Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Pesta pernikahan.


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, namun tidak secerah hati seseorang yang sedari malam menunggu datangnya pagi, dia tidak bisa tidur karna pikiran nya selalu tertuju kepada istri dan kedua calon anak nya.


Meski ini adalah rencana nya, tetap saja dirinya yang merasa kesusahan, satu jam tidak mendengar suara sang istri sudah membuat nya gusar, apa lagi dari sejak mereka berpisah siang kemaren, sampai sekarang dia belum melihat wajah cantik sang istri.


Ya, dia adalah Davvien... suami yang kalian kenal akan kebucinan nya terhadap istri saat ini sedang bersusah hati, dia harus menahan rasa rindu yang semalaman menggerogoti hatinya, sehingga membuatnya tidak bisa memejamkan mata.


Saat azan subuh berkumandang, ayah dari calon bayi dalam perut Vera ini langsung menjalan kan ibadah nya yang sudah dia lakukan beberapa bulan lalu, setelah selesai menunaikan ibadah wajib, pria berbulu mata lentik itu menarik sudut bibirnya saat melihat mentari yang perlahan menampakkan dirinya, menerangi seluruh alam, dan membawa harapan baru untuk semua orang.


Untung nya Davvien adalah mantan Mafia, jadi jika tidak tidur dirinya tidak akan oleng.


"Dari semalam aku berharap jika waktu segera berlalu saat kau jauh dari ku, dan akan berhenti jika kita sedang bersama, bersabar lah sayang. Aku tau kamu juga sangat merindukan aku... maafkan aku yang sudah membuat mu khawatir, aku ingin kamu merasakan sesuatu yang seharusnya dari dulu aku berikan" Gumam Davvien sambil menatap ke depan.


Sedari semalam dia mencoba untuk tidak menghubungi Vera, bahkan tangan nya beberapa kali ingin menyentuh tombol hijau saat sang istri menghubungi nya. Namun karna bertekad akan memberikan kejutan kepada Vera, dia harus rela menghiraukan panggilan masuk dari sang istri.


"Sebentar lagi kita akan bertemu, aku sudah tidak sabar melihat senyuman mu... menggunakan baju yang sudah aku pilihkan untuk dirimu" lanjut Davvien lagi, dia memang sudah tidak sabar menunggu waktu yang telah dia tetap kan sendiri.


...----------------...


Seorang wanita muda dengan perut membuncit sedang menggeliat di bawah selimut, karna semalam dia tidur kemalaman, hingga membuat dirinya bangun lebih telat dari biasanya.


Vera meraba-raba kasur di sebelah nya, mencari keberadaan sang suami, terasa hampa karna biasa nya dirinya selalu berada dalam pelukan hangat sang suami, dari mulai memejamkan mata hingga dia kembali membuka mata.


Vera terus meraba, namun tidak menemukan apapun. Dia baru sadar bahwa ayah dari calon anaknya tidak datang untuk menjemput dirinya semalam, Vera langsung membuka matanya dan duduk di atas tempat tidur.


Betapa terkejutnya Vera melihat di pinggiran tempat tidur sudah ada sang mama sedang tersenyum mengamati dirinya.


"Ma-mama, sejak kapan Mama di sini?" tanya Vera dengan wajah bingung, hingga membuat mama Rina semakin tersenyum di buatnya.


"Sejak kamu meraba-raba kasur di sebelah mu" jawab mama Rina sambil tersenyum, membuat putri bungsunya malu.


"Hehe... apa mas Davvien tidak pulang Mah?... dia bahkan tidak menghubungi ku" wajah Vera langsung cemberut mengingat suami yang tiba-tiba hilang tanpa kabar.


"Aku takut dia kenapa-kenapa Ma, aku menghubungi Mommy juga tidak di angkat, saat aku mengajak Kakak untuk mengantar ku ke rumah, Kakak malah menyuruh ku tidur" lanjut nya lagi masih dengan wajah cemberutnya.


"Apa kamu rindu sama suami mu?" tanya Mama rina, Vera hanya mengangguk kan kepalanya dengan pelan.


"Anak-anak ku sangat merindukan Papanya Mah, mereka tidak bisa diam"


"Apa kamu ingin bertemu dengan nya?"


"Iya Ma, dimana mas Davvien, aku ingin kasih dia pelajaran dulu karna dia telah membuat ku khawatir" Vera ingin bangkit dan mencari sang suami, dia langsung membuka pintu kamarnya.


Saat Vera ingin keluar, dia melihat dari balik pintu empat wanita muda sedang berdiri di depan kamar nya dengan menenteng barang-barang di tangan mereka.


"Loh, kalian siapa?" tanya Vera.

__ADS_1


"Kami MUA yang akan merias Nona" jawab seorang dari ke empat MUA tersebut.


"MUA untuk apa kalian merias ku?" Vera langsung menatap pada sang mama, meminta jawaban.


"Kamu ingin menemui sang suami kan?"


"Iya Ma" jawab Vera dengan mimik wajah bingung.


"Maka kamu harus bersiap dulu, kamu mau menemui dia dengan wajah bangun tidur?" tanya mama Rina lagi semakin membuat dirinya bingung.


