
Visual Davvien saat melangsungkan pernikahan.
Maaf ya jika visualnya berbeda-beda, susah untuk cari yang sama, aku cuman kasih visual, yang lain terserah kalian jika punya pangeran dalam dunia halu masing-masing.
Ruangan sudah di dekorasi sedemikian rupa, dari keahlian manusia membentuk ruangan yang semula nya biasa saja hingga menjadikan nya indah bagaikan tamah yang di hiasi bunga sedang bermekaran.
Davvien dan Vera sedang berdiri di atas panggung yang telah di siapkan bagi pengantin, mereka mulai menyambut tamu yang hadir, bukan sedikit Davvien membagikan kartu undangan, mulai dari seluruh saudara ke dua belah pihak, rekan bisnis yang bahkan dari negara lain, sampai sahabat kedua mempelai juga tidak di tinggalkan oleh Davvien.
"Sayang, kapan kamu mempersiapkan semua ini?" Tanya Vera yang sedang berdiri di samping sang suami.
"Apa kau senang sayang?" bukan nya menjawab, Davvien malah balik bertanya.
"Sangat senang, apa lagi semalam aku hampir tidak bisa tidur karna kepikiran kamu" jawab Vera lagi dengan senyuman mengejek.
"Aku bahkan tidak tidur semalaman" imbun Davvien langsung membuat Vera bungkam.
"Kenapa kamu merayakan pesta pernikahan sekarang?"
"Karna aku tidak ingin saat anak-anak kita lahir orang-orang mengira kita tidak menikah, maka nya aku sengaja membuat menampilkan foto pernikahan kita beserta tanggal nya, agar mereka tau, bahwa wanita yang sedang mengandung ini adalah istri dari Davvien Wilmar, dan bayi dalam kandungan ini adalah pewaris keluarga Wilmar" Davvien menjawab dengan penuh keyakinan, membuat Vera merasa begitu bahagia.
"Jadi semuanya tau, Daddy, Mommy, Mama, kakak, Kak Fero, cuma aku yang tidak tau?" Vera lagi-lagi bertanya, namun Davvien hanya mengangguk sambil tersenyum.
Tidak ada lagi pertanyaan, keduanya sudah sibuk kembali menyambut para tamu yang mengucapkan selamat dan juga memberikan mereka doa.
Sementara kedua pengantin sibuk melayani tamu, berbeda dengan pasangan yang baru saja tunangan itu, Intan begitu merasa aneh melihat sikap Fero saat ini.
"Kita duduk di sana ya" ajak Fero menunjuk salah satu bangku yang memiliki meja bundar.
Intan pun mengangguk, Fero langsung menggandeng tangan Intan dengan begitu erat, seolah-olah Intan akan hilang jika Fero melepaskan Intan.
Sampai di meja, Fero langsung menarik bangku lalu mendudukkan Intan dengan begitu lembut.
"Apa kamu ingin memakan kue, atau minum?" tanya Fero, bahkan Intan belum sempat menjawab Fero langsung menyambung kalimat nya lagi.
__ADS_1
"Tunggu di sini dan jangan kemana-mana, aku akan mengambil mu makanan, jangan melirik lelaki lain, awas, akan ku pantau dirimu selalu" saat mengatakan demikian, tatapan Fero melihat ke arah Frans yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Iya, aku akan melihat mu selalu" ujar Intan merasa jika Fero sedikit aneh.
Fero dengan cepat pergi untuk mengambil sang kekasih makanan juga minuman, sesekali dia melihat ke belakang.
"Aman, tidak akan ku biarkan kamu mendekati Intan ku" gumam Fero kecil sambil tangan nya mengambil beberapa makanan, dan terakhir dia mengambil minuman.
Saat dirinya berbalik, betapa marah nya Fero karna Frans sudah duduk berhadapan dengan sang kekasih.
