
Intan yang memang selalu datang buat jenguk Vera di rumah sakit, tentu hari ini dia juga tidak absen.
Intan yakin seperti hari biasa nya jika dia bertemu dengan Fero mereka akan sama-sama cuek dan tidak saling menyapa.
Lagi pula Intan jarang melihat Fero datang ke rumah sakit, Intan tidak tau jika Fero sibuk mengurus pekerjaan.
Pagi ini Intan begitu bersemangat datang ke rumah sakit, ntah karena apa yang jelas dia ingin cepat-cepat melihat keadaan sahabat terbaik nya itu.
Karna terlalu bersemangat, Intan jadi tidak sengaja menabrak Frans, karna tidak siap Intan hampir terjatuh, beruntung Frans dengan sigap menangkap tubuh Intan, sehingga keadaan mereka saat ini seperti sedang berpelukan, dan tatapan keduanya pun bertemu.
Mereka tidak tau, jika ada seseorang yang menatap mereka dengan begitu tajam, mata itu berapi-api dengan dada juga ikutan panas.
Fero yang baru keluar dari ruangan pak Toni di beritahu kan oleh Tn.Andre , jika Vera sudah sadar, dia pun berniat keruangan Vera sebelum pergi ke kantor.
Tapi langkah nya langsung terhenti, dada nya terasa sesak, Fero marah dia benar-benar emosi melihat wanita yang sudah mengusik hidupnya kini berada dalam pelukan pria lain.
Dengan langkah lebar Fero mendekati kedua manusia yang masih dalam keadaan tatap-tatapan
Langkah Fero bagaikan raksasa yang sedang mengejar mangsanya, lalu dengan penuh emosi menarik kasar tangan Intan yang ada di lengan Frans.
"Lepaskan"
Fero menghentak tangan Intan supaya terlepas, hanya satu kata yang di ucapkan Fero dengan suara membentak.
Saat melihat kemarahan Fero, sontak Frans melepaskan Intan, begitu juga dengan Intan, dia langsung menjauh dari tubuh Frans.
"Tu-tuan maaf, ini tidak seperti yang anda bayangkan" Ntah kenapa Intan ingin menjelaskan pada Fero, dia masih tidak ingin jika Fero salah paham.
"Iya, kami tidak ngapa-ngapain, dia hampir terjatuh" Frans pun ikut membantu, sebenarnya Frans merasa tidak rela juga jika Intan sangat menjaga perasaan Fero.
Namun Fero yang sudah di landa rasa emosi langsung menarik tangan Intan, tanpa menjawab perkataan mereka berdua.
"Cih, bos sama asisten sama, sama-sama dingin dan posesif" Cibir Frans, dia pun ikut melangkah.
...----------------...
Fero terus menarik tangan Intan, tanpa berkata apapun dan tidak memberi kesempatan untuk Intan berbicara apa lagi berusaha melepaskan tangan nya, karna genggaman Fero sangat kuat.
"Shhhht Tu-tuan lepaskan tangan saya"
Mohon Intan sambil meringis, namun Fero sama sekali tidak memasang telinga nya, Fero bahkan tidak menghiraukan tatapan semua orang melihat ke arah nya.
Sampai di mobil, Fero langsung memasukkan Intan ke dalam, menutup pintu mobil dengan begitu kasar, Fero mengitari mobil lalu dia pun ikut masuk ke dalam mobilnya, dengan masih menahan emosi Fero langsung menancap gas, dia tidak lagi ingat jika dirinya ingin melihat keadaan Vera, suasana hati nya benar-benar berantakan saat ini.
"Tuan, anda mau membawa ku kemana... aku mau melihat keadaan Vera" Protes Intan.
Fero semakin menambah kecepatan nya saat Intan bersuara, sedangkan Intan masih merasa bingung dengan sikap Fero.
Dia bisa melihat kemarahan di mata Fero, namun dia tidak paham kemarahan itu karna apa dan untuk siapa.
"Tuan, kenapa anda selalu berbuat sesuka hati anda hah, anda membawa saya tanpa mengatakan kemana tujuan anda, apa anda tidak punya mulut, atau anda mendadak bisu?"
Intan yang sudah tidak tahan pun berteriak, berharap Fero akan merespon, namun Intan seperti sedang bicara pada bangku mobil, karna Fero sama sekali tidak menanggapi.
__ADS_1
"Jika anda sedang marah selesai kan urusan anda dahulu, kenapa anda malah melampiaskan kemarahan anda pada saya" Lanjut Intan yang tidak merasa bersalah.
Fero mengehentikan mobil nya saat sudah sampai di apartemen nya, dia langsung turun dan membuka pintu untuk Intan.
Fero kembali menarik tangan Intan dengan begitu kasar, Intan kembali bingung melihat Fero membawakan nya ke apartemen yang dulu pernah dia datangi.
"Tuan, kenapa kita kesini" Tanya Intan lagi.
"Kau ingin aku melampiaskan kemarahan ku kepada orang yang telah membuat ku marah kan?"
Tanya Fero saat mereka di dalam lift, dan Intan dengan polos mengangguk kepalanya.
"Maka diam lah" Perintah Fero.
Fero sama sekali tidak melepaskan tangan Intan, hingga sampai di dalam Apartemen nya.
Fero langsung menghempaskan tubuh Intan pada sofa di ruangan apartemen nya, dia pun langsung mendekati Intan.
Intan mulai ketakutan saat Fero mendekatkan wajah mereka.
"Tu-tuan apa yang anda lakukan"
"Kamu ingin aku melampiaskan kemarahan ku kan" Ucap Fero dengan suara yang sudah serak.