"Kan biasanya Mas Davvien juga melihat ku dengan wajah bangun tidur setiap pagi Mah"


"Kali ini beda, dia tidak pulang semalam kan, jadi kamu harus berdandan supaya dia betah di rumah"


Mendengar itu Vera langsung menyetujui perkataan sang mama tanpa bertanya lagi.


Keempat MUA tersebut langsung melakukan tugas nya masing-masing, mulai dari memandikan, dan luluran pada seluruh tubuh Vera.


Vera merasa aneh, dia kembali mengingat saat ingin menikah, dia juga di perlakukan sedemikian, namun Vera memilih diam karna percuma dia bertanya, MUA yang sedang melakukan tugasnya tidak akan menjawab.


Selesai dengan ritual mandi yang hampir satu jam setengah, kini Vera keluar dengan kulit yang sudah mulus dan juga putih bersih, dirinya langsung di dudukkan di meja rias.


MUA yang bertugas merias wajah Vera langsung ambil peran, dengan begitu lihai dia mengerahkan seluruh kemampuan nya melukis dengan begitu cantik wajah istri dari pengusaha muda yang sukses dan juga terkenal itu.


Setelah selesai merias wajah Vera, mereka langsung mengeluarkan satu gaun yang begitu indah, merek langsung memakai kan gaun tersebut pada Vera.


"Tunggu, kenapa kalian memakaikan gaun pernikahan pada ku" tanya Vera yang merasa heran, namun para MUA tersebut tampak bungkam, tidak satu pun dari mereka yang menjawab.


Mereka terus memakaikan gaun tersebut yang memang cocok untuk Vera yang sedang mengandung.


Dua jam mereka selesai mengubah Vera bak ratu yang begitu cantik dan anggun, para MUA merasa puas karna melihat orang yang mereka rias kali ini benar-benar cantik, jadi sedikit mereka menambah make up pada wajah Vera tentunya membuat nya terlihat begitu cantik.



Setelah selesai merias Vera, para MUA tersebut langsung keluar dari dalam kamar Vera tanpa mengatakan sepatah kata pu.


"Dasar aneh" ucap merasa kesal karna sedari tadi dirinya di acuhkan.


Tak lama kemudian, mama Rina masuk ke dalam kamar anak bungsu nya itu, Vera kembali heran melihat penampilan sang mama yang sudah sangat rapi, seperti ingin ke kondangan.


"Mama kenapa berpenampilan seperti itu, apa mama akan ke pesta?"


"Iya sayang, ayo kita pergi"


"Loh, Vera nggak bisa ikut... kan Vera mesti menemui mas Davvien dulu" tolak Vera.

__ADS_1


"Sudah kamu ikut Mama dulu, di sana kamu bisa bertemu dengan suami mu itu" mama Rina langsung menarik tangan Vera untuk keluar.


Sampai di luar lagi-lagi Vera tercengang, melihat jika Daddy dan juga kakak nya sudah sangat rapi.


"Kakak sama Daddy juga ikut?"


"Ya ikut lah... ayo princess kakak" Frans mengulurkan tangannya, Vera dengan wajah bingung menerima uluran tangan sang kakak.


"Kamu sangat cantik Nak" ucap Tn.Diwan yang terharu melihat sang putri.


"Terima kasih Dad"


Mereka pun berangkat, Frans mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. hanya 40 menit, mereka sampai di sebuah hotel yang sangat besar.


"Kenapa kita kesini Kak?" Tanya Vera yang semakin bingung.


Bukan nya menjawab, Tn.Diwan malah menyerahkan lengannya untuk Vera gandeng.


Dengan penuh tanda tanya Vera menggandeng tangan sang Daddy. Ternyata di dalam hotel tempat mereka mengadakan acara sudah penuh dengan tamu-tamu yang berdatangan.


Semua mata tertuju pada keluarga Vera saat mereka masuk ke tempat acara tersebut, para wartawan sudah mengarah kan kameranya kepada mereka, semua takjub dengan kecantikan Vera.


Vera terus berjalan, matanya menatap sekeliling ruangan tersebut mencari sebuah Jawaban yang tak kunjung di berikan oleh Daddy, mama dan kakaknya itu.


Sampai dia melihat di samping mereka berjalan, dua layar besar menyala yang menampilkan momen Vera dan Davvien.


Di sana terlihat mulai dari foto pernikahan mereka, tanggal mereka menikah, sampai foto keseharian mereka.


Vera baru mengetahui jika ini adalah hari perayaan pesta pernikahan mereka, Vera baru tau inilah kejutan yang di janjikan suami tercintanya.


Hingga seorang pria tampan berjongkok di hadapan nya dan sang Daddy yang masih menggandeng dirinya.


Pria tersebut memberikan senyuman manisnya dengan tangan dia ulurkan di hadapan Vera, semua kamera menuju kepada mereka tanpa ada yang lewat, bukan hanya para wartawan. Para tamu juga tidak ingin melewatkan momen yang ada di hadapan mereka.


"Ini lah hadiah dan kejutan yang aku janji kan untuk mu my wife"


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung.


Jangan lupa ya Reader, Like, Komen dan juga Vote nya ya.


__ADS_2