Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Gara gara kecoa


__ADS_3

...**Cinta.........


...Ternyata benar, cinta bisa tumbuh sendirinya karna bersama, bukan karena paksaan atupun keinginan**....


...**kita tidak bisa memaksa cinta itu harus datang pada kita, dan kita juga tidak bisa memaksa untuk membuang rasa cinta jika dia telah bersemayam di lubuk hati kita...


...Semuanya terjadi dengan begitu saja, tidak tau kapan cinta itu hadir dan juga pergi, kita hanya bisa menunggu....


...Sama seperti yang di lalui oleh Davvien dan Vera, mereka tidak akan membayangkan bila di antara mereka akan hadir cinta, terutama Davvien dia begitu tegas memperingati Vera untuk tidak mencintai nya....


...Tapi apa yang terjadi sekarang, cinta masuk tanpa permisi dan hinggap di hatinya meski tanpa izin dari sang pemilik hati....


...Mereka yang sama sama merasakan sakit dalam percintaan meskipun berbeda kisah, akan kah sudah terbuka hati untuk satu sama lain....


...Akan kah sekarang mereka sudah melupakan kisah manis dan pahit masa lalu mereka, terutama untuk Vera, apa kah dia menerima suaminya itu, apa dia sudah melupakan Riko, yang namun itu hanya waktu yang bisa menjawab....


...Yang penting, jalani yang sedang kita hadapi tekuni nya, bersyukur, bersabar, dan hanya itu, tanpa mengeluh dan terus berandai-andai**....


...----------------...


Kini Vera berdiri mematung setelah Davvien keluar dari kamarnya, Vera masih belum percaya dengan apa yang terjadi barusan, bagaimana tidak orang yang selama ini sangat membenci nya dan terus mengatainya sekarang malah bersikap manis padanya, bahkan dia mencium bibirnya.


Vera memegang dada nya yang berdetak sangat cepat, lalu tangan nya di tarik pada pipinya yang terasa panas, setelah itu dia menurun kan tangan pada bibirnya, baru tadi dia menguat tekad nya untuk berlagak jual mahal tapi Davvien malah menautkan bibirnya tanpa permisi, karna rasa yang bercampur di dalam benak nya dia pun berteriak.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa"


Vera langsung loncat ke atas tempat tidur langsung duduk bersila tepat di tengah-tengah tempat tidur, dia tidak tau saja kalau pintu nya tidak tertutup rapat.


Davvien yang sudah berada di pintu utama langsung kembali berlari ke atas saat mendengar teriakan berasal dari kamarnya.


Fero dan Intan pun ikut berlari karna pada saat mereka berada di depan pintu mereka mendengar teriakan Vera, begitupun juga dengan para pelayan mereka juga ikut naik ke atas untuk memastikan apa yang terjadi pada nyonya mereka. semua panik saat mendengar suara teriakan begitu kencang.


Brakkkkkk


"Sayang kamu kenapa"


Ucap Davvien ngos-ngosan karna berlari sangat cepat, sungguh dia merasa sangat khawatir, Davvien pun mendekati Vera.


Vera yang melihat Davvien membuka pintu dengan keadaan ngos-ngosan di ikuti Intan dan Fero juga sama seperti Davvien, kemudian dia juga melihat para pelayan yang juga masuk berdiri di belakang Intan dan Fero tak terkecuali pak Toni, dia tidak mendengar teriakan Vera namun saat dilihat nya mereka pada lari pak Toni yang kepo pun juga ngikutin mereka.


"Kenapa mereka semuanya kesini, apa mereka mendengar aku berteriak, aduh....Vera kamu selalu bertingkah konyol"


Batin Vera, dia menggerutuki kebodohan nya, Vera mencoba mencari akal untuk bisa membuat alasan yang tepat.


"Vera ada apa ayo katakan, kamu sakit?"


Tanya Davvien yang masih panik karna Vera tidak menjawab.


"Ehhhh ti-tidak tuan, saya tidak apa apa"


Jawab Vera yang gelagapan, bagaimana tidak semua orang menatap ke arah nya dengan tatapan khawatir.


"Tapi kenapa kamu berteriak"


"Aku aku melihat kecoa makanya aku berteriak dan melompat ke atas tempat tidur"


Alasan Vera yang tidak masuk akal pada Davvien dan Intan, bagaimana bisa kamar yang selalu di bersihkan bisa ada kecoa.


