
Vera sampai di rumah, rasa lelah, pegal, menyelimuti seluruh badan nya setelah melawan preman preman tadi.
Vera langsung pergi ke dalam kamar, diapun bergegas untuk mandi.
Tak berapa lama Vera keluar, dia pun memakai pakaian santainya, dan merebahkan diri di kasur setelah melaksanakan solat zuhur, karna rasa lelah di sekujur tubuh nya Vera pun terlelap.
...----------------...
Di markas,,
Davvien sudah sampai, kakinya langsung melangkah masuk ke tempat dimana orang tadi di tahan
"Bagaimana dnegan mereka Fan"
"Beres tuan"
Saat Davvien masuk, suasana di dalam ruangan tersebut berubah menjadi dingin, suasana begitu tegang, saat ketiga orang melihat wajah Davvien bagaikan jin yang bertanduk dua di kepala nya
Davvien langsung duduk di kursi kebesarannya dengan aura pembunuh dia melihat ketiga orang yang sudah pucat karena ketakutan
"Atas dasar apa kalian melakukan ini semua" tanya Davvien dengan
Tidak ada jawaban ketiga nya terdiam
Dor,,,,
Davvien yang kesal langsung melepaskan peluru di kepala mandor
"Masih belum menjawab"
"Ampun tuan, saya cuma di tugaskan untuk mengantar barang tersebut dan di kasih uang yang banyak tuan" jawab supir truk
"Ya bagus"
Dor,,
Davvien yang memang tidak mengenal ampun langsung membolongi kepala supir.
Bagaimana dengan manager yang dia adalah perempuan, kalian bisa banyangkan sendiri, manager itu terus gemetaran saat menyaksikan dengan matanya sendiri kedua orang tertembak tepat di hadapan nya, bahkan dia ngompol karna terlalu takut.
"Bagaimana nona" tanya Davvien yang menghampiri wanita itu.
"Maaf kan saya tuan, saya membutuhkan uang karna saya membiayai adik saya" ucap wanita tersebut dengan berlutut.
"Semua orang membutuhkan uang, dan apa gaji yang di kasih perusahaan saya tidak cukup" Davvien mengelilingi wanita itu.
"Apa yang harus saya lakukan pada mu, tubuh mu yang seksi cukup sayang kalau harus di cincang"lanjut nya lagi.
Glek,,,
Wanita itu menelan kasar ludah nya, memang benar gaji yang dia dapatkan sebenarnya sudah cukup, tapi karna keserakahan dan nafsu sehingga menginginkan yang lebih.
__ADS_1
"Bagaimana kalau saya memuaskan anda tuan" tanpa malu, dia menawarkan diri pada Davvien.
Davvien yang mendengar nya langsung tertawa
"Hahahahaha ternyata kau memang wanita yang mempunyai nyali yang cukup besar" sambil membolak-balikkan pistol nya
"Fero apa kau mau," lanjut nya lagi.
"Sama sekali tidak tuan" jawab Fero dengan menunjukkan wajah jijik nya.
"Kau Irfan"
"Saya juga tidak berminat tuan" jawab Irfan.
"Baiklah kalau tidak ada yang menginginkan lebih baik" Davvien melemparkan pistol pada Irfan dan.
Dor,,,,
Tanpa rasa kasian Irfan menembak wanti itu hingga tewas
"Huh, membuang waktu ku saja" Davvien keluar dia langsung berjalan ke dalam kamar mandi
Setelah membersihkan dirinya, Davvien membaringkan tubuh nya sejenak
...----------------...
Tepat pukul 7 malam, Vera sudah menyiapkan makan malam, dia juga sudah menyiapkan air untuk Davvien mandi.
Karna belum melihat tanda tanda Davvien akan pulang, Vera melangkah pada sofa lalu menyalakan televisi, dia memilih menonton sambil berbaring di sofa.
Jam sudah menunjukkan pukul 10, karna hari ini adalah hari yang melelahkan Vera ahirnya tertidur kembali, dengan badan nya yang sakit, kalian pasti tau rasanya setelah sekian lama tidak melakukan aktifitas akhirat berkelahi rasanya pasti sangat sakit, itulah yang di alami Vera
Setelah makan malam yang di siapkan oleh pelayan yang sengaja di jemput oleh anak buah Irfan, Davvien dan Fero pulang.
Mereka sampai di rumah jam 11 malam, saat masuk, Davvien melihat Vera yang tertidur di atas karpet lantai di samping sofa
Jangan kan mengangkat Vera untuk tidur di kamar, membangunkan Vera saja tidak di lakukan Davvien, dia malah pergi melewati Vera.
Sebenarnya dia kasihan, tapi dia tidak ingin rasa kasian melemah kan hatinya, dia pun dengan teganya meninggalkan Vera yang tertidur di atas lantai.
