Gadis Penakluk Mafia Karatan

Gadis Penakluk Mafia Karatan
Vera yang malu.


__ADS_3

"Ma-mas Davvien! kapan kamu sadar?" tanya Vera sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat.


"Sudah sejak kamu bilang jika suamimu ini sek-si, sempurna dan menggoda!" goda Davvien meski dengan suara serak nya itu.


Blussss....


Wajah Vera langsung bersumbu merah saat mendengar ledekan dari sang suami. Kemudian ibu dua anak itupun langsung menenggelamkan wajahnya tepat di dada sang suami.


"Kenapa kamu begitu lama sadar, kamu membuat ku takut!" ujar Vera dengan nada manja.


Tangan Davvien terangkat untuk mengelus kepala sang istri.


"Maafkan aku sayang telah membuat mu khawatir!" pinta Davvien.


Vera tidak bergeming dia hanya diam dalam dekapan sang suami, tanpa memperdulikan jika dada Davvien masih penuh dengan segala macam kabel yang masih menempel.


"Jangan pernah tinggalkan aku sayang, aku, Syakir dan Syakira masih sangat membutuhkan mu sayang!" pinta Vera dengan begitu lirih.


"Tidak akan pernah sayang!" imbun Davvien, kemudian ayah dari bayi kembar ini membingkai wajah Vera, lalu menarik nya agar lebih dekat.


Dilihat nya bibir sang istri yang terlihat pucat "Apa kamu belum minum obat?" tanya Davvien dengan suara begitu pelan, Vera tercengang mendengar pertanyaan dari suaminya itu.


"Aku ... aku emmmpppp" ucapan Vera langsung terputus saat bibir Davvien membekap mulutnya dengan bibir pucat Davvien.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka, terlihat lah di sana Fero dan Intan membawa si kembar, dan juga Ny.Andin yang berada di belakang keduanya.


"Astaghfirullah!" ucap Intan kaget melihat adegan di depan mereka dia pun langsung berbalik.


Ny.Andin mengerut kan kening nya melihat ekspresi menantu ke dua nya itu, sedangkan Fero hanya acuh, karna dia memang sudah sering melihat hal seperti ini.

__ADS_1


"Kamu kenapa Nak?" tanya Ny.Andin.


"Seperti nya kita salah waktu deh Mom!" jawab Intan yang semakin membuat Ny.Andin penasaran dan akhirnya ikut melihat.


Matanya pun terbelalak, sepersekian detik senyuman terlihat di bibirnya, merasa senang karna anak semata wayangnya sudah sadar.


"Ekhem! apa kami harus jadi patung di sini?" tanya Fero yang mengagetkan dua manusia sedang melepas rindu ini.


Vera bangun dari dada sang suami langsung melihat pada arah pintu, pipinya pun kembali merona bak kepiting rebus.


"Sejak kapan kalian datang?" tanya Vera mencoba menghilangkan rasa canggung nya.


"Sejak kalian masih melekat!" jawab Fero enteng.


Vera lagi-lagi merasa begitu malu "Mas Davvien sudah sadar Mom!" lagi-lagi Vera ingin mengubah rasa canggung nya.


"Iya Vera kan kami sudah melihatnya sendiri!" jawab Intan seolah mengejek Vera.


Vera akhirnya memutuskan untuk memanggil Dr.Hendri.


Setelah memeriksa keadaan dan di nyatakan sudah sehat, semua selang yang ada di tubuh Davvien sudah di lepaskan.


Semua tampak bahagia, Davvien memangku Syakira yang sedari tadi seolah meronta ingin si gendong oleh Papa nya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sudah sadar Nak!" ujar Ny.Andin merasa sangat bahagia.


"Iya Ma, kalau tidak aku akan susah mencari ayah lagi untuk Syakir dan Syakira!" jawab Vera langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya.


"Apa kau berniat mencari Papa baru untuk mereka?" tanya Davvien dengan nada dingin.


Vera bergidik ngeri, rencananya ingin bercanda tapi malah mendapat respon serius dari sang suami.

__ADS_1


"Sayang ... aku kan cuma bercanda!" ucap Vera langsung menempelkan diri pada Davvien, tapi suaminya itu hanya diam.


"Sayang, kamu marah?" tanya Vera sambil memegang pipi Davvien.


"Tidak jika kamu mencium ku!" tukas Davvien.


Vera membulatkan matanya "Tapi kan ada Mommy, Kak Fero dan juga Intan sayang!" protes Vera.


"Ya sudah kalau tidak mau!"


"Tidak apa Nak, kami tutup mata loh!" celetuk Ny.Andin.


Fero hanya acuh, dia hanya duduk di sofa dan terus merangkul pinggang Intan.


Dengan malu-malu Vera mendekat kan wajahnya lalu.


Cup...


Satu ciuman mendarat di pipi Davvien, setelah itu diapun langsung bangun.


"Kalau begitu Vera mau jenguk Daddy dan jiga Mama dulu ya sayang!" pinta Vera tanpa menunggu jawaban Davvien langsung berlari keluar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung.


Maaf ya baru up dan juga cuma satu... lagi sibuk di rumah sakit terus.


__ADS_2