
Davvien sampai pada taman tempat Vera dan Riko bertemu, Davvien tidak tau mereka di taman mana karna Riko hanya mengatakan kalau mereka akan bertemu di taman tapi tidak memberi alamat nya secara jelas, untung Davvien teringan untuk melacak posisi Vera dari ponsel Vera.
Davvien berdiri tepat di belakang Vera dan Riko, dia bisa mendengar dengan jelas saat Vera mengatakan kalau Vera masih mencintai Riko, hati nya bagaikan ditampar, nyeri dan sakit menjadi satu, hati nya kembali berdarah, luka yang sudah mengering kini koyak kembali bahkan membuat luka yang semakin mendalam.
Davvien hendak melangkah, tapi dia mendengar Vera melanjutkan perkataanya, dia mengatakan kalau dia ingin mempertahankan rumah tangga nya dia tetap memilih Davvien, hati yang terasa sakit terasa sedikit ringan, Davvien merasa sedikit lega karna Vera memilih nya, meski Vera belum mencintai nya tapi dengan gadis itu memilih dirinya sudah membuat Davvien senang, tanpa terasa sedikit senyuman menghiasi bibir nya, tapi dalam sesaat bibirnya kembali pada tempat semula, rasa bahagia kini berganti dengan rasa panas, emosi, dan juga marah. dia tidak rela tatkala melihat istrinya berpelukan dengan pria lain, Davvien yang memang super pencemburu langsung tersulut emosi, dia melangkah dengan cepat langsung mendorong tubuh Riko lalu menarik tangan Vera.
Vera yang kaget saat merasakan tangan nya di tarik pun melihat pada orang yang sudah menarik tangan nya dengan sangat kasar, dan itu pun membuatnya semakin terkejut.
"Tu tuan"
Tanpa mengatakan apapun Davvien melangkah dengan masih menarik tangan Vera, dia benar benar sangat marah, mata nya memerah, rahang nya mengeras, tangan kirinya terkepal kuat, sesuai yang di katakan nya sesuatu yang telah menjadi milik nya tidak boleh ada yang melirik apalagi menyentuh, dan tadi dia malah melihat Vera berpelukan dengan mantan kekasih nya, iya mantan karna Vera sudah memutuskan hubungan mereka.
__ADS_1
Vera yang di tarik pun hanya bisa pasrah sedikit berlari untuk mensejajar kan langkah nya dengan Davvien.
Fero dengan sigap membuka pintu mobil saat mereka sampai, Davvien tanpa bicara langsung menyeret Vera masuk ke dalam mobil, sedangkan yang di seret hanya pasrah, dia kembali merasakan perlakuan kasar Davvien, setelah beberapa hari Davvien bersikap manis.
Tetapi Vera sadar kalau ini memang salah nya membangkitkan iblis jahat di dalam diri Davvien, jangan kan Davvien yang sifat posesif nya luar biasa, siapapun akan marah bila melihat orang yang di cintai berada dalam pelukan lelaki lain, apa lagi itu adalah mantan kekasih nya.
Davvien yang baru menyadari cinta nya terhadap Vera pun tidak akan melepaskan Vera, dia tidak ingin kisah percintaan nya terus terusan berakhir dengan kesedihan, namun sifat Davvien tetap sama, dia tidak akan memaafkan orang yang membohongi dan mengkhianati nya, mungkin itu sebab nya dulu kisah percintaan nya harus kandas.
Mobil sampai di depan rumah, Davvien kembali menarik tangan yang sudah tampak merah di pergelangan tangan Vera, tapi Vera masih diam dan pasrah, tau duduk kesalahan nya, dia paham sikap Davvien, dengan membicarakan laki laki lain saja sudah membuat suaminya emosi apa lagi melihat nya sedang berpelukan, Vera juga takut Davvien salah paham karna Vera mengira kalau Davvien tidak mendengar percakapan nya dengan Riko.
Para penjaga menunduk tidak berani menatap bos nya yang wajah nya sudah seperi cabai merah.
__ADS_1
"Tuan sakit"
Ucap Vera saat mereka sampai di dalam rumah, dia sudah tidak sanggup menahan rasa perih di tangan nya karna Davvien semakin kencang menggenggam dan menarik tangan nya.
Davvien menghentikan langkah nya mendengar perkataan Vera.
"Maaf Tuan aku..."
Prangggggggggg
~Bersambung
__ADS_1