
Mereka sudah menyelesaikan sarapan, Davvien berjalan menuju ke arah tangga untuk pergi ke kamar nya
Sedangkan nyonya Andin melangkah ke depan untuk mengantar suami nya yang hendak berangkat ke kantor
Kakek Farhana pun menuju ke dalam kamar nya
Vera membantu Bi Inem membereskan meja makan.setelah selesai,Vera melangkah menaiki anak tangga dia terus berjalan,hingga berdiri di depan kamar,Vera pun langsung membukakan pintu kamar itu,tempat dia tidur semalam
Vera melangkah masuk lalu pandangan nya terhenti saat mendapati seseorang yang di juluki nya pria mematikan,siapa lagi kalau bukan Davvien
Vera merasa penasaran dengan Davvien,pasal nya orang yang sekarang berstatus suami nya ini sangat pelit untuk mengeluarkan suara
Bagi Vera hidup Davvien sangat membosankan,meski dia sangat kaya,tapi dengan sikap nya yang seperti ini membuat Vera berfikir kalau hidup suami nya itu benar benar membosankan
Vera yang memang wataknya ceria dan agak cerewet tidak bisa untuk diam,mulut nya sudah gatal untuk bertanya tanya pada Davvien
Pernikahan mereka yang mendadak membuat tumpukan Pertanyaan di kepala Vera,walau masih kesal dengan Davvien namun Vera sedikit sedikit ingin tau tentang suami nya itu,meski mereka tidak saling mencintai,tapi karna mereka sudah menikah,setidak nya mereka bisa saling kenal pikir Vera
Vera melangkah,niat nya masuk ke dalam kamar untuk mandi,sedari tadi dia belum mandi,Vera berjalan ke arah lemari pakaian
Sambil berjalan dia menatap ke arah Davvien yang duduk di sofa sedang memainkan laptop nya,seperti nya dia mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah
Davvien sama sekali tidak melihat ke arah Vera,dia masih begitu fokus dengan laptop nya
Vera benar benar tidak nyaman dengan suasana seperti ini,meski Davvien di sana. namun terasa hanya Vera seorang yang menempati kamar itu
"Heum"Vera mulai membuka suara
"Tuan,apa aku boleh bertanya?"Vera menatap ke arah Davvien,meski ada sedikit rasa takut menyelimuti hati nya
Kriik krik krik krik
Begitu lah suasana di dalam kamar itu,Davvein sama sekali tidak menggubris perkataan Vera,bahkan Davvien terlihat cuek seperti tidak merasa ada orang lain selain dirinya di sana
__ADS_1
"Tuan,kenapa anda sangat hemat bicara,apa itu tidak membosankan?"Vera yang di cuekin pun tidak menyerah begitu saja,dia kembali bertanya pada Davvien
"Aku melihat mu begini rasa nya kehidupan mu sangat membosankan"lanjut nya lagi,dia hendak berjalan ke dalam kamar mandi setelah mengambil pakaian,saat di depan Davvien Vera menghentikan langkah nya,melihat reaksi Davvien apa kah dia menjawab atau masih sama mengabaikan dirinya
Pertanyaan Vera sontak membuat Davvien mengangkat kepala nya lalu menatap Vera dengan tajam,apa perduli nya,memang siapa dia berani mengatur ngatur ku,tau apa dia tentang kehidupan ku,kira kira begitu lah yang ada di benak Davvien
Davvien merasa terusik dengan pertanyaan Vera"Ku rasa itu tidak ada urusan nya dengan mu"ucap Davvien dingin menatap Vera yang juga sedang menunggu jawaban nya
"Kau dengar kan aku,jangan sesekali kamu mencampuri kehidupan ku apa lagi mengusik kepribadian ku,kau tidak berhak bertanya apa pun sama tentang diriku,dan aku juga tidak berhak menjawab apapun pertanyaan mu itu,kamu itu hanya titipan dari ayah mu yang tidak sanggup menjaga mu,jadi jangan lewatkan batasan mu"Sambung Davvien lagi,yang merasa sangat marah karna Vera berani mengusik kepribadian nya
Mendengar itu semua,sontak membuat Vera mematung,dia berusaha mencerna semua perkataan Davvien, niat hati cuma ingin bercanda dan mencairkan suasana karna dia ingin mendengar Davvien berbicara,tapi vera merasa menyesal karna dengan tindakan nya itu ahirnya melukai hatinya sendiri karna jawaban Davvien cukup menghantam hati kecil Vera,Vera tidak mengira bahwa Davvien akan semarah itu
Vera merasa sangat terkejut mendengar ucapan Davvien panjang lebar hanya untuk menghina nya,kata kata Davvien masih terdengar dengan jelas yang sekarang berputar putar di kepala nya
