
Mobil pun berjalan,meninggal kan Diwan yang masih berdiri di pintu rumah nya melihat kepergian putri kesayangannya nya
"Semoga kamu bahagia nak"ucap Diwan menghapus air mata nya dan melangkah masuk ke dalam rumah
...----------------...
Sedang kan di dalam mobil,tepat nya mobil yang di tumpangi oleh Davvien dan Vera tampak hening dan canggung
Vera diam,dia sudah tidak menangis lagi karna percuma juga kehidupan nya tidak akan berubah dengan dia menangis,malah akan membuat diri semakin terpuruk
Vera yang pada dasar nya ceria memang tidak terlalu melarut kan dirinya ke dalam keterpurukan,seberat apapun jalan hidup nya Vera berusaha untuk tegar dan menerima nya
Vera menatap jendela mobil,begitupun dengan Davvien, Fero hanya fokus menyetir
Suasana hening,dan dingin Vera yang bosan dengan keadaan seperti ini pun mulai melihat ke arah Davvien
Vera mengangkat tangan menggantungkan di udara"Hy..nama ku Verania,siapa namamu"ucap Vera sambil tersenyum canggung, bagaimana pun Vera mencoba berdamai dengan keadaan
Fero yang mendengar pertanyaan itu sedikit terkekeh"*P*asangan yang unik,bahkan mereka berkenalan setelah menikah"batin Fero
Sedangkan Davvien hanya diam,masih setia menatap keluar jendela mobil,tidak berniat menatap apa lagi menjawab pertanyaan Vera
Vera yang merasa di acuh kan menarik tangan nya kembali
"*K*enapa dia tidak pernah bicara,apa dia bisu sedari tadi aku tidak pernah mendengar dia bicara,waktu pertama bertemu dia juga hanya diam saja,ini memang tidak salah lagi dia pasti bisu,,malang sekali nasib ku harus menikahi pria bisu ini, Daddy dirimu benar benar sangat mencintai ku,sehingga memilih pria yang tidak akan pernah bisa membentak ku"Vera membatin menatap ke arah Davvien
"*W*aktu ijab qobul tadi aku juga tidak mendengar ucapan nya,aaah kenapa aku tidak memperhatikan nya tadi,kalau dia bisu siapa yang mewakili untuk menjawab ijab qobul nya"lanjut batin Vera
Vera yang penasaran pun ahirnya kembali bersuara"Supir"panggil Vera melihat ke arah Fero
Fero yang merasa di panggil pun terhenyak mendengar dia di panggil supir"Saya nona?"tanya Fero memastikan
"Ya iya kamu,kan kamu yang lagi nyetir,kamu pasti supir tuan.. siapa nama nya?"Vera menggantung ucapan nya mengingat dan bertanya nama suami nya, Vera memang belum hafal dengan nama Davvien
"Tuan Davvien nona"ucap Fero,dia benar benar kesal dengan istri tuan dan sahabat nya itu,pasal nya sudah berani beranggapan bahwa dirinya supir
Davvien masih diam,dia tidak mau ikut campur toeh yang kena Fero bukan dirinya
"Ah iya tuan Davvien,apa aku boleh bertanya pada mu supir tentang tuan Davvien?"tanya Vera lagi
__ADS_1
fero menghela nafas nya"Iya nona,mau bertanya apa?"jawab Fero mencoba menahan emosi
"Sejak kapan?"tanya Vera yang merasa tidak enak
Fero mengerutkan keningnya,mendengar pertanyaan Vera yang tidak jelas, Davvien pun sebenarnya penasaran dengan apa yang akan Vera tanya kan,cuma dia enggan menatap ke arah vera6
"Maksud anda nona"tanya Fero lagi memperjelas kan
"Sejak kapan e e e,sejak kapan Tuan Davvien ini bisu,mmm maksud ku apa memang sejak tuan kecil apa ada kecelakaan?"tanya Vera merasa tidak enak
Duarrrrrrrr
Bagaikan tersambar petir saat Davvien mendengar pernyataan Vera, Davvien mengepalkan tangan nya menahan amarah nya, tatapan nya berubah menjadi tajam
Glekkk
Fero menelan ludahnya kasar
"*K*enapa anda bertanya seperti itu nona,nyawa kita benar benar di ujung tanduk sekarang"Fero tidak tau harus menjawab apa,dirinya hanya membatin
Melihat raut wajah Fero yang datar dan seperti ketakutan Vera kemabli bersuara"saya tidak bermaksud menghina atau mengejek tuan anda,saya cuma pengen tau sebagai istri saya harus tau tentang penderitaan suami saya,saya juga tidak masalah kalau tuan Davvien bisu"lanjut Vera tanpa sadar mengucapkan kata kata suami saya
"*W*anita gila ini benar benar membuat amarah ku memuncak,berani berani nya dia mengatakan aku bisu,apa dia bilang penderitaan,cih bahkan dia yang akan menderita di tangan ku"umpat Davvien di dalam hati,wajah Davvien memerah menahan emosi, rahang nya mengeras,ingin rasa nya iya melepaskan peluru kesayangan nya ke arah Vera,namun Davvien masih tetap melihat keluar dengan tatapan membunuh
"Nona lebih baik Anda tidak banyak bertanya"ahirnya Fero memberanikan diri menegur Vera,daripada nyawa nya juga ikut melayang pikir Fero
"Iya iya maaf kan aku kalau menyakiti perasaan mu"Vera merasa tidak enak dengan Davvien karna telah menyinggung perasaan nya pikir Vera
Lagi lagi Davvien hanya diam,tidak melihat ke arah Vera
"Apa aku salah bertanya ya,bahkan tuan ini juga tidak menoleh saat aku bicara,apa jangan jangan selain bisu dia juga tuli"Vera kembali menerka nerka tentang Davvien
Karena rasa penasaran nya tidak bisa di tahan Vera kembali bertanya"Supir?"
