Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Vera gila


__ADS_3

Vera turun dan menyusul Riko yang sudah masuk kedalam restoran, Vera terus mengikuti nya yang berjalan bersama seorang wanita ,sambil terus bertanya tanya siapa kah wanita itu,apa dia juga yang bersama Riko di dalam hotel


Langkah Vera terhenti saat melihat Riko memasuki ruangan VIP di restoran itu,hati nya makin hancur,tanpa berfikir panjang Vera mengikuti mereka untuk masuk ke dalam ruangan yang di tempati Riko bersama wanita itu, tapi langkah nya terhenti karna penjaga di depan pintu tidak mengizinkan dia masuk


Vera terus memaksa untuk masuk,namun 2 orang penjaga itu sangat kuat,badan sekecil Vera dengan mudah mereka cegah


"Pak izin kan saya masuk,di dalam ada kekasih saya pak"memohon Vera


"Tapi tamu kami tidak mengizinkan orang lain masuk,hanya orang penting yang boleh masuk ke dalam"jawab satu pengawal itu sedang mencegah vera yang terus memaksa untuk masuk


Saat Riko mendengar keributan"ada apa di luar sangat ribu"hendak bangkit untuk memastikan


"Tuan,sebaik nya anda lihat berkas berkas ini lagi,karna kliyen yang kita temui hari ini bukan orang biasa,dan ini kesempatan bagi kita untuk bisa kerja sama dengan perusahaan ini"Lisa mencegah Riko, Lisa pun juga tidak tau kenapa di luar sangat ribut


"Heummm baik lah"


"Biar saya yang melihat Tuan"Lisa bangkit dan berjalan ke arah pintu


Vera yang kewalahan pun ahir nya menyerah,dia pergi dari depan ruangan itu,percuma juga melawan mereka berdua sangat kuat,tidak mungkin vera berkelahi di dalam restoran, Vera tidak ingin membuat keributan


Ceklek


"Pak,kenapa tadi ribut ribut"tanya Lisa saat membuka pintu,dia tidak melihat siapa siapa di sana


"Ada seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasih nya tuan Riko"jawab seorang penjaga itu sambil menunduk,mereka tau nama tamu yang memesan ruangan VIP itu


"Perempuan,apa itu Vera bagus berarti dia lihat aku dan riko memasuki ruangan ini bersama"Lisa membatin sambil mengeluarkan senyuman di bibir nya


"Ya sudah,jangan biar kan siapapun masuk selain kliyen kami"ucap Lisa menutup pintu nya dan berjalan ke arah tempat mereka duduk tadi


"Siapa"tanya Riko


"Itu pelayan bikin keributan memecah kan gelas"dusta Lisa asal


Riko hanya mengangguk,dan kembali memeriksa berkas di tangan nya


Vera terus berjalan keluar dari restoran itu tanpa tentu arah,pandangan nya lurus kedepan dengan tatapan nya yang kosong,air mata nya terus mengalir Vera bukan gadis yang lemah tapi kali ini dia benar benar rapuh


Rasa sakit bagai tertusuk beribu pisau, dada nya sesak,nafas nya seakan berhenti dia hancur sehancur-hancur nya,mengapa harus begini orang yang sangat dia cintai malah mengkhianati nya,padahal mereka menjalin hubungan bukan dengan waktu yang sebentar

__ADS_1


Semua janji Riko perlakuan manis Riko yang berputar di ingatan Vera seakan menambah perih luka yang dia rasa


"M**engapa Riko tega mengkhianati ku,apa kesalahan ku,apa dia bosan karna terlalu lama menjalin hubungan dengan ku"sambil terus berjalan Vera memikirkan sesuatu yang tidak Vera dapatkan jawaban nya


dengan langkah yang berat Vera terus berjalan,saat sampai di parkiran


"Akhhhhhhhhhhhhhh brok"Vera berteriak sambil menendang satu kaleng minuman didepan nya


Bersamaan dengan seseorang keluar dari mobil dia berdiri tegap penuh dengan karisma pesona nya dan....