"Iya tapi emmhhh...."
Ucapan Intan terputus saat Fero langsung menyambar bibir Intan, yang di cium langsung membulat kan matanya, dan beberapa saat air mata terlihat jatuh dari mata Intan.
Fero memejamkan matanya, dia merasa kesusahan mencium bibi Intan karna di tutup dan seperti Intan belum cukup pengalaman.
Intan menangis, dia sungguh tidak rela jika ciuman pertama nya harus seperti ini, Fero langsung melepaskan ciuman mereka.
"Kenapa kamu menangis, apa aku menyakiti mu?" Kini Fero bertanya dengan begitu lembut, rasa marah nya terbang ntah kemana saat melihat air mata Intan.
Intan mengangguk, Fero langsung melihat bibir Intan, tapi tidak berbekas, bagaimana bisa berbekas, Fero baru saja ingin ******* bibir itu.
"Tapi aku baru mencium mu dan tidak melukai bibir mu"
Tangisan Intan semakin pecah, dia mendorong tubuh Fero menjauh darinya.
"Anda jahat tuan, anda memang tidak melukai fisik ku tapi anda melukai hati ku, anda telah melecehkan dan menjatuhkan harga diriku, anda telah mencuri ciuman pertama dariku, kenapa... kenapa harus seperti ini hah?"
Intan menangis sambil berteriak, Fero merasa bersalah dan juga menyesal karna tidak bisa mengontrol emosinya, hingga kembali menyakiti Intan.
"Ma-maafkan aku"
Fero hendak mendekat, namun Intan langsung mengangkat tangan nya supaya Fero tidak beranjak dari duduknya.
"Kenapa anda seperti ini tuan, apa salah saya... mengapa anda selalu memperlakukan saya sesuka hati tuan, dulu anda menghina ku saat hati ku mencintaimu, anda mengatakan jika aku perempuan yang berkhayal mendapatkan lelaki sesempurna tuan, karna saya tidak menarik, saat saya mengubah penampilan saya, anda juga menghina ku, tapi sekarang saat aku sudah ingin melupakan mu, anda malah datang dan mendekati ku kembali, dan sekarang apa anda marah-marah tanpa kejelasan dan melampiaskan amarah anda pada saya, bahakan anda telah mengambil ciuman pertama saya, anda menganggap saya apa hah?"
Intan benar-benar marah, dia mengeluarkan unek-unek nya sambil air matanya terus mengalir deras, dia pun bangkit ingin keluar.
"Karna kau lah yang membuat ku marah"
__ADS_1
Kata-kata Fero menghentikan langkah Intan, Fero bangun langsung memeluk Intan dari belakang.
"Karna aku tidak suka melihat mu dekat dengan lelaki manapun, aku tidak rela bila orang melihat mu dengan tatapan mengingini, maka dari itu aku marah saat melihat kau mengubah penampilan mu, aku sakit saat lelaki lain memperlakukan mu tidak sewajar, aku tidak ingin kau melupakan ku" Fero mengeratkan pelukannya di pinggang Intan.
"Maafkan aku, jika aku selalu menyakiti mu jika selama ini aku lebih mementingkan ego ku, maafkan aku, aku hanya suka dengan Intan yang dulu yang selalu menatapku dengan penuh cinta, aku tidak mau Intan ku dulu berubah, aku mencintaimu Intan I love you so much''
Mendengar ucapan Fero semakin membuat Intan menangis, dia ingin melepaskan tangan Fero, namun tidak bisa.
"Tolong, jangan permainkan perasaan ku lagi tuan"
Fero langsung melepaskan pelukan nya, dia pun membalikkan tubuh Intan agar menatap dirinya.
"Tatap aku, lihat dalam mata ku apa aku sedang bersandiwara?"
Fero meraup wajah Intan dengan kedua tangan nya, lalu menatap dalam-dalam mata gadis di hadapannya, Intan pun menatap manik mata Fero mencari kebohongan di sana, namun dia tidak menemukan nya hanya kejujuran dan ketulusan yang dia dapatkan.
"I love you, aku sangat menyayangimu... jangan tinggalkan aku please"
Kata kata Fero begitu menusuk indra pendengaran Intan, apa lagi dia memang belum bisa melupakan Fero.
"Tapi kenapa tuan melakukan ini pada ku" Lirih Intan.
"Maaf, aku hanya tidak suka melihat mu bersama lelaki lain, apa lagi melihat mu di pelukan orang lain, itu membuat ku sakit"
Fero membawa Intan kedalam pelukan nya, Intan pun menangis dalam dada bidang Fero dengan memukul-mukul dada pemuda tersebut.
"Tuan jahat, kenapa tidak mendengar penjelasan ku dulu, tuan jahat selalu bertindak sesuka anda"
"Maaf kan aku"
Cup...
Fero mencium kepala Intan.
Intan langsung melepaskan pelukan nya dari Fero, setelah berkali-kali tersakiti oleh pria ini tentu Intan tidak langsung bisa menerima dan mempercayai Fero.
"Saya harus pulang"
"Tapi, aku ingin dengar jawaban mu... apa aku memang sudah tidak ada lagi di dalam hatimu?" Tanya Fero penuh harap.
"Wanita jorok dan tidak menarik seperti ku tidak layak berada di sisi anda tuan"
Setelah mengucapkan kata itu, Intan langsung keluar, meninggalkan Fero yang berdiri mematung dengan rasa sakit dan penyesalan di dalam hatinya.
~BERSAMBUNG
Yang minta Visual Intan dan Fero nih aku kasih.
Fero
Intan
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya 🤗.