davvien dengan sigap menarik Davvien dan memeluk nya, alhasil wanita pelayan tersebut jatuh tersungkur ke lantai.


"Lain kali hati-hati Nona" cibir Vera pada wanita yang muka nya sudah merah padam menahan amarah dan juga rasa malu.


Wanita pelayan itu bangkit, dia melihat sinis pada Vera tapi tersenyum manis pada lelaki yang sedang merengkuh wanita yang di cintai nya.


"Maaf, saya tidak sengaja terjatuh" ucap nya lagi, setelah itu dia melangkah keluar dari dalam kamar hotel yang ditempati Davvien dan Vera.


Tapi sebelum itu, wanita yang berwajah bule itu mengedipkan matanya kepada Davvien untuk memberi kode! jika Davvien mau maka dia siap melayani, seperti nya dia benar-benar terobsesi pada suami dari Vera ini, sedangkan Davvien yang melihat itu merasa sangat geram, ingin rasanya dia mengeluarkan mata wanita itu dari tempat nya.


"Tunggu" panggil Davvien menahan langkah wanita barat tersebut.


Wanita itu dengan sangat senang menghentikan langkah nya, lalu membalikkan badannya yang begitu sek-si, dia melihat lelaki yang sudah menarik perhatian berjalan mendekati meja rias, tapi dia tidak bisa melihat apa yang di ambil oleh Davvien.


Diapun melihat Davvien yang terus melangkah mendekati dirinya, tentu membuat wanita itu sangat senang, tidak ada rasa gugup, karna hal seperti ini sudah sering di lakukan oleh pelayan jika melihat tamu lelaki yang tampan, jika lelaki yang lain cukup dengan satu kode, maka dia akan mendapatkan nya, dan dia rasa jika Davvien juga sudah berhasil dia rayu, pikir wanita itu.


Saat tepat di hadapan nya, Davvien mengangkat tangan nya lalu memegang kedua bahu wanita bermata biru khas bule itu, lalu dengan pelan dia menusuk sebuah pentul yang dia ambil dari meja rias.

__ADS_1


Wanita pelayan itu yang mula nya tersenyum kini berubah mimik wajah, menahan rasa sakit di bahunya yang di tusuk menggunakan benda kecil itu dengan perlahan.


"Aw....." ringis nya, saat Davvien menekan benda yang sudah menancap di bahu wanita tersebut. Dengan begitu kasar Davvien melepas wanita tersebut.


"Ini sedikit hukuman, karna telah berusaha menggoda ku, dan juga sudah membuat istri ku marah, sekarang pergi lah, dan aku harap besok aku dan istriku tidak pernah melihat wajah mu lagi" ucap Davvien dengan menatap tajam wanita yang sedang menahan sakit itu.


Tanpa menunggu lama, wanita tersebut langsung keluar dari dalam kamar mereka, dia kira Davvien sama dengan pria hidung belang lainnya, yang tidak akan menolak pesona dan kemolekan tubuhnya, tapi dia salah! ternyata Davvien sama sekali tidak tertarik.


Di dalam kamar, Davvien langsung mendekati Vera yang masih dengan wajah cemberut.


"Sayang, apa kamu marah?" tanya Davvien.


"Tidak, ayo makan!" jawab Vera dengan ketus, Davvien mengembangkan senyuman, dia sangat senang melihat sang istri begitu marah saat wanita lain mendekati dirinya.


Tidak ingin memperkeruh suasana, Davvien pun mengikuti menyantap makanan bersama sang istri.


...----------------...


Di negara lain...


Tepat pukul 7 pagi, Fero sudah siap dengan pakaian kantor nya, ya selama Davvien pergi berbulan madu, tugas kantor dia serahkan semuanya pada Fero.


Fero merasa kesal karna banyak nya pekerjaan yang akan dia kerjakan, tapi di sisi lain, dia merasa senang karna Fero bebas mengajak sang kekasih untuk ikut bersama nya. Dia begitu bahagia saat bekerja yang di temenin oleh calon istri nya itu.


Kini Fero sedang mengendarai mobilnya, pertama dia akan menjemput sang kekasih setelah itu mereka akan pergi ke kantor bersama.


Tentu saja Fero mendapatkan izin jika membawa Intan ke kantor, karna bagaimanapun yang menjadi pimpinan Wilmar group adalah Davvien, jadi dia sudah memberitahu pada Davvien, dan tentu saja bos yang kadang sinting itu menyetujui nya.


Fero mengendarai mobil nya dengan begitu semangat, senyuman selalu terbit dari bibirnya, bagaimana pun dia merasa sangat senang karna bisa berduaan dengan Intan meski sedang bekerja. Fero merasa seperti sudah memiliki istri yang selalu menemani dirinya kemanapun dia pergi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung.


Jangan lupa ya Like, komen, dan Vocher nya ya para Reader.


__ADS_2