Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Terungkap


__ADS_3

Terpaan angin di siang hari meruntuhkan dedaunan yang kering membawa nya terbang tak tentu arah,, rasanya yang sejuk menyentuh dengan lembut permukaan kulit, siapapun yang merasakan akan terbuai ikut memejamkan mata untuk menikmati terpaan yang begitu nyaman saat di rasakan


Sama seperti yang sedang di rasakan oleh sosok Riko yang sedang berdiri di depan kampus ternama di kota tersebut tempat kekasih nya menimba ilmu, Rambut yang mula nya rapi sekarang seperti bergoyang kesana kemari mengikuti terpaan sesuatu yang nihil di pandang mata, namun terasa begitu nyata


Riko berdiri di samping mobil, menunggu seseorang yang begitu di cintai nya, sesaat senyum merekah di bibir Riko saat melihat yang di tunggu sudah berada di depan mata nya dan melangkah ke arah Riko


Seusai rapat dengan Davvien Riko pergi ke kampus Vera untuk mengajak nya makan siang


"Hay syang, apa sudah selesai jam kuliah nya?" Tanya Riko saat Vera sudah tepat di hadapan nya


Vera terlihat kaget melihat kedatangan Riko


"Ah iya" Tersenyum canggung


"Ya sudah kita makan siang yok"


Vera melihat ke arah teman teman nya untuk membantu membuat alasan agar dia tidak pergi dengan Riko


Sedangkan para sahabat nya cuma diam tidak tau harus berbuat apa


"Loh kenapa diam ayo kita pergi" Riko menarik tangan Vera


"Ta tapi aku sudah makan sama mereka" Menahan langkah nya


"Yaaah kamu nggak mau nemenin aku gitu,padahal aku udah jemput kamu ke sini loe" Riko Membuat mimik wajah sedih


"Bu bukan begitu" Belum sempat Vera menjawab Riko sudah terlebih dahulu menarik Vera untuk masuk ke dalam mobil


Mobil pun melaju meninggalkan ke tiga sahabat Vera yang sedang bingung


"Duhhh gimana ya, sebenarnya gw mau bantuin Vera, tapi bingung mau pakek alasan apa" Ujar Intan sambil melihat mobil yang di tumpangi Vera sudah hampir menghilang


"Iya, kasian Vera tapi dia juga harus selesai kan urusan nya dengan Riko" Jawab Rani


"Ya sudah gw duluan ya" Pamit Tania di angguki oleh Intan dan Rani


...----------------...


Mobil berhenti di depan restoran,Vera dan Riko sudah duduk di dalam,dan memesan makanan


"Bagaimana kuliah kamu?"


"Heumm lancar"


"Sudah hampir wisuda ya kamu"


"I iya,hehe" Vera merasa tegang,dia takut Davvien kembali melihat nya dengan Riko, dia sadar ini salah cuman mau bilang pada Riko juga bingung mau mulai dari mana


Riko yang gemas melihat Vera seperti itu pun mengacak rambut Vera


"Kamu kenapa jadi canggung begini,kamu yang seperti ini mengingat kan ku pada saat pertama kita jadian" Ucap Riko sambil mengacak rambut Vera


Vera refleks memegang tangan Riko dari kepalanya


Deg,,,,


Jantung Riko berdegup kencang tatkala melihat sesuatu yang melingkar di jari manis Vera seperti cincin pernikahan


Riko memegang tangan Vera dan melihat cincin yang melekat di jari kekasih nya itu


"Apa ini Ra, kenapa seperti cincin pernikahan" Tanya Riko yang masih menegang tangan Vera, berharap apa yang di pikirkan nya salah


Sedangkan Vera sudah gelagapan mau mengatakan apa, Vera bingung apa dia akan jujur sekarang


"Ra jawab aku, ini cuma cincin biasakan bukan cincin pernikahan" Ulang Riko


"E e itu, hiks,,,,hiks,,," Vera sudah tidak mampu berkata kata, tangis nya pecah di hadapan Riko


"Hey kenapa menangis" Riko sudah sangat was was namun dia berusaha tenang karna tidak ingin membuat Vera makin tertekan


"Maaf maaf kan aku Riko hiks,,hiks,,"


Seketika Riko melepaskan tangan Vera, permintaan maaf Vera sudah menjawab semua nya, Riko diam menatap ke depan dengan tatapan tak percaya


"Kenapa Ra, kenapa kamu lakukan ini pada ku" Tanya Riko masih menatap ke depan, dia masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa kekasih tercinta nya sudah jadi istri orang lain


"Maaf kan aku Ko" Vera masih menangis dengan tersedu-sedu


"Jadi ini alasan kamu menjauhi ku, lalu kamu membual dengan beralasan menyalah kan ku" Ujar Riko lagi