Tanpa Davvien tau kalau Vera sama sekali belum makan karna menunggu dirinyanya pulang, bahkan Davvien tidak melihat makanan yang telah di siapkan Vera.
Sampai dalam kamar, Davvien langsung tertidur setelah melewatkan hari yang sangat menguras emosi nya.
...----------------...
Tepat pukul 7:15 pagi, Vera mengerjapkan mata nya, merasakan tubuh yang semakin sakit. Vera dapat merasakan kalau di bawah tubuhnya bukan lah seperti biasanya, kali ini sangat keras
Vera duduk, dia melihat keadaan nya yang ternyata tidur di atas lantai
"Aisss lagi lagi aku jatuh dari sofa" gumam Vera sendiri
__ADS_1
"Tapi jam berapa sekarang" Vera pun mengadahkan pandangan ke arah dinding dan melihat jam, matanya langsung terbelalak.
"Apa, jam tujuh lewat, ini sudah pagi?" Vera bingung sendiri.
"Tunggu, semalam aku di sini untuk menunggu lelaki itu pulang tapi apa dia sudah pulang" Vera terus bergumam sendiri.
"Lebih baik aku lihat dia, kalau dia sudah pulang dia benar benar keterlaluan kenapa tidak membangun kan ku" Vera bangun lalu kakinya melangkah, menaiki tangga.
Saat sampai di depan kamar Davvien, Vera hendak meraih gagang pintu, tapi daun pintu tersebut sudah terbuka dari dalam.
Vera yang badan nya sudah condong kedepan tidak bisa mengatur keseimbangan tubuhnya lagi, akhirnya diapun menabrak dada bidang Davvien sedangkan Davvien yang tidak siap menerima tabrakan Vera pun limbung, diapun terjatuh ke lantai dengan Vera di atas nya
Sesaat mata mereka bertemu
Dag dug dag dug
Begitu lah irama jantung Davvien, tapi tidak dengan Vera dia yang merasa marah tanpa rasa takut langsung menjambak rambut Davvien.
"Ehhhhhhhh dasar lelaki mematikan yang tidak punya hati, aku menunggu mu bahkan belum makan malam, tapi kau malah membiarkan ku tidur di lantai" kesal Vera masih terus menjambak rambut Davvien
Davvien yang merasa kesal dan kesakitan pun menghempaskan tubuh Vera dari atas tubuhnya.
"Aw" pekik Vera saat pinggang nya terkena pinggiran pintu.
"Dasar wanita gila, apa aku pernah menyuruh mu menunggu ku" Davvien berdiri dan kembali masuk ke dalam kamar untuk merapikan kembali rambutnya
Davvien menghentikan langkah nya " Dan ingat kau hanya titipan, titipan. Jadi jangan berharap lebih" Davvien pun melanjutkan langkah nya lagi.
Vera juga ikut bangun, dia memegang pinggang nya yang sakit, dengan tertatih Vera berusaha untuk menuruni tangga.
Hatinya kembali sakit saat mendengar Davvien mengatakan dirinya hanya titipan.
Saat sampai di bawah, dia langsung berjalan ke meja makan, Vera merasa kecewa karna masakan nya sama sekali tidak di sentuh oleh Davvien. Dia pun membereskan nya sambil terus mengutuki Davvien
"Dasar robot tidak punya hati, apa dia tidak bisa sedikit saja bersikap baik, setidak nya hargai jerih payah aku memasak bahkan dengan tubuh ku yang sakit aku berusaha memasak untuk nya, tapi apa! dia sama sekali menyentuh makanan ku, menyebalkan sekali" gerutu Vera yang merasa benar benar kesal.
Davvien yang melewati nya pun mendengar semua keluhan Vera, dia hanya diam, ntah rasa apa di hati Davvien, yang jelas dia sedikit sakit saat mendengar ungkapan Vera
Saat mau melangkah dia kembali mendengar Vera berbicara sendiri.
"Mau kuliah sudah telat apa lagi aku harus jalan kaki kalau tidak mendapat kan taksi" Vera menghentakkan kaki menuju dapur.
Davvien pun langsung meninggalkan ruangan tersebut dan keluar tepat bersamaan kedatangan Fero.
Mereka pun berangkat,meninggalkan halaman rumah dan membelah jalan raya.
"Aku ke kampus sudah tidak mungkin, aku akan menemui Daddy dan meminta penjelasan tentang yang di ucapnya hanya titipan"
Setelah membersihkan semua nya, Vera pergi ke kamarnya, setelah siap Vera langsung melangkah keluar, dia berencana ke rumah Daddy nya sekarang
~Bersambung
__ADS_1
Hy reading aku sudah up dua bab, like dan komen nya jangan lupa ya Vote juga jika punya
Mohon kritikan supaya bisa sesuai dengan keinginan kalian 😁😁