Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Sabun mandi.


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, tapi Fero dan Intan masih sama-sama terlelap, begitu juga dengan baby Aidan, karna semalam baby boy tidur pukul 3 pagi.


Saat di rasa panas matahari sudah menyeruak masuk ke dalam ruangan, Fero menggeliat, lalu perlahan membuka matanya.


Pemandangan yang pertama dia lihat adalah wajah terlelap istri dan anaknya, tidak ada yang lebih membuat nya bahagia selain momen seperti ini.


Fero melihat jam yang tergantung di dinding kamarnya, dan matanya pun langsung terbelalak tatkala menyadari saat ini sudah siang, dan mereka melewatkan sarapan pagi.


Dengan perlahan Fero bangun agar kedua cinta nya tidak ikut terbangun. Ayah dari baby Aidan inipun melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Hanya mencuci muka dan menggosok gigi, Fero kembali keluar dan melangkah mendekati pintu kamarnya.


Saat ini Fero sedang berada di dapur, dia ingin menyiapkan sarapan sekaligus makan siang untuk sang istri, makanan memang sudah banyak di sana yang di siapkan oleh para maid di mansion mewah miliknya itu.


Setelah selesai meletakkan piring yang sudah berisi makanan di atas nampan, Fero sudah siap membawanya. Tapi, seorang pelayan mendatangi dirinya.


"Tuan, tadi ada titipan paket untuk anda" ucap pelayan itu yang sering di sebut bi Yana.


"Paket! Dari siapa Bi?" tanya Fero dengan mengernyitkan dahinya.


"Saya juga tidak tau, Tuan! kata kurir tadi untuk anda!" Jawab bi Yana dengan sopan.


"Hem ... baiklah! terimakasih, Bi!" ucap Fero, diapun meletakkan nampan makanan di meja makan, lalu melangkah untuk melihat paket yang di katakan bi Yana yang sudah di letakkan di ruang keluarga.


Sambil melihat benda berbentuk petak di hadapannya, ayah satu anak ini mengelus dagunya. Karna penasaran pun dia membuka kotak tersebut.


Sungguh hadiah yang sangat mengejutkan, karna bos sinting nya itu benar-benar mengirimkan nya sabun mandi begitu banyak dan juga berbagai macam merek.


"Sial! begini nih kalau mempunyai bos kelewat perduli, hingga sengaja mengejek ku dengan benda-benda sialan ini!" Umpat Fero dengan nada kesal.


"Untung bos, kalau tidak sudah aku balas kirimkan bom untuk dia!" lanjut Fero lagi, dia kembali menarik langkah nya untuk mengambil nampan makanan yang sudah di siapkan untuk sang istri.


"Sayang, makan dulu ya!" tukas Fero saat sudah masuk kembali ke dalam kamar.


Intan baru saja selesai memandikan baby Aidan, karna dia juga ikut terbangun saat Fero menutup pintu kamar mereka saat suaminya itu keluar.


"Kamu sudah makan, honey?" ujar Intan malah balik bertanya.


"Aku bisa nanti, yang terpenting untuk ibu menyusui dulu, apa lagi yang menyusu nya sangat agresif dan tidak pernah kenyang!" celetuk Fero sambil tertawa.


Intan terkekeh "Dengar dek, Ayah bilang apa tu!" gumam Intan pada bayi yang hanya diam dengan mata terbuka.


"Sini, Nak! Sama ayah saja. Kasian Bunda semalaman kurang tidur, sekarang giliran adek main sama Ayah!" timpal Fero, diapun mengambil anaknya itu dari gendongan sang istri, agar Intan bisa makan.


Tapi, baru saja baby Aidan dalam gendongan Fero, bayi mungil itu kembali terlelap.

__ADS_1


"Lah, Kenapa gitu dek! malam bergadang, siang molor!" ujar Fero, kedua ayah dan bunda itupun di buat tertawa oleh anak mereka.


Memang terkadang ada bayi yang suka begadang waktu malam dan tidur waktu siang, author ingat saat adik ku waktu masih bayi, dia juga begitu soalnya.🤭😅


Setelah meletakkan bayi ke dalam box tidur nya, Fero membuka pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya.


Bos sinting ✉️: "Bagaimana dengan hadiah nya, apa kamu suka?"


Isi pesan yang kembali membuat Fero ingin meledakkan bos nya itu dengan bom nuklir. Tapi Fero mencoba bersikap santai, lalu mengetik pesan yang akan di kirimkan untuk Davvien.


Send to Bos sinting ✉️: "Terimakasih, Bos! anda sungguh sangat baik hati, aku benar-benar terkesan dengan hadiah yang anda berikan! dan aku harap, saat aku buka puasa nanti, anda juga tidak lupa mengirimkan saya ramuan mujarab milik anda lagi!"


Kira-kira seperti itulah isi pesan Fero untuk Davvien, setelah itupun dia meletakkan ponselnya dan mendekati sang istri. Seharian ini Fero hanya menemani anak juga istri nya di rumah.