__ADS_1


Vera menggeleng "Tidak bukan Riko,aku terpaksa menikah, itu pilihan Daddy"


"Kenapa kamu tidak memberitahu ku"


"Kamu ingat malam kamu bilang akan berangkat ke luar kota, dan aku mengatakan kalau aku akan mengatakan sesuatu, kamu bilang kalau kamu akan pulang selama tiga hari, tapi apa malam setelah kamu sampai di luar kota aku menelpon mu karna ingin mengatakan malam itu juga karna Daddy telah mempercepat pernikahan ku, aku berharap kamu bisa langsung pulang dan menemui Daddy kita bujuk Daddy bersama, tapi aku malah mendengar suara perempuan yang menjawab menggunakan ponsel mu, aku sedih aku terpuruk, aku kecewa kecewa dengan Daddy yang ingin menjodohkan ku, dan di saat aku membutuhkan mu, kamu malah berduaan bersama perempuan di dalam hotel, apa itu salah ku apa kau tidak memikirkan sedikit pun bagaimana terpuruk nya aku, tidak ada pilihan lagi untuk ku selain menerima pernikahan ini" Vera semakin terisak


Hati Riko bagaikan tertusuk beribu pisau saat mendengar semua keluhan Vera, betapa menyedihkan kisah yang di lalui kekasih nya, dan saat itupun dia tidak berada di samping Vera untuk mendukung nya, Vera terpuruk sendirian, rasa marah nya terganti dengan rasa kasihan dan penyesalan


Riko langsung merangkul Vera membawa nya ke dalam pelukan Riko, Vera semakin terisak dalam pelukan orang yang dia cintai


"Sudah jangan nangis lagi, maaf kan aku karna aku tidak ada di saat kamu membutuhkan ku" Riko mencium puncak kepala Vera berusaha menenangkan Vera


"Maaf kan aku juga Ko"


"Sudah sudah kamu jangan menangis lagi ya" Riko masih terus berusaha menenangkan Vera meski ada banyak hal yang ingin dia tanyakan, tapi tidak di lakukan Riko melihat kondisi Vera sangat memprihatikan


"Kita makan dulu ya" Ucap Riko lembut sambil melepaskan pelukan nya


Vera menggeleng "Aku tidak lapar"


"Kamu harus makan, aku tidak mau tau" Tegas Riko yang tidak mau di bantah


Vera pun ahirnya memakan makanan yang terasa hambar di lidah nya


Meski sebenarnya Riko juga hilang selera makan, bagaimana tidak kekasih yang sangat di cintai nya telah menjadi istri orang lain, tapi Riko memaksakan dirinya untuk makan karna tidak ingin terjadi apa apa sama Vera


...----------------...


Sedangkan di tempat lain..


Setelah berpisah dengan para sahabat Rani dan Intan Tania langsung tancap gas pulang ke Apartemen nya


Yap Tania tinggal di apartemen sendiri, dia lebih suka tinggal di apartemen dari pada harus tinggal di rumah dengan ayah dan ibu tirinya meski ibu tiri Tania terkesan sangat menyayangi nya tapi Tania tidak begitu suka, karna bagi Tania tidak ada ibu tiri yang tulus pada anak sambung nya


Tania terus mengendarai mobil nya saat melewati super market dia teringat sesuatu


"Oh iya aku mau belanja untuk memasak dulu kan kulkas sudah kosong"


Cittttttttttt..Tania menghentikan mobil nya sketika membuat pengendara di belakang nya juga harus ngerem mendadak


"Huh, kenapa lagi tu yang di depan pakek rem mendadak untuk saja aku tidak menabrak nya" Ujar pengendara yang tepat berada di belakang mobil Tania


Orang itu pun turun menghampiri mobil Tania


Tania mengerutkan kening melihat orang yang mengetuk kaca mobil nya


"Iya ada apa tuan" Tanya Tania yang masih belum merasa bersalah


"Oeh tidak nona kecil, hanya saja kau membuat ku hampir meregang nyawa" jawab orang itu


Tania seketika menoleh kebelakang dan terlihat sudah banyak pengendara lain nya yang sudah marah


"Ya ampun, maaf kan aku tuan" Tania langsung menepikan mobil nya


"Nona" panggil orang tersebut


Tit...tit...