"*A*pa,dia bilang aku titipan,karna Daddy tidak mampu menjaga ku,ada apa ini kenapa aku tidak tau masalah ini,kenapa daddy tidak mengatakan apa apa pada ku,dia mengatakan aku titipan apa aku hanya sebagai barang baginya"batin Vera sudah berkaca kaca mendengar perkataan Davvien
Dengan langkah gontai,Vera pun langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi
Davvien yang melihat Vera masuk ke dalam kamar mandi pun menghela nafasnya"Gadis gila ini pagi pagi sudah membuat mood ku buruk"batin Davvien,dia bangkit dari duduk nya lalu melangkah keluar
Sedangkan di dalam kamar mandi,Vera sudah masuk ke dalam bathtub,mencoba menetralkan pikiran nya yang seakan memaksa nya untuk terus berputar putar di kepala nya
Vera kembali membayangkan bagaimana reaksi wajah Davvien sangat benci melihat ke arah Vera,terlihat sangat jelas bahwa Davvien terpaksa melakukan pernikahan ini,tapi apa ini salah nya,Vera juga tidak meminta menikah dengan nya,bahkan Vera juga sempat menolak
Vera tidak mengerti kenapa Davvien mengatakan bahwa dirinya di titipkan pada Davvien karna Daddy nya tidak mampu menjaga nya
Kenapa semua harus seperti ini,kenapa setiap Vera berusaha berdamai dengan keadaan dan mencoba menerima semau takdir nya,dia kembali di ragukan dengan kenyataan kenyataan yang begitu menyakitkan
Vera pun kembali teringat pada Riko,yang masih berstatus sebagai pacarnya,karna sudah hampir sebulan dia tidak bertemu dengan Riko,dan tidak mengucapkan kata kata putus,tepat nya karna Vera terus menghindari Riko tanpa bertanya yang pasti pada Riko
Vera membayangkan bagaimana cara Riko memperlakukan nya dengan sangat lembut,bersama Riko Vera merasa sangat di sayangi,bertahun tahun Riko selalu sabar menghadapi sikap nya yang kadang angkuh,tapi siapa sangka Riko yang begitu tampak menyayangi nya malah bermain api di belakang Vera
Vera merasa sudah cukup untuk ini semua,semakin dia memikirkan masalah nya terasa akan semakin besar beban di kepala nya
__ADS_1
"Tidak tidak,aku tidak boleh terpuruk,aku harus tegar,dan tidak boleh menyesali yang sudah terjadi,mungkin memang ini yang harus aku jalani"gumam Vera sendiri yang sudah menyelesaikan ritual berendam nya
"Ayok Vera kamu pasti bisa"lanjut nya lagi sambilan berdiri dari dalam bathtub,lalu berjalan mengguyur kan dirinya di bawah shower
Setelah selesai,Vera keluar sudah lengkap dengan pakaian nya,Vera memakai dress biru lengan pendek
Vera melihat ke arah sofa kosong,menandakan makhluk yang telah berbicara kasar pada nya sudah keluar
Vera berjalan pada meja rias,dia mengeringkan rambut nya,lalu memoleskan sedikit bedak dan lipstik tipis,Vera membiarkan rambut nya ter urai lalu dia memasangkan dua jepit rambut di sebelah kanan dan kiri yang terlihat sama dengan warna baju nya,dengan anak rambut nya di turunkan sedikit,terlihat sangat menggemaskan bila Vera berpenampilan seperti ini
Meski Vera bukan anak kecil lagi,tapi dia memang suka berpenampilan seperti ini,maka dari itu Vera sengaja membawa beberapa jepit rambut nya
Setelah di rasanya sudah selesai,Vera keluar dari kamar,dia pun menuruni tangga
Saat sampai di bawah,dia melihat rumah tampak sepi,"Kemana orang orang,"gumam Vera terus berjalan menelusuri setiap ruangan di rumah itu
Vera melangkah ke belakang,dia pun melihat sang mertua sedang menyiramkan tanaman bunga
Melihat bunga bunga di sana sangat indah Vera melebarkan senyumnya,rasa sakit di hatinya sedikit berkurang
Vera melangkah ke arah mertuanya"Wahhh ini bunga bunga Mommy?"tanya Vera saat sampai di taman kecil itu
"Eh kamu sayang,iya, bunga ini mommy sendiri yang menanamnya"jawab nyonya Andin sambil melihat me arah Vera
Nyonya Andin sangat gemes melihat menantunya berpenampilan seperti itu,apa lagi nyonya Andin memang berkeinginan mempunya anak perempuan,tapi sampai saat ini nyonya Andin belum mendapatkan keturunan lagi
Rasanya melihat penampilan Vera seperti itu,nyonya andin ingin selalu merias Vera,memakai jepit rambut,mengepang rambut Vera,sungguh nyonya Andin menganggap menantunya itu seperti anak TK
~Bersambung
Like
Komen
__ADS_1
Vote juga
Babay😊