"What kecoa, bagaimana mungkin di kamar ku ini ada kecoa"


"I-iya tuan, saya melihat nya"


Semua bernapas lega saat melihat Vera sehat wal afiat.


Sedangkan Intan yang mendengar alasan Vera sedikit heran.


"Sejak kapan dia takut sama kecoa, setau ku dia tidak pernah taku sama cicak, bunglon, tikus, tapi kenapa sekarang dia malah takut sama kecoa"


Batin Intan melihat aneh pada sahabat nya itu, tapi dia tidak ingin bersuara karna ada Davvien dan juga Fero, biar nanti dia bertanya fikir Intan.


"Kalau begitu, Bi Ainun sama Bi Rahmi kalian bongkar semua isi kamar ini, bersihkan lagi, nanti ada pelayang lagi yang akan di carikan oleh Fero, aku tidak ingin istriku kaget karna melihat kecoa di sini"


Perintah Davvien tegas, Vera yang mendengar pun merasa tidak tega karna ulah nya pelayan yang menjadi korban nya.


"Baik Tuan"

__ADS_1


"Eh tidak usah tuan, kecoa nya sudah kabur tadi aku melihat dia terbang keluar, sudah tidak usah di bereskan lagi"


Vera memang terkenal orang yang banyak akal dan tidak gampang menyerah.


"Tapi kalau kecoa nya terbang lagi ke sini dan menghampiri mu lagi bagaimana, nanti kamu akan merasa takut lagi, aku tidak mau kalau kau sampai kaget dan sakit lagi sayang"


Davvien yang juga ikut ikutan kekonyolan Vera.


Fero, Intan dan pelayan yang mendengar Davvien berbicara seperti itu menahan tawa mereka, pasangan suami istri ini benar benar kompak pikir mereka.


"Sudah tidak apa, kecoa nya sudah terbang jauh dia tidak akan ingat lagi alamat rumah mu, nanti kan ada Intan yang menjaga ku"


"Tapi.."


"Sudah Tuan buruan ke kantor, katanya ada rapat, nanti terlambat loh"


Davvien ingin bicara lagi, tapi Vera lagi lagi mendahului nya.


"Sudah tidak apa apa ada Intan bersama ku"


"Baik lah, aku berangkat dulu nanti setelah selesai aku langsung pulang, jaga dirimu baik-baik, jangan lupa makan minum obat, aku pergi dulu kamu hati-hati di rumah"


Fero yang mendengar alur bicara Davvien yang berputar-putar pun merasa aneh, baru sekarang dia mendengar Davvien berbicara panjang lebar, biasa nya dia hanya bersikap cuek.


"Iya tuan"


Davvien pun membalikkan badannya dan berjalan keluar di ikuti oleh Fero, sedangkan para pelayan dan pak Toni juga ikut keluar.


Kini hanya tinggal Intan dan Vera, Intan langsung mendekati Vera.


"Katakan pada gw sejak kapan loe takus sama kecoa"


Tanya Intan mengintimidasi Vera, sedangkan Vera sibuk memikirkan alasan lagi untuk sahabat nya itu.


"Aku cuman kaget, bukan takut"


Ucap Vera membuang muka dari muka Intan.


"Ra loe tuh nggak bisa bohong sama gw, coba bilang kenapa"


Vera langsung mendekati makanan yang sudah di siapkan Davvien.


...----------------...


Jam menunjukkan pukul 11:00, Tania dan Rani sedang duduk di kantin kampus.


"Eh Intan kenapa nggak masuk ya"


Tanya Tania pada Rani, sedangkan Rani sibuk dengan ponsel nya, ntah apa yang dia lakukan. berulang Tania bertanya apa yang di lakukan Rani dengan ponselnya, tapi karna Rani memang di kenal orang yang tertutup, dia tidak mengatakan apapun, tingkah Rani sangat menimbulkan kecurigaan Tania dan ke dua sahabat mereka.


"Eh Ran, loe dengar gw nggak sih"


"Eh apa Nia, maaf gw nggak dengar"


"Ih... loe tu nyebelin bangat ya Ran, gw sudah kayak ngomong sama gelas aja"


Kesal Tania karna Rani tidak merespon pertanyaan nya.