Melihat pengendara lain pun sudah terhambat dengan mobil nya, dia pun langsung masuk ke dalam mobilnya


"Aku tidak akan melepaskan mu gadis kecil" Dia mengikuti Tania menepikan mobil nya


Saat Tania turun dia di kejutkan lagi dengan orang yang tadi


"Tu tuan, saya sudah minta maaf"


"Kamu harus tanggung jawab gadis kecil karna telah membuat aku hampir serangan jantung" Alasan nya


"Apa tanggung jawab, kan tuan tidak apa apa"


"Tidak apa apa bagaimana saya hampir serangan jantung"


"Kan baru hampir belum kena, jadi saya tidak bersalah"


"Oeh tidak bisa nona, anda harus bertanggung jawab" sambil mendekati Tania


Saat tatapan nya bertemu "Seperti nya gw pernah liat nih orang tapi dimana ya"


Orang itu semakin mendekat "Ah iya iya, Bagaimana cara ku tanggung jawab tuan"Tanya Tania yang sudah tidak mau berdebat

__ADS_1


"Gampang, kamu harus mau aku anterin pulang"


"Hahhh?" Tania tercengang mendengar orang itu berbicara


"Apa apaan dia, kenapa tanggungjawab ku malah yang merepot kan dirinya" batin Tania


"Tapi tuan apa itu tidak merepot kan anda, saya bawa mobil sendiri"


"Sama sekali tidak" Tersenyum manis pada Tania


"Soal mobil mu nanti biar supir ku yang mengambil nya"


Tania terdiam, mana mungkin dia mau di ajak pulang satu mobil dengan orang yang belum dia kenal pikir Tania


Sedang kan orang itu seperti tau isi kepala Tania


"Anda tidak perlu khawatir nona kecil, apa anda sudah tidak mengenali saya"


"Maaf, apa sebelumnya kita pernah bertemu" tanya Tania yang penasaran


"Tentu saja, kita bertemu di acara pernikahan Davvien dan sahabat mu itu" jawab nya lagi dengan senyuman yang selalu menghiasi bibir nya


"Kamu.." mencoba mengingat


"Aldi"


Yap dia adalah Aldi, setelah bertemu dengan Tania Aldi terus memikirkan gadis kecil itu, sekrang dia telah bertemu lagi dengan gadis itu, dan mulai saat ini Aldi akan terus berusaha memepet Tania


"Oeh ya saya baru ingat, sekali lagi saya minta maaf" Ucap Tania merasa tidak enak hati


"It does not matter little girl" Jawab Aldi masih dengan senyuman nya


"Ayo kita pulang" Ajak Aldi


"Tunggu saya mau belanja dulu tuan, lebih baik anda duluan saya akan pulang sendiri"


"Oh baik lah, mari saya temenin"


"Eh tidak tuan, nanti malah akan membuang waktu anda" Tolak Tania lagi


"Jangan membantah, apa kamu lupa kamu harus tanggung jawab nona"


"Ha....h terserah" Tania kesal berjalan mendahului Aldi dengan menghentakkan kakinya


...----------------...


Sedangkan di tempat Vera dan Riko, mereka sudah masuk ke dalam mobil


Riko ingin mengantar Vera, awal nyan Vera ingin menolak tapi Riko bersikeras untuk mengantar nya, ahirnya Vera pun mau karna Riko juga sudah tau status nya, jadi tidak masalah kalau Riko tau tempat tinggal Vera sekarang


Saat sampai di depan rumah, Riko melihat lokasi dimana dia melihat Vera menaiki taksi di lokasi ini juga


"Ini rumah kamu sekarang" tanya Riko


Vera hanya mengangguk, tidak berniat menjawab apa apa, karna pikiran Vera masih sangat kalut


"Ya sudah kamu turun ya, istirahat"


"iya aku masuk dulu ya, kamu mau mampir dulu"


"Tidak usah aku mau balik ke kantor"


"Heum baik lah, hati hati"


Vera pun turun, sedangkan Riko langsung menancap gas meninggalkan Vera, sungguh hari ini adalah hari yang sangat berat bagi Riko, dia sudah kehilangan orang yang selama ini dia jaga


Setelah di pastikan Vera tidak melihat mobil nya lagi, Riko menepikan mobilnya di pinggir jalan


"Akkkkhhh kenapa Ra, kenapa?" Riko memukul setir mobil dan meremas rambutnya secara frustasi


"Maaf kan aku Ra, aku sudah gagal, aku membiarkan mu menghadapi maslah ini sendirian" Tak terasa air mata Riko menetes


"Aku akan cari tau siapa orang yang menikahi mu, jika dia tidak mencintai mu maka dia harus menceraikan kamu Ra" ucap Riko dengan tatapan lurus kedepan


Dia pun melajukan kembali mobil nya


~Bersambung


Maaf ya bila tidak sesuai dengan keinginan kalian

__ADS_1


Dan maaf juga belum sempat up tiap hari, sekarang sedikit sibuk


Komen dan like ya biar author semangat nulis nya


__ADS_2