...----------------...


Sedangkan di kantor, Davvien hanya tersenyum senang membaca pesan dari asisten nya, Fero. Dia mengira jika Fero benar-benar senang dengan apa yang dia berikan dari sejak Fero dan Intan menikah.


"Aku memang atasan yang baik!" puji Davvien untuk dirinya sendiri.


Saat ini dia harus berkerja sendiri, karna Fero sudah meminta izin tidak masuk, sebab semalam mereka tidak tidur.


...----------------...


Lain hal dengan ibu dua anak ini, sedari tadi dia berkutat di dapur, ntah apa saja yang dia buat. Yang jelas hampir tiga jam dia berada di dapur, dengan di temenin oleh si kembar yang di letakkan di dalam kereta bayi mereka masing-masing.


"Kita mandi yok, anak-anak Mama!" ucap Vera pada kedua anaknya.


Kedua bayi itupun terlihat riang gembira, mereka saling mengangkat tangan ke atas, berharap sang Mama akan menggendong mereka.


Secara bersamaan, Vera mendorong kereta yang di tempati kedua anaknya untuk masuk dalam lift, karna akan kesusahan jika mereka harus menaiki tangga.


Selesai memandikan ke Syakir dan Syakira, Vera juga sudah selesai membersihkan dirinya. Kini dia hanya duduk tenang di ruangan tamu, dengan baju dan dandanan yang terlihat natural namun memiliki kesan yang sangat cantik.


Diapun bangkit saat mendengar suara mesin mobil masuk ke dalam pekarangan rumah mereka, dengan senyuman Vera melangkah mendekati pintu lalu membuka nya.


"Sayang sudah pulang?" tanya Vera langsung menyambar tangan tuan suami dan mencium nya.


Sedangkan Davvien berdiri mematung, melihat penampilan Vera. Baju ketat yang membentuk lekuk tubuhnya, wajah yang begitu cantik. Rasanya lelah yang sedari tadi dia pikul hilang seketika.


"Sayang, kamu sangat cantik!" puja Davvien, dia memang sangat terpesona dengan penampilan sang istri.


"Apa kamu senang?" tanya Vera dan Davvien tentu saja mengangguk dengan senyuman mengembang di bibirnya.


...----------------...

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 9 malam, setelah menyuapi kedua anak dan suaminya, Vera juga sudah menidurkan Syakir dan Syakira yang tentu saja di temenin oleh sang suami.


Kini pasutri yang selalu romantis itu sedang berbaring di atas kasur yang sangat empuk, Davvien lagi-lagi terpukau dengan Vera, meski hanya memakai kimono tidur, namun terlihat begitu cantik.


"Sayang! katakan padaku, kenapa kamu sangat cantik malam ini?" tanya Davvien dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Vera.


"Hem ... hanya ingin membuat suami ku senang dan betah di rumah!" jawab santai Vera.


Davvien mengerutkan keningnya "Memang kapan aku tidak betah di rumah?" tanya Davvien dengan nada protes.


"Kamu tau, bagiku tempat ternyaman adalah berada di rumah bersama anak dan istriku!" lanjut Davvein menegaskan.


"Iya, iya ... kan nggak ada salahnya jika aku berusaha membuat mu senang!" elak Vera, malah membuat Davvien sedikit curiga.


Namun, karna lelah seharian bekerja dan lembut nya Vera mengelus pada rambutnya, hingga membuat dirinya terlelap dengan cepat.


"Cup, tidur lah sayang!" gumam Vera yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


Waktu terus berputar, detik berlalu, menit berganti. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 00:00 malam, Vera masih terjaga.


Dia melihat Davvien tertidur begitu pulas, dengan perlahan dia menggeser kan tubuhnya, setelah terlepas dari tangan kekar yang selalu melingkar di perutnya, Vera turun dari ranjang dan melangkah keluar.


Hanya beberapa menit, ibu dua anak itu kembali masuk, kini dengan membawa kue yang begitu besar di tangan nya, yang terdapat lilin di atas nya dengan angka 29.


Lampu kamar masih remang-remang karna mereka hanya menyalakan lampu tidur saja, sebelum mendekati ranjang. Vera terlebih dulu berjalan ke meja rias.


Ibu dua anak ini membuka kimono tidur nya, dan hanya menyisakan lingerie yang begitu sek-si berwarna merah, yang memang sedari tadi dia kenakan di dalam kimono tersebut.


Setelah itu pun, Vera mengambil kembali kue tersebut dan mendekati sang suami.


"Happy Birthday, my husband!" bisik Vera pada telinga sang suami.


.


.


.


.


.


~Bersambung.


Kali ini ku rasa harus meminta maaf lagi, karna saya merasa alurnya kurang bikin greget gitu.

__ADS_1


Tapi semoga saja kalian suka, jangan lupa Like, komen dan juga Vote ya temen-temen ku semuanya ❤️.


__ADS_2