
...**Kenapa di saat aku mencoba melupakan nya, dia malah datang, di saat aku ingin mengubur semua rasa itu dia malah membangkitkan nya kembali, di saat cinta ini mulai mati, dia malah menyiram dan memberi pupuk dengan perhatian nya....
...Aku tidak ingin kembali pada rasa yang sama, rasa yang memang belum hilang sedikit pun dalam hatiku, meskipun begitu aku tetap tidak bisa dengan mudah memaafkan nya....
...Memaafkan atas apa yang telah dia lakukan pada ku ini, memaafkan atas luka yang telah dia toreh, memaafkan atas sakit yang telah dia beri....
...Namun........
...tidak bisa aku pungkiri bahwa namanya masih sangat melekat dalam hatiku, cinta ku masih terlalu besar untuk dirinya, karna dialah orang yang pertama masuk dan menempati relung hatiku....
...(Intan ratna desi)...
...🌷 HAPPY READING 🌷**...
...----------------...
Intan terus berjalan sambil menunggu taksi pesanan nya sampai.
Sambil berjalan dia menatap sekeliling, dia sempat merasa takut, ingin kembali pada apartemen Fero tapi merasa malu.
Tiba tiba sebuah mobil berdiri tepat di samping nya.
"Hei, ngapain disini?"
Ucap orang dalam mobil tersebut, dia pun turun dari dalam mobil nya dan menghampiri Intan yang sudah berdiri menatap nya.
"Bagas..!!"
"Heum, kamu belum menjawab pertanyaan ku, Kenapa kamu disini?"
Bagas menatap nyalang pada Intan, terlihat senyum di sudut bibirnya, Intan merasa risih dengan tatapan aneh bagas.
"Aku, aku"
"Bukan nya tadi kamu pergi sama orang itu?"
Tanya Bagas lagi saat melihat Intan gelagapan menjawab pertanyaan nya.
"Iya, tadi aku baru dari apartemen nya, tapi aku ingin pulang"
"Kenapa dia tidak mengantar mu"
Pikiran bagas udah nggak benar, dia menganggap Intan wanita gampangan, karna pergi ke apartemen lelaki pulang hingga malam, senyuman semakin mengembang di bibir Bagas, dia mengira tidak akan sulit untuk menaklukkan Intan.
"Aku hanya tidak ingin merepotkan nya"
Jawab Intan sudah memalingkan wajah nya, dia merasa takut dengan tatapan Bagas.
"Atau jangan-jangan karna dia telah mengusir mu setelah kamu memuaskan dirinya?"
Tatapan Intan langsung beralih pada Bagas dengan begitu tajam.
"Apa maksud mu?"
"Jangan sok polos, aku sudah tau jika dirimu tidak jadi wanita pemuas. Kalau tidak, untuk apa juga dia membawa mu ke apartemen nya"
"Jangan sembarang kamu, aku bukan wanita seperti kamu pikirkan"
__ADS_1
Teriak Intan pada Bagas, tentu dia tidak terima karna Bagas sudah menghina nya.
"Jangan sok suci kamu, sekarang aku mau kamu memuaskan diriku"
Plakkkk
Satu tamparan mendarat di pipi Bagas, Intan begitu marah wajah nya sudah merah padam, ada rasa khawatir juga menyeruak ke dalam hati nya.
"Aku katakan sekali lagi, aku bukan wanita pemuas, jadi jaga ucapan anda"
Bagas merasa kesal karna tamparan Intan begitu terasa perih di pipinya.
"Dasar wanita jal*ng"
Plakk
Bagas pun menampar pipi Intan, hingga Intan tersungkur ke tanah, Bagas membangun kan Intan, lalu di sandarkan di mobil milik nya, dia pun mencoba mencium Intan, Bagas yang memang sudah mengincar Intan tidak sabar ingin merasakan hangat nya tubuh Intan.
Saat pertama kali melihat Intan di pesta papa-nya Riki, Bagas sudah sangat tertarik pada Intan, lebih tepat nya nafsu nya sudah sangat ingin menyalurkan pada Intan, Bagas termasuk pengusaha sukses, memiliki wajah yang cukup tampan, tapi Bagas juga seorang Casanova, dia sering meniduri wanita-wanita malam yang hanya di ganti kan dengan uang miliknya.
Bukan hanya wanita malam, setiap wanita yang ingin dia tiduri akan terus di kejar hingga dia mendapatkan nya, setelah itu dia meninggal kan wanita itu tanpa perasaan.
Dan setelah di pesta pun Bagas terus mendekati Intan, rncana nya dia mengajak Intan dengan alasan hanya meminta menemani nya makan siang sebagai bentuk awal pertemanan, Intan yang memang tidak terlalu mengerti tentang masalah percintaan pun mau dengan ajakan Bagas, awalnya Bagas merasa senang karna malam ini dia akan mendapatkan mangsanya, tapi dia kembali kesal saat Fero lebih dulu membawa Intan, dan saat dia pulang dari sebuah bar lewat jalanan tersebut, seperti mendapatkan durian runtuh, dia melihat Intan berjalan sendiri di tempat yang sepi.
Bagas terus berusaha mencium wanita yang sedang meronta-ronta ingin di lepaskan, Bagas ingin menyatukan bibir nya dengan bibir Intan yang sudah sangat menarik perhatian.
Sedangkan Intan dengan sekuat tenaga melawan, dia terus menggerakkan wajah nya ke kanan dan ke kiri agar Bagas tidak bisa mencium nya.
