Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Mengurus Baby kembar.


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rumah sakit, Vera sudah di izin kan pulang, saat ini Davvien dan Vera baru meletakkan Syakir dan Syakira pada box di dalam kamar mereka. Vera tidak tega jika mereka harus tidur terpisah di usia yang masih sangat bayi.


Maka dari itu, ibu dari dua anak ini meminta Davvien menyuruh anak buah nya memindahkan kembali box mereka.


Vera merebahkan dirinya di atas rancang mini yang berada di sana.


Di ikuti oleh Davvien, dia ingin kembali manja dengan istri tercinta nya itu.


"Sayang... aku kangen!" rengek Davvien sambil mencium-cium leher Vera.


"Sayang, nanti kamu tidak tahan!" peringat Vera.


"Kalau sudah tidak tahan, tinggal aku minta jatah!" tanpa rasa bersalah Davvien dengan mudah mengucapkan kata itu.


Vera membulatkan matanya, tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Sayang, kamu harus bersabar selama 44 hari, Tn.J mu tidak boleh masuk ke dalam gua ku!"ujar Vera membuat Davvien langsung bangkit.


"Sayang kenapa kamu bilang begitu, kenapa aku tidak boleh memasuki goa mu?" tanya Davvien yang tidak terima dengan usulan dari sang istri.


"Aku kan baru melahirkan, jadi sebelum sampai 44 hari kamu harus bersabar!" timpal Vera.


"Haram hukumnya jika kamu masuk sekarang!" lanjut Vera lagi.


Davvien terdiam, bagaimana bisa dia bertahan selama itu.


"Kenapa, kamu tidak mau bersabar ya?" tanya Vera yang mulai ragu.


"Jangan pernah berfikir untuk masuk dalam goa lain, atau tuan J mu akan ku potong menjadi dua!" ancam Vera membuat Davvien merinding.


"Mana mungkin aku mencari goa lain sayang, goa mu saja sudah sangat memuaskan ku!" jawab Davvien langsung memeluk Vera dari belakang.

__ADS_1


"Oekkk.....oekkk...oke..." tangisan Syakira terdengar dalam box.


"Oek...oek....oek...." Syakir pun ikutan terbangun dan menangis.


Davvien dan Vera saling menatap, mereka pun langsung mengambil keduanya.


"Ululu anak Mama sudah bangun, haus ya sayang!" tanya Vera yang tidak mungkin mendapatkan jawaban dari anak nya.


Vera langsung menyusui si bungsu, Syakira begitu lahap menyusu pada sang Mama, dia pun dia dan kembali terpejam.


Sedangkan Syakir sedang di diamkan oleh Davvien, tapi lagi-lagi dia menangis.


"Oek...oek...oek..."


"Uuu sayang anak Papa, jangan nangis Nak! jadi laki-laki tu harus kuat!" ujar Davvien malah semakin membuat putra nya menangis keras.


"Oeekkkkk....oeeeekkkkkk"


Vera kalang kabut saat mendengar putra nya menangis histeris, dia pun menyerahkan si bungsu pada Davvien dan gantian, dia menyusui si sulung.


Cup...


Vera mencium anak lelaki nya itu lalu menyusui, Syakir langsung diam.


Davvin yang melihat anak lelakinya menyusu dengan begitu lahap membuat nya merasa iri.


"Enak sekali dia bisa menyusu setiap saat. Dek, itukan punya Papa!" hardik Davvien yang membuat Vera melotot.


"Kamu cemburu dengan anak mu seni hah!" tukas Vera sedikit pelan.


"Tapi aku juga ingin!" ujar Davvien dengan wajah menyedihkan.

__ADS_1


"Tidak ada lagi jatah untuk mu, ini jatah mereka!" jawab Vera dengan muka ketus.


"Jangan gitu dong sayang!" Davvien masih menimang anak perempuan dalam gendongan nya.


Namun, karna belum merasa kenyang, lagi-lagi Syakira menangis.


"Oekkk...oek...oekkk...!"


"Sayang bagaimana ini?" tanya Davvien bingung.


"Kamu usahakan buat dia diam dulu, aku mau menyusui Syakir hingga kenyang dulu, supaya dia kembali tertidur!"


Davvien mengangguk, diapun terus menimang-nimang anak nya, berusaha membuat dia terdiam.


"Tidur lah anak Papa sayang, na...na...!" ntah apa yang Davvien nyanyikan, yang jelas Vera ingin ketawa mendengar suara Davvien.


Syakira yang berada dalam gendongan Davvien hanya diam menatap sang ayah yang berusaha menidurkan dia lagi.


Akhirnya setelah Syakir merasa kenyang, bayi gembul itu kembali tertidur, kini gantian menyusu dia menidurkan putri kecilnya.


Setelah kedua anaknya tertidur, Davvien dan Vera langsung tepar di atas ranjang, pengalaman pertama dalam mengurus anak, tentu membuat kedua nya lebih belajar dan ekstra sabar.


Mereka pun akhirnya terlelap, kedua bayi mereka pun tidur begitu pulas.


.


.


.


.

__ADS_1


.


~Bersambung.


__ADS_2