"Rupanya dia benar-benar tidak bisa di peringatkan baik-baik" batin Fero dengan melangkah mendekati meja yang masih di duduki Frans dan kekasih nya Intan.
"Hekhem, aku rasa tempat ini berpenghuni" ucap Fero dengan nada begitu dingin, membuat Intan yang mendengar nya menjadi merinding.
Frans berbalik, dia melihat Fero berdiri tepat di belakang nya, dengan sebelah tangan memegang kue dan sebelah nya lagi memegang minuman.
Frans tertawa kecil melihat Fero yang begitu lucu menurut nya.
"Pria romantis, sebaiknya letakkan dulu kue dan minuman nya, supaya saat berbicara lebih kelihatan arogan nya, jika anda memegang kue dan air, terlihat seperti anak kecil, sangat lucu" celetuk Frans sembari berdiri dari duduk nya.
"Apa kamu bilang, kamu mengatakan aku anak kecil!" ujar Fero dengan meninggikan nadanya sambil meletakkan kue dan minuman yang berada di tangan nya.
"Santai bro, saya hanya menyapa kekasih mu itu kenapa anda jadi pemarah seperti ini. Intan apa kamu tidak takut jika kekasih mu ini nanti terkena struk, karna dia sangat hobi marah-marah" Frans menjawab dengan begitu santai.
"Kau!!"
"Sudah sudah, simpan tenaga mu itu. Aku tau kamu kuat, apa kamu tidak sadar wajahmu sudah mau keriput karna sering marah-marah" mendengar itu, Fero langsung memegang wajahnya, dia pun langsung menanyakan pada Intan.
"Intan, apa benar wajahku sudah keriput?" tanya Fero dengan mimik wajah khawatir.
Dalam hati Intan dia tertawa melihat sikap Fero yang kadang-kadang seperti anak kecil, kadang ganas seperti singa, dia merasa geli dan lucu melihat perubahan sikap yang Fero tunjukkan, dari Fero dulu yang cuek dan arogan, kini berubah menjadi Fero yang hangat dan juga perhatian.
"Hihi ternyata benar kata Kak Frans, dia kadang-kadang seperti anak kecil" batin Intan menertawakan Fero.
"Intan, kenapa kamu diam... apa benar aku sudah keriput?" tanya nya lagi.
"Nggak kok, kamu masih tetap tampan" bela Intan, membuat Frans malas mendengar nya.
__ADS_1
"Puji terus, udah ah mau pergi... bosan lihat pasangan lebay" Frans pun melangkah pergi meninggalkan Fero dan Intan.
"Bilang saja kamu iri" Fero tetap tidak mau kalah.
"Intan, kita langsung kan saja acara pernikahan kita besok" lanjut Fero lagi.
"Loh, Kenapa besok?" Intan langsung menatap Fero.
"Karna aku sudah mulai keriput, aku tidak ingin menundanya lagi, nanti aku langsung mengatakan pada Mommy dan Daddy, dan juga Davvien" perkataan Fero langsung membuat Intan terbelalak.
"Jadi dia benar-benar menanggapi serius ucapan kak Frans, Ya Allah gini banget ya punya calon suami" batin Intan menjerit.
"Aku tidak mau" tukas Intan dengan cepat.
"Loh kenapa, pokok nya aku mau kita besok nikah"
"Jika Kakak ingin nikah ya sudah, nikah saja sendiri, tapi aku tidak mau" Intan langsung meninggalkan Fero yang kebingungan.
"Lah, aku nikah sama siapa kalau dia tidak mau. Sayang" Fero langsung mengejar Intan yang sedang berjalan meninggalkan dirinya.
.
.
.
.
.
.
.~Bersambung.
Maaf ya Reader hanya sanggup up satu bab, udah ngantuk banget, jika kalian bersedia tetap dukung ya cerita yang kadang nggak jelas ini.
Like, komen dan Vote, bsok insya Allah besok udah up lagi..
__ADS_1