Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Nama untuk bayi kembar.


__ADS_3

...Dulu ku kira aku tidak akan pernah bisa bahagia, hingga aku di satukan dengan dirimu dalam suatu hubungan pernikahan....


...Aku masih merasa jika itu tidak adil untuk ku, karna aku harus menikahi wanita yang bahkan belum aku kenal, tapi..., seiring waktu berjalan, aku sadar bahwa dirimu lah yang terbaik untuk ku....


...Dan sekarang aku merasa aku lah manusia yang paling bahagia di dunia ini, di tambah dengan dua malaikat kecilku....


...Puji syukur ku terhadap nikmat mu Ya Allah... ampunilah hamba yang selama ini tidak pernah mengingat mu....


...Davvien Wilmar....


...----------------...


Siang hari, ruangan tempat di rawat Vera dan baby twins kembali rame, keluarga yang sudah pulang saat pagi, kini datang kembali, mereka bahkan tidak merasakan capek atau mengantuk sedikit pun meski semalam mereka semua tidak tidur.


Kali ini ruangan VIP yang lebih luas dari ruangan biasanya lebih ramai, dimana saat ini sudah ada Aldi, Riki, Tania dan juga Rani.


"Selamat bro, akhirnya kamu menjadi seorang ayah!" ucap Aldi pada Davvien.


"Iya Vien, tidak ku sangka kamu langsung jadi ayah dari dua anak, selamat ya!" imbun Riki yang juga mengungkapkan selamat kepada sahabat judes nya itu.


"Untuk apa kalian kemari!" tanya Davvien yang langsung kena pukulan dari Vera.


"Ya elah, sudah jadi bapak-bapak masih jarang aja!" ujar Aldi yang membuat Davvien naik pitam.


"Apa kau bilang, bapak-bapak! bahkan aku masih lebih tampan dari kalian!" tukas Davvien tidak rela di panggil bapak-bapak.


"Sudah sayang, maksud mereka tu bapak dari anak kita!" timpal Vera meredakan kemarahan Davvien.


"Untung rumah sakit, kalau tidak sudah ku jadikan samsak tu wajah pas-pasan kalian!" hardik Davvien lagi.


"Selamat ya Ra, uh... sudah jadi ibu ni ya...!" ucap Tania memeluk sahabatnya itu.


"Terima kasih Nia, ucapkan selamat juga untuk Intan!" ujar Vera yang membuat Tania melotot dan Intan malu.


"Wah... Intan juga tidak mau kalah, selamat ya, Intan!" lanjut Tania, dan bergantian dengan Rani.

__ADS_1


Kini mereka berempat mengerumuni dua box baby twins, semua tampak gemes melihat si kembar tidur, mulut mereka yang merah muda begitu mungil, pipi yang gembul.


Davvien duduk di sebelah Vera, kedua wanita paruh baya dan juga Intan duduk di sofa, kedua suami mereka juga turut duduk di sana.


Frans dan Fero izin pergi bekerja, meski Fero merasa berat meninggalkan Intan yang baru saja memberikan kabar gembira untuk dirinya, namun dia tetap semangat karna untuk masa depan anak dan istri nya tercinta.


Dia tau, saat Vera pulang dari rumah sakit maka Davvien akan memberikan dirinya izin untuk menemani Intan yang sedang hamil muda.


Ny.Andin sedang memotong buah untuk menantu ke dua nya, seperti kalian duga, jika Intan saat ini sedang berbadan dua.


Kebahagiaan keluarga Wilmar bertambah saat mendengar kabar tersebut, Intan di nyatakan hamil hampir memasuki tiga Minggu.


"Uuu gemesh banget sih dia, kamu makan apa saat mengandung mereka, Ra? tanya Tania merasa ingin mencubit pipi gembul baby boy.


Vera tersenyum "Semuanya aku makan, jika itu makanan tidak ada yang aku lewatkan!" ujar Vera membuat Tania dan Rani tercengang.


Sedangkan Davvien hanya tersenyum simpul, dia masih bisa membayangkan porsi makanan Vera menjadi dua kali lipat.


"Tante, aku boleh ya menggendong mereka!" pinta Rani kepada Ny.Andin dan mama Rina.


"Boleh, gendong saja!" jawab mama Rina.


Mama Rina bangun sambil menggeleng, mengambil baby boy untuk Rina.


"Tante, Tania juga mau gendong!" pinta Tania dengan antusias.


Mama Rina pun mengambil baby girl untuk Tania, merek begitu senang menggendong dua bayi gembul itu.


"Seperti nya mereka juga sudah tidak sabar pengen punya bayi!" ucap Tn.Andre menggoda Rani dan Tania.


"Ah om, tau aja!" jawab Tania tanpa malu membuat semua orang tertawa.


"Aldi, itu kode keras untuk mu, Aldi!" lanjut Tn.Andre.


"Insya Allah secepat nya om!" sambung Aldi yang kini membuat Tania malu dan juga senang.

__ADS_1


Aldi pun mengeluarkan ponselnya diam-diam mengambil gambar sang kekasih yang sedang menggendong baby girls Davvien dan Vera.


Riki yang melihat nya pun tidak mau kalah, dia pun ikut mengambil gambar sang kekasih.


Setelah beberapa saat mengambil si kembar, mereka pun terbangun Tania dan Rina langsung panik, mereka pun menyerahkan baby twins kepada papa dan mamanya.


"Vien, apa kamu sudah siapkan nama untuk mereka?" tanya Tn.Diwan kepada sang menantu.


"Sudah Dad!"  Davvien melihat bayi lelaki yang ada dalam gendongan nya saat ini.


"Dia akan ku beri nama, Fazza Dania Syakir Wilmar!" ucap Davvien, dan kini melihat putri bungsunya.


"Dan kamu dek, papa kasih nama Fita Dania Syakira Wilmar, mereka bisa di panggil Fazza dan Fita, atau Syakir dan Syakira!" lanjut Davvien lagi.


Vera tersenyum "Nama yang bagus" kemudian dia pun mencium kening putri dan putra nya.


"Selamat datang Syakir, Syakira perkenalkan ini om Aldi!" celetuk Aldi kepada dua baby yang kembali terlelap.


"Welcome too Syakira, panggil saja aku ini uncle Ki!" timpal Riki.


"Dih, anak-anak ku kenapa kalian yang kenalan lebih dulu!" tukas Davvien dengan nada tidak suka.


"Suka-suka kami lah!"


"Nak, kalau kalian besar nanti jangan dekat-dekat dengan dua demit ini ya!" lanjut Davvien.


Semuanya tertawa, kebahagiaan jelas terpancar di wajah semua orang yang ada dalam ruangan itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2