"Heeheh maaf maaf, tadi kamu bilang apa"


"Aku bertanya kenapa Intan tidak masuk"


"Oehhh tadi dia bilang sama gw pergi ke tempat Vera untuk ngegajain Vera"


"Emang Vera sakit lagi"


"Nggak, katanya cuman di suruh nemenin s


Vera oleh suami Vera"


Jelas Rani yang memang sudah di beri tahukan oleh Intan, dan Tania hanya membulatkan bentuk bibitnya menjadi huruf O.


...----------------...


Di kantor....

__ADS_1


Selesai meeting Davvien dan Fero kembali ke ruangan mereka.


"Bagaimana Fero apa para penanam saham di perusahaan Fernando mau menarik saham mereka"


"Sudah sebagian dari mereka menarik saham mereka karna bukti yang menunjukkan kalau tuan Fernando tidak kompeten dalam bekerja dan juga berkhianat, aku menawarkan mereka untuk bekerja sama dengan kita"


"Bagus, kita akan menarik saham kita setelah perusahaannya anjlok, dan setelah istriku sembuh kita akan menyerang mereka, cari tau tentang kabar yang di dapat kan Irfan"


"Baik"


"Pesan kan makanan, seperti nya aku lapar"


"Baik"


Fero pun langsung mengambil gawai miliknya dan memesan makanan.


...----------------...


Sedangkan Vera sama Intan, setelah makan siang, sekarang mereka sedang duduk di sofa, karna merasa bosan mereka keluar dari dalam kamar, Vera tidak mendengar kan Davvien yang melarang nya turun tangga.


"Eh Tan, loe punya nomor Daddy nggak, gw kangen nih mau bicara sama Daddy"


"Punya Ra, kan biasa om Diwan menghubungi gw saat loe dulu belum pulang"


"Oo ya, mana aku minta dong"


Intan pun memberikan nomor Tn.Diwan pada Vera, setelah mendapatkan nomor sang Daddy, Vera langsung menghubungi Daddy yang sangat di rindunya.


"Halo Assalamu'alaikum Dad, ini Vera"


Ucap Vera saat telpon tersambung.


"Waalaikum salam nak, Daddy kira kamu sudah lupa sama Daddy"


"Bukan begitu Dad, maaf Vera baru menghubungi Daddy"


Jawab Vera, dia merasa bersalah karna tidak mengasih kabar pada Daddy nya.


"Iya, tidak apa apa nak"


"Daddy sehat?


"Sehat nak, kamu bagaimana?"


"Sehat juga Dad"


Lama mereka berbincang melalui alat canggih petak itu, sedangkan Intan menyalakan Tv.


...----------------...


Kembali ke kantor....


"Fero, apa yang dia lakukan, apa dia baik baik saja apa dia sudah makan, apa temannya masih menjaganya, aku takut dia.."


"Dia kenapa napa, dan kau tidak ingin terjadi apa apa sama Vera"


Fero langsung memotong ucapan Davvien, rasanya telinga nya sudah tebal mendengar Davvien dari sejak makan siang sampai sekarang terus mengatakan hal yang sama.


"Wah Fero, kau langsung bisa menghafalnya"


"Bagaimana tidak bisa, kau mengatakan itu sudah ratusan kali, kan sudah aku bilang lebih baik kamu menghubungi nya dari pada kamu penasaran di sini, nanti kalau kamu mati mendadak matamu nggak bisa tertutup loe karna penasaran"


"Heummm baik lah, kali ini aku mendengar saran dari mu, ya meski pun udah aku pikirkan dari tadi"


"Cih, kenapa nggak dari tadi ngehubungi nya bila sudah memikirkan nya" Batin Fero.


Davvien menelpon Vera tapi tidak bisa di hubungi, Davvien kembali menghubungi Vera tapi lagi-lagi tidak bisa di hubungi.


"Fero, kita pulang"


Langsung berdiri dan keluar.


~Bersambung


Seperti biasa ya, maaf jika alurnya tidak sesuai dengan keinginan kalian, dan maaf jika banyak typo.

__ADS_1


Dan,,, tinggal kan jejak Like, komen, vote, dukungan kalian sangat membantu ku lebih semangat 😘😘😘.


__ADS_2