"Prok"kaleng minuman yang di tendang Vera tepat mengenai kepala orang itu,dia adalah Davvien Wilmar


Davvien yang kaget pun refleks mengeluarkan pistol dari saku jasnya dan menodongkan senjata itu ke arah Vera,dilihat nya Vera sudah berdiri tidak jauh dari nya,


Glek,,,


Vera menelan kasar ludah nya mata nya membelalakkan melihat senjata sudah di hadang tepat di kepalanya


Davvien marah sangat marah,apa lagi melihat yang menganggu nya adalah seorang wanita amarah nya memuncak di ubun-ubun, bukan karna sakit tapi dia merasa harga diri nya sebagai ketua Mafia dan seorang CEO benar benar di remeh kan oleh gadis di hadapan nya saat ini


Fero yang melihat pun hanya menyaksikan tidak berniat membantu,salah siapa dia membangun kan macan yang kelaparan


Vera gelagapan dia terus mencari akal untuk bisa lolos dari peluru panas itu


"B**agaimana ini,aku memang sedang kecewa tapi aku masih belum mau mati,mikir Vera mikir,,kalau lari pria ini pasti akan menembak ku sekarang ,atau pura pura pingsan,tidak tidak nanti dia akan membawa ku,"Vera sibuk membatin mencari cara


Sedangkan Davvien,dia hanya diam dengan tatapan membunuh menatap Vera,,saat Davvien menarik pelatuk pistol nya Vera mendapatkan ide


"Ahahahahaha ini pistol untuk main tembak tembak ya,dor dor dor ahahahaha"Vera berpura pura gila dia maju ke arah Davvien dan memegang tangan Davvien lalu merebut pistol Davvien,walau pun rasa takut dalam hati nya teramat sangat tapi Vera memberanikan diri untuk mengambil senjata Davvien


Davvien yang melihat tingkah Vera pun semakin marah dia melepaskan tangan Vera dan hendak menembak ke arah vera


Lagi-lagi Vera membuat dirinya seperti gila


"Wuah mau main perang-perangan dor dor dor,tapi aku tidak ada senjata"dengan membuat wajah nya cemberut


"Vien jangan bunuh dia,dia orang gila,untuk apa meladeni orang gila,ayo kita masuk mereka sudah menunggu kita"Fero mengajak Davvien masuk,dia merasa kasian melihat Vera dengan mata yang sembab,di tambah lagi dia adalah wanita gila,


Wajah yang cemberut seketika Vera mengubah ekspresi menjadi ketawa seolah oleh dia memang sakit jiwa,dan saat Fero berbicara pada Davvien

__ADS_1


"Ahahahahaha"Vera berjalan dan merebut pistol Davvien,dia berhasil mengambil pistol itu dan


Dorrr


Vera menembak asal asalan tapi tetap menembak kepada tempat yg tidak berbahaya


"Ahahahahaah dor dor dor"Vera ketawa sambil menghadap kan senjata pada Fero dan Davvien dengan membunyikan suara pistol dengan mulut nya sendiri


Pengawal yang melihat itupun langsung turun dan menghampiri Vera,mereka melihat saat Vera berpura pura jadi gila,nyonya pasti berakting pikir mereka


Davvien dan Fero menunduk kan tubuh mereka takut terkena timah panas dari senjata nya sendiri


"Maaf Tuan,kami akan membawa nona ini"ucap pengawal dan memegang lengan Vera seolah mereka petugas dari rumah sakit jiwa untuk membawa Vera


"Ahahahaha"Vera masih berakting sampai dia masuk ke dalam mobil


Davvien dan Fero berdiri"Huhhhh rupanya dia pasien rumah sakit jiwa yang kabur"ucap Fero sambil melangkah kan kaki nya


Davvien hanya diam, amarah nya benar benar belum reda,tanpa dia sadari pistol nya telah di ambil oleh Vera


...----------------...


"Huuhhhhhhh"di mobil Vera bernafas lega dia berhasil lolos dari maut nya hari ini,dia melempar senjata yg di ambil pada tangan Davvien ke bangku sebelah nya,tanpa sengaja dia membawa pistol itu


"Maaf nona kami telat membantu nona"ujar satu pengawal mereka merasa bersalah karna lebih mementingkan nyawa sendiri dari pada keselamatan nyonya mereka


"Iya tidak apa apa"jawab Vera singkat


Vera memerintahkan pengawalnya untuk pulang,rencana nya ke mall di urungkan karna suasana hati nya saat ini sangat kacau


Davvien dan Fero memasuki restoran mereka langsung menuju ke ruangan VIP,mereka masuk terlihat sudah ada dua orang di sana yang berdiri menyambut Davvien dan Fero


Dia adalah Riko dan Lisa,mereka yang mengajukan permintaan kerja sama dengan perusahaan Davvien


Riko pun memulai membahas tentang kesepakatan mereka


~Bersambung


Tinggalkan jejak bagi yang baca

__ADS_1


__ADS_2