Intan hanya bisa menangis berharap seseorang datang membantu dirinya, dalam hati Intan sempat menyesal karna telah pergi dari apartemen Fero.
Bughhhhh
"Ahhkkkk"
Bughh
Buughhhh
Fero terus memukul Bagas, merasa sangat marah, apalagi melihat keadaan Intan yang terlihat menyedihkan, darah keluar dari sudut bibirnya, dan dia terlihat begitu ketakutan, mata Fero memerah, tangan nya terkepal kuat, hingga urat-urat di tangan Fero begitu terlihat.
"Dasar kamu pria brengs*k, beraninya kau menyentuh dan menyakiti wanita ku"
Bughhhh
Tanpa memberi celah untuk Bagas melawan, Fero terus menghajar Bagas.
"Kamu sudah menampar wanita ku, maka rasakan ini"
Fero memegang tangan Bagas lalu memutarnya.
"Ahhkkk"
Bagas berteriak saat tangan nya sudah patah di buat Fero, wajah nya juga sudah tidak berbentuk lagi, Fero bangkit lalu mendekati Intan.
Intan yang merasa ketakutan langsung memeluk Fero, menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Fero.
"Maaf kan aku"
__ADS_1
Fero mengelus rambut Intan, lalu mencium nya, dia merasa bersalah karna terlalu lama meninggal kan Intan.
Dia mengutuki kebodohan nya karna tidak langsung mengantar Intan, Fero pun memeluk Intan dengan begitu kuat, andai saja dia terlambat mungkin wanita nya saat ini, ah membayangkan nya saja sudah membuat Fero sakit, dia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri jika itu sampai terjadi pada Intan.
"Hiks,,,hiks,,,, maafkan aku tuan, andai aku tidak kabur, andai aku mendengar ucapan mu, ini semua pasti tidak akan terjadi, maafkan aku"
"Sudah, aku juga minta maaf karna telah membuat mu menunggu lama"
"Hiks,,,hiks,,,,"
Hanya suara tangisan yang terdengar, namun setelah itu hening, tidak ada suara apapun lagi tubuh Intan pun melemas hingga bersandar penuh pada dada bidang milik Fero.
"Intan, hey kamu kenapa"
Fero menepuk-nepuk pipi Intan yang sudah memejamkan matanya.
Fero begitu khawatir, dia pun mengangkat Intan lalu memasukkan ke dalam mobilnya.
Setelah itu Fero sempat berlari pada Bagas lalu memukul nya lagi, setelah di lihat nya bagas sudah tidak sadar kan diri Fero meninggalkan Bagas, lalu masuk ke dalam mobilnya, terlihat sebuah taksi yang lewat, tapi Fero tidak menghiraukan nya. Dia membawa Intan kembali pada apartemen nya, tidak mungkin dia membawa Intan pulang dalam keadaan seperti itu, karna dia tidak ingin mama Intan khawatir, juga mengira jika dirinya tidak bisa menjaga Intan.
Fero kembali merasa bersalah, dia merasa tidak becus menjaga wanita nya.
🌷 Flashback on
Setelah meninggal kan Intan sendiri, Fero masuk ke dalam kamar mandi, Fero tersenyum karna telah membuat Intan berada di apartemen nya, dia sengaja berlama-lama di dalam kamar supaya Intan lebih lama lagi di tempat nya.
Setelah membersihkan dirinya Fero memakai pakaian, dia pun kembali tersenyum wajah marah Intan terlihat begitu menggemaskan di mata Fero.
Setelah siap dengan pakaian nya, Fero mengoleskan Pomade di rambut nya lalu menyisirnya dengan begitu rapi.
Fero terlihat begitu santai, dia mengira jika Intan masih menunggu nya di bawah.
Fero keluar dari dalam kamar nya dengan penampilan yang sangat rapi, cool dan juga tampan. Fero ingin Intan kembali mengejarnya, dia ingin melihat tatapan Intan pada nya seperti tatapan yang dulu Intan perlihatkan.
Tapi saat sampai di bawah, Fero terkejut melihat ruangan nya yang kosong, dia pun mengecek setiap sudut apartemen nya tapi tidak ada, tanpa menunggu lama Fero langsung berlari.
Kini Fero sudah di dalam mobil nya, dia terus mengendarai mobil dengan rasa khawatir, Fero tau jika jalanan di sana sangat sepi dan Intan belum tau arah pulang.
"Kenapa kamu sangat ceroboh, aku sudah menyuruh mu menunggu ku, maafkan aku juga karna sudah membuat mu menunggu lama"
Fero terus melajukan mobilnya, hingga pada akhirnya dia melihat seseorang yang sedang memaksa seorang wanita yang di sandarkan pada mobil.
Fero mematikan lampu mobilnya, dia pun turun. Karna badan wanita itu tertutup dengan badan pria Fero sedikit susah melihat wanita tersebut, ada rasa takut dalam hati Fero, dia berharap jika itu bukan Intan.
Fero semakin mendekat, hingga dengan jelas dia melihat wanita yang sedang mencoba melepaskan diri dari pria tersebut.
Deggggg
Fero langsung melangkah dan memukul Bagas, hingga dengan satu pukulan Bagas sudah terkapar di tanah.
🌷 Flashback off
~Bersambung
Hay para Reader, mohon dukungan nya ya, seperi biasa Like, komen dan juga Vote.
Terima kasih semuanya, salam sayang ku buat kalian🤗.
__ADS_1