Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Membuat rencana


__ADS_3

...Jangan terlalu menyayangi, karna kita tidak akan tau, mungkin suatu saat kita akan membencinya....


...Jangan terlalu benci, karna kita tidak akan tau mungkin suatu saat bisa jadi dia menjadi orang yang paling kita sayangi....


...----------------...


Itu lah kata kata yang cocok untuk Davvien, dulu selain Mommy nya dia sangat membenci kaum yang di namakan hawa.


Kebencian nya kepada perempuan berimbas pada istrinya, saat pertama menikahi wanita yang belum dia kenali dia menegaskan bahwa tidak akan ada cinta di antara mereka, dia yakin sepenuhnya kalau dia tidak akan pernah jatuh cinta lagi.


Tapi nyatanya semua tak sesuai ekspektasi Davvien, seiring berjalan nya waktu rasa itu tumbuh, mungkin karna sudah bertahun tahun hati Davvien kosong tanpa berpenghuni hingga karatan sehingga kehadiran Vera mempunyai ruang di hati Davvien.


Semakin hari Vera semakin masuk ke dalam relung hatinya yang tiada berpenghuni itu, dan sekarang sadar tidak sadar mengakui nya ataupun tidak yang namun Davvien telah jatuh cinta pada istri yang selalu di katai nya gila.


Pagi ini mereka sudah sama sama berangkat tapi berbeda arah.


Di dalam perjalanan Davvien diam, dia membayang kan bagaimana Vera peduli padanya, dia ingat semalam Vera yang merawatnya meski pun dia tidak sakit tapi Vera tetap memperlakukan dirinya dengan baik, Vera sampai membawa kan makanan ke dalam kamar Davvien.


Lamunan Davvien buyar saat mobil mereka berhenti tepat di parkiran gedung pencakar langit.


Davvien turun saat Fero membukakan pintu untuk nya, mereka pun berjalan masuk ke dalam perusaahan itu.


Dengan ketampanan mereka selalu jadi pemandangan indah di pagi hari bagi karyawan wanita, meski terkesan dingin dan kejam namun tak mengurangi jumlah peminat mereka dari kalangan wanita, bagi wanita yang pernah melihat tampang mereka pasti akan terpesona terutama ya si ketua mafia, banyak wanita yang menginginkannya tapi tidak pernah di open oleh Davvien.


Meraka sampai di dalam ruangan Davvien, Fero langsung memberi tahu jadwal kepada Davvien.


"Fero setelah makan siang kita akan ke markas, kita harus membahas tentang penyerangan pada markas Fernando, dan kau buat perusahaan nya hancur, buat semua penanam saham di perusahaan nya untuk menarik saham mereka, baru setelah itu tarik saham dari perusahaan kita, untuk ini kita akan bermain cantik"


Ujar Davvien dan di angguki oleh Fero.


...----------------...


Di kampus....


Terlihat empat ladies duduk di meja persegi empat dengan kursi panjang yang mengapit meja tersebut.


Mereka sedang menyantap makanan yang telah mereka pesan, ya mereka adalah Vera, Tania, Intan, dan Rani.


"Eh Ra loe kenapa nggak masuk kemaren?"


Tanya Tania yang memang belum tau, di antara mereka berempat Rani terlihat sibuk dengan ponselnya.


"Ada kesalahpahaman sedikit kemaren"


"Salah paham apa?"


Vera pun menceritakan yang di lalui nya kemaren yang terkesan sangat konyol.


Mereka pun tertawa mendengar cerita Vera, mereka sudah membayangkan bagaimana Vera berusaha untuk menahan Davvien agar tetap berbaring saat di periksa oleh dokter.


Tiba tiba ponsel Tania berbunyi menampilkan notif pesan masuk.


✉️ Calon suamiku: Kamu di mana, aku sudah di parkiran kampus mu"

__ADS_1


Isi pesan yang di terima Tania, sebenarnya dia sudah mengubah nama kontak Aldi tapi saat Aldi kembali mendatangi apartemen Tania Aldi mengubahnya lagi menjadi calon suamiku.


Tania tak membalas pesan Aldi, hanya dia sedikit gugup, tiba tiba ponsel nya kembali berbunyi satu notif pesan masuk lagi.


✉️Calon suamiku: Kalau kamu tidak keluar, aku akan menghampirimu calon istriku, aku bisa bertanya kepada siapa saja disini"


Membaca pesan itu Tania langsung membulatkan matanya, dia tidak ingin Aldi menghampiri nya di sana, di kantin yang penuh dengan siswa dan siswi yang juga sedang mengisi perut mereka di saat mata pelajaran sudah usai.


"Gw duluan ya'


"Loh, kenapa buru buru"


Tanya Vera, dan Tania langsung menunjukkan isi pesan yang di terima nya.


"Oehhh hati hati ya"


Tanpa menjawab Tania berlalu meninggalkan mereka.


Saat sampai di parkiran Tania langsung mencari seseorang yang beberapa hari ini selalu mengusik nya.


Saat dia meneliti setiap tempat, matanya menangkap sosok seorang yang sedang tersenyum ke arah nya, Tania pun langsung menghampiri nya.


"Ada apa tuan ke sini"


Tanya Tania dengan muka kesal nya, Aldi hanya tersenyum dengan santai dia menjawab.


"Menjemput mu"


"Aku bawa mobil sendiri"


Jawab Aldi yang tentu saja membuat Tania semakin kesal, pria di depan nya sungguh aneh dia pergi ke kampus Tania mengatakan ingin menjemput nya tapi dia tidak membawa mobil malah menumpang padanya.


Aldi memang sengaja pergi ke kampus Tania menggunakan taksi karna dia tau kalau membawakan mobil sendiri wanita itu pasti akan menolak satu mobil dengan nya dengan beralasan membawa mobil sendiri, maka dari itu Aldi sengaja meninggalkan mobil nya di kantor.


"Sebaiknya Anda pulang sendiri tuan"


"Saya hanya ingin pulang dengan mu, aku akan pulang ke apartemen mu"


"Mau ngapain lagi anda ke apartemen saya tuan"


"Jangan banyak bertanya, ayok"


Aldi langsung menarik tangan Tania untuk berjalan pada mobil Tania, dengan terpaksa Tania Menurut karna percuma juka membantah pria ini punya seribu cara untuk mewujudkan keinginan nya.


Mereka akhirnya pun meninggalkan kampus dan di susul para sahabat nya yang juga pulang ke rumah masing masing.


...----------------...


Davvien dan Fero sedang menuju ke markas mereka yang di tengah hutan.


Membutuhkan waktu satu jam agar bisa sampai pada rumah yang di sebut markas itu.


Sekarang mereka tidak perlu membawa pelayan wanita lagi karna di sana sudah di pekerjakan pelayan laki laki untuk membuat mereka sarapan, karna berhubung yang tinggal di markas semuanya laki laki.

__ADS_1


Setelah membersihkan dirinya dan rapi dengan pakaiannya Davvien turun untuk makan malam, sebenarnya Davvien sangat merindukan Vera meski baru tadi pagi mereka bertemu tapi perlakuan Vera yang selalu melayani nya dengan baik, Davvien benar benar teringat akan istri nya itu, dia ingat Vera pasti sudah memasak makan malam untuk nya, mengingat setiap pulang kerja selalu tertata banyak makanan di atas meja.


Tapi Davvien coba menepis kan semua rasa rindunya, dia pun menikmati makan malam bersama Fero, Irfan juga.


Makan malam telah selesai, sekarang mereka duduk di dalam sebuah ruangan, membahas sesuatu dengan begitu serius.


"Jadi kapan kita akan menyerang mereka?"


Tanya Fero, mereka sedang membuat siasat untuk menyerang kelompok mafia yang diketuai oleh Tn.Fernando, kalian ingatkan yang membawa kabur senjata yang ingin di jual oleh Davvien.


"Tunggu mereka lengah, Irfan kamu selidiki mereka, pantau terus di saat Fernando berada di markas nya baru kita akan bertindak"


"Baik Tuan, besok aku akan terbang ke sana"


"Jangan sampai mereka curiga, dan kita Fero adakan rapat pemegang saham besok kita akan bahas tentang saham mereka yang juga di tanamkan di perusahaan Fernando supaya menarik saham mereka"


"Baik tuan"


"Sekarang kita pulang"


Davvien keluar dari ruangan tersebut, dia sungguh ingin melihat wanita gilanya.


Tapi cuaca malam ini tidak mendukung nya untuk pulang.


"Tuan, seperti nya akan turun hujan beserta badai"


"Aku juga bisa melihat nya"


Jawab Davvien dengan tatapan tajamnya, bagaimana bisa cuaca sedang tidak bersahabat dengan nya melihat angin begitu kencang dan di susul gerimis yang mulai turun dan mulai lebat, kalau mereka pulang pasti akan kesusahan mengendarai mobil di saat hujan deras.


"Kau beritahu wanita itu untuk tidur di kamar nya, jangan menunggu ku, kita mungkin akan terlambat pulang"


Davvien sengaja menyuruh Fero karna dia tidak berani, Fero pun langsung mengetik pesan dan di kirimkan pada Vera.


(Heheh bos mafia yang gengsian😁😁)


Cling..


Satu notif pesan masuk, Vera melihat ponsel nya di atas meja sofa didepan nya, dia pun membacanya.


✉️Kak Fero: "Tidur lah di kamar mu jangan menunggu, kami tidak akan pulang malam ini"


Membaca pesan itu Vera merasa sedih, dia tinggal sendiri di rumah sebesar ini,dengan cuaca yang sudah gerimis, Vera mencoba menguatkan dirinya supaya berani dia pun melangkah hendak masuk ke dalam kamar, Vera melihat lagi pada meja makan yang sudah penuh dengan makanan yang lagi lagi tidak ada yang memakannya.


Saat sampai di dalam kamar, Vera masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi, setelah itu dia keluar langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, baru hendak memejamkan mata


Duarrrrrrrrrrr


"Aaaaaaaaaaaa"


~Bersambung


Aku up dua bab loh, kasih dukungan nya ya biar author semangat.

__ADS_1


Komen dong, like dan vote juga.


Salam sayang ku untuk Kalian semua😘😘😘


__ADS_2