Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Vera dan Lisa


__ADS_3

Fero dan Intan sama sama memasuki ruangan resepsi, keduanya berjalan dengan bergandengan tangan, sambil sesekali melihat satu sama lain.


Bagikan raja dan ratu, mereka langsung di arahkan untuk melangkah pada pelaminan yang sudah di siapkan.


Keduanya sama-sama malu saat mengingat dimana keduanya kepergok oleh Mommy sedang berciuman.


Tadi setelah Ny.Andin mencari keberadaan Fero tidak menemukan, karna setelah mengganti pakaian nya, Fero izin keluar sebentar pada Ny.Andin, tapi setelah menunggu lama, dia belum melihat putranya kembali.


Ny.Andin pun memutuskan untuk menemui Intan, ingin melihat sang menantu apa sudah siap ataukah belum.


"Sayang, apa kamu sudah si....ap?" saat membuka pintu, Ny.Andin begitu terkejut saat melihat kedua pasangan yang baru saja halal tengah saling membalas ciuman.


"Disini kamu rupanya, setelah menyuruh Mommy untuk menunggu di kamar sebelah, ternyata kamu malah asik-asikan mencuri kesempatan ya!" Ny.Andin langsung menarik telinga Fero, tidak habis Fikir dengan Fero, setelah menyuruh dirinya menunggu, dia malah asik bersama Intan.


"Aduh, aduh Mommy, sakit Mom"! pekik Fero saat Ny.Andin begitu kuat menarik telinga Fero.


Sedangkan Intan sudah sangat merasa malu, belum apa-apa dia sudah kepergok tidak sabaran oleh sang mertua.


"Biarin, Intan! kamu pasti di paksakan oleh anak ini?" ny.Andin tetap membela Intan.


Intan yang tidak mau merasa malu pun langsung mengangguk kepalanya.


"I-iya Mom, dia datang ke dalam kamar dan nyosor pada Intan!" jawab Intan sok polos.


Fero membelalakkan matanya mendengar jawaban sang istri.


"Sayang, kenapa kamu bilang seperti itu, kan kamu juga tidak menolaknya!" tukas Fero dengan menahan rasa sakit di telinga nya.


"Dasar istri tidak setia!" batin Fero.


"Mom! lagian dia kan istri Fero, wajar kan Fero nyosor!" lanjut Fero sambil melepaskan tangan sang Mommy.


"Dia memang sudah halal untuk mu, tapi tidak kah kamu bersabar sebentar, bahkan kamu sudah membuat Mommy menunggu lama di dalam kamar!" ucap ny.Andin dengan kesal.

__ADS_1


Fero jadi ingat, dia pun meminta maaf karna telah membuat sang Mommy menunggu lama, setelah itupun mereka langsung keluar, Intan merapikan lipstik yang sedikit berantakan di bantu oleh Ny.Andin.


Kini mereka sedang berdiri di depan pelaminan menyalami semua tamu-tamu yang hadir.


Para tamu terbilang cukup banyak, mulai dari keluarga kedua pihak, rekan bisnis, bahkan wartawan juga turut hadir meliputi setiap acara dari sekertaris pewaris tunggal Wilmar grup ini.


Riko dan Intan sedang duduk di kursi sebuah meja, sedari tadi pasangan ini tidak banyak bicara, Riko terus melihat pada Vera yang tidak melihat ke arahnya.


Dengan perasaan cemburu Riko melihat tangan Davvien yang selalu melingkar di pinggang Vera.


Lisa hanya meneguk saliva nya kosong melihat lelaki yang ingin menikahi dirinya masih begitu besar menyimpan perasaan kepada mantan kekasih nya itu.


Davvien yang sedari melihat tatapan Rimo mengarah kepada sang istri yang sedang duduk di sampingnya pun bangkit.


"Sayang! Kamu makan dulu ini ya, aku mau ke sana sebentar!" pinta Davvien kepada sang istri.


"Oh iya, jangan lama-lama!" jawab Vera yang langsung menyantap kue yang di ambil kan Davvien untuk dirinya.


"Tn.Riko bisa bicara sebentar!" tanya Davvien yang membuat Lisa dan Riko kaget.


"Untuk apa, saya pikir tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi!" jawab Riko ketus meski dia mencoba bersikap biasa saja.


"Kenapa, ada hal yang ingi saya katakan!" lanjut Davvien.


Lisa hanya diam melihat keduanya berinteraksi.


Akhirnya Riko mengangguk dan mengikuti langkah Davvien, Lisa yang melihat Vera tinggal sendiri pun berinisiatif menghampiri nya.


"Boleh aku bergabung?" tanya Lisa yang memberanikan diri untuk berhadapan dengan Vera.


Lisa ingin mengakhiri semuanya, dia tidak ingin terus terusan dihantui rasa bersalah.


Vera mendongak kepalanya mendengar ucapan seorang di tengah kebisingan suara musik dan orang-orang yang ada di pesta.

__ADS_1


Sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya, Vera menyuruh Lisa untuk duduk.


Vera menghentikan makan nya dan mencoba berbicara dengan Lisa, Vera dapat melihat kegugupan Lisa.


"Apa kabar Vera?" tanya Lisa.


"Alhamdulillah aku baik, kamu apa kabar?" Vera balik bertanya.


"Aku juga baik, seperti yang kamu  lihat!" jawab Lisa yang mencoba bersikap tenang.


"Berapa usia kandungan mu?" tanya Lisa lagi.


"Udah memasuki tujuh, dan kamu?" Vera sebenarnya mulutnya sudah sangat gatal ingin menanyakan tentang ayah dari anak yang di kandung Lisa, namun dia menahan nya karna tidak ingin terlihat di sopan.


"Aku sudah memasuki enam bulan!"


"Kapan kalian menikah, kenapa tidak mengundang ku?" tanya Vera mengintimidasi.


Lisa menggeleng, kemudian pun menunduk.


"Aku dan Tuan Riko belum menikah!".


.


.


.


.


.


~Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2