"Iya nona"Fero menjawab dengan sedikit gugup
"*A*pa lagi yang akan di bicarakan oleh nona ini,,aduhhhh nona jangan lagi"Fero melanjutkan membatin wajah nya sudah pucat,takut bila istri dari tuan nya akan kembali mengeluarkan pertanyaan yang membuat Tuan nya meledak
"Apa selain bisu tuan Davvien juga tuli"lanjut Vera dengan sedikit ragu, Vera fikir kalau Davvien tidak akan tersinggung,karna Davvien tidak mendengar pertanyaan Vera, Vera masih beranggapan Davvien tuli
__ADS_1
Fero kembali melebarkan mata nya ,dia benar benar frustasi menghadapi pertanyaan Vera,apa yang di takuti nya Vera benar benar membuat Fero berhenti bernafas
Davvien,jangan di tanya lagi,rasa nya tanduk audah muncul dua di kepala nya dengan wajah sudah semakin memerah
Sesaat Vera melanjutkan ucapan nya
"Maaf,aku bukan nya menyinggung tapi aku cuma mau kasih tau,kalau kita itu tidak boleh bersedih,mendingan bisu dan tuli daripada buta,meskipun tau tidak mendengar ku tapi kau supir sebagai saksi,bahwa aku akan menerima nya dengan lapang dada,walaupun dia bisu bagaimana pun dia sudah menjadi suami ku,dan aku harus menghormati nya,dan tuan jangan berkecil hati saya tidak akan meninggalkan tuan walau keadaan tuan seperti ini meski kita belum saling kenal dan belum ada kata cinta di antara kita,tapi aku akan tetap menghargaimu sebagai suami ku"ucap Vera panjang lebar,ntah keberanian dari mana vera sudah mengelus elus lengan Davvien
Fero tidak tau harus menjawab,aura dingin sudah mencekik suasana mobil itu tiba tiba
"Fero suruh wanita gila ini diam"suara dingin itu menggema di dalam mobil tersebut
Davvien menghempaskan tangan Vera dengan kasar lalu menatap tajam ke arah Vera
Degg,,,,,glekk
Vera sangat kaget,jantung nya berdegup sangat kencang
"Di dia mengingat ku,dan dia juga tidak bisu"batin Vera,dia benar benar takut melihat ketajaman mata Davvien yang seakan mengisyaratkannya bahwa aku akan membunuh mu"*O*ehhh Vera,kamu benar benar hanya akan tinggal nama,selamat tinggal Daddy aku tidak tau apa yang akan di lakukan manusia pembunuh ini terhadapku nanti nya"lanjut nya membatin
Bukan hanya Vera, Fero pun kembali tegang saat mendengar ucapan Davvien dingin juga tegas,menanda kan bahwa dirinya benar benar sangat emosi,namun Fero memilih diam
Davvien kembali mengarahkan padangan nya keluar, amarah nya belum berkurang sedikit pun
Vera hanya duduk mematung dengan jantung terus berdetak kencang, Vera terus membayangkan kalau sebentar lagi dia akan mati mengenaskan di tangan yang selalu di sebut pria pembunuh ini
~Bersambung
Author:Bener bener loe Ra,berani mengatakan babang Davvien bisu,padahal Fero sudah memperingati,eh kamu malah nanyain dia tuli
Vera:Auhh thor keceplosan,lupa ngerem rasa penasaran ku tu udah sangat tinggi
Author:siap siap Ra,kamu pasti akan di musnahkan oleh Davvien
Vera:Ih gak asik loe thor nakut nakutin gw,udah ah gw mau mikirin cara dulu biar lepas dari pria mematikan ini babay
Tinggal kan jejak kalau kalian suka cerita ini
Like
__ADS_1
